<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tabarruk 1; Tabarruk Merupakan Perbuatan Bid&#8217;ah atau Syirik?, Sebuah Pengantar</title>
	<atom:link href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/</link>
	<description>Pemurnian Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Polusi Ajaran Wahabiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Rofiq</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-4095</link>
		<dc:creator>Rofiq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 10:44:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-4095</guid>
		<description>Maju Terus Mas Sastro,
Wahabies (Wahhhh...... Habis deh)
Blog ini betul2 kuburannya Wahaby
Saluuuttttttt Mas Sastro.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maju Terus Mas Sastro,<br />
Wahabies (Wahhhh&#8230;&#8230; Habis deh)<br />
Blog ini betul2 kuburannya Wahaby<br />
Saluuuttttttt Mas Sastro.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muhammad</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-4071</link>
		<dc:creator>muhammad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 08:03:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-4071</guid>
		<description>Ayo kang maju terus...
Sekalian ane minta izin untuk men-copy artikel-artikel anda dan insyaAllah akan mengcompile ke bentuk pdf....
semoga bisa bermanfaat semuanya...

------------------------------------------------
&lt;strong&gt;
Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Silahkan, terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ayo kang maju terus&#8230;<br />
Sekalian ane minta izin untuk men-copy artikel-artikel anda dan insyaAllah akan mengcompile ke bentuk pdf&#8230;.<br />
semoga bisa bermanfaat semuanya&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong><br />
Sastro Menjawab:</strong><br />
Silahkan, terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ackie</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3644</link>
		<dc:creator>ackie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 14:03:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3644</guid>
		<description>Allohu Akbar....
Betul kang Sastro bahwa kalau ulama-ulama ahlu sunnah di Indonesia tidak banyak menjawab...karena masih banyak yang perlu dikerjakan untuk membina ummat daripada melayani yang gak karuan....
Bagaimana mau melayani mereka ngabisisn tenaga aja, para Ulama yang tawadlu selalu berpegang pada &quot;berkatalah yang baik atau diam sama sekali&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Allohu Akbar&#8230;.<br />
Betul kang Sastro bahwa kalau ulama-ulama ahlu sunnah di Indonesia tidak banyak menjawab&#8230;karena masih banyak yang perlu dikerjakan untuk membina ummat daripada melayani yang gak karuan&#8230;.<br />
Bagaimana mau melayani mereka ngabisisn tenaga aja, para Ulama yang tawadlu selalu berpegang pada &#8220;berkatalah yang baik atau diam sama sekali&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: alhaq</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3215</link>
		<dc:creator>alhaq</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 14:46:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3215</guid>
		<description>Salam.......
Katanya orang wahaby jg mas sastro Walisongo itu hanya cerita rakyat saja, mereka nggak percaya akan keberadaan beliau2 para wali2 di Indonesia. mereka hanya percaya kepada syekh2 mereka yang katanya para jebolan arab2 smua itu.Ditempat bekerja saya para pengurus DKM nya adalah orng2 salafy/wahaby.makanya dari segala bentuk ibadah dari cara sholat, dzikir, wudlu, dll harus sesuai dengan cara mereka. kalo tidak sesuai dengan cara mereka katanya nggak bener, salah, bid&#039;ah dll.dan muslim dari kelompok laen yang nggak mau menerima ajaran mereka,katanya kita lagi terpengaruh syetan karena nggak bisa menerima kebenaran, ....kebenaran yang bagaimana pikir saya. Apa smua kebenaran itu ada di tangan mereka.mereka menganggap bahwa merekalah yang paling benar.sampe2 saya ini ngelus dada mas.  Akhirnya saya temukan kebenaran disini. 
Maju terus mas pantang mundur ,  kami orang2 yang beriman selalu dibelakangmu, mendukungmu.
tegakkan kebenaran dimuka bumi tercinta ini.
Jazakumulloohu khoiron katsiiroo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam&#8230;&#8230;.<br />
Katanya orang wahaby jg mas sastro Walisongo itu hanya cerita rakyat saja, mereka nggak percaya akan keberadaan beliau2 para wali2 di Indonesia. mereka hanya percaya kepada syekh2 mereka yang katanya para jebolan arab2 smua itu.Ditempat bekerja saya para pengurus DKM nya adalah orng2 salafy/wahaby.makanya dari segala bentuk ibadah dari cara sholat, dzikir, wudlu, dll harus sesuai dengan cara mereka. kalo tidak sesuai dengan cara mereka katanya nggak bener, salah, bid&#8217;ah dll.dan muslim dari kelompok laen yang nggak mau menerima ajaran mereka,katanya kita lagi terpengaruh syetan karena nggak bisa menerima kebenaran, &#8230;.kebenaran yang bagaimana pikir saya. Apa smua kebenaran itu ada di tangan mereka.mereka menganggap bahwa merekalah yang paling benar.sampe2 saya ini ngelus dada mas.  Akhirnya saya temukan kebenaran disini.<br />
Maju terus mas pantang mundur ,  kami orang2 yang beriman selalu dibelakangmu, mendukungmu.<br />
tegakkan kebenaran dimuka bumi tercinta ini.<br />
Jazakumulloohu khoiron katsiiroo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ari</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3163</link>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 18:59:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3163</guid>
		<description>Assalamualaikum,
Mas Sastro boleh tanya nih,siapa nama-nama ulama,ustadz or kyai yang anda ikuti?
Dari tadi saya baca cuma bisa mencela Ulama-ulama wahabi.Apa gurumu yang mengajarkan mencela ulama-ulama tersebut?

----------------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Waalaikumsalam
Jika anda tanya satu persatu ulama Ahlusunnah -baik di Indonesia maupun di LN- tentang Wahaby niscaya akan anda tahu bahwa mayoritas mutlak mereka....
Mereka semua adalah guru saya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum,<br />
Mas Sastro boleh tanya nih,siapa nama-nama ulama,ustadz or kyai yang anda ikuti?<br />
Dari tadi saya baca cuma bisa mencela Ulama-ulama wahabi.Apa gurumu yang mengajarkan mencela ulama-ulama tersebut?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Waalaikumsalam<br />
Jika anda tanya satu persatu ulama Ahlusunnah -baik di Indonesia maupun di LN- tentang Wahaby niscaya akan anda tahu bahwa mayoritas mutlak mereka&#8230;.<br />
Mereka semua adalah guru saya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anwar Hamzah</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3107</link>
		<dc:creator>Anwar Hamzah</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 08:18:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-3107</guid>
		<description>Mas Sastro.....
Terlihat sekali dari ungkapan kata-kata anda bahwa kebencian pada faham yang anda sebut &quot;wahaby&quot; begitu kentara. Ini pula yang saya lihat menjadi titik lemah anda. Pembahasan anda menjadi kurang ilmiah dan tidak terhindarkan kesalahan fatal senisal menyebut ulama dengan &#039;gerombolan ulama&#039;, &#039;si Ibnul Qoyyim dan si-si lainnya&#039;. Padahal kalau saya baca biografi mereka, ke-wara&#039; an mereka, iltizam dan keteladanan mereka, niscaya anda tidak ada apa-apanya.

Padahal orang-orang &#039;wahaby&#039; yang anda sebut setahu saya begitu menghormati para ulama termasuk Imam Syafi&#039;i, Imam al Ghazali dst. Mereka hanya mengkritisi pendapatnya yang dho&#039;if dan memakai pendapat yang memiliki dasar yang shahih (karena zaman dahulu belum seperti sekarang, ada satu hadits yang sampai ke Imam yang satu dan tidak sampai pada Imam yang lain). 

Awal membaca saya agak kagum dengan kecerdasan anda, tetapi semakin banyak membaca tulisan anda semakin yakin saya akan kesalahan anda.

Penjelasan anda muter-muter dan ngalor ngidul sebatas logika yang dicocokkan dengan sebagian ayat-ayat yang pas. Dan saya sangat tidak mungkin mempertaruhkan keselamatan akherat dengan mengikuti pola fikir keagamaan &#039;rumusan&#039; anda.

Coba duduklah di malam hari.... renungkan dengan hati bersih, buka kitab-kitab para ulama dari berbagai madzhab terutama yang membahas masalah tauhid... timbanglah dengan fikiran anda yang cerdas itu, jujur dan sportif pada diri sendiri, niscaya akan anda dapati bahwa konsep tauhid orang-orang yang anda sebut &#039;wahaby&#039; itu benar dan memiliki dasar yang rajih dari Al Qur&#039;an dan Hadits-hadits yang shahih.

Sementara pemahaman anda memang benar enak didengar dan nampak sesuai dengan kultur saudara-saudara kita, sebagian masyarakat Indonesia yang tengah &#039;sakit&#039; akidahnya. Yang sebagian masih mencampur adukkan kesyirikan dalam keIslaman mereka.

Sungguh saya takut  melihat cara anda mengambil dalil, merangkai alur berfikir dan mengambil kesimpulan. Khas cara berfikir orang-orang pintar yang banyak menyesatkan manusia dari kebenaran.

Kalau saya menilai, orang-orang yang anda sebut sebagai &#039;wahaby&#039; hanya masalah teknis/cara berdakwah saja yang mungkin masih bisa diperhalus. Adapun muatannnya tidak ada satu kelompok keagamaan pun yang saat ini bisa menandingi dalam kekuatan hujjah/dalil. Sampai dalam menyampaikan 1 hadits pun mereka berani mempertanggungjawabkan tingkat validitas dan keshahihannnya. Tidak seperti kita-kita yang &#039;ketahuan belangnya&#039; terbiasa dan akrab dengan hadits-hadits dhoif dan asing dengan yang namanya tarjih.

Penutup, Mas Sastro..... introspeks dirilah, karena kebenaran itu terang dan jelas dan kebatilan pun jelas. 

Para pembaca bisa pula bertanya pada diri sendiri, jika anda termasuk orang yang pro dengan pemikiran-pemikiran mas Sastro, cobalah jujur menjawab pertanyaan ini:
-Sudahkan kita sportif menimbang kebenaran seluruh apa yang kita lakukan dalam berIslam ini pada Al Qur&#039;an dan Hadits yang shahih?, atau masih lebih sering &#039;mengandalkan&#039; fatwa ustadz, kyai, dan pendapat lainnya tanpa menimbang perkataan mereka punya dasar yang shahih atau tidak. Niscaya kita akan menjumpai dalam diri kita terlalu banyak amalan yang tidak ketahui dasarnya, apakah berasal dari Islam, &#039;kreatifitas&#039; guru kita. atau bahkan adat saja.

Semoga Allah menjernihkan hati kita sehingga kita punya kemauan dan keseriusan untuk mengkaji agama-Nya dari sumber-sumber yang terpercaya, dan semoga Allah memberikan hidayah pada mereka yang secara tidak sadar &#039;merongrong&#039; agama-Nya. Semoga kita bisa bersabar memperbaiki ukhuwah dan persatuan dikalangan kaum muslimin semuanya.

------------------------------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Silahkan anda menilai secara subyektif mas, itu hak anda. Tentu, semua yang anda ungkapkan tentang ajaran Wahabisme itu perlu bukti mas...bukan cuman pengakuan saja. Mana ada ustadz Wahaby yang mampu menjawab artikel-artikel kami? Kami selalu menunggunya. Dan siap dengan menjawab jawaban mereka, jika memang ada. Coba dech ulama Wahaby di Indonesia suruh menjawab ttg artikel Tabarruk kami, kalau mereka mampu, kami tunggu... 

Selama ini ikhwan Ahlusunnah di Indonesia tidak banyak menanggapi tuduhan sekte Wahabisme bukan karena tidak mampu menjawab, tetapi lebih karena buang waktu. Siapa bilang Wahaby gak berpegang kepada hadis-hadis lemah, lihat beberapa artikel kami, ternyata hal itu diakui oleh seorang ulama Wahaby sendiri yang bernama al-Bani...tapi bagaimana ya, karena sudah menjadi keyakinan, ya sulit. (Lihat ttg perempuan Ziarah kubur umpamanya)

Muslim mana yang tidak merindukan persatuan Islam? Tapi apakah anda hanya akan menuntut kami yang selama ini diam sekte Wahaby selalu membuat bulan-bilanan kami? Apakah sikap anda itu proporsional, menyuruh kami diam dan tidak membalas &#039;serangan&#039; sekte Wahaby, sementara mereka dengan seenaknya &#039;mengkafirkan&#039; kami? Kelompok Wahaby akibat doktrin ajaran akhirnya menuntut mereka berbuat arogan dalam berdakwah....mungkinkah WAhaby tidak arigan sementara pendirinya yang sangat dituhankan itu berbuat yang sangat arogan terhadap ulama-ulama senior Ahlusunnah di zamannya? Yang namanya air turun ke bawah mas....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Sastro&#8230;..<br />
Terlihat sekali dari ungkapan kata-kata anda bahwa kebencian pada faham yang anda sebut &#8220;wahaby&#8221; begitu kentara. Ini pula yang saya lihat menjadi titik lemah anda. Pembahasan anda menjadi kurang ilmiah dan tidak terhindarkan kesalahan fatal senisal menyebut ulama dengan &#8216;gerombolan ulama&#8217;, &#8217;si Ibnul Qoyyim dan si-si lainnya&#8217;. Padahal kalau saya baca biografi mereka, ke-wara&#8217; an mereka, iltizam dan keteladanan mereka, niscaya anda tidak ada apa-apanya.</p>
<p>Padahal orang-orang &#8216;wahaby&#8217; yang anda sebut setahu saya begitu menghormati para ulama termasuk Imam Syafi&#8217;i, Imam al Ghazali dst. Mereka hanya mengkritisi pendapatnya yang dho&#8217;if dan memakai pendapat yang memiliki dasar yang shahih (karena zaman dahulu belum seperti sekarang, ada satu hadits yang sampai ke Imam yang satu dan tidak sampai pada Imam yang lain). </p>
<p>Awal membaca saya agak kagum dengan kecerdasan anda, tetapi semakin banyak membaca tulisan anda semakin yakin saya akan kesalahan anda.</p>
<p>Penjelasan anda muter-muter dan ngalor ngidul sebatas logika yang dicocokkan dengan sebagian ayat-ayat yang pas. Dan saya sangat tidak mungkin mempertaruhkan keselamatan akherat dengan mengikuti pola fikir keagamaan &#8216;rumusan&#8217; anda.</p>
<p>Coba duduklah di malam hari&#8230;. renungkan dengan hati bersih, buka kitab-kitab para ulama dari berbagai madzhab terutama yang membahas masalah tauhid&#8230; timbanglah dengan fikiran anda yang cerdas itu, jujur dan sportif pada diri sendiri, niscaya akan anda dapati bahwa konsep tauhid orang-orang yang anda sebut &#8216;wahaby&#8217; itu benar dan memiliki dasar yang rajih dari Al Qur&#8217;an dan Hadits-hadits yang shahih.</p>
<p>Sementara pemahaman anda memang benar enak didengar dan nampak sesuai dengan kultur saudara-saudara kita, sebagian masyarakat Indonesia yang tengah &#8217;sakit&#8217; akidahnya. Yang sebagian masih mencampur adukkan kesyirikan dalam keIslaman mereka.</p>
<p>Sungguh saya takut  melihat cara anda mengambil dalil, merangkai alur berfikir dan mengambil kesimpulan. Khas cara berfikir orang-orang pintar yang banyak menyesatkan manusia dari kebenaran.</p>
<p>Kalau saya menilai, orang-orang yang anda sebut sebagai &#8216;wahaby&#8217; hanya masalah teknis/cara berdakwah saja yang mungkin masih bisa diperhalus. Adapun muatannnya tidak ada satu kelompok keagamaan pun yang saat ini bisa menandingi dalam kekuatan hujjah/dalil. Sampai dalam menyampaikan 1 hadits pun mereka berani mempertanggungjawabkan tingkat validitas dan keshahihannnya. Tidak seperti kita-kita yang &#8216;ketahuan belangnya&#8217; terbiasa dan akrab dengan hadits-hadits dhoif dan asing dengan yang namanya tarjih.</p>
<p>Penutup, Mas Sastro&#8230;.. introspeks dirilah, karena kebenaran itu terang dan jelas dan kebatilan pun jelas. </p>
<p>Para pembaca bisa pula bertanya pada diri sendiri, jika anda termasuk orang yang pro dengan pemikiran-pemikiran mas Sastro, cobalah jujur menjawab pertanyaan ini:<br />
-Sudahkan kita sportif menimbang kebenaran seluruh apa yang kita lakukan dalam berIslam ini pada Al Qur&#8217;an dan Hadits yang shahih?, atau masih lebih sering &#8216;mengandalkan&#8217; fatwa ustadz, kyai, dan pendapat lainnya tanpa menimbang perkataan mereka punya dasar yang shahih atau tidak. Niscaya kita akan menjumpai dalam diri kita terlalu banyak amalan yang tidak ketahui dasarnya, apakah berasal dari Islam, &#8216;kreatifitas&#8217; guru kita. atau bahkan adat saja.</p>
<p>Semoga Allah menjernihkan hati kita sehingga kita punya kemauan dan keseriusan untuk mengkaji agama-Nya dari sumber-sumber yang terpercaya, dan semoga Allah memberikan hidayah pada mereka yang secara tidak sadar &#8216;merongrong&#8217; agama-Nya. Semoga kita bisa bersabar memperbaiki ukhuwah dan persatuan dikalangan kaum muslimin semuanya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Silahkan anda menilai secara subyektif mas, itu hak anda. Tentu, semua yang anda ungkapkan tentang ajaran Wahabisme itu perlu bukti mas&#8230;bukan cuman pengakuan saja. Mana ada ustadz Wahaby yang mampu menjawab artikel-artikel kami? Kami selalu menunggunya. Dan siap dengan menjawab jawaban mereka, jika memang ada. Coba dech ulama Wahaby di Indonesia suruh menjawab ttg artikel Tabarruk kami, kalau mereka mampu, kami tunggu&#8230; </p>
<p>Selama ini ikhwan Ahlusunnah di Indonesia tidak banyak menanggapi tuduhan sekte Wahabisme bukan karena tidak mampu menjawab, tetapi lebih karena buang waktu. Siapa bilang Wahaby gak berpegang kepada hadis-hadis lemah, lihat beberapa artikel kami, ternyata hal itu diakui oleh seorang ulama Wahaby sendiri yang bernama al-Bani&#8230;tapi bagaimana ya, karena sudah menjadi keyakinan, ya sulit. (Lihat ttg perempuan Ziarah kubur umpamanya)</p>
<p>Muslim mana yang tidak merindukan persatuan Islam? Tapi apakah anda hanya akan menuntut kami yang selama ini diam sekte Wahaby selalu membuat bulan-bilanan kami? Apakah sikap anda itu proporsional, menyuruh kami diam dan tidak membalas &#8217;serangan&#8217; sekte Wahaby, sementara mereka dengan seenaknya &#8216;mengkafirkan&#8217; kami? Kelompok Wahaby akibat doktrin ajaran akhirnya menuntut mereka berbuat arogan dalam berdakwah&#8230;.mungkinkah WAhaby tidak arigan sementara pendirinya yang sangat dituhankan itu berbuat yang sangat arogan terhadap ulama-ulama senior Ahlusunnah di zamannya? Yang namanya air turun ke bawah mas&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jittuss</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-2164</link>
		<dc:creator>jittuss</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 09:00:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-2164</guid>
		<description>kalau sy membaca tulisan mas sastro.. sebaiknya untuk tidak menguraian sesuati itu secara terpotong2.. akan lebih banyak manfaatnya kalau semuanya jelas pada 1pokok masalah yg selesai. kl sy liat cara mas sastro menjawab, sepertinya cara2 tersebut dipakai oleh kaum nasroni/yahudi untuk memerangi kaum muslim... wallohu aklam... kalau antum punya cara lain dalam penyampaian risalah. tp alangkah baiknya kl secara baik2 dan tidak menimbulkan emosi yg berakibat dengki dan amarah. insyaalloh semua akan berjalan dgn baik..

--------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Ini blog mas, bukan buku yg harus tuntas dalam satu pembahasan...toch selama masih belum selesai khan kita teruskan di seri berikutnya? </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau sy membaca tulisan mas sastro.. sebaiknya untuk tidak menguraian sesuati itu secara terpotong2.. akan lebih banyak manfaatnya kalau semuanya jelas pada 1pokok masalah yg selesai. kl sy liat cara mas sastro menjawab, sepertinya cara2 tersebut dipakai oleh kaum nasroni/yahudi untuk memerangi kaum muslim&#8230; wallohu aklam&#8230; kalau antum punya cara lain dalam penyampaian risalah. tp alangkah baiknya kl secara baik2 dan tidak menimbulkan emosi yg berakibat dengki dan amarah. insyaalloh semua akan berjalan dgn baik..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Ini blog mas, bukan buku yg harus tuntas dalam satu pembahasan&#8230;toch selama masih belum selesai khan kita teruskan di seri berikutnya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: andi</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-2140</link>
		<dc:creator>andi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2007 05:49:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-2140</guid>
		<description>mas sastro, mohon untuk membahas suatu materi, tolong dijelaskan dengan dalil-dalil al_quran dan hadits2 dari rasulullah SAW (kalau bisa disebutkan matan-matan haditsnya, atsar-atsar para sahabat, dan pendapat2 ulama terdahulu atau imam empat. dan sebutkan buku2 rujukannya).

-------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Baca lagi artikel-artikel kami, apakah sudah memenuhi kriteria yang anda sebutkan...lihat klasifikasi tulisannya dong...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas sastro, mohon untuk membahas suatu materi, tolong dijelaskan dengan dalil-dalil al_quran dan hadits2 dari rasulullah SAW (kalau bisa disebutkan matan-matan haditsnya, atsar-atsar para sahabat, dan pendapat2 ulama terdahulu atau imam empat. dan sebutkan buku2 rujukannya).</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Baca lagi artikel-artikel kami, apakah sudah memenuhi kriteria yang anda sebutkan&#8230;lihat klasifikasi tulisannya dong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rejal maghrum</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1852</link>
		<dc:creator>rejal maghrum</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 15:27:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1852</guid>
		<description>MasyaAllah Sastro, mudahan antum selalu diberi Rahmat dan Taufiq dari Allah SWT.
ana adalah salah satu dzuriyat (keturunan Rasulullah SAW) yang berpegang kepada sunni madzhab imam Syafi&#039;i.
ana sendiri sudah merasakan keganasan wahabi.
tahun lalu, waktu ana masih SMA (SMA di jogja yang menganut wahabi), nama ana di coret dari daftar siswa muslim ROHIS, gara gara ana mengajak sohib sohib untuk maulid Habsyi dirumah ana.
dan tentu saja ana juga mengajak sohib sohib untuk ziarah ke kubur para auliya yang ada di jogja.
MasyaAllah Sastro, doakan dan bantu ana dalam urusan wahabi yang merajalela ini. tolong antum kirim ke email ana, no hape atau apa pun yang bisa ana hubungi, supaya lebih nyaman.
Allahu yuhibbul muhsiniin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MasyaAllah Sastro, mudahan antum selalu diberi Rahmat dan Taufiq dari Allah SWT.<br />
ana adalah salah satu dzuriyat (keturunan Rasulullah SAW) yang berpegang kepada sunni madzhab imam Syafi&#8217;i.<br />
ana sendiri sudah merasakan keganasan wahabi.<br />
tahun lalu, waktu ana masih SMA (SMA di jogja yang menganut wahabi), nama ana di coret dari daftar siswa muslim ROHIS, gara gara ana mengajak sohib sohib untuk maulid Habsyi dirumah ana.<br />
dan tentu saja ana juga mengajak sohib sohib untuk ziarah ke kubur para auliya yang ada di jogja.<br />
MasyaAllah Sastro, doakan dan bantu ana dalam urusan wahabi yang merajalela ini. tolong antum kirim ke email ana, no hape atau apa pun yang bisa ana hubungi, supaya lebih nyaman.<br />
Allahu yuhibbul muhsiniin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wiro S</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1843</link>
		<dc:creator>Wiro S</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 09:08:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1843</guid>
		<description>Mas Sastro, kebenaran koq mau di Bantah!! Kembalilah ke Jalan yang benar. Menurut saya penyimpangan anda sudah terlalu jauh. Saya khawatir Allah menyesatkan hati anda hingga nyawa and melayang.....Ulama-ulama sudah berusaha meluruskan umatnya koq malah anda ingin membengkokkannya.
mau anda apa sih? Mau ngajak kita-kita masuk neraka bersama ente ya....l


----------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

ulama-ulama? Ulama yang mana? Yang Wahaby khan? Ya jelas, lha wong ulama Ahlusunah semua kalian lecehkan...ya pasti yang kalian maksud adalah orang-orang biasa seperti Utsaimin, Bin Baz, Aali Syeikh dan sebagainya yang bergelantungan mencari rizki di bawah ketiak klan Saud itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Sastro, kebenaran koq mau di Bantah!! Kembalilah ke Jalan yang benar. Menurut saya penyimpangan anda sudah terlalu jauh. Saya khawatir Allah menyesatkan hati anda hingga nyawa and melayang&#8230;..Ulama-ulama sudah berusaha meluruskan umatnya koq malah anda ingin membengkokkannya.<br />
mau anda apa sih? Mau ngajak kita-kita masuk neraka bersama ente ya&#8230;.l</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>ulama-ulama? Ulama yang mana? Yang Wahaby khan? Ya jelas, lha wong ulama Ahlusunah semua kalian lecehkan&#8230;ya pasti yang kalian maksud adalah orang-orang biasa seperti Utsaimin, Bin Baz, Aali Syeikh dan sebagainya yang bergelantungan mencari rizki di bawah ketiak klan Saud itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yunus</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1830</link>
		<dc:creator>Yunus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 02:25:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1830</guid>
		<description>Kelihatannya Mas Sastro belum cukup ilmu untuk menyangkal. Tapi sungguh sangat berilmu dalam memfitnah dan berdusta terhadap mereka yang berpegang teguh kepada Sunnah. Apa yang diajar oleh Ibnu Taimiyah adalah HAQ. Hanya saja Ibnu Timiyah sangat berani kepada mereka Ahlu Bidah, sehingga Ahlu Bidah mencari jalan untuk mencela Beliau. Padahal Beliau hanya menegakkan ajaran Islam. Hati-hatilah....ini urusan Agama resikonya di Akhirat... jangan asal fitnah. Lebih baik ente urus diri dan keluarga ente dari api neraka...... begitu juga buat kaum muslimin lainnya, jangan ikut-ikutan...Ahlu Sunnah tidak pernah mencela dengan fitnah dan dusta......

-----------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Jawab artikel kami kalau mampu, jangan lari kesana-kemari...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kelihatannya Mas Sastro belum cukup ilmu untuk menyangkal. Tapi sungguh sangat berilmu dalam memfitnah dan berdusta terhadap mereka yang berpegang teguh kepada Sunnah. Apa yang diajar oleh Ibnu Taimiyah adalah HAQ. Hanya saja Ibnu Timiyah sangat berani kepada mereka Ahlu Bidah, sehingga Ahlu Bidah mencari jalan untuk mencela Beliau. Padahal Beliau hanya menegakkan ajaran Islam. Hati-hatilah&#8230;.ini urusan Agama resikonya di Akhirat&#8230; jangan asal fitnah. Lebih baik ente urus diri dan keluarga ente dari api neraka&#8230;&#8230; begitu juga buat kaum muslimin lainnya, jangan ikut-ikutan&#8230;Ahlu Sunnah tidak pernah mencela dengan fitnah dan dusta&#8230;&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Jawab artikel kami kalau mampu, jangan lari kesana-kemari&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rian gaplek</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1536</link>
		<dc:creator>rian gaplek</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Aug 2007 10:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1536</guid>
		<description>ayo... teruslah beraNTEm 
hee,, asyik juga liat orang saling adu argument
mas bikin tulisannya yang lebih hot lagi
jarang-jarang gw liat forum ky gini</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo&#8230; teruslah beraNTEm<br />
hee,, asyik juga liat orang saling adu argument<br />
mas bikin tulisannya yang lebih hot lagi<br />
jarang-jarang gw liat forum ky gini</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ioen</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1307</link>
		<dc:creator>ioen</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 19:58:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1307</guid>
		<description>hudhurul qalbi ma`allah tidak brarti ingat trus akan jumlah rakaat, lalai juga tak brarti slalu berasal dari godaan syaitan. Jadi kisah tsb hanyalah penggambaran Allah kepada manusia bahwa rasul saw. adalah manusia juga yg pernah lupa. demikian juga ketika rasul saw. ditegur karna memalingkan muka dari seorang buta, yg diabadikan dalam surah `abatsa. rasul saw maksum (bebas dari dosa) namun maksum bukan berarti bebas dari lupa dan salah dalam mengambil tindakan. Jika rasul saw. salah dalam mengambil tindakan maka akan ditegur langsung olehNya. itu bedanya antara maksum dgn yg tidak maksum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hudhurul qalbi ma`allah tidak brarti ingat trus akan jumlah rakaat, lalai juga tak brarti slalu berasal dari godaan syaitan. Jadi kisah tsb hanyalah penggambaran Allah kepada manusia bahwa rasul saw. adalah manusia juga yg pernah lupa. demikian juga ketika rasul saw. ditegur karna memalingkan muka dari seorang buta, yg diabadikan dalam surah `abatsa. rasul saw maksum (bebas dari dosa) namun maksum bukan berarti bebas dari lupa dan salah dalam mengambil tindakan. Jika rasul saw. salah dalam mengambil tindakan maka akan ditegur langsung olehNya. itu bedanya antara maksum dgn yg tidak maksum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syaiful battar</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1273</link>
		<dc:creator>syaiful battar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 15:10:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/18/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik/#comment-1273</guid>
		<description>Rasa kecintaan (mahabbah) terhadap Uswatun Hasanah kita, habiballah, Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat penting. Hal ini karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum mampu menempatkan Rasullulah SAW. sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat. Rasa kecintaan kepada Rasul hanya akan terbukti bila kita mampu mengenali dengan baik pribadi Rasulullah SAW, termasuk mampu menghilangkan sifat-sifat buruk yang selama ini dilekatkan orang terhadap pribadi beliau yang mulia. Sebagian besar sifat-sifat buruk itu ada dalam Hadits yang selama ini kita selalu memandang Hadits merupakan cerminan pribadi Rasulullah apalagi untuk hadits-hadits yang dianggap shahih seperti Hadits Bukhari. 
Karena itu, jika kita ingin menemukan kembali sunnah sejati, kita harus berusaha keras untuk meneliti Hadits-Hadits nabi Saw. Dengan sikap kritis. Dan tentunya harus disandarkan kepada Al-Quran sebagai pedoman yang utama. 

TENTANG RASULULLAH LUPA BACAAN SHALAT, Shahih Bukhari Hadits No. 453
Diceritakan oleh Abdullah bin Buhainah ra. (dia berasal dari Bani Azdi Syanuah, sahabat – dalam suatu perjanjian persahabatan – dengan Bani Abdu Manaf, dan juga salah seorang sahabat Nabi SAW), dia mengabarkan, bahwasanya Nabi SAW pernah shalat Zuhur dengan orang banyak. Setelah raka’at kedua beliau terus saja berdiri tanpa duduk tasyahud pertama, dan orang banyak pun berdiri pula. Setelah shalat hampir selesai dan sedang menanti-nanti Nabi hendak memberi salam, tiba-tiba takbir, padahal ia sedang duduk. Kemudian sujud dua kali (sujud sahwi, red) dan setelah itu barulah beliau memberi salam.

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah pernah lupa dalam shalat beliau. Jika kita rujuk dalam Al-Qur’an:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (Q.S. Al Mu’minuun: 1-3)
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. (Q.S. Al Baqarah: 152)
Rasulullah SAW yang merupakan guru dari sekalian para nabi dan rasul dan guru sekalian alam semesta, merupakan orang yang telah mencapai maqam tertinggi kenabian sehingga tidak mungkin Rasulullah sampai lupa rakaat shalat. Apalagi shalat yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah shalat untuk mencapai kekhusyu’an secara lahir dan batin, sehingga umatnya memahami dan mengetahui rukun Qauliyah (perkataan), Fi’liyah (perbuatan), dan Qolbiyah (hati). 
Rasulullah adalah orang yang senantiasa berzikir (mengingat) Allah dalam setiap perbuatan maupun desiran nafas beliau, apalagi dalam shalat. Sehingga jika kita merujuk Hadist No. 646 di atas, tidak mungkin setan mampu menggoda Rasulullah untuk melalaikan beliau dari pelaksanaan shalat secara lahir dan batin yaitu hudurul qalbi ma’allah.
Secara logika, jika Rasulullah akan mengajarkan sujud sahwi kepada para sahabat, Rasulullah tidak perlu sampai “melalaikan” shalat yang merupakan ibadah yang sangat penting.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasa kecintaan (mahabbah) terhadap Uswatun Hasanah kita, habiballah, Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat penting. Hal ini karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum mampu menempatkan Rasullulah SAW. sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat. Rasa kecintaan kepada Rasul hanya akan terbukti bila kita mampu mengenali dengan baik pribadi Rasulullah SAW, termasuk mampu menghilangkan sifat-sifat buruk yang selama ini dilekatkan orang terhadap pribadi beliau yang mulia. Sebagian besar sifat-sifat buruk itu ada dalam Hadits yang selama ini kita selalu memandang Hadits merupakan cerminan pribadi Rasulullah apalagi untuk hadits-hadits yang dianggap shahih seperti Hadits Bukhari.<br />
Karena itu, jika kita ingin menemukan kembali sunnah sejati, kita harus berusaha keras untuk meneliti Hadits-Hadits nabi Saw. Dengan sikap kritis. Dan tentunya harus disandarkan kepada Al-Quran sebagai pedoman yang utama. </p>
<p>TENTANG RASULULLAH LUPA BACAAN SHALAT, Shahih Bukhari Hadits No. 453<br />
Diceritakan oleh Abdullah bin Buhainah ra. (dia berasal dari Bani Azdi Syanuah, sahabat – dalam suatu perjanjian persahabatan – dengan Bani Abdu Manaf, dan juga salah seorang sahabat Nabi SAW), dia mengabarkan, bahwasanya Nabi SAW pernah shalat Zuhur dengan orang banyak. Setelah raka’at kedua beliau terus saja berdiri tanpa duduk tasyahud pertama, dan orang banyak pun berdiri pula. Setelah shalat hampir selesai dan sedang menanti-nanti Nabi hendak memberi salam, tiba-tiba takbir, padahal ia sedang duduk. Kemudian sujud dua kali (sujud sahwi, red) dan setelah itu barulah beliau memberi salam.</p>
<p>Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa Rasulullah pernah lupa dalam shalat beliau. Jika kita rujuk dalam Al-Qur’an:<br />
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalat, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. (Q.S. Al Mu’minuun: 1-3)<br />
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku. (Q.S. Al Baqarah: 152)<br />
Rasulullah SAW yang merupakan guru dari sekalian para nabi dan rasul dan guru sekalian alam semesta, merupakan orang yang telah mencapai maqam tertinggi kenabian sehingga tidak mungkin Rasulullah sampai lupa rakaat shalat. Apalagi shalat yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya adalah shalat untuk mencapai kekhusyu’an secara lahir dan batin, sehingga umatnya memahami dan mengetahui rukun Qauliyah (perkataan), Fi’liyah (perbuatan), dan Qolbiyah (hati).<br />
Rasulullah adalah orang yang senantiasa berzikir (mengingat) Allah dalam setiap perbuatan maupun desiran nafas beliau, apalagi dalam shalat. Sehingga jika kita merujuk Hadist No. 646 di atas, tidak mungkin setan mampu menggoda Rasulullah untuk melalaikan beliau dari pelaksanaan shalat secara lahir dan batin yaitu hudurul qalbi ma’allah.<br />
Secara logika, jika Rasulullah akan mengajarkan sujud sahwi kepada para sahabat, Rasulullah tidak perlu sampai “melalaikan” shalat yang merupakan ibadah yang sangat penting.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
