<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tabarruk 4; Tabarruk Para Sahabat dari Peninggalan Nabi, Pasca Wafat Rasul</title>
	<atom:link href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/</link>
	<description>Pemurnian Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Polusi Ajaran Wahabiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: samaranji</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2576</link>
		<dc:creator>samaranji</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 02:07:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2576</guid>
		<description>&gt;&gt;&gt; 45.

assalamu&#039;alikum wr. wb.

PERTAMA, kita harus fair - jika sampeyan seorang ahlussunnah yg pernah mengamalkan konsep tabaruk, tawasul pasti melihat distorsi itu ?, emangnya sampeyan belum pernah mengamalkan itu ya ?, atau sampeyan emang bukan aswaja ?

KEDUA, kalo udah tahu permasalahan umat Islam kompleks, harusnya kita tdk menjebak diri dng masalah yg itu2 aja. Ajaran Islam itu &quot;kaffah&quot;, tdk bisa kita mempelajarinya sepotong2 kayak gini. Diperlukan &quot;as-sulam&quot; -step by step- dalam mempelajarinya.

KETIGA, para shohabat -radhiyallahu anhum- aja harus ber&quot;guru&quot; pada Kanjeng Rasulullah SAW dalam belajar Al-Qur&#039;an. Lha kita yang jauh dari generasinya para tabi&#039;in, apa mau mempelajari sendiri Al-Qur&#039;an &amp; Hadits, pdhl yg biasa dipelajari ya terjemahan thok -yg bisa aja penerjemahnya seorang orientalis &amp; zionis-.

Buat mas sastro :
&gt;&gt;&gt; kalo emang punya &quot;guru&quot;, jangan malu/takut untuk ngakuinnya, emangnya waktu mengelola blog ini belum mendapat restu dari beliau ya, berarti mas sastro ngikutin jejak Ibnu Taimiyah dong.

wassalamu&#039;alaikum wr. wb.


---------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

1- Masalah Tawassul belum kita bahas, menyusul. Distorsi mananya yang distorsi? Lagian kajian kita belum tuntas kok anda sudah dengan yakin mengukumi semacam itu...buktikan letak distorsinya, jika anda benar! Saya melakukannya, kenapa, Syirik ya? Buktikan kalau itu syirik, dan telah saya buktikan (walau belum tuntas betul) bahwa saya telah meniru sahabat (Salaf Saleh) dalam masalah dierbolehkannya tabarruk, gak ikutan Wahabisme.

2- Saya setuju step by Step. Tapi jenjang mana saja yang harus kita lalui, itu sesuai dengan sikon kita. Di sini kita dalam rangka menyangah ajaran sesat Wahabisme, jadi ini step by step menurut saya. Boleh jadi teman yang lain melalui step yang lain. Perbedaan step bukan terus menyebabkan mereka sesat dari Islam bukan?

3- Rupanya anda masih penasaran dengan guru kami ya? Alhamdulillah akhirnya Allah telah menunjukan kami ke guru-guru yang mulia dan berilmu luas dan manfaat, lepas dari penyimpangan guru-guru Wahaby.

Lho Ibnu Tai-miyah itu gak punya guru tho...? pantesan kok nyimpang gak karu-karuan gitu...!? KACIAN DECH DIA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&gt;&gt;&gt; 45.</p>
<p>assalamu&#8217;alikum wr. wb.</p>
<p>PERTAMA, kita harus fair &#8211; jika sampeyan seorang ahlussunnah yg pernah mengamalkan konsep tabaruk, tawasul pasti melihat distorsi itu ?, emangnya sampeyan belum pernah mengamalkan itu ya ?, atau sampeyan emang bukan aswaja ?</p>
<p>KEDUA, kalo udah tahu permasalahan umat Islam kompleks, harusnya kita tdk menjebak diri dng masalah yg itu2 aja. Ajaran Islam itu &#8220;kaffah&#8221;, tdk bisa kita mempelajarinya sepotong2 kayak gini. Diperlukan &#8220;as-sulam&#8221; -step by step- dalam mempelajarinya.</p>
<p>KETIGA, para shohabat -radhiyallahu anhum- aja harus ber&#8221;guru&#8221; pada Kanjeng Rasulullah SAW dalam belajar Al-Qur&#8217;an. Lha kita yang jauh dari generasinya para tabi&#8217;in, apa mau mempelajari sendiri Al-Qur&#8217;an &amp; Hadits, pdhl yg biasa dipelajari ya terjemahan thok -yg bisa aja penerjemahnya seorang orientalis &amp; zionis-.</p>
<p>Buat mas sastro :<br />
&gt;&gt;&gt; kalo emang punya &#8220;guru&#8221;, jangan malu/takut untuk ngakuinnya, emangnya waktu mengelola blog ini belum mendapat restu dari beliau ya, berarti mas sastro ngikutin jejak Ibnu Taimiyah dong.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>1- Masalah Tawassul belum kita bahas, menyusul. Distorsi mananya yang distorsi? Lagian kajian kita belum tuntas kok anda sudah dengan yakin mengukumi semacam itu&#8230;buktikan letak distorsinya, jika anda benar! Saya melakukannya, kenapa, Syirik ya? Buktikan kalau itu syirik, dan telah saya buktikan (walau belum tuntas betul) bahwa saya telah meniru sahabat (Salaf Saleh) dalam masalah dierbolehkannya tabarruk, gak ikutan Wahabisme.</p>
<p>2- Saya setuju step by Step. Tapi jenjang mana saja yang harus kita lalui, itu sesuai dengan sikon kita. Di sini kita dalam rangka menyangah ajaran sesat Wahabisme, jadi ini step by step menurut saya. Boleh jadi teman yang lain melalui step yang lain. Perbedaan step bukan terus menyebabkan mereka sesat dari Islam bukan?</p>
<p>3- Rupanya anda masih penasaran dengan guru kami ya? Alhamdulillah akhirnya Allah telah menunjukan kami ke guru-guru yang mulia dan berilmu luas dan manfaat, lepas dari penyimpangan guru-guru Wahaby.</p>
<p>Lho Ibnu Tai-miyah itu gak punya guru tho&#8230;? pantesan kok nyimpang gak karu-karuan gitu&#8230;!? KACIAN DECH DIA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Nejed</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2518</link>
		<dc:creator>Abu Nejed</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Nov 2007 15:59:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2518</guid>
		<description>^ 44 

1. Memang yakin betul sebabnya penyelewengan di lapangan?Distorsi? Tidak ada alternatif lain?

2. Urusan jauh lebih kompleks, dari teknologi (atau khususnya nuklir). Yakin betul, peradaban sampai ke arah tolok ukur kemajuan teknologi itu tidak memerlukan keterbukaan pikiran, perbedaan pendapat, toleransi terhadap perbedaan sampai yang ke prinsip-prinsipnya? Yakin jugakah jangkauan sampai ke teknologi, kalau kultur sainsnya masih model otoritas agama di abad tengah? 

3. (Ganti bersikap simple) &quot;Harus berpegang pada al-Qur&#039;an dan hadits! Berpegang pada selain itu adalah bid&#039;ah, termasuk kalau berpegang pada ulama !&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>^ 44 </p>
<p>1. Memang yakin betul sebabnya penyelewengan di lapangan?Distorsi? Tidak ada alternatif lain?</p>
<p>2. Urusan jauh lebih kompleks, dari teknologi (atau khususnya nuklir). Yakin betul, peradaban sampai ke arah tolok ukur kemajuan teknologi itu tidak memerlukan keterbukaan pikiran, perbedaan pendapat, toleransi terhadap perbedaan sampai yang ke prinsip-prinsipnya? Yakin jugakah jangkauan sampai ke teknologi, kalau kultur sainsnya masih model otoritas agama di abad tengah? </p>
<p>3. (Ganti bersikap simple) &#8220;Harus berpegang pada al-Qur&#8217;an dan hadits! Berpegang pada selain itu adalah bid&#8217;ah, termasuk kalau berpegang pada ulama !&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: samaranji</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2460</link>
		<dc:creator>samaranji</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 13:26:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2460</guid>
		<description>assalamu&#039;alaikum wr. wb.

MUNGKIN BERGUNA BAGI SEDULUR2 ASWAJA :
======================================

PERTAMA, tuduhan bid&#039;ah, khurofat &amp; syirik tsb harusnya kita jadikan bahan muhasabah. jujur kita akui, dalil-dalil valid &amp; shahih yg kita pake itu pada praktek di lapangan terkadang mengalami distorsi. kita mungkin menuduh wahaby salah mengintepretasikan sebuah ayat atau hadits, tapi mengapa kita enggan mengakui bahwa dalil-dalil kuat ttg tabaruk tsb juga mengalami penyelewengan di lapangan.

KEDUA, jangan terkecoh dengan web blog ini. sejak jaman baheula para orientalis menjebak muslimin indonesia dengan selalu -dan selalu- ngebahas ttg tabaruk, ziarah, tawasul dsb. di saat kaum kafir sudah bisa mengembangkan energi nuklir, kita umat muslim dijebak dng permasalahan yg begini2 terus. energi kita akan habis dan terkungkung dalam ke&#039;jumud&#039;an bila terpancing ngebahas ini, kitapun lupa memikirkan ibadah mahdhoh. L...i...h...a...t, banyak koment2 yg masuk pada jam-jam waktu sholat.

KETIGA, lebih baik kita kembali kepada &quot;guru&quot;/ kiai/ &#039;ulama/ murobbi kita masing2 apapun madzhab &amp; manhajnya. dalam tradisi aswaja (ahlus sunah wal jama&#039;ah) menggali ilmu kepada selain &quot;guru&quot;, entah melalui membaca buku atau membaca sumber lain kayak gini harusnya sudah mendapat ijazah/rekomendasi dari sang guru. jangan sampe kita mengikuti jejak Ibnu Taymiah yang jenius namun ilmunya tdk nafi&#039; krn tak mendapat restu &quot;guru&quot;. 
&gt;&gt;&gt;Dan i...n...i...l...a...h yg membuat saya ragu pd web blog ini, karena mas sastro ngamuk &amp; uring-uringan ketika saya tanya &quot;siapa seh guru/kiai/ustadz mas sastro ?&quot;

assalamu&#039;alaikum wr.wb.

----------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Kalau anda konsisten dengan saran anda itu maka lakukanlah dengan baik...kalau orang Ikhwanul Muslimin saja sudah kalian (Salafy yang Wahaby) sesatkan maka pasti kalian tidak rela jika mereka kembali ke guru-guru mereka sesama IM khan? 
Makanya buat kami gak penting anda tahu siapa guru kami...karena baik guru maupun muridnya (Kami) semua akan kalian kafirkan khan? Karena gak semua guru kami (karena sebagian guru kami seperti kalian, tetapi kami telah tobat karena guru kami yang lain) sepaham dengan kalian...Paham?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum wr. wb.</p>
<p>MUNGKIN BERGUNA BAGI SEDULUR2 ASWAJA :<br />
======================================</p>
<p>PERTAMA, tuduhan bid&#8217;ah, khurofat &amp; syirik tsb harusnya kita jadikan bahan muhasabah. jujur kita akui, dalil-dalil valid &amp; shahih yg kita pake itu pada praktek di lapangan terkadang mengalami distorsi. kita mungkin menuduh wahaby salah mengintepretasikan sebuah ayat atau hadits, tapi mengapa kita enggan mengakui bahwa dalil-dalil kuat ttg tabaruk tsb juga mengalami penyelewengan di lapangan.</p>
<p>KEDUA, jangan terkecoh dengan web blog ini. sejak jaman baheula para orientalis menjebak muslimin indonesia dengan selalu -dan selalu- ngebahas ttg tabaruk, ziarah, tawasul dsb. di saat kaum kafir sudah bisa mengembangkan energi nuklir, kita umat muslim dijebak dng permasalahan yg begini2 terus. energi kita akan habis dan terkungkung dalam ke&#8217;jumud&#8217;an bila terpancing ngebahas ini, kitapun lupa memikirkan ibadah mahdhoh. L&#8230;i&#8230;h&#8230;a&#8230;t, banyak koment2 yg masuk pada jam-jam waktu sholat.</p>
<p>KETIGA, lebih baik kita kembali kepada &#8220;guru&#8221;/ kiai/ &#8216;ulama/ murobbi kita masing2 apapun madzhab &amp; manhajnya. dalam tradisi aswaja (ahlus sunah wal jama&#8217;ah) menggali ilmu kepada selain &#8220;guru&#8221;, entah melalui membaca buku atau membaca sumber lain kayak gini harusnya sudah mendapat ijazah/rekomendasi dari sang guru. jangan sampe kita mengikuti jejak Ibnu Taymiah yang jenius namun ilmunya tdk nafi&#8217; krn tak mendapat restu &#8220;guru&#8221;.<br />
&gt;&gt;&gt;Dan i&#8230;n&#8230;i&#8230;l&#8230;a&#8230;h yg membuat saya ragu pd web blog ini, karena mas sastro ngamuk &amp; uring-uringan ketika saya tanya &#8220;siapa seh guru/kiai/ustadz mas sastro ?&#8221;</p>
<p>assalamu&#8217;alaikum wr.wb.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Kalau anda konsisten dengan saran anda itu maka lakukanlah dengan baik&#8230;kalau orang Ikhwanul Muslimin saja sudah kalian (Salafy yang Wahaby) sesatkan maka pasti kalian tidak rela jika mereka kembali ke guru-guru mereka sesama IM khan?<br />
Makanya buat kami gak penting anda tahu siapa guru kami&#8230;karena baik guru maupun muridnya (Kami) semua akan kalian kafirkan khan? Karena gak semua guru kami (karena sebagian guru kami seperti kalian, tetapi kami telah tobat karena guru kami yang lain) sepaham dengan kalian&#8230;Paham?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gunung limo</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2389</link>
		<dc:creator>gunung limo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2007 04:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2389</guid>
		<description>adakah dalilnya yang melarang untuk bertabarruk.apakah rosululloh melarang orang muslim untuk ziarah kubur.apakah antum2 ngerti/bisa baca hati orang bahwa orang ziarah kubur itu minta2 berkah kekuburan atau antum2 hanya meraba2 aja.kita harus ingat bahwa kita ini adalah terdakwa nanti diakherat nabi muhammad yang menentukan diterima gaknya ibadah2 kita.mudah2an dg ngaji kita tdk kekal tinggal di neraka. teruskan kang sastro aku setuju karo ustadz. soale aku wong nu tulen lho</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adakah dalilnya yang melarang untuk bertabarruk.apakah rosululloh melarang orang muslim untuk ziarah kubur.apakah antum2 ngerti/bisa baca hati orang bahwa orang ziarah kubur itu minta2 berkah kekuburan atau antum2 hanya meraba2 aja.kita harus ingat bahwa kita ini adalah terdakwa nanti diakherat nabi muhammad yang menentukan diterima gaknya ibadah2 kita.mudah2an dg ngaji kita tdk kekal tinggal di neraka. teruskan kang sastro aku setuju karo ustadz. soale aku wong nu tulen lho</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sastro</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2223</link>
		<dc:creator>sastro</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 07:33:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2223</guid>
		<description>Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik? 

--------------

Sastro Menjawab :

Sangat jelas, tabarruk merupakan perbuatan bid&#039;ah dan syirik, bahkan bisa sampai derajat haram.


----------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Lihat membohongkan atas nama penangungjawab blog ini. Kira-kira siapa pelakunya? Kenapa mereka melakukan pendustaan semacam ini? tentu selain kebodohan untuk menjawab, kemunafikan dan akhlak bejat meniru ulama mereka yang ngelama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik? </p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Sastro Menjawab :</p>
<p>Sangat jelas, tabarruk merupakan perbuatan bid&#8217;ah dan syirik, bahkan bisa sampai derajat haram.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Lihat membohongkan atas nama penangungjawab blog ini. Kira-kira siapa pelakunya? Kenapa mereka melakukan pendustaan semacam ini? tentu selain kebodohan untuk menjawab, kemunafikan dan akhlak bejat meniru ulama mereka yang ngelama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sastrot</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2170</link>
		<dc:creator>sastrot</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 01:04:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2170</guid>
		<description>JUSTRU LO YANG DILAKNAT ALLOH, KARENA LO SUDAH MENGHALALKAN BID&#039;AH, SYIRIK, TAHAYUL, KHURAFAT. DALIL-DALIL DIPELINTIR SEENAKNYA.

---------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Mana bukti kalau kami memelintir? Apa gak sebaliknya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>JUSTRU LO YANG DILAKNAT ALLOH, KARENA LO SUDAH MENGHALALKAN BID&#8217;AH, SYIRIK, TAHAYUL, KHURAFAT. DALIL-DALIL DIPELINTIR SEENAKNYA.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Mana bukti kalau kami memelintir? Apa gak sebaliknya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sastro</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2064</link>
		<dc:creator>sastro</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 13:35:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2064</guid>
		<description>orang kaya sastro ngomong pake dalil lemah alias palsu. harus dilawan pake keegoisan, gak usah pake dalil, gak akan nyambung.

sastrot, POKOKNYA LO GAK USAH TANYA DALIL GUA APA, POKOKNYA MENURUT GUA TABARUK BID&#039;AH SYIRIK DAN ORANG YANG MELAKUKANNYA ADALAH MUSYRIKKKKKK.... PUAS LO

----------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

1- Lihat, ia telah melakukan pembohongan nama...dan dalam al-Quran dsebutkan bahwa Laknat Allah akan terkena bagi para pembohong...
2- Emosi dan egois adalah ciri pengikut Setan yang dilarang oleh Allah...lantas mana bukti bahwa anda ikut Salaf Saleh? jangan-jangan cuman slogan aja tuch, tapi hakekatnya ikut Setan Toleh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang kaya sastro ngomong pake dalil lemah alias palsu. harus dilawan pake keegoisan, gak usah pake dalil, gak akan nyambung.</p>
<p>sastrot, POKOKNYA LO GAK USAH TANYA DALIL GUA APA, POKOKNYA MENURUT GUA TABARUK BID&#8217;AH SYIRIK DAN ORANG YANG MELAKUKANNYA ADALAH MUSYRIKKKKKK&#8230;. PUAS LO</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>1- Lihat, ia telah melakukan pembohongan nama&#8230;dan dalam al-Quran dsebutkan bahwa Laknat Allah akan terkena bagi para pembohong&#8230;<br />
2- Emosi dan egois adalah ciri pengikut Setan yang dilarang oleh Allah&#8230;lantas mana bukti bahwa anda ikut Salaf Saleh? jangan-jangan cuman slogan aja tuch, tapi hakekatnya ikut Setan Toleh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bearclaws</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2037</link>
		<dc:creator>bearclaws</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 20:34:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-2037</guid>
		<description>salam... 
saat ini sopo sih yang paling tahu persis sama makna tiap kata dan kalimat dalam Qurán ma sunnah...kalo ada yang ngaku...saya boleh nanya lagi ga..? sejak kapan ente dapat mandat dari tuhan..? apa penafsiran kita dah dapat sertifikasi dari Sang Empunya, kalo tidak! jangan pernah memvonis, karena tafsiran kita juga PASTI belum tentu benar...toleran adalah sikap yang paling bijak. 

Kenapa wahabi seperti jadi mazhab pesakitan..? karena kebanyakan dari wahabiyyun ini ga ngerti toleransi, sikap luhur yang hanya dimiliki oleh spesis manusia... 

Success 4 all moslem communities!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230;<br />
saat ini sopo sih yang paling tahu persis sama makna tiap kata dan kalimat dalam Qurán ma sunnah&#8230;kalo ada yang ngaku&#8230;saya boleh nanya lagi ga..? sejak kapan ente dapat mandat dari tuhan..? apa penafsiran kita dah dapat sertifikasi dari Sang Empunya, kalo tidak! jangan pernah memvonis, karena tafsiran kita juga PASTI belum tentu benar&#8230;toleran adalah sikap yang paling bijak. </p>
<p>Kenapa wahabi seperti jadi mazhab pesakitan..? karena kebanyakan dari wahabiyyun ini ga ngerti toleransi, sikap luhur yang hanya dimiliki oleh spesis manusia&#8230; </p>
<p>Success 4 all moslem communities!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: herry</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1985</link>
		<dc:creator>herry</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Sep 2007 06:07:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1985</guid>
		<description>paparkan saja dalil-dalil dan jangan mudah mengambil kesimpulan, berpegang teguh dengan satu kesimpulan untuk masalah cabang, karena akan ada pendapat yang lain. Untuk berdakwah kepada khalayak berikan yang sifatnya umum saja, yang khusus diberikan secara person to person.
Saya sendiri dari dulu setuju dengan memperbolehkannya tabaruk namun dengan i&#039;tiqad yang memberikan manfaat dan mudharat hanya Allah sahaja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>paparkan saja dalil-dalil dan jangan mudah mengambil kesimpulan, berpegang teguh dengan satu kesimpulan untuk masalah cabang, karena akan ada pendapat yang lain. Untuk berdakwah kepada khalayak berikan yang sifatnya umum saja, yang khusus diberikan secara person to person.<br />
Saya sendiri dari dulu setuju dengan memperbolehkannya tabaruk namun dengan i&#8217;tiqad yang memberikan manfaat dan mudharat hanya Allah sahaja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fithor</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1899</link>
		<dc:creator>fithor</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Sep 2007 09:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1899</guid>
		<description>kita ga usah pusing pusing, ambil saja yang sanadnya sahih, dari siapapun asalnya asal bisa dipertanggung jawabkan ga masalah,, itu aja kok repot, jangan bingung yach saudara2</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita ga usah pusing pusing, ambil saja yang sanadnya sahih, dari siapapun asalnya asal bisa dipertanggung jawabkan ga masalah,, itu aja kok repot, jangan bingung yach saudara2</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: djancoek</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1751</link>
		<dc:creator>djancoek</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2007 15:49:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1751</guid>
		<description>&quot;sayang kejadian itu berlangsung setelah rosul wafat. andai saja saat itu rosul masih hidup, pasti rosul akan mengatakan DARAHNYA HALAL&quot;

hahaha....ini kalo rasulnya sampeyan, nek Rasul Muhammad SAW ga mungkin, lha wong yang kafir quraisy aja diamaafin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;sayang kejadian itu berlangsung setelah rosul wafat. andai saja saat itu rosul masih hidup, pasti rosul akan mengatakan DARAHNYA HALAL&#8221;</p>
<p>hahaha&#8230;.ini kalo rasulnya sampeyan, nek Rasul Muhammad SAW ga mungkin, lha wong yang kafir quraisy aja diamaafin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Isa Al Katiri</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1739</link>
		<dc:creator>Isa Al Katiri</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 10:05:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1739</guid>
		<description>Mas Abu Aceh, jadi selama ini mas Abu berjalan dalam kegelapan dong..... karena nggak tahu mana yang salah dan mana yang benar.

Nggak bisa ditawar lagi yang benar hanya Al Qur&#039;an dan as Sunnah.....

Kalau kita hanya boleh bertawasul pada amal terbaik kita, pada orang yang masih hidup (minta di do&#039;akan) dan dengan Asma&#039;ul Husna, ya itu saja yang harus kita amalkan. Jangan tawasul lewat orang yang sudah mati (arwah para wali, arwah para Kyai dll...). Arwah beliau-beliau itu sdh nggak biasa apa-apa dan nggak bisa kemana-mana. Jangankan untuk kita, untuk dirinya sendiri saja sudah nggak bisa.

Sekali lagi marilah kita kaji, kita fahami dan kita amalkan apa yang ada dalam Al Qur&#039;an dan As Sunnah, agar kita tidak berjalan dalam kegelapan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Abu Aceh, jadi selama ini mas Abu berjalan dalam kegelapan dong&#8230;.. karena nggak tahu mana yang salah dan mana yang benar.</p>
<p>Nggak bisa ditawar lagi yang benar hanya Al Qur&#8217;an dan as Sunnah&#8230;..</p>
<p>Kalau kita hanya boleh bertawasul pada amal terbaik kita, pada orang yang masih hidup (minta di do&#8217;akan) dan dengan Asma&#8217;ul Husna, ya itu saja yang harus kita amalkan. Jangan tawasul lewat orang yang sudah mati (arwah para wali, arwah para Kyai dll&#8230;). Arwah beliau-beliau itu sdh nggak biasa apa-apa dan nggak bisa kemana-mana. Jangankan untuk kita, untuk dirinya sendiri saja sudah nggak bisa.</p>
<p>Sekali lagi marilah kita kaji, kita fahami dan kita amalkan apa yang ada dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, agar kita tidak berjalan dalam kegelapan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Maulana</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1738</link>
		<dc:creator>Maulana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 09:50:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1738</guid>
		<description>Kenapa harus resah dan prihatin saudaraku....
Tenang ajalah, mereka kan menyampaikan ayat-yat Al Qur&#039;an dan As Sunnah, yang menerangkan tentang perbuatan syirik, bid&#039;ah, kurafat...
Dia itu hanya menyampaikan kok... bukan menuduh kita.....
Lha kalau kita merasa terkena dengan ayat-ayat Al Qur&#039;an tersebut ya segeralah kembali ke Qur&#039;an dan Sunnah. Gitu aja kok repot......

Kita menggembar-gemborkan sebagai Ahlussunah wal Jama&#039;ah. Tapi kita buka hadits saja nggak apalagi mempelajari, trus Ahlussunnah nya siapa...?

Ditempat saya seminggu sekali ada kajian Riyadush Sholihin. Kita undang tetangga-tetangga sekitar. Begitu sampai pada kajian hadist yang menerangkan masalah tawasul, timbulah sanggahan-sanggahan dari saudara-saudara kita para nadliyin.  

Perkiraan saya saudara-saudara kita itu pada kajian minggu depan tidak akan datang lagi. ....Eh ternyata benar... sampai sekarang sudah nggak ada yang ikut lagi....  Lha trus ahlussunah nya siapa ya...?

Atau kalau boleh tahu, Riyadush Sholihin dan Bulughul Maram itu apa kitabnya kelompok &quot;Salafy&quot; itu? bukan kan...

Atau kitabnya siapapaun karena didalamnya hanya berisi Hadits seharusnya wajib dipelajari semua umat islam tanpa kecuali.

Contohnya wudlu aja, yang katanya tuntunannya Imam Syafi&#039;i, ternyata bukan. Kitabnya Imam Syafi&#039;i itu ada empat kitab, lha yang jadi pegangannya pengikut Imam Syafi&#039;i itu pegangannya satu kitab, yang merupakan ringkasan dari empat kitab tsb. Itu terjadi pada generasi setelah Imam Syafi&#039;i. Pada generasi berikutnya yang satu kitab tsb diringkas lagi, begitu seterusnya setiap generasi. Jadi yang kita pegang ini sudah perasan yang keberapa kalinya.. Jadi sudah banyak mengalami distorsi.... Kenapa kita tidak mencari dari sumber aslinya.

Oleh karena itu, saudaraku, marilah kita buka hati kita untuk mau menerima Al Qur&#039;an dan As Sunnah secara murni, kita pelajari, kita kaji. kita fahami dan kita amalkan.  Janganlah kita fanatik pada kelompok atau golongan kita yang membuat butanya mata hati kita..

-------------------------
&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Yang jadi masalah bukan kitab Ritadhus Sholihin atau Bulugul Maromnya mas...tapi interpretasi kelompok Salafy itu lho...Jangan dua kitab itu, al-Quran saja jika salah interpretasinya bisa jadi amburadul. Bayangkan, kaum salafy (Wahaby) itu mempraktekkan ayat-ayat yang buat kaum msyrik kepada kaum muslimin selain kelompoknya, ya jelas marah dan tersinggung donk...lantas, gimana kalau kami praktekkan ayat-ayat munafik untuk kaum Wahaby, kalian akan marah dan tersingung gak? Kalian tahu khan konsekuensi kemunafikan dan menjadi kaum munafik khan? Begitu juga dengan kesyirikan dan kaum musyrik yang semua kelompok muslim manapun akan berlepastangan dari kelompok musyrik beserta ajarannya tersebut. Renungkanlah...!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa harus resah dan prihatin saudaraku&#8230;.<br />
Tenang ajalah, mereka kan menyampaikan ayat-yat Al Qur&#8217;an dan As Sunnah, yang menerangkan tentang perbuatan syirik, bid&#8217;ah, kurafat&#8230;<br />
Dia itu hanya menyampaikan kok&#8230; bukan menuduh kita&#8230;..<br />
Lha kalau kita merasa terkena dengan ayat-ayat Al Qur&#8217;an tersebut ya segeralah kembali ke Qur&#8217;an dan Sunnah. Gitu aja kok repot&#8230;&#8230;</p>
<p>Kita menggembar-gemborkan sebagai Ahlussunah wal Jama&#8217;ah. Tapi kita buka hadits saja nggak apalagi mempelajari, trus Ahlussunnah nya siapa&#8230;?</p>
<p>Ditempat saya seminggu sekali ada kajian Riyadush Sholihin. Kita undang tetangga-tetangga sekitar. Begitu sampai pada kajian hadist yang menerangkan masalah tawasul, timbulah sanggahan-sanggahan dari saudara-saudara kita para nadliyin.  </p>
<p>Perkiraan saya saudara-saudara kita itu pada kajian minggu depan tidak akan datang lagi. &#8230;.Eh ternyata benar&#8230; sampai sekarang sudah nggak ada yang ikut lagi&#8230;.  Lha trus ahlussunah nya siapa ya&#8230;?</p>
<p>Atau kalau boleh tahu, Riyadush Sholihin dan Bulughul Maram itu apa kitabnya kelompok &#8220;Salafy&#8221; itu? bukan kan&#8230;</p>
<p>Atau kitabnya siapapaun karena didalamnya hanya berisi Hadits seharusnya wajib dipelajari semua umat islam tanpa kecuali.</p>
<p>Contohnya wudlu aja, yang katanya tuntunannya Imam Syafi&#8217;i, ternyata bukan. Kitabnya Imam Syafi&#8217;i itu ada empat kitab, lha yang jadi pegangannya pengikut Imam Syafi&#8217;i itu pegangannya satu kitab, yang merupakan ringkasan dari empat kitab tsb. Itu terjadi pada generasi setelah Imam Syafi&#8217;i. Pada generasi berikutnya yang satu kitab tsb diringkas lagi, begitu seterusnya setiap generasi. Jadi yang kita pegang ini sudah perasan yang keberapa kalinya.. Jadi sudah banyak mengalami distorsi&#8230;. Kenapa kita tidak mencari dari sumber aslinya.</p>
<p>Oleh karena itu, saudaraku, marilah kita buka hati kita untuk mau menerima Al Qur&#8217;an dan As Sunnah secara murni, kita pelajari, kita kaji. kita fahami dan kita amalkan.  Janganlah kita fanatik pada kelompok atau golongan kita yang membuat butanya mata hati kita..</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Yang jadi masalah bukan kitab Ritadhus Sholihin atau Bulugul Maromnya mas&#8230;tapi interpretasi kelompok Salafy itu lho&#8230;Jangan dua kitab itu, al-Quran saja jika salah interpretasinya bisa jadi amburadul. Bayangkan, kaum salafy (Wahaby) itu mempraktekkan ayat-ayat yang buat kaum msyrik kepada kaum muslimin selain kelompoknya, ya jelas marah dan tersinggung donk&#8230;lantas, gimana kalau kami praktekkan ayat-ayat munafik untuk kaum Wahaby, kalian akan marah dan tersingung gak? Kalian tahu khan konsekuensi kemunafikan dan menjadi kaum munafik khan? Begitu juga dengan kesyirikan dan kaum musyrik yang semua kelompok muslim manapun akan berlepastangan dari kelompok musyrik beserta ajarannya tersebut. Renungkanlah&#8230;!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anti wahaby</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1735</link>
		<dc:creator>anti wahaby</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 06:58:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/2007/06/21/mengambil-berkah-tabarruk-merupakan-perbuatan-bidah-atau-syirik-bag-4/#comment-1735</guid>
		<description>saya kagak ngerti apa yang dibicarain, saya ndak ngerti hadist shohih itu gimana, ulama yan suu&#039; itu seperti apa... umpama saya sekarang jadi orang non muslim dan melihat umat islam seperti ini saling mengkafirkan menjelek2kan saya pasti akan tertawa senang.. tetapi berhubung saya muslim karena alhamdulillah saya sudah bersaksi bahwa AllahSWT adalah Tuhanku dan pelindungku dan Muhammad SAWadalah adalah nabi, rosul, dan kekasih(wali)nya saya hanya bisa mengelus dada.. sejujurnya saya tidak suka dengan wahabi atau salafy dan semoga allah melindungi saya agar tidak mengikutinya... saya hanya ingin menjalankan islam yang saya kenal islam yang indah, islam yang menghargai kebudayaan orang indonesia yang tidak bertentangan dengan syariat... saya cuma ingin bisa meneladani kanjeng nabi bukan meniru kanjeng nabi.. karena saya tahu saya bukan nabi karena saya diciptakan sebagai manusia biasa... terserah orang wahaby salafy atau lainnya mengkafirkan saya atau membid&#039;ahkan perilaku saya, saya akan mencoba menerimanya dengan lapang dada karena itu yang diajarkan oleh guru2 saya.. saya suka pergi ke makam auliya, orang yang alim.. ke makam orang tua saya.. apakah itu BID&#039;AH???? walaupun hanya sekadar mendoakan beliau dan meneladani sifat2 baik beliau.. kalo ada yang membid&#039;ahkan atau mengkafirkan tindakan saya.. saya mau nanya kepada yang katanya hobby mengkafirkan dan membid&#039;ahkan, KALIAN INI SIAPA????.. lawong sama2 manusia yang tidak di kasih jaminan tiket masuk surga ae koq koyok ngono... la lek wong wahaby, salafy dan sealiran sudah ada jaminan masuk surga baru mungkin pantas bilang begitu... meskipun saya sangat tidak suka sikap mayoritas orang wahaby dan salafy hingga mungkin telah merasuk ke dalam darah... tetapi saya diam aja, saya ndak akan bilang wahabi itu sesat karena saya ndak tahu apa2.. karena saya memang awam saya takut salah, karena saya masih bodoh dalam masalah agama.. karena saya masih mau makan roti padahal saya ndak tahu roti itu terbuat dari apa, bagaimana cara membuatnya dll.. Jadi saya setuju orang seperti cak sastro ini dia berani berargumen, semoga cak sastro tidak menulis artikel ini dengan emosi tetapi dengan hati dan niat untuk membela ahlussunnah waljama&#039;ah... ya semoga aja niatnya tetap bener, untuk membela kaum yang dianiaya karena disudutkan oleh satu kelompok minoritas di indonesia, dan ikhlas lillahi ta&#039;ala... 
bagi orang-orang yang merasa dirinya benar ayo monggo meneladani sifat kanjeng nabi.. meskipun beliau tahu pamannya itu ingkar terhadap islam tetapi beliau tetap menghormati beliau dan tetap santun kepada beliau, kanjeng nabipun sangat sedih ketika pamannya itu wafat... la mbok podo ngoco pada akhlaknya kanjeng nabi... akhlak yang mulia, akhlak yang sangat indah.... wiz jelas2 pamane itu salah menurut syar&#039;ie...
ayo kita ingat lagi bagaimana ketika khalid bin walid membunuh orang kafir yang telah berucap syahadat di bawah pedangnya nabi langsung memarahinya.... padahal orang itu bersyahadat karena terancam jiwanya... la sekarang orang bersyahadat karena memang ia pingin menjadi muslim la koq malah di kafirkan dengan begitu mudahnya... 
astagfirullah lil mu&#039;miniin wal mu&#039;minaat wal muslimiin wal muslimat al ahyaa&#039;i minhum wal amwaat birokhmatika ya arhamar roohimiin....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya kagak ngerti apa yang dibicarain, saya ndak ngerti hadist shohih itu gimana, ulama yan suu&#8217; itu seperti apa&#8230; umpama saya sekarang jadi orang non muslim dan melihat umat islam seperti ini saling mengkafirkan menjelek2kan saya pasti akan tertawa senang.. tetapi berhubung saya muslim karena alhamdulillah saya sudah bersaksi bahwa AllahSWT adalah Tuhanku dan pelindungku dan Muhammad SAWadalah adalah nabi, rosul, dan kekasih(wali)nya saya hanya bisa mengelus dada.. sejujurnya saya tidak suka dengan wahabi atau salafy dan semoga allah melindungi saya agar tidak mengikutinya&#8230; saya hanya ingin menjalankan islam yang saya kenal islam yang indah, islam yang menghargai kebudayaan orang indonesia yang tidak bertentangan dengan syariat&#8230; saya cuma ingin bisa meneladani kanjeng nabi bukan meniru kanjeng nabi.. karena saya tahu saya bukan nabi karena saya diciptakan sebagai manusia biasa&#8230; terserah orang wahaby salafy atau lainnya mengkafirkan saya atau membid&#8217;ahkan perilaku saya, saya akan mencoba menerimanya dengan lapang dada karena itu yang diajarkan oleh guru2 saya.. saya suka pergi ke makam auliya, orang yang alim.. ke makam orang tua saya.. apakah itu BID&#8217;AH???? walaupun hanya sekadar mendoakan beliau dan meneladani sifat2 baik beliau.. kalo ada yang membid&#8217;ahkan atau mengkafirkan tindakan saya.. saya mau nanya kepada yang katanya hobby mengkafirkan dan membid&#8217;ahkan, KALIAN INI SIAPA????.. lawong sama2 manusia yang tidak di kasih jaminan tiket masuk surga ae koq koyok ngono&#8230; la lek wong wahaby, salafy dan sealiran sudah ada jaminan masuk surga baru mungkin pantas bilang begitu&#8230; meskipun saya sangat tidak suka sikap mayoritas orang wahaby dan salafy hingga mungkin telah merasuk ke dalam darah&#8230; tetapi saya diam aja, saya ndak akan bilang wahabi itu sesat karena saya ndak tahu apa2.. karena saya memang awam saya takut salah, karena saya masih bodoh dalam masalah agama.. karena saya masih mau makan roti padahal saya ndak tahu roti itu terbuat dari apa, bagaimana cara membuatnya dll.. Jadi saya setuju orang seperti cak sastro ini dia berani berargumen, semoga cak sastro tidak menulis artikel ini dengan emosi tetapi dengan hati dan niat untuk membela ahlussunnah waljama&#8217;ah&#8230; ya semoga aja niatnya tetap bener, untuk membela kaum yang dianiaya karena disudutkan oleh satu kelompok minoritas di indonesia, dan ikhlas lillahi ta&#8217;ala&#8230;<br />
bagi orang-orang yang merasa dirinya benar ayo monggo meneladani sifat kanjeng nabi.. meskipun beliau tahu pamannya itu ingkar terhadap islam tetapi beliau tetap menghormati beliau dan tetap santun kepada beliau, kanjeng nabipun sangat sedih ketika pamannya itu wafat&#8230; la mbok podo ngoco pada akhlaknya kanjeng nabi&#8230; akhlak yang mulia, akhlak yang sangat indah&#8230;. wiz jelas2 pamane itu salah menurut syar&#8217;ie&#8230;<br />
ayo kita ingat lagi bagaimana ketika khalid bin walid membunuh orang kafir yang telah berucap syahadat di bawah pedangnya nabi langsung memarahinya&#8230;. padahal orang itu bersyahadat karena terancam jiwanya&#8230; la sekarang orang bersyahadat karena memang ia pingin menjadi muslim la koq malah di kafirkan dengan begitu mudahnya&#8230;<br />
astagfirullah lil mu&#8217;miniin wal mu&#8217;minaat wal muslimiin wal muslimat al ahyaa&#8217;i minhum wal amwaat birokhmatika ya arhamar roohimiin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
