<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tabarruk 2; Tabarruk dalam Pandangan al-Quran</title>
	<atom:link href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/</link>
	<description>Pemurnian Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Polusi Ajaran Wahabiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ackie</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-3645</link>
		<dc:creator>ackie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 14:26:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-3645</guid>
		<description>Kalau saya meihat orang duduk diatas pohon besar, terus bakar kemenyan, dan dia komat-kamit Baca Surat Al-fatihah....saya tidak berani menyebut dia musyrik..karena yang pasti dia muslim (wong dia baca fatihah)...daripada saya salah menghukumi orang kan.. lebih aman...
lagian saya bukan Mufti...
Kalau guru saya memberi ilmu agama yang dengan hal itu bisa mendekatkan diri saya kepada Alloh..., ciuman saya pada tangan guru saya masihlah kurang dibanding jasa-jasa beliau...
Bagi yang gak suka cium tangan guru..ya..ga apa-apa tapi jangan ngledek pada yang cium tangan....
Bukankah Al-ashlu fil Asyai al-ibahah hatta yakuma ad-dalilu &#039;ala tahrimihi...cium tangan kan masalah sosial...yang bisa jadi sunat, makruh, bahakan haram...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya meihat orang duduk diatas pohon besar, terus bakar kemenyan, dan dia komat-kamit Baca Surat Al-fatihah&#8230;.saya tidak berani menyebut dia musyrik..karena yang pasti dia muslim (wong dia baca fatihah)&#8230;daripada saya salah menghukumi orang kan.. lebih aman&#8230;<br />
lagian saya bukan Mufti&#8230;<br />
Kalau guru saya memberi ilmu agama yang dengan hal itu bisa mendekatkan diri saya kepada Alloh&#8230;, ciuman saya pada tangan guru saya masihlah kurang dibanding jasa-jasa beliau&#8230;<br />
Bagi yang gak suka cium tangan guru..ya..ga apa-apa tapi jangan ngledek pada yang cium tangan&#8230;.<br />
Bukankah Al-ashlu fil Asyai al-ibahah hatta yakuma ad-dalilu &#8216;ala tahrimihi&#8230;cium tangan kan masalah sosial&#8230;yang bisa jadi sunat, makruh, bahakan haram&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: orang mantap</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2703</link>
		<dc:creator>orang mantap</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2008 03:34:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2703</guid>
		<description>he..he... benar juga ya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he..he&#8230; benar juga ya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ajib Wicaksno</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2481</link>
		<dc:creator>Ajib Wicaksno</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Nov 2007 10:17:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2481</guid>
		<description>Lanjutkan Mas Satro, saya sangat setuju ...
nggak ada jaminan bahwa mereka ahli surga kok</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutkan Mas Satro, saya sangat setuju &#8230;<br />
nggak ada jaminan bahwa mereka ahli surga kok</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tong Kie Too</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2256</link>
		<dc:creator>Tong Kie Too</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 06:28:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-2256</guid>
		<description>Secara makro akar satu keimanan adalah Iman kepada Yang Ghaib seperti disebut dalam AlBaqarah ayat 3, terus dikiti perintah, mendirikan shalat dan berifaq. Dari sana terurailah menjadi Iman kepada Allah, Rasul, Malikat dst...
Dan sekarang Nabi SAW pun Ghaib, para sahabatnya, tabiit, dst.. dan orang yang tidak pernah kita jumpai termasuk sesuatu yang ghaib. Alam qubur ternyata adalah alam kehidupan yang nyata namun Ghaib. Nabi SAW pun mengajari kita untuk mengucap salam Assalamualikum Yaa Ahlal qubur, menggunakan kata ganti kedua kamu.. dan pasti dijawab oleh penghuni alam barzah yang beriman. Ama barzah itu penduduknya lebih banyak dan lebih luas. Kalau dihitung mundur sejak Adam AS, penduduk alam barzah bisa mencapai 20 Milyar (3 kali penduduk dunia). Kwalitas alam berzah adala 1/2 alam akhirat. Mereka tidak dipengaruhi grafitasi bumi seperti kita, dan bisa terbebas dari ruang dan waktu, sehingga jiwanya bisa melesat kemana saja dalam waktu yang singkat. Makanya dalam Mi&#039;rajnya Nabi SAW bisa ketemu para nabi dan nabi Musa AS. Bagi orang yang soleh akan diberi kemampuan untuk mendengarkan dan mungkin melihat kehidupan dunia dibeberapa tempat dalam waktu yang sama. Setiap solat umat Islam di seluruh dunia kan mengucap Assalamualaika Ayyhannabiyyyu dstst. Dan pasti dijawab oleh Nabi SAW. Kalau Nabi SAW  dan para orang soleh  bisa menjawab salam tentunya bisa juga dimintai pertolongan, karena beliau2 itu pada hakekatnya berada dalam kehidupan yang jauh lebih baik. 
Jadi permintaan sebaimana disebut oleh pak Ismail:
Wahai Rasulullah, berilah kami pertolongan dan bantuan.
Wahai Rasulullah, engkaulah sandaran kami.
Wahai Rasulullah, hilangkanlah derita kami.
Tiadalah derita itu melihatmu, kecuali ia akan melarikan diri. “
 sungguh sangat baik untuk dilantunkan. Tapi sebaiknya dimulai dengan baca solawat sebanyak mungkin sampai hati kita benar2 in merasakan sedang berada dihadapan Nabi SAW, kalau perlu membayangkan wajah beliau yang mulia. Itulah inti dari maksud Iman kepada yang Ghaib. 
Makanya agar hal itu bisa lebih terasa, bila dilakukan di dekat makam Nabi SAW atau kalau itu menyangkut dengan hubungan para wali ya didekat makam wali. 
engenai Tabaruq pada hal2 yang terkait dengan benda2 Nabi SAW sebenarnya telah nyata dan ditulis dalam sejarah bahwa Nabi SAW tidak keberatan dengan masalah itu dan melihat justru itu sebagai bentuk kecintaan kepada beliau. Dalam peristiwa disekitar perjanjian Hudaibiyah, orang kafir quraisy merasa kagum atas perbuatan para sahabat yang rebutan air bekas wudu  Nabi SAW, rebutan rambut yang dipangkas dari kepala beliau yabg mullia. Dan beliau tidak melarangnya karena beliau tahu betul bahwa para sahabat melakukan itu adalah sebagai bentu ekspresi kecintaan dan bukan kultus individu yang mengarah ke sirk. Bukankah kita diwajibkan mencintai Nabu SAW lebih dari pada cinta pada diri kita sendiri???
Pesan buat Pak Sastro teruskan menulis artikel yang menggairahkan ruh kita. Tapi kalau merespon pada yang berbuat kasar ke anda jawablah dengan cara yang santun. Jangan ikutan kasar, nanti kan jadi sami mawon.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara makro akar satu keimanan adalah Iman kepada Yang Ghaib seperti disebut dalam AlBaqarah ayat 3, terus dikiti perintah, mendirikan shalat dan berifaq. Dari sana terurailah menjadi Iman kepada Allah, Rasul, Malikat dst&#8230;<br />
Dan sekarang Nabi SAW pun Ghaib, para sahabatnya, tabiit, dst.. dan orang yang tidak pernah kita jumpai termasuk sesuatu yang ghaib. Alam qubur ternyata adalah alam kehidupan yang nyata namun Ghaib. Nabi SAW pun mengajari kita untuk mengucap salam Assalamualikum Yaa Ahlal qubur, menggunakan kata ganti kedua kamu.. dan pasti dijawab oleh penghuni alam barzah yang beriman. Ama barzah itu penduduknya lebih banyak dan lebih luas. Kalau dihitung mundur sejak Adam AS, penduduk alam barzah bisa mencapai 20 Milyar (3 kali penduduk dunia). Kwalitas alam berzah adala 1/2 alam akhirat. Mereka tidak dipengaruhi grafitasi bumi seperti kita, dan bisa terbebas dari ruang dan waktu, sehingga jiwanya bisa melesat kemana saja dalam waktu yang singkat. Makanya dalam Mi&#8217;rajnya Nabi SAW bisa ketemu para nabi dan nabi Musa AS. Bagi orang yang soleh akan diberi kemampuan untuk mendengarkan dan mungkin melihat kehidupan dunia dibeberapa tempat dalam waktu yang sama. Setiap solat umat Islam di seluruh dunia kan mengucap Assalamualaika Ayyhannabiyyyu dstst. Dan pasti dijawab oleh Nabi SAW. Kalau Nabi SAW  dan para orang soleh  bisa menjawab salam tentunya bisa juga dimintai pertolongan, karena beliau2 itu pada hakekatnya berada dalam kehidupan yang jauh lebih baik.<br />
Jadi permintaan sebaimana disebut oleh pak Ismail:<br />
Wahai Rasulullah, berilah kami pertolongan dan bantuan.<br />
Wahai Rasulullah, engkaulah sandaran kami.<br />
Wahai Rasulullah, hilangkanlah derita kami.<br />
Tiadalah derita itu melihatmu, kecuali ia akan melarikan diri. “<br />
 sungguh sangat baik untuk dilantunkan. Tapi sebaiknya dimulai dengan baca solawat sebanyak mungkin sampai hati kita benar2 in merasakan sedang berada dihadapan Nabi SAW, kalau perlu membayangkan wajah beliau yang mulia. Itulah inti dari maksud Iman kepada yang Ghaib.<br />
Makanya agar hal itu bisa lebih terasa, bila dilakukan di dekat makam Nabi SAW atau kalau itu menyangkut dengan hubungan para wali ya didekat makam wali.<br />
engenai Tabaruq pada hal2 yang terkait dengan benda2 Nabi SAW sebenarnya telah nyata dan ditulis dalam sejarah bahwa Nabi SAW tidak keberatan dengan masalah itu dan melihat justru itu sebagai bentuk kecintaan kepada beliau. Dalam peristiwa disekitar perjanjian Hudaibiyah, orang kafir quraisy merasa kagum atas perbuatan para sahabat yang rebutan air bekas wudu  Nabi SAW, rebutan rambut yang dipangkas dari kepala beliau yabg mullia. Dan beliau tidak melarangnya karena beliau tahu betul bahwa para sahabat melakukan itu adalah sebagai bentu ekspresi kecintaan dan bukan kultus individu yang mengarah ke sirk. Bukankah kita diwajibkan mencintai Nabu SAW lebih dari pada cinta pada diri kita sendiri???<br />
Pesan buat Pak Sastro teruskan menulis artikel yang menggairahkan ruh kita. Tapi kalau merespon pada yang berbuat kasar ke anda jawablah dengan cara yang santun. Jangan ikutan kasar, nanti kan jadi sami mawon.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Huzaifah Mar'i</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1820</link>
		<dc:creator>Huzaifah Mar'i</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2007 02:52:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1820</guid>
		<description>Ini betul-betul website edan....Kalau mas sastro lebih canggih dari Syaikh Ibnu Taimiyah...ayo buktiin...
Agar ente tahu ya... IBNU TAIMIYAH ADALAH ULAMA DARI KALANGAN AHLU SUNNAH.... siapa yang menentang beliau berarti mereka AHLU BID&#039;AH DAN SYIRIK...

---------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Wah hebat betul Ibnu Tai-miyah itu, &quot;menentangnya berarti Ahlul Bid&#039;ah dan Syirik&quot;. Sama seperti Nabi donk, penentang beliau adalah Ahlu Bid&#039;ah dan Syirik. Sekarang pertanyaan kami tentang Ibnu Tai-Miyah adalah; Mana bukti bahwa semua ajaran dia pasti 100% betul? Mana bukti bahwa Ibnu Tai-miyah terjaga dari salah dan dosa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ini betul-betul website edan&#8230;.Kalau mas sastro lebih canggih dari Syaikh Ibnu Taimiyah&#8230;ayo buktiin&#8230;<br />
Agar ente tahu ya&#8230; IBNU TAIMIYAH ADALAH ULAMA DARI KALANGAN AHLU SUNNAH&#8230;. siapa yang menentang beliau berarti mereka AHLU BID&#8217;AH DAN SYIRIK&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Wah hebat betul Ibnu Tai-miyah itu, &#8220;menentangnya berarti Ahlul Bid&#8217;ah dan Syirik&#8221;. Sama seperti Nabi donk, penentang beliau adalah Ahlu Bid&#8217;ah dan Syirik. Sekarang pertanyaan kami tentang Ibnu Tai-Miyah adalah; Mana bukti bahwa semua ajaran dia pasti 100% betul? Mana bukti bahwa Ibnu Tai-miyah terjaga dari salah dan dosa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ismail</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1685</link>
		<dc:creator>Ismail</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 07:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1685</guid>
		<description>Mas Sastro, dalam peringatan maulid Nabi sering diperdengarkan sholawat-sholawat kepada Nabi, yang penggalan terjemahannya kurang lebih berbunyi demikian:

“Wahai Rasulullah, berilah kami pertolongan dan bantuan.
Wahai Rasulullah, engkaulah sandaran kami.
Wahai Rasulullah, hilangkanlah derita kami.
Tiadalah derita itu melihatmu, kecuali ia akan melarikan diri. “

Syair tersebut menurut saya yang awam ini sepertinya ada tempat sandaran selain Allah. Tempat memohon pertolongan selain Allah.

Apa ini nggak syirik to mas Sastro.....

-----------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Nanti akan ada pembahasan sendiri tentang diperbolehkannya bertawassul kepada orang yang telah mati, yang dianggap syirik oleh kaum Wahaby.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Sastro, dalam peringatan maulid Nabi sering diperdengarkan sholawat-sholawat kepada Nabi, yang penggalan terjemahannya kurang lebih berbunyi demikian:</p>
<p>“Wahai Rasulullah, berilah kami pertolongan dan bantuan.<br />
Wahai Rasulullah, engkaulah sandaran kami.<br />
Wahai Rasulullah, hilangkanlah derita kami.<br />
Tiadalah derita itu melihatmu, kecuali ia akan melarikan diri. “</p>
<p>Syair tersebut menurut saya yang awam ini sepertinya ada tempat sandaran selain Allah. Tempat memohon pertolongan selain Allah.</p>
<p>Apa ini nggak syirik to mas Sastro&#8230;..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Nanti akan ada pembahasan sendiri tentang diperbolehkannya bertawassul kepada orang yang telah mati, yang dianggap syirik oleh kaum Wahaby.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fuad</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1080</link>
		<dc:creator>fuad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 03:28:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1080</guid>
		<description>Bener kata Mas Coang, boleh-boleh saja berkomentar akan sesuatu yang memang tidak di setujui. Namun perlu diperhatikan dan alangkah baiknya dicari tau apa sih tabarruk,kenapa, bagaimana, dan apa dasarnya. Kalo cuma dari amal pribadi, apa yang bisa di andalkan dari kita? Sebagus-bagusnya amal kaum awam, dzikir abis sholat ampe seperempat jam aja udah hebat. Sholat malem ampe dua jam secara istiqomah juga untuk kelas kita udah hebat. Nah, untuk kaum &#039;Ulama, Kiyai, apalagi Wali dan Rosul (yang jelas-jelas kekasih Allah),disamping memang hidupnya bener-bener untuk umat, juga Beliau-beliau punya amalan dzikir yang luar biasa, udah gitu jumlahnya tidak sedikit setiap bacaan. Maka dari itu, saya sarankan mari kita untuk koreksi diri, sejauh mana kita beribadah, jangan-jangan nanti malah akan menjadi takabur, karena beranggapan rejeki yang didapatkan karena semata-mata amal kita sendiri.
Wallahu a&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener kata Mas Coang, boleh-boleh saja berkomentar akan sesuatu yang memang tidak di setujui. Namun perlu diperhatikan dan alangkah baiknya dicari tau apa sih tabarruk,kenapa, bagaimana, dan apa dasarnya. Kalo cuma dari amal pribadi, apa yang bisa di andalkan dari kita? Sebagus-bagusnya amal kaum awam, dzikir abis sholat ampe seperempat jam aja udah hebat. Sholat malem ampe dua jam secara istiqomah juga untuk kelas kita udah hebat. Nah, untuk kaum &#8216;Ulama, Kiyai, apalagi Wali dan Rosul (yang jelas-jelas kekasih Allah),disamping memang hidupnya bener-bener untuk umat, juga Beliau-beliau punya amalan dzikir yang luar biasa, udah gitu jumlahnya tidak sedikit setiap bacaan. Maka dari itu, saya sarankan mari kita untuk koreksi diri, sejauh mana kita beribadah, jangan-jangan nanti malah akan menjadi takabur, karena beranggapan rejeki yang didapatkan karena semata-mata amal kita sendiri.<br />
Wallahu a&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rini</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1075</link>
		<dc:creator>rini</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 07:01:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-1075</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wrwb

Empunya blog nulis gini:
&quot;Sedang ayat-ayat yang menyatakan bahwa ada beberapa tempat yang telah diberikan berkah oleh Allah swt sehingga tempat itu menjadi tempat yang sakral&quot;

Makna sakral itu apa ya? Kalau menurut pemahamanku sakral = dipuja/ disembah. Kalau maknanya begitu, berarti penggunaannya kataknya ga tepat.

Mengenai beberapa tempat yang memang istimewa seperti Masjid Nabawi, dll Masjidnya biasa saja. Dia istimewa, bukan berarti kita menyembahnya tapi jika kita shalat, berdoa, dan melakukan ibadah lainnya, nilainya jauh lebih tinggi dibanding dengan ibadah di masjid-masjid lainnya....

--------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

&lt;em&gt;Sakral=disembah? Penyamaan dari mana itu? Apakah sewaktu anda mengatakan bahwa al-Quran adalah sakral (yang dalam bahasa Arabnya &#039;al-Muqaddas&#039;) berarti anda menyembah al-Quran...? Jika al-Quran tidak sakral (dalam arti &#039;muqoddas&#039;) maka beranikah anda menginjak al-Quran atau cara lain menghinakan al-Quran? Apakah sakral=menyembah? Silahkan direnungkan...

Masjid Nabawi sama seperti masjid biasa? Aneh pendapat anda tuch mbak...sepertinya anda harus lebih banyak mengkaji hadis...katanya harus berpegangan kepada al-Quran dan Hadis...? Anda nanti akan dapati hadis-hadis yang menmgungkap keutamaan masjid Nabawi dan masjidil Haram...Jika dua masjid itu sama dengan masjid2 lain terbukti raja Saudi (dengan diACC) oleh ulama Wahaby merasa bangga dengan julukan Khadimul Haramain as-Syarifain? Apanya yang Syarif? Silahkan anda jawab sendiri...&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wrwb</p>
<p>Empunya blog nulis gini:<br />
&#8220;Sedang ayat-ayat yang menyatakan bahwa ada beberapa tempat yang telah diberikan berkah oleh Allah swt sehingga tempat itu menjadi tempat yang sakral&#8221;</p>
<p>Makna sakral itu apa ya? Kalau menurut pemahamanku sakral = dipuja/ disembah. Kalau maknanya begitu, berarti penggunaannya kataknya ga tepat.</p>
<p>Mengenai beberapa tempat yang memang istimewa seperti Masjid Nabawi, dll Masjidnya biasa saja. Dia istimewa, bukan berarti kita menyembahnya tapi jika kita shalat, berdoa, dan melakukan ibadah lainnya, nilainya jauh lebih tinggi dibanding dengan ibadah di masjid-masjid lainnya&#8230;.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p><em>Sakral=disembah? Penyamaan dari mana itu? Apakah sewaktu anda mengatakan bahwa al-Quran adalah sakral (yang dalam bahasa Arabnya &#8216;al-Muqaddas&#8217;) berarti anda menyembah al-Quran&#8230;? Jika al-Quran tidak sakral (dalam arti &#8216;muqoddas&#8217;) maka beranikah anda menginjak al-Quran atau cara lain menghinakan al-Quran? Apakah sakral=menyembah? Silahkan direnungkan&#8230;</p>
<p>Masjid Nabawi sama seperti masjid biasa? Aneh pendapat anda tuch mbak&#8230;sepertinya anda harus lebih banyak mengkaji hadis&#8230;katanya harus berpegangan kepada al-Quran dan Hadis&#8230;? Anda nanti akan dapati hadis-hadis yang menmgungkap keutamaan masjid Nabawi dan masjidil Haram&#8230;Jika dua masjid itu sama dengan masjid2 lain terbukti raja Saudi (dengan diACC) oleh ulama Wahaby merasa bangga dengan julukan Khadimul Haramain as-Syarifain? Apanya yang Syarif? Silahkan anda jawab sendiri&#8230;</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: coang</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-950</link>
		<dc:creator>coang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jun 2007 16:04:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-950</guid>
		<description>Assalamualaikum..
Satu pertanyaan kepada anda,apakah anda tau kalau saya mencium tangan pak kyai saya mengharapkan berkah dari dia.
jadi dipikir dulu, jangan lantas mengatakan itu bid,ah.

bisa saja Saya juga akan mengatakan, bahwa orang yang menggunakan, Handphone, memiliki motor,atau menggunakan internet adalah bid,ah karena Rasulullah tidak pernah menggunakannya..lantas bagaimana.

Saya berharap anda tidak mudah untuk mengeluarkan kata2 yang menurut saya dapat memecah belah umat karena doktrin bid,ah anda.  Saya takutnya dihari nanti malah anda orang yang pertama mengeluarkan hadist.

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum..<br />
Satu pertanyaan kepada anda,apakah anda tau kalau saya mencium tangan pak kyai saya mengharapkan berkah dari dia.<br />
jadi dipikir dulu, jangan lantas mengatakan itu bid,ah.</p>
<p>bisa saja Saya juga akan mengatakan, bahwa orang yang menggunakan, Handphone, memiliki motor,atau menggunakan internet adalah bid,ah karena Rasulullah tidak pernah menggunakannya..lantas bagaimana.</p>
<p>Saya berharap anda tidak mudah untuk mengeluarkan kata2 yang menurut saya dapat memecah belah umat karena doktrin bid,ah anda.  Saya takutnya dihari nanti malah anda orang yang pertama mengeluarkan hadist.</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Muh. Rizal</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-913</link>
		<dc:creator>Muh. Rizal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2007 03:58:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-913</guid>
		<description>Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.
Dengan memperbanyak istigfar, syukur dan pujian kepada allah swt, insya allah kita sudah mendapatkan berkah dari tuhan kita. Jadi enggak perlu cari-cari kesana-kesini atau tempat-tempat angker untuk mendapatkan berkah, kan setiap manusia pasti sudah diberkahi oleh allah SWT dengan syarat harus melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Amien.
————————–
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
&lt;em&gt;
Allah memberkati sesuai dengan potensi si penerima (makhluk). Tetapi apa salahnya jika kita yang berkahnya sedikit ini mengambil berkah dari manusia-mnusia kekasih Allah yang mampu menampung berkah lebih banyak, apalagi kalau manusia itu bernama Muhamad Rasulullah saw, sebagaimana yang telah dan pernah dilakukan oleh para sahabat mulia beliau yang tergolong Salaf Saleh. Lha wong Sahabat mulia Rasul yang sudah derajatnya sudaj tinggi saja masih mencari berkah dari Rasul dan benda-benda peninggalan Rasul pasca Wafat beliau koq...masa orang kita (anda dan saya) merasa gak butuh lagi terhadap tabarruk. Apa kita sudah merasa lebih hebat dari para sahabat mulia Rasul yang tergolong Salaf Saleh itu? Ayo ngaku saja dech...!?&lt;/em&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.<br />
Dengan memperbanyak istigfar, syukur dan pujian kepada allah swt, insya allah kita sudah mendapatkan berkah dari tuhan kita. Jadi enggak perlu cari-cari kesana-kesini atau tempat-tempat angker untuk mendapatkan berkah, kan setiap manusia pasti sudah diberkahi oleh allah SWT dengan syarat harus melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Amien.<br />
————————–<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
<em><br />
Allah memberkati sesuai dengan potensi si penerima (makhluk). Tetapi apa salahnya jika kita yang berkahnya sedikit ini mengambil berkah dari manusia-mnusia kekasih Allah yang mampu menampung berkah lebih banyak, apalagi kalau manusia itu bernama Muhamad Rasulullah saw, sebagaimana yang telah dan pernah dilakukan oleh para sahabat mulia beliau yang tergolong Salaf Saleh. Lha wong Sahabat mulia Rasul yang sudah derajatnya sudaj tinggi saja masih mencari berkah dari Rasul dan benda-benda peninggalan Rasul pasca Wafat beliau koq&#8230;masa orang kita (anda dan saya) merasa gak butuh lagi terhadap tabarruk. Apa kita sudah merasa lebih hebat dari para sahabat mulia Rasul yang tergolong Salaf Saleh itu? Ayo ngaku saja dech&#8230;!?</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aku_ini</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-856</link>
		<dc:creator>aku_ini</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 02:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-ii/#comment-856</guid>
		<description>memang tidak semua mengambil berkah/ tabarruk diharomkan, contohnya mengambil berkah dengan mengucap bismillah saat memulai sesuatu pekerjaan, itu pernah diajarkan oleh Rosululloh

TAPI KALAU MENGAMBIL BERKAH DENGAN MENCIUM TANGAN PAK KYAI BIAR REZEKINYA BERTAMBAH, MENDATANGI KUBURAN BIAR LULUS UJIAN, MENARUH KERIS DI DEPAN PINTU BIAR GA DIDATANGI MALING, mengkhususkan hari JUM&#039;AT KLIWON UNTUK PINDAH RUMAH, dengan alasan biar lebih berkah,ya itu jelas jelas menduakan Alloh dalam keyakinan kita bahwa ada benda/ zat lain yang bisa memberi berkah...iya khan????

Selain itu Rosululloh dan para sahabat, tabiin, tabiut tabiin (generasi terbaik umat ini/ Salafus Sholih) ga pernah melakukannya....

Jadi udah deh ga usah capek-capek membela sesuatu yang sudah jelas-jelas merupakan perbuatan syirik...


-------------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

&lt;em&gt;Mas, ikutin kajian kita selanjutnya berkaitan dengan tabarruk ini...nanti anda akan melihat...apakah bener tabarruk yang anda sebut sebagai syirik itu memang bener syirik?&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang tidak semua mengambil berkah/ tabarruk diharomkan, contohnya mengambil berkah dengan mengucap bismillah saat memulai sesuatu pekerjaan, itu pernah diajarkan oleh Rosululloh</p>
<p>TAPI KALAU MENGAMBIL BERKAH DENGAN MENCIUM TANGAN PAK KYAI BIAR REZEKINYA BERTAMBAH, MENDATANGI KUBURAN BIAR LULUS UJIAN, MENARUH KERIS DI DEPAN PINTU BIAR GA DIDATANGI MALING, mengkhususkan hari JUM&#8217;AT KLIWON UNTUK PINDAH RUMAH, dengan alasan biar lebih berkah,ya itu jelas jelas menduakan Alloh dalam keyakinan kita bahwa ada benda/ zat lain yang bisa memberi berkah&#8230;iya khan????</p>
<p>Selain itu Rosululloh dan para sahabat, tabiin, tabiut tabiin (generasi terbaik umat ini/ Salafus Sholih) ga pernah melakukannya&#8230;.</p>
<p>Jadi udah deh ga usah capek-capek membela sesuatu yang sudah jelas-jelas merupakan perbuatan syirik&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p><em>Mas, ikutin kajian kita selanjutnya berkaitan dengan tabarruk ini&#8230;nanti anda akan melihat&#8230;apakah bener tabarruk yang anda sebut sebagai syirik itu memang bener syirik?</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
