<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tabarruk 3; Tabarruk Para Salaf Saleh dari Pribadi Rasul</title>
	<atom:link href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/</link>
	<description>Pemurnian Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Polusi Ajaran Wahabiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Udan</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-4311</link>
		<dc:creator>Udan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 17:38:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-4311</guid>
		<description>Ass,Mas Sastro..saya jadi bingung,Mas pernah menjawab pertanyaan seseorang klo Usamah bin laden itu fahamnya faham Wahaby,semantara Mas pernah memaparkan kalau Amerika itu teman mesranya Arab yang notabene Wahaby.Kalo emang bener Usamah bin laden itu Wahaby,kenapa Usamah bin laden pernah mempermalukan Amerika dengan menghancurkan gedung WTC lewat bom bunuh diri anak buahnya.Saya takutkan kontradiksi ini akan menimbulkan keraguan fans Mas Sastro tentang kebenaran artikel Mas sendiri mengenai sejarah berdirinya Arab saudi..Mohon jawabannya ya Mas..?Salam buat keluarga Mas disana..Terimakasih,wassalam..

-----------------------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Gak bertentangan sama sekali mas...
Dulu, al-Qaidah (juga Taleban) adalah anak didik CIA.....bahkan dia yg membidani kelahirannya, dengan dukungan dana Saudi.
Namun, setelah besar, anak itu ternyata durhakan kepada ayah angkatnya. Itu prediksi pertama. Ada prediksi lain, anak itu ternyata pintar bermain sandiwara dengan bapak angkatnya, untuk menguatkan bapak angkatnya. Anda lihat, dimanapun USA bercokol maka al-Qaedah juga muncul di situ. Al-Qaedah adalah Mukadimah untuk kedatangan USA. Lihat kasus Irak, dulu di Afghan, sekarang di Pakistan juga...entah bentar lagi di mana lagi? Apalagi beberapa saat yg lalu ternyata USA mau rembug dengan Taleban, begitu juga Inggris yg secara sembunyi2 telah membuka hubungan dengan Taleban, padahal katanya Inggris dan USA punya musuh bersama yg namanya teroris yang terwujud dalam al-Qaedah dan Taleban...lha mulai kesingkap lah topengnya, walau masih sedikit.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass,Mas Sastro..saya jadi bingung,Mas pernah menjawab pertanyaan seseorang klo Usamah bin laden itu fahamnya faham Wahaby,semantara Mas pernah memaparkan kalau Amerika itu teman mesranya Arab yang notabene Wahaby.Kalo emang bener Usamah bin laden itu Wahaby,kenapa Usamah bin laden pernah mempermalukan Amerika dengan menghancurkan gedung WTC lewat bom bunuh diri anak buahnya.Saya takutkan kontradiksi ini akan menimbulkan keraguan fans Mas Sastro tentang kebenaran artikel Mas sendiri mengenai sejarah berdirinya Arab saudi..Mohon jawabannya ya Mas..?Salam buat keluarga Mas disana..Terimakasih,wassalam..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Gak bertentangan sama sekali mas&#8230;<br />
Dulu, al-Qaidah (juga Taleban) adalah anak didik CIA&#8230;..bahkan dia yg membidani kelahirannya, dengan dukungan dana Saudi.<br />
Namun, setelah besar, anak itu ternyata durhakan kepada ayah angkatnya. Itu prediksi pertama. Ada prediksi lain, anak itu ternyata pintar bermain sandiwara dengan bapak angkatnya, untuk menguatkan bapak angkatnya. Anda lihat, dimanapun USA bercokol maka al-Qaedah juga muncul di situ. Al-Qaedah adalah Mukadimah untuk kedatangan USA. Lihat kasus Irak, dulu di Afghan, sekarang di Pakistan juga&#8230;entah bentar lagi di mana lagi? Apalagi beberapa saat yg lalu ternyata USA mau rembug dengan Taleban, begitu juga Inggris yg secara sembunyi2 telah membuka hubungan dengan Taleban, padahal katanya Inggris dan USA punya musuh bersama yg namanya teroris yang terwujud dalam al-Qaedah dan Taleban&#8230;lha mulai kesingkap lah topengnya, walau masih sedikit.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ackie</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-3646</link>
		<dc:creator>ackie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 14:52:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-3646</guid>
		<description>Salut sama kang Sastro adem...,banget nanggepin orang marah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut sama kang Sastro adem&#8230;,banget nanggepin orang marah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: revolter</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-3610</link>
		<dc:creator>revolter</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 16:15:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-3610</guid>
		<description>wah2,,ternyata org salafy itu ska marah2 y?.g bs tahan emosi.
serem nich jdny sm org salafy.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah2,,ternyata org salafy itu ska marah2 y?.g bs tahan emosi.<br />
serem nich jdny sm org salafy.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ridho</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2737</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 03:47:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2737</guid>
		<description>Dengan blog ini, bukankah Ente memposisikan diri sebagai &quot;nara sumber&quot; ?. Pertanyaan-pertanyaan yang Ane ajukan semua relevan dengan topik kajian Ente. Misalnya tentang tabaruk, tawasul, bid&#039;ah dan lain-lain. Tapi kenyataannya sebagai &quot;nara sumber&quot;  jawaban Ente justru tidak relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Ini pertanda bahwa Ente sebenarnya belum siap untuk menjadi &quot;nara sumber&quot; !.


----------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Masalah tabarruk ya, tapi kapan kami menulis artikel tentang tawassul, bid&#039;ah dan lain-lain? Adapun pertanyaan anda yang berkaitan dengan tabarruk itu, telah kami jawab dan akan terus terjawab dengan postingan-postingan baru kami. Silahkan lihat di bagian lain dari kajian tabarruk. Jangan hanya mencukupkan pada bagian ini saja, karena kajiannya bersambung dan berantai mas...masalah tawassul, bid&#039;ah dan lain-lain secara khusus nanti ada gilirannya. OK? Tunggu saja saatnya. 
O ya mas, kami telah merapihkan rubrik-rubrik artikel kami, silahkan dicek lagi....yang tentang tabarruk. Pertanyaan anda yang pertama telah terjawab di bagian ke-6 dari kajian tabarruk...akan ada kajian ke7, 8 dan mungkin hingga 9. 
Adapun tentang kehidupan pasca kematian para nabi/rasul dan para kekasih Allah (waliyullah) akan kita bahas nanti setelah kajian tabarruk selesai dan masuk kategori Tauhid-Syirik; &quot;Benarkah kematian Tolok Ukur Tauhid-Syirik?&quot; dan atau &quot;Adakah Kematian Para Kekasih Ilahi Akhir dari Segalanya?&quot;. 
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan blog ini, bukankah Ente memposisikan diri sebagai &#8220;nara sumber&#8221; ?. Pertanyaan-pertanyaan yang Ane ajukan semua relevan dengan topik kajian Ente. Misalnya tentang tabaruk, tawasul, bid&#8217;ah dan lain-lain. Tapi kenyataannya sebagai &#8220;nara sumber&#8221;  jawaban Ente justru tidak relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Ini pertanda bahwa Ente sebenarnya belum siap untuk menjadi &#8220;nara sumber&#8221; !.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Masalah tabarruk ya, tapi kapan kami menulis artikel tentang tawassul, bid&#8217;ah dan lain-lain? Adapun pertanyaan anda yang berkaitan dengan tabarruk itu, telah kami jawab dan akan terus terjawab dengan postingan-postingan baru kami. Silahkan lihat di bagian lain dari kajian tabarruk. Jangan hanya mencukupkan pada bagian ini saja, karena kajiannya bersambung dan berantai mas&#8230;masalah tawassul, bid&#8217;ah dan lain-lain secara khusus nanti ada gilirannya. OK? Tunggu saja saatnya.<br />
O ya mas, kami telah merapihkan rubrik-rubrik artikel kami, silahkan dicek lagi&#8230;.yang tentang tabarruk. Pertanyaan anda yang pertama telah terjawab di bagian ke-6 dari kajian tabarruk&#8230;akan ada kajian ke7, 8 dan mungkin hingga 9.<br />
Adapun tentang kehidupan pasca kematian para nabi/rasul dan para kekasih Allah (waliyullah) akan kita bahas nanti setelah kajian tabarruk selesai dan masuk kategori Tauhid-Syirik; &#8220;Benarkah kematian Tolok Ukur Tauhid-Syirik?&#8221; dan atau &#8220;Adakah Kematian Para Kekasih Ilahi Akhir dari Segalanya?&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ridho</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2730</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 06:47:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2730</guid>
		<description>Ternyata Ente bukan &quot;teman&quot; diskusi yang baik. Dari awal Ane mengikuti diskusi ini, jawaban Ente selalu &quot;ngalor ngidul&quot; dan tidak relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang Ane ajukan. Akhirnya Ane berkesimpulan, ternyata Ente bukan &quot;teman&quot; yang menarik untuk berdiskusi !.

-----------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Apakah diskusi yang baik adalah dengan menanyakan yang tidak sesuai dengan topik kajiannya, alias ngalor ngidul? Anda tahu, yang anda tanyakan itu tentang apa, dan artikel yang anda tanggapi itu tentang apa? Kalau tidak ada pembahasan yang terarah, apakah itu diskusi yang baik? Silahkan anda belajar dulu tentang etika dan tata cara disuksi ilmiah yang baik mas, sebelum menegur orang tentang cara diskusi yang baik....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata Ente bukan &#8220;teman&#8221; diskusi yang baik. Dari awal Ane mengikuti diskusi ini, jawaban Ente selalu &#8220;ngalor ngidul&#8221; dan tidak relevan dengan pertanyaan-pertanyaan yang Ane ajukan. Akhirnya Ane berkesimpulan, ternyata Ente bukan &#8220;teman&#8221; yang menarik untuk berdiskusi !.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Apakah diskusi yang baik adalah dengan menanyakan yang tidak sesuai dengan topik kajiannya, alias ngalor ngidul? Anda tahu, yang anda tanyakan itu tentang apa, dan artikel yang anda tanggapi itu tentang apa? Kalau tidak ada pembahasan yang terarah, apakah itu diskusi yang baik? Silahkan anda belajar dulu tentang etika dan tata cara disuksi ilmiah yang baik mas, sebelum menegur orang tentang cara diskusi yang baik&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ridho</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2690</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 08:08:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2690</guid>
		<description>1. Adakah riwayat valid yang menyatakan bahwa para sahabat Rasulullah dan Tabi’in melakukan tabaruk di kuburan beliau ?. Tolong Ente jelaskan jika Ente benar-benar ingin &quot;membela&quot; manhaj salafiyah seperti misi Ente.
1. “Jangan kalian menyangka orang yang mati dijalan Allah adalah mati, mereka hidup dan dikaruniai rizki oleh Allah”.  Adakah pembahasan para mufassirin terhadap ayat tersebut yang menyinggung dan mengaitkannya dengan masalah tawashul kepada orang yang sudah mati, khususnya kepada Rasulullah ?. 
3. Apa yang bisa diperbuat oleh orang yang sudah mati, termasuk para &quot;wali&quot; dan Nabi ? Bukankah orang mati sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri, terlebih lagi untuk orang lain ?. Syafaat itu konteksnya adalah nanti pada kehidupan akhirat bukan dalam alam barzakh. Kaji ayat-ayat berikut : Surat Az-Zumar ayat 42 dan hadits Nabi yang menyatakan bahwa jika anak Adam mati maka terputus amalnya kecuali 3 perkara !.


---------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Sabar mas...masalah tabarruk masih berlanjut dalam tiga kali tulisan lagi. Jawaban dari pertanyaan anda akan terjawab nanti.
Masalah Syafaat akan kita bahas setelah kita selesaikan artikel tentang Tabarruk.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1. Adakah riwayat valid yang menyatakan bahwa para sahabat Rasulullah dan Tabi’in melakukan tabaruk di kuburan beliau ?. Tolong Ente jelaskan jika Ente benar-benar ingin &#8220;membela&#8221; manhaj salafiyah seperti misi Ente.<br />
1. “Jangan kalian menyangka orang yang mati dijalan Allah adalah mati, mereka hidup dan dikaruniai rizki oleh Allah”.  Adakah pembahasan para mufassirin terhadap ayat tersebut yang menyinggung dan mengaitkannya dengan masalah tawashul kepada orang yang sudah mati, khususnya kepada Rasulullah ?.<br />
3. Apa yang bisa diperbuat oleh orang yang sudah mati, termasuk para &#8220;wali&#8221; dan Nabi ? Bukankah orang mati sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri, terlebih lagi untuk orang lain ?. Syafaat itu konteksnya adalah nanti pada kehidupan akhirat bukan dalam alam barzakh. Kaji ayat-ayat berikut : Surat Az-Zumar ayat 42 dan hadits Nabi yang menyatakan bahwa jika anak Adam mati maka terputus amalnya kecuali 3 perkara !.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Sabar mas&#8230;masalah tabarruk masih berlanjut dalam tiga kali tulisan lagi. Jawaban dari pertanyaan anda akan terjawab nanti.<br />
Masalah Syafaat akan kita bahas setelah kita selesaikan artikel tentang Tabarruk.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fahmi</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2673</link>
		<dc:creator>fahmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 17:06:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2673</guid>
		<description>goblog</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>goblog</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ridho</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2639</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 09:48:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2639</guid>
		<description>&quot; Fakta sejarah menjelaskan, bahwa para sahabat hanya bertabaruk dan bertawashul kepada Rasulullah hanya ketika beliau masih hidup (kecuali terhadap beberapa benda dan bagian tubuh milik belau, sekali lagi milik beliau)&quot;. Perhatikan dengan seksama pernyataan tersebut !. Jawaban Ente di atas sudah tercakup dalam pernyataan itu. Pertanyaan saya, adakah riwayat valid yang menyatakan bahwa para sahabat Rasulullah dan Tabi&#039;in melakukan tabaruk di kuburan beliau ?. Ingat Mbah, apa yang dilakukan para pembaru pemikiran yang tegas dalam masalah syirik, bid&#039;ah dan takfir itu bersifat  &quot;saddu dzari&#039;ah&quot; semacam &quot;shock theraphy&quot; bagi umat. Ente sepertinya terlalu bernafsu dengan masalah tawashul. Pantes bangsa Ente termasuk bangsa yang &quot;tidak boleh ngliat kuburan&quot;. Kaji ayat yang Ente kutip di atas di berbagai kitab tafsir mu&#039;tamad, adakah pembahasan para mufassirin terhadap ayat tersebut yang menyinggung dan mengaitkannya dengan masalah tawashul kepada orang yang sudah mati, khususnya kepada Rasulullah ?. Jika ada tolong sebutkan kitab dan halamannya !.


------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Masalah kaidah Ushul &quot;saddu dzari&#039;ah&quot; yang hendak dipegangi oleh kaum Wahaby dalam masalah ini sudah kita singgung jawabannya dalam salah satu artikel kami, apakah penerapan kaidah itu oleh kaum Wahaby benar? Silahkan anda cek kembali....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; Fakta sejarah menjelaskan, bahwa para sahabat hanya bertabaruk dan bertawashul kepada Rasulullah hanya ketika beliau masih hidup (kecuali terhadap beberapa benda dan bagian tubuh milik belau, sekali lagi milik beliau)&#8221;. Perhatikan dengan seksama pernyataan tersebut !. Jawaban Ente di atas sudah tercakup dalam pernyataan itu. Pertanyaan saya, adakah riwayat valid yang menyatakan bahwa para sahabat Rasulullah dan Tabi&#8217;in melakukan tabaruk di kuburan beliau ?. Ingat Mbah, apa yang dilakukan para pembaru pemikiran yang tegas dalam masalah syirik, bid&#8217;ah dan takfir itu bersifat  &#8220;saddu dzari&#8217;ah&#8221; semacam &#8220;shock theraphy&#8221; bagi umat. Ente sepertinya terlalu bernafsu dengan masalah tawashul. Pantes bangsa Ente termasuk bangsa yang &#8220;tidak boleh ngliat kuburan&#8221;. Kaji ayat yang Ente kutip di atas di berbagai kitab tafsir mu&#8217;tamad, adakah pembahasan para mufassirin terhadap ayat tersebut yang menyinggung dan mengaitkannya dengan masalah tawashul kepada orang yang sudah mati, khususnya kepada Rasulullah ?. Jika ada tolong sebutkan kitab dan halamannya !.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Masalah kaidah Ushul &#8220;saddu dzari&#8217;ah&#8221; yang hendak dipegangi oleh kaum Wahaby dalam masalah ini sudah kita singgung jawabannya dalam salah satu artikel kami, apakah penerapan kaidah itu oleh kaum Wahaby benar? Silahkan anda cek kembali&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Ridho</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2613</link>
		<dc:creator>Abu Ridho</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Dec 2007 05:43:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2613</guid>
		<description>Pembahasan tentang tabaruk yang ada dalam makalah Ente semua konteksnya adalah tabaruk kepada Rasulullah. Baik terhadap beliau sebagai pribadi sewaktu masih hidup maupun terhadap barang dan bagian tubuh Rasulullah. Dengan demikian, tabaruk dalam konteks ini disetujui oleh Rasulullah dan dibenarkan oleh para sahabat. Hal sedemikian karena figur yang diambil barakahnya jelas, yakni Rasulullah, seorang figur pribadi yang dipilih Allah untuk diutus kepada manusia dan secara pribadi beliau memiliki otoritas tasyri&#039;. Bukankah Umar bin Khotob r.a pernah berkata di hadapan Hajar Aswad : &quot;Kalau bukan karena mengikuti apa yang pernah dilakukan Rasulullah, niscaya aku tidak mau mancimmu wahai batu hitam&quot;. Namun lain masalahnya jika pribadi yang diambil barakahnya adalah selain Rasulullah. Adakah contoh dari fakta sejarah yang valid, bahwa para sahabat Nabi malakukan tabaruk terhadap kepada orang yang sudah meninggal selain kepada Rasulullah ?. 

Fakta sejarah menjelaskan, bahwa para sahabat hanya bertabaruk dan bertawashul kepada Rasulullah hanya ketika belau masih hidup (kecuali terhadap beberapa benda dan bagian tubuh milik belau, sekali lagi milik beliau). Setelah belau wafat tidak ada riwayat valid yang menerangkan bahwa para sahabat bertabaruk dan bertawashul kepada jasad atau kuburan beliau. Dan pada kenyataannya  pada akhirnya para sahabat bertawashul kepada Abbas bin Abdul Mutholib (paman Rasulullah) ketika di Madinah terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, karena Abbas bin Abdul Mutholib saat itu masih hidup. Jadi menurut saya, konsep syirik dan bid&#039;ah dalam masalah tabaruk dan tawashul yang dimunculkan oleh para pembaru pemikiran Islam itu bersifat &quot;saddu dzari&#039;ah&quot;, demi mencegah kaum muslimin agar tidak terjerembab masuk ke dalam jurang kemusyrikan yang lebih dalam, yang pada gilirannya akan melenyapkan harkat dan martabat manusia dari derajat &quot;ahsanu takwim&quot;. Apakah Ente setuju bahwa hakekat tauhid adalah pembebasan manusia dari keterbelangguan terhadap &quot;ilah-ilah&quot; selain Allah ?. Fakta di masyarakat kita sudah membuktikan, betapa dungunya para manusia yang dengan alasan tabaruk itu akhirnya bertabaruk kepada sesuatu yang sungguh di luar akal sehat. Ente lihat sendiri bagaimana tradisi orang Jawa yang bertabaruk kepada Kyai Slamet si kebo bule milik kesultanan Surakarta dengan mengambil &quot;tlethong&quot;-nya dengan rebutan?. Bagaimana juga mereka berebut air setelah dipakai mencuci &quot;Kyai Guntur Madu&quot; gamelan milik kraton Yogyakarta ?. Bukankah Ente selaku orang Jawa juga melihat bagaimana bangsa Ente berebut &quot;sesajen&quot; pada acara Sekaten?. Tabaruk macam apa ini ? Opo tumon Tro ?. Dan masih banyak lagi &quot;praktek&quot; tabaruk di seluruh belahan dunia ini yang dilakukan oleh kaum muslimin dengan terang-terangan yang memperlihatkan &quot;kedunguan spiritual massal&quot; seperti contoh di atas.  Semoga Ente mendapatkan pencerahan tauhid. Amin.

----------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

eh tunggu dulu mas...jangan keburu-buru...nanti akan kita buktikan bahwa para sahabat bertabarruk dengan kanjeng Nabi atau benda-benda itu pasca wafat nNabi juga, termasuk mimbar Nabi. Lihat nanti ya, jangan sampai nyesel lho...
Lagian mas...sejak kapan kematian adalah tolok ukur kesyirikan? Maksud saya, kenapa kita boleh tabarruk dan meminta syafaat Rasul sewaktu Rasul masih hidup saja sedang dilarang sewaktu beliau sudah mati? Apakah kaum Wahaby meyakini bahwa Rasul matinya tidak dijalan Allah sehingga ayat &quot;Jangan kalian menyangka orang yang mati dijalan Allah adalah mati, mereka hidup dan dikaruniai rizki oleh Allah&quot; tidak mencakup Rasulullah? Ini nanti akan kita singung dalam kajian kita selanjutnya, insya-Allah.   </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pembahasan tentang tabaruk yang ada dalam makalah Ente semua konteksnya adalah tabaruk kepada Rasulullah. Baik terhadap beliau sebagai pribadi sewaktu masih hidup maupun terhadap barang dan bagian tubuh Rasulullah. Dengan demikian, tabaruk dalam konteks ini disetujui oleh Rasulullah dan dibenarkan oleh para sahabat. Hal sedemikian karena figur yang diambil barakahnya jelas, yakni Rasulullah, seorang figur pribadi yang dipilih Allah untuk diutus kepada manusia dan secara pribadi beliau memiliki otoritas tasyri&#8217;. Bukankah Umar bin Khotob r.a pernah berkata di hadapan Hajar Aswad : &#8220;Kalau bukan karena mengikuti apa yang pernah dilakukan Rasulullah, niscaya aku tidak mau mancimmu wahai batu hitam&#8221;. Namun lain masalahnya jika pribadi yang diambil barakahnya adalah selain Rasulullah. Adakah contoh dari fakta sejarah yang valid, bahwa para sahabat Nabi malakukan tabaruk terhadap kepada orang yang sudah meninggal selain kepada Rasulullah ?. </p>
<p>Fakta sejarah menjelaskan, bahwa para sahabat hanya bertabaruk dan bertawashul kepada Rasulullah hanya ketika belau masih hidup (kecuali terhadap beberapa benda dan bagian tubuh milik belau, sekali lagi milik beliau). Setelah belau wafat tidak ada riwayat valid yang menerangkan bahwa para sahabat bertabaruk dan bertawashul kepada jasad atau kuburan beliau. Dan pada kenyataannya  pada akhirnya para sahabat bertawashul kepada Abbas bin Abdul Mutholib (paman Rasulullah) ketika di Madinah terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, karena Abbas bin Abdul Mutholib saat itu masih hidup. Jadi menurut saya, konsep syirik dan bid&#8217;ah dalam masalah tabaruk dan tawashul yang dimunculkan oleh para pembaru pemikiran Islam itu bersifat &#8220;saddu dzari&#8217;ah&#8221;, demi mencegah kaum muslimin agar tidak terjerembab masuk ke dalam jurang kemusyrikan yang lebih dalam, yang pada gilirannya akan melenyapkan harkat dan martabat manusia dari derajat &#8220;ahsanu takwim&#8221;. Apakah Ente setuju bahwa hakekat tauhid adalah pembebasan manusia dari keterbelangguan terhadap &#8220;ilah-ilah&#8221; selain Allah ?. Fakta di masyarakat kita sudah membuktikan, betapa dungunya para manusia yang dengan alasan tabaruk itu akhirnya bertabaruk kepada sesuatu yang sungguh di luar akal sehat. Ente lihat sendiri bagaimana tradisi orang Jawa yang bertabaruk kepada Kyai Slamet si kebo bule milik kesultanan Surakarta dengan mengambil &#8220;tlethong&#8221;-nya dengan rebutan?. Bagaimana juga mereka berebut air setelah dipakai mencuci &#8220;Kyai Guntur Madu&#8221; gamelan milik kraton Yogyakarta ?. Bukankah Ente selaku orang Jawa juga melihat bagaimana bangsa Ente berebut &#8220;sesajen&#8221; pada acara Sekaten?. Tabaruk macam apa ini ? Opo tumon Tro ?. Dan masih banyak lagi &#8220;praktek&#8221; tabaruk di seluruh belahan dunia ini yang dilakukan oleh kaum muslimin dengan terang-terangan yang memperlihatkan &#8220;kedunguan spiritual massal&#8221; seperti contoh di atas.  Semoga Ente mendapatkan pencerahan tauhid. Amin.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>eh tunggu dulu mas&#8230;jangan keburu-buru&#8230;nanti akan kita buktikan bahwa para sahabat bertabarruk dengan kanjeng Nabi atau benda-benda itu pasca wafat nNabi juga, termasuk mimbar Nabi. Lihat nanti ya, jangan sampai nyesel lho&#8230;<br />
Lagian mas&#8230;sejak kapan kematian adalah tolok ukur kesyirikan? Maksud saya, kenapa kita boleh tabarruk dan meminta syafaat Rasul sewaktu Rasul masih hidup saja sedang dilarang sewaktu beliau sudah mati? Apakah kaum Wahaby meyakini bahwa Rasul matinya tidak dijalan Allah sehingga ayat &#8220;Jangan kalian menyangka orang yang mati dijalan Allah adalah mati, mereka hidup dan dikaruniai rizki oleh Allah&#8221; tidak mencakup Rasulullah? Ini nanti akan kita singung dalam kajian kita selanjutnya, insya-Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abah</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2076</link>
		<dc:creator>abah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 05:22:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2076</guid>
		<description>joyolukito Says: 

September 15th, 2007 at 3:14 
weleh weleh kebohongan apa yang akan dikeluarkan oleh Pakdhe sastro nih, WONG BODHO tanya kok jawabannya ndak lengkap, ndak tahu dasarnya ya Pakdhe?kalau yang melakukan Shohabat pasti ada perawi hadist yang akan meriwayatkan amalan mereka karena para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat,betul tidak?

Mas joyolukito ni ki ya opo toooh?
Sampeyan ngerti ora kapan Imam Bhukori dan Imam Lainnya hidup? kok di bilang jauh segghhh?
Lebih adoh ngendi karo uripe syekh sampeyan sing ndek Saudi ikku?

Imam Bukhori itu belajra dengan sanad dalam menyusun kitab hadistnya.
Sanandnya jelas dari guru guru muhadist jaman dulu dan mereka terus berguru hingga pada para tabiit tabiin jadi sanadnya jelas.
Lagian sebelum menusli beliau selalu sholat istikhoro dan berdoa dulu pantas atau tidakkah hadist yg dia trima dari gurunya di tulis dalam khitab shahihnya.

Konon beliau itu juga pernah berguru pada Imam Ahmad bin hambal dan beliau ini Imam Ahmad bin Hambal berjalan 30.000 mil untuk mencari hadist dan hafal satu juta 
atsar. Beliau telah mewariskan 40.000 hadist dalam musnadnya.

jadi masih kah kita sangsi akan ketulusan Imam terdahulu dalam menulis kitab hadist sehingga kita zaman sekarang ini tinggal &quot;makan&amp;minum&quot; doang. tanpa susah susah seperti zaman mereka r.a.

Ngaji karo guru sing bener Insya Allah ilmune barokah.


-------------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Yo jelas tho...lha wong yang di Bukhari/Muslim itu khan sanadnya jelas, bukan hadis mursal yang sanadnya terputus...makanya saya gak jawab dengan serius pak...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>joyolukito Says: </p>
<p>September 15th, 2007 at 3:14<br />
weleh weleh kebohongan apa yang akan dikeluarkan oleh Pakdhe sastro nih, WONG BODHO tanya kok jawabannya ndak lengkap, ndak tahu dasarnya ya Pakdhe?kalau yang melakukan Shohabat pasti ada perawi hadist yang akan meriwayatkan amalan mereka karena para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat,betul tidak?</p>
<p>Mas joyolukito ni ki ya opo toooh?<br />
Sampeyan ngerti ora kapan Imam Bhukori dan Imam Lainnya hidup? kok di bilang jauh segghhh?<br />
Lebih adoh ngendi karo uripe syekh sampeyan sing ndek Saudi ikku?</p>
<p>Imam Bukhori itu belajra dengan sanad dalam menyusun kitab hadistnya.<br />
Sanandnya jelas dari guru guru muhadist jaman dulu dan mereka terus berguru hingga pada para tabiit tabiin jadi sanadnya jelas.<br />
Lagian sebelum menusli beliau selalu sholat istikhoro dan berdoa dulu pantas atau tidakkah hadist yg dia trima dari gurunya di tulis dalam khitab shahihnya.</p>
<p>Konon beliau itu juga pernah berguru pada Imam Ahmad bin hambal dan beliau ini Imam Ahmad bin Hambal berjalan 30.000 mil untuk mencari hadist dan hafal satu juta<br />
atsar. Beliau telah mewariskan 40.000 hadist dalam musnadnya.</p>
<p>jadi masih kah kita sangsi akan ketulusan Imam terdahulu dalam menulis kitab hadist sehingga kita zaman sekarang ini tinggal &#8220;makan&amp;minum&#8221; doang. tanpa susah susah seperti zaman mereka r.a.</p>
<p>Ngaji karo guru sing bener Insya Allah ilmune barokah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Yo jelas tho&#8230;lha wong yang di Bukhari/Muslim itu khan sanadnya jelas, bukan hadis mursal yang sanadnya terputus&#8230;makanya saya gak jawab dengan serius pak&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: masshofa</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2060</link>
		<dc:creator>masshofa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 04:11:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-2060</guid>
		<description>he..he.. menarik sekali memang pembahasan tentang terma tabaruk, syirik, kufur dan bid&#039;ah. benar apa yang dikatakan oleh penulis bahwa kita tidak bisa menghukumi terhadapa suatu hal kalau kita tidak mengetahui esensi yang terkandung dalam sesuatu tersebut. demikian juga sering kita mng&quot;syirik&quot;an orang atau bahkan meng&quot;kafir&quot;kan namun tidak tahu apa itu definisi kafir ataupun syirik. sekedar informasi kl mau tahu apa itu syirik dan kufur silakan klik di http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-15.html dan juga seputar bid&#039;ah klik disini http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-11.html ok mungkin itu saja dari saya kalau ada yang tidak setuju aatau kurang jelas bisa didiskusikan lebih lanjut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>he..he.. menarik sekali memang pembahasan tentang terma tabaruk, syirik, kufur dan bid&#8217;ah. benar apa yang dikatakan oleh penulis bahwa kita tidak bisa menghukumi terhadapa suatu hal kalau kita tidak mengetahui esensi yang terkandung dalam sesuatu tersebut. demikian juga sering kita mng&#8221;syirik&#8221;an orang atau bahkan meng&#8221;kafir&#8221;kan namun tidak tahu apa itu definisi kafir ataupun syirik. sekedar informasi kl mau tahu apa itu syirik dan kufur silakan klik di <a href="http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-15.html" rel="nofollow">http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-15.html</a> dan juga seputar bid&#8217;ah klik disini <a href="http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-11.html" rel="nofollow">http://masshofa.blogspot.com/2007/09/catatan-ramadhan-11.html</a> ok mungkin itu saja dari saya kalau ada yang tidak setuju aatau kurang jelas bisa didiskusikan lebih lanjut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: joyolukito</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1912</link>
		<dc:creator>joyolukito</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Sep 2007 07:08:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1912</guid>
		<description>weleh weleh kebohongan apa yang akan dikeluarkan oleh Pakdhe sastro nih, WONG BODHO tanya kok jawabannya ndak lengkap, ndak tahu dasarnya ya Pakdhe?kalau yang melakukan Shohabat pasti ada perawi hadist yang akan meriwayatkan amalan mereka karena para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat,betul tidak?

-------------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Anda mengatakan: &quot;para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat&quot;, kalau begitu apakah anda meragukan kesahihan kitab sahih Bukhari dan Muslim yang diyakini keshahihannya oleh segenap pengikut Ahlusunah wal Jamaah? Jika ya, maka keahlusunahan anda layak diragukan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>weleh weleh kebohongan apa yang akan dikeluarkan oleh Pakdhe sastro nih, WONG BODHO tanya kok jawabannya ndak lengkap, ndak tahu dasarnya ya Pakdhe?kalau yang melakukan Shohabat pasti ada perawi hadist yang akan meriwayatkan amalan mereka karena para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat,betul tidak?</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Anda mengatakan: &#8220;para perawi seperti Bukhori,Muslim,dll itu kan hidup jauh sesudah para Shohabat&#8221;, kalau begitu apakah anda meragukan kesahihan kitab sahih Bukhari dan Muslim yang diyakini keshahihannya oleh segenap pengikut Ahlusunah wal Jamaah? Jika ya, maka keahlusunahan anda layak diragukan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fithor</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1904</link>
		<dc:creator>fithor</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 13:48:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1904</guid>
		<description>yup,,, setuju sama wisanggeni</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yup,,, setuju sama wisanggeni</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: B. Wisanggeni</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1680</link>
		<dc:creator>B. Wisanggeni</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 04:28:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/05/22/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-iii/#comment-1680</guid>
		<description>Pada dasarnya kita beribadah harus dengan acuan Al Qur&#039;an dan Hadits.
Kalau di hadits (yang shohih tentunya) ada tuntunannya, ya silahkan jalan terus. Tapi kalau tidak ada, ya segera hentikan. Kalau ada contohnya di Hadits (yang shohih) namun bertentangan dengan Al Qur&#039;an, tentunya Al Qur&#039;an yang harus dipakai, sedangkan Haditsnya harus ditakwilkan.
Lha wong sudah berkali-kali dicontohkan oleh Gus Dur lho.. gitu aja kok repot...

Nggak perlu rame lakum dinukum....ajalah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pada dasarnya kita beribadah harus dengan acuan Al Qur&#8217;an dan Hadits.<br />
Kalau di hadits (yang shohih tentunya) ada tuntunannya, ya silahkan jalan terus. Tapi kalau tidak ada, ya segera hentikan. Kalau ada contohnya di Hadits (yang shohih) namun bertentangan dengan Al Qur&#8217;an, tentunya Al Qur&#8217;an yang harus dipakai, sedangkan Haditsnya harus ditakwilkan.<br />
Lha wong sudah berkali-kali dicontohkan oleh Gus Dur lho.. gitu aja kok repot&#8230;</p>
<p>Nggak perlu rame lakum dinukum&#8230;.ajalah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
