Tabarruk 6; Mengambil Berkah dari Pusara (Kuburan) Rasul

Apakah kaum Wahaby memiliki keberanian untuk menyatakan bahwa para sahabat mulia Rasul yang telah bertabarruk (mencari berkah) terhadap kuburan Rasul lantas menjuluki mereka sebagai “para penyembah kubur” (Kuburiyuun), sebagaimana istilah ini sering diberikan kepada kaum muslimin yang suka mengambil berkah dari kubur Nabi dan para manusia kekasih Allah (Waliyullah) lainnya? Kalaulah secara esensial pengambilan berkah dari kubur adalah perbuatan syirik maka setiap pelakunya harus diberi titel musyrik, tidak peduli sahabat Rasul ataupun orang awam biasa. Jika tidak, ini sebagai bukti bahwa mereka (Wahaby) tidak konsekuen dan konsisten dengan doktrin ajaran sektenya yang masih sarat dengan kerancuan itu. Mana konsistensi mereka terhadap ajaran mereka (Wahabisme) yang mengharamkan pengambilan berkah terhadap kubur, jika mereka merasa benar sendiri? Buktikanlah wahai pengikut sekte yang mengaku paling monoteis (muwahhid)!!!

————————–

    Mengambil Berkah (Tabarruk) Merupakan Perbuatan Bid’ah atau Syirik? (Bag-6)

    (Mengambil Berkah dari Pusara (Kuburan) Rasul)

Pada kajian lalu telah kita sebutkan beberapa hadis yang menjelaskan bahwa para Salaf Saleh telah melakukan pengambilan berkah dari peninggalan-peninggalan Rasul seperti sandal, tongkat, baju, bahkan mereka selalu mengusap-usap mimbar Rasul dan lantas mengusapkannya ke mukanya, dimana semua itu, kini, jelas-jelas dilarang oleh para rohaniawan Wahaby terhadap para jama’ah haji yang ingin melakukannya terhadap mimbar Rasul.

Kajian dan telaah kita sekarang berkaitan dengan diperbolehkannya pengambilan berkah (tabarruk) -dalam syariat Rasulullah SAW- yang pernah dicontohkan oleh para sahabat mulia Rasul. Kali ini, lebih akan kita konsentrasikan pada pembahasan; ‘Tabarruk terhadap Kubur’ yang jelas-jelas dilarang oleh kaum Wahabi, pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab yang selama ini mengaku-ngaku penghidup ajaran Salaf Saleh (Salafy) dan bersikeras untuk diaku sebagai pengikut Ahlusunah wal Jamaah. Padahal ajaran mereka banyak yang bertentangan dengan ajaran Salaf Saleh dan prinsip dasar Ahlusunah wal Jamaah, termasuk masalah pembolehan tabarruk terhadap kubur Rasulullah saw. Kaum muslim yang pernah berziarah ke makam suci Rasulullah akan dengan jelas mengetahui bagaimana perlakuan para rohaniawan Wahaby ketika mereka hendak menyentuh –apalagi mengusap-usap- dinding yang mengitari makam Rasulullah, untuk mencari berkahnya.

F- Tabarruk Para Sahabat dari Kuburan Nabi:

Pada kesempatan kali ini, kita akan sebutkan beberapa teks hadis yang jelas-jelas dengan tegas menjelaskan bahwa para sahabat mulia Rasul yang tergolong Salaf Saleh telah melakukan tabarruk terhadap kubur (makam) mulia Rasulullah. Sebagai contoh seperti yang di bawah ini:

1- Dawud bin Abi Shaleh mengatakan: “Suatu saat Marwan bin Hakam datang ke Masjid (Nabawi). Dia melihat seorang lelaki telah meletakkan wajahnya di atas makam Rasul. Kemudian Marwan menarik leher dan mengatakan: “sadarkah apa yang telah engkau lakukan?”. Kemudian lelaki itu menengok ke arah Marwan (ternyata lelaki itu adalah Abu Ayyub al-Anshari) dan mengatakan: “Ya, aku bukan datang untuk seonggok batu, aku datang di sisi Rasul. Aku pernah mendengar Rasul bersabda: Sewaktu agama dipegang oleh pakarnya (ahli) maka janganlah menagis untuk agama tersebut. Namun ketika agama dipegang oleh yang bukan ahlinya maka tangisilah”.” (Lihat: Mustadrak ala as-Shohihain karya al-Hakim an-Naisaburi Jilid: 4 Halaman: 560 Hadis ke-8571 atau Wafa’ al-Wafa’ karya Samhudi Jilid: 4 Halaman 1404)
Hadis di atas (dari Hakim an-Naisaburi) telah dinyatakan kesasihahannya oleh adz-Dzahabi. Sehingga tidak ada seorang ahli hadis lain yang meragukannya.

Atas dasar hadis di atas maka, as-Samhudi dalam kitab Wafa’ al-Wafa’ jilid: 4 halaman: 1404 menyatakan bahwa; “jika sanad hadisnya dinyatakan baik (benar) maka menyentuh tembok kuburan (makam) tidak bisa dinyatakan makruh”. Jika hukum makruh saja tidak bisa ditetapkan apalagi hukum haram, sebagai perwujudan dari perbuatan syirik sebagaimana yang ‘dihayalkan’ oleh kaum Wahaby.

Lantas, jika apa yang dilakukan Abu Ayyub al-Anshari -seorang sahabat besar Rasul- itu tergolong perbuatan syirik (yang dinyatakan oleh kaum Wahaby) maka; mungkinkah seorang sahabat besar semacam beliau melakukan perbuatan syirik? Apakah beliau tidak mengetahui bahwa apa yang telah diperbuatnya tersebut (tabarruk dari kubur) tergolong syirik? Beranikah kaum Wahaby menyatakan bahwa Abu Ayyub al-Anshari pelaku syirik karena tergolong penyembah kubur (quburiyuun)? Mana bukti bahwa Wahaby membenarkan dan mengikuti metode (manhaj) dan sepak terjang Salaf Saleh?

2- Abu Darda’ dalam sebuah riwayat menyebutkan: “Suatu saat, Bilal (al-Habsyi) bermimpi bertemu dengan Rasul. Beliau bersabda kepada Bilal: “Wahai Bilal, ada apa gerangan dengan ketidakperhatianmu (jafa’)? Apakah belum datang saatnya engkau menziarahiku?”. Selepas itu, dengan perasaan sedih, Bilal segera terbangun dari tidurnya dan bergegas mengendarai tunggangannya menuju Madinah. Lalu Bilal mendatangi kubur Nabi sambil menangis lantas meletakkan wajahnya di atas pusara Rasul. Selang beberapa lama, Hasan dan Husein (cucu Rasul) datang. Lantas Bilal mendekap dan mencium keduanya”. (Lihat: Tarikh Damsyiq jilid 7 Halaman: 137, Usud al-Ghabah karya Ibnu Hajar Jilid: 1 Halaman: 208, Tahdzibul Kamal jilid: 4 Halaman: 289, dan Siar A’lam an-Nubala’ karya Adz-Dzahabi Jilid: 1 Halaman 358)

Lantas apakah kaum Wahaby lupa siapa Bilal al-Habsyi? Apakah Bilal bukan sahabat mulia Rasul yang tergolong Salaf Saleh yang harus diikuti? Apakah mungkin Bilal lupa atau tidak tahu bahwa menangis di atas pusara, apalagi sambil meletakkan muka di atasnya tergolong syirik atau bid’ah (versi Wahabisme)? Entah siapa yang harus diikuti, fatwa Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri Wahabisme) seorang khalaf (lawan Salaf) yang melarang perbuatan itu, ataukah kita harus mencontoh apa yang dilakukan Bilal dan Abu Ayyub al-Anshari yang keduanya tergolong sahabat mulia Rasul?

3- Ibnu Hamlah menyatakan: “Abdullah bin Umar meletakkan tangan kanannya di atas pusara Rasul dan Bilal pun meletakkan pipinya di atas pusara itu”. (Lihat: Wafa’ al-Wafa’ Jilid: 4 Halaman: 1405)

Lantas apa maksud Ibnu Umar dan Bilal meletakkan tangan di pusara Rasul? Kenapa sekarang jika kita menziarahi Rasul dilarang keras oleh ulama Wahaby untuk berdiri di hadapan pusara Rasul, apalagi berusaha memegang terali besi penutup pusara Rasul beserta kedua sahabatnya itu. Pasti akan langsung divonis pelaku syirik oleh para rohaniawan sekte Wahabi yang berkeliling menjaga kuburan Rasul dengan disertai tentara itu?

4- Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa; sewaktu Rasulullah dikebumikan, Fatimah –puteri Rasul satu-satunya- bersimpuh di sisi kuburan Rasul dan mengambil sedikit tanah makam Rasul kemudian diletakkan dimukanya dan sambil menangis iapun membaca beberapa bait syair…. (Lihat: al-Fatawa al-Fiqhiyah karya Ibnu Hajar Jilid: 2 Halaman: 18, as-Sirah an-Nabawiyah jilid: 2 Halaman: 340, Irsyad as-Sari jilid: 3 Halaman: 352, dsb)

Lantas jika apa yang dilakukan Fatimah tersebut adalah Syirik atau Bid’ah maka kenapa ia melakukannya? Apakah dia tidak pernah mengetahui apa yang telah diajarkan oleh ayahnya (Rasulullah)? Apakah mungkin Ali bin Abi Thalib membiarkan istrinya terjerumus ke dalam kesyirikan dan Bid’ah yang dilarang oleh Rasul (versi Wahabisme)? Bukankah keduanya adalah keluarga dan sahabat Rasul yang tergolong Salaf Saleh, yang konon akan diikuti oleh kelompok Wahaby?

5- Seorang Tabi’in bernama Ibnu al-Munkadir pun pernah melakukannya (bertabarruk kepada kubur Rasul). Suatu ketika, di saat beliau duduk bersama para sahabatnya, seketika lidahnya kelu dan tidak dapat berbicara. Lantas beiau langsung bangkit dan menuju pusara Rasul dan meletakkan dagunya di atas pusara Rasul kemudian kembali. Melihat hal itu, seseorang mempertanyakan perbuatannya. Lantas beliau menjawab: “Setiap saat aku mendapat kesulitan, aku selalu mendatangi kuburan Nabi”. (Lihat: Wafa’ al-Wafa’ Jilid: 2 Halaman: 444)

Atas dasar hadis-hadis tadi akhirnya as-Samhudi menyatakan dalam kitab Wafa’ al-Wafa’-nya (Jilid: 1 Halaman: 544) bahwa; “Mereka (para sahabat) dan selainnya (Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in) sering mengambil tanah dari pusara Rasul. Lantas Aisyah (ummul mukminin) membangunnya dan menutup pusara itu dengan terali. Dikatakan: Ditutup olehnya (Aisyah) karena menghindari habisnya tanah pusara dan kerusakan bangunan di atasnya”.

Lantas masihkah kaum Wahaby yang mengatasnamakan diri sebagai pengikut dan penghidup ajaran Salaf Saleh (Salafy) itu hendak menuduh kaum muslimin yang bertabarruk terhadap peninggalan Nabi sebagai pelaku syirik dan bid’ah? Kalaulah secara esensial pengambilan berkah dari kubur adalah syirik maka setiap pelakunya harus diberi titel musyrik, tidak peduli sahabat Rasul ataupun orang awam biasa. Beranikah mereka mengatakan bahwa para Sahabat telah melakukan syirik karena terbukti mereka telah melakukan tabarruk? Apakah kaum Wahaby memiliki keberanian untuk menyatakan bahwa para sahabat mulia Rasul yang telah bertabarruk terhadap kuburan Rasul lantas menjuluki mereka sebagai “para penyembah kubur” (Kuburiyuun), sebagaimana istilah ini sering diberikan kepada kaum muslimin yang suka mengambil berkah dari kubur Nabi dan para manusia kekasih Allah (Waliyullah) lainnya? Jika tidak, ini sebagai bukti bahwa mereka (Wahaby) tidak konsekuen dan konsisten dengan doktrin ajaran sektenya yang masih sarat dengan kerancuan itu. Mana konsistensi mereka terhadap ajaran mereka (Wahabisme) yang mengharamkan pengambilan berkah terhadap kubur, jika mereka merasa benar sendiri? Buktikanlah wahai pengikut sekte yang mengaku paling monoteis (muwahhid)!!!

Trus, bagaimana dengan kuburan para ulama dan manusia-manusia saleh yang dipercaya sebagai kekasih Ilahi? Bagaimana fatwa para tokoh ulama Ahlusunah wal Jamaah (non Wahaby) tentang masalah ini? Nantikan kelanjutannya…di up-loadan selanjutnya

[Sastro H]

Bersambung…

About these ads

54 Tanggapan

  1. Subhanallah!!! Allahuakbar!!! terus berjuang tegakkan syari’at islam Mas Sastro…….babat habis virus-virus wahabi yang mematikan!!!

  2. Kalo si teroris Bush dan Raja Saudi sayang-sayangan gini syeikh2 WAHABI ngga ada yg komentar…..mingkem semua ha ha

    http://www.smh.com.au/news/world/sealed-with-a–kiss/2008/01/15/1200159393472.html

  3. gimana cara tabarruk yang sesuai syariah boss?

    —————————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Kita harus “tetap meyakini” bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat Pemilik segala kesempurnaan termasuk berkah, secara esensial dan substansial. Dan kesempurnaan itupun akhirnya ditularkan kepada para kekasih-Nya secara lebih baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Para kekasihnya tersebut mencakup para nabi/rasul, syuhada’ dan shalihin yanhg mereka semua tergolong manusia bertakwa nomer wahid. Keyakinan ini merupakan hal primer dalam masalah tabarruk, tawassul, meminta syafaat dan pertolongan dst. Ini juga yang membedakan antara tauhid dan syirik kaum musyrikin. Karena kaum musyrikin meyakini bahwa berhala itu memiliki sifat ketuhanan, sementara kaum muslimin tidak meyakininya. Para manusia kekasih Ilahi itu adalah manusia sempurna kekasih Ilahi dan tidak memiliki sifat ketuhanan apapun sehingga harus dituhankan (disembah). Ini semua nanti akan dibahas secara terperinci di blog ini.

    Itu tadi adalah tata cara batin. Adapun tata cara zahir maka secara singkat akan saya katakana bahwa, selama syariat tidak melarangnya (haram) maka semua itu diperbolehkan –boleh jadi makruh atau mubah (halal)- tetapi tidak sampai derajat haram. Mengusap-usap, mencium dan memeluk sesuatu yang ditabarruki adalah hal mubah (halal). Namun meletakkan dahi di tanah di depan obyek yang diambil berkah hukumnya makruh, lebih baik dihindari. Karena peletakkan dahi (jabhah) ditekankan hanya untuk Allah semata. Makruh bukan haram, tetapi selayaknya bagi seorang muslim untuk menjauhinya, demi kesempurnaan kepribadian dan tingkat spiritualnya.

    Sayang sekali, kaum Wahaby hanya menilai tabarruk sebagai sebuah kesyirikan atau bukan hanya menilai dari sisi zahirnya saja, langsung divonis. Dan lebih parah lagi, penvonisannya itu lantas digeneralisasikan kepada semuanya dan disamakan dengan kaum musyrik penyembah patung.

  4. teruskan perjuanganmu mas Sastro
    semoga Alloh meridhoimu

  5. Mungkin saja maksudnya “Wahabyisme” itu mengingatkan sebelum kita terlanjur masuk “kewilayah syirik”. Karena bila kita berbuat syirik, dan kita “tidak merasa berbuat syirik” maka kita tidak akan pernah bertaubat. Lha kalo syirik ini dibawa sampai mati, kekal di neraka.

    Oleh karena itu mari kita berbaik sangka saja, bahwa itu sebagai kepedulian “Wahabyisme” atas saudara-saudaranya sesama muslim, jangan sampai saudara-saudaranya itu masuk ke neraka. Biarlah orang-orang kafir saja yang masuk neraka.

    ———————————————

    Sastro Menjawab:
    Ini yang membuat salah kaprah pemeluk ajaran sekte Wahaby…kaidah Syaddu’ Dzari’ah. Kalau internet, TV, Parabola, Radio atau sarana apapun yang memungkinkan untuk orang tergelincir dari apa yang diperintah Allah maka apakah langsung diadakan pengharaman? Tentu tidak bukan? Apakah perbuatan mungkar tidak menyebabkan orang masuk neraka…apalagi meremehkan dosa-dosa itu? Apakah melakukan maksiat bukan berarti telah menyembah setan (lihat ayat di surat Yasin)? Tapi untuk itu bukan berarti sarana itu menjadi haram. Harus diadakan pemahaman yang betul agar sarana itu menjadi sarana untuk kebaikan.

    Begitu juga dengan tuduhan syirik dan bid’ah. Syirik dan Bid’ah hanya bisa ditangkal melalui pemahaman yang benar sesuai dengan ajaran Salaf Saleh, bukan langsung diharamnkan secara mutlak, apalagi dengan langsung pemvonisan. Ini yang dilakukan pengikut sekte wahabisme terhadap kaum muslimin…sayang sekali.

  6. gimana cara ngingetin oknum yang keliatannya bertabaruk, tapi kok mengandung unsur sirik gitu, kaya pake akik, dikumpulin dalam satu kain. trus kayak dibacain sesuatu. tapi ini dmesjid bos. gak tau ya kalo dia jg ngerjain di kuburan orang soleh.

    trus pakeannya sih berjubah jg. kasus ini sy liat waktu di komplek mesjid sy.

    segen juga kalo mo nanya. soale biar gak ribut aja.

    ———————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Secara prinsip, perbuatan semacam itu ada dan boleh-boleh saja mas (dalam arti tidak syirik)…tapi yang pertama; selain kita harus tetap yakini bahwa benda-benda itu diberi kekuatan oleh Allah Dat Yang Maha Kuat, bukan memiliki kekuatan secara independent, apalagi dibaca-bacain ayat al-Quran yang merupakan ayat-ayat suci dari Dzat Yang Maha Suci. Jadi itupun bukan tergolong syirik. Tergantung bagaimana kita meyakininya. Namun jika kita meyakini bahwa ia memiliki kekuatan secara independent maka tidak usah diragukan lagi bahwa kita telah terjerumus ke lembah kesyirikan. Karena mengindependentkan sesuatu berarti menuhankan sesuatu itu. Padahal tiada tuhan selain Allah. dan yang kedua; harus diberitahukan bahwa masjid adalah tempat umum yang dihadiri laki/perempuan, tua/muda bahkan anak-anak yang semuanya ingin melakukan ibadah shalat. Jangan sampai apa yang mereka lakukan itu akan menggangu yang lain shalat, karena mrusak konsentrasi para pelaksana shalat. Apalagi perbuatan yang dilakukannya itu berhubungan dengan alam supranatural yang tidak dipahami banyak orang sehingga bikin bingung, juga sarat dengan berbagai penipuan.

    Memang kasus yang sering ada adalah, oknum yang sering ngaku-ngaku sebagai pemilik kesaktian (mirip dukun perewangan) tetapi berkedok dengan penampilan Islam (jubah). Waspadalah dari kebohongan-kebohongan mereka, baik dari sisi kekuatan magicnya (karena jangan-jangan sihir) maupun tujuannya yang seringnya menipu dan menyedot uang masyarakat. Makanya mereka seringnya menampakkan diri secara demonstratif di masjid kota, pasar atau mal-mal yang banyak dikunjungi orang. Singkatnya, ilmunya diperjualbelikan atau diperdagangkan.

  7. wah, kalo sy kayaknya kurang sepaham boss. menurut saya, seharusnya keyakinan terhadap suatu benda yang sifatnya magis kayak gini ini yang bisa menimbulkan subhat. kecuali yang telah masyur di kalangan umat islam seperti tempat2 yang disebut dalam alquran dan hadis, contoh air zam-zam ato bahan obat2 an yang bisa menyembuhkan karena disebut dalam alquran madu misal.

    menurut saya, kepercayaan seperti ini harus digeser pada hal2 yang sifatnya lebih ilmiah dan saintis. masyarakat harus dididik lebih nalar, walaupun ada kekuatan lain yang tidak tampak yang datang dari Alloh, yaitu pertolongan Alloh. Tapi dengan kekuatan tawakal dan doa, kalo semua ikhtiar logis tsb dah dilakukan.

    mungkin cerita lain yang agak2 nyrempet, kalo boleh sharing. dulu pernah ada orang yang di ruqyah syar’i menurut tata cara nabi, ternyata orang tsb ‘bereaksi’. Orang itu cerita kalo dulu dia pernah mondok di suatu pesantren di jawa timur, dan menjalankan amal2 tertentu untuk mendapatkan kesaktian. saya yakin orang yang mungkin dianggap kyai yg ngajarin ilmu tsb sdh mengingatkan utk yakin bahwa Alloh sumber kekuatan. waktu itu dia kebal di tusuk benda tajam.

    tapi aneh nya justru di ruqyah dia bereaksi kepanasan, seolah ada makhluk lain didalamnya yaitu jin yg kepanasan. ini yang mungkin menurut sy hal yang subhat bahkan bisa tergelincir ke arah syirik, disebabkan orang tidak kuat tauhidnya.

    seharusnya masyarakat sekarang disadarkan kembali untuk lebih ikhtiar yang logis, doa dan tawakal. sungguh sy merasakan bahwa kekuatan doa dan tawakal ini yang bisa menentramkan jiwa.

    sy kuatir kalo orang dah percaya pada suatu benda walopun dia yakin kekuatan itu datang dari Alloh, tapi dengan tiba2 dia berubah keyakinannya pada Alloh, gara2 misalnya kehilangan, ato keselip, ato gak kebawa, ato rusaknya benda yang dianggap memiliki kekuatan.

    thx boss dah di akomodir commentnya….

    —————————————————

    Sastro Menjawab:

    Anda mengatakan: “ini harus digeser pada hal2 yang sifatnya lebih ilmiah dan saintis.”. Apa yang anda maksud dengan ilmiah dan saintis, apakah seperti pemahaman kaum pragmatis kah atau schoolastic?

    Mas, ada dua masalah yang berbeda di sini. Boleh atau tidak dalam syariat Islam, atau ilmiah atau tidak. Dua kajian yang berbeda. Kalau anda bicara dengan dataran akademisi yang ingin mengilmiahkan segala sesuatu, lantas saya mautanya, apakah segala sesuatu bisa dilmiahkan? Apakah anda bisa membuktikan keberadaan sorga-neraka secara ilmiah dan sains? Padahal hal itu harus anda yakini sebagai seorang muslim. Mas, apa yang ada (exist) di alam semesta ini tidak keluar dari dua hal; Rasional dan Supra Rasional. Adapun Irrasional mustahil eksis. Supra Rasional bukan berarti Irrasional. Hal-hal yang berkaitan alam transtendent dan gaib itu bersifat Supra Rasional, bukan Irrasional. Karena ia ada tapi akal manusia belum mampu mencerap dan mengilmiahkannya. Gak usah jauh-jauh, apa anda bisa mengilmiahkan semua yang ada di diri anda melalui sains dan eksperimen ilmiah, termasuk hakekat ruh yang menyebabkan manusia hidup? Itu jika kita bicara tentang masalah ilmiah dan sains.

    Adapun masalah syar’i, telah saya sebutkan bahwa, itu boleh-boleh saja selama tidak bertentangan dengan konsep tauhid. Gak ada dalil baik al-Quran dan Hadis shahih yang melarang orang mencari kesaktian, selama kesaktian itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam terkhusus Tauhid. Kalau bertentangan ya jelas sekali jawabannya.

    Adapun masalah ilmu-ilmu itu, apakah pesantren menjadi tolok ukur kebenaran ilmu yang diperoleh? Tidak semua ilmu magic yang didapat seorang santri mendapatkannya dari sang Kyai-nya, justru seringnya dari teman dan seniornya yang gak jelas sumber ilmunya, black magic atau white magic. Adapun masalah istikhdam terhadap Jin, terdapat perbedaan pendapat di antara ulama tentang kebolehannya…tapi tentu, lebih selamat dan lebih hati-hatinya untuk dijauhi.

    Ungkapan anda: “walopun dia yakin kekuatan itu datang dari Alloh, tapi dengan tiba2 dia berubah keyakinannya pada Alloh, gara2 misalnya kehilangan, ato keselip, ato gak kebawa, ato rusaknya benda yang dianggap memiliki kekuatan”. Itu berarti dia tidak memiliki keyakinan itu dari semula. Kalau dia memilikinya dari awal maka tidak akan muncul kata-kata anda yang megtakan: “tiba2 dia berubah keyakinannya pada Alloh”, apalagi hanya karena hilang, gak kebawa…dsb.

  8. nah..inilah jadinya kalo org terlalu terpaku ama teks agama. jadinya asal tuduh aja. ini bid’ah lah ini syirik lah. sekarang gak usah susah2 aja deh. klo misalnya kita selalu mengutamakan diri sendiri, merasa dirinya paling benar, selalu mengkhufaratkan segala hal? secara esoteris, itu jg bs syirik, karena karena egosentrisme itu sudah menafikan tuhan, sudah gak percaya lagi klo masih ada yg memberi nafas terhadap dia, masih ada yug memberi reski pada dia. jd intinya, open-minded lah gak usah mengkufurkan org, apalagi masalah tabrruk, yg jelas itu kembali ke individu masing2. kan nabi bilang innna a’malu bin niya

  9. assalamu’alaikum wr. wb.

    PERTAMA. om…. sebenarnya tau bedanya hadits dengan atsar gak sih ? koq dalil-dalil sampeyan di atas jadi ngaco.
    saya juga terbiasa tabaruk en tawasul om… tapi gak perlu pakai dalil yang “ngoyoworo” kayak gitu.
    >>> dalil-dalil yang saya pakai sebagai hujjah gak usah saya tulis di sini ya om…takut dikira coppy-paste.

    KEDUA. om bilang “Supra Rasional, bukan Irrasional. Karena ia ada tapi akal manusia belum mampu mencerap dan mengilmiahkannya”.
    >>> emangnya om juga gak menggeneralisasikan akal manusia, emang akal manusia lain sedangkal punya om ?

    KETIGA. om nyuruh saya diam ?. sungguh memalukan seseorang yg mengagungkan kata “ilmiah” bisa berkata gitu. >>> kalo udah tahu siapa saya lewat koment2/ ucapan saya….emangnya om mau ngapain sih.

    ikhtitam :
    “Allahumma inni a’udubika min adzabil kuburi wa min adzabinnar wamin adzabi fitnatil mahya wal mamati wamin fitnatil masyihiddajjal”
    >>> sungguh… fitnah dajjal membuat surga seperti neraka, dan neraka seperti surga.

    wassalamu’alaikum wr.wb.

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:

    1- Jika anda memang merasa benar dan mampu menyalahkan dalil kami maka, Haatuu burhanakum in kuntum shodiqiin! (Berikan dalil jika kalian tergolong orang yang benar). Jika anda tidak mampu memberikannya, berdasar ayat tadi, maka anda tergolong pendusta.

    2- Bicara sama orang bodoh dan tak terelajar memang repot. Kita bicara pada dataran konsep dan realita sekaligus. Siapa yang bisa menganalisa secara ilmiah masalah Isra’ dan Mi’raj Rasul secara detail? Gak ada khan? Sewaktu gak ada, apa itu irrasional, gak khan? Manusia dulu berbeda dengan manusia sekarang. Kalau dulu -karena belum ada pesawat ultra sonic- akan bingung sewaktu dikatakan bahwa ada orang pergi dari Madinah ke Yarusalem hanya dalam waktu semalam. Namun sekarang gimana? Jangankan orang dulu, orang sekarang juga bingung dengan kecepatan yang dimiliki oleh Rasul sewaktu Isra’ Mi’raj. Makanya mereka masih terus mencari-cari teori kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya, ternata ada yaitu kecepatan gravitasi. Nah, sedikit demi sedikit manusia mulai mampu mendekatkan hal yang supra rasional itu menjadi rasional. paham cah semarang?

    3- Lihat lagi komentar anda yang gak pernah nyambung dan ngelantur plus gak berdalil itu…saya menyuruh diam karena kasihan sama kamu, nanti hakekat keawaman kamu diketahui oleh banyak orang, bukan untuk menjatuhkan kamu. paham?

  10. Sastro ini kalau diperhatikan tulisannya mbalelo udah kaya tarekat nasqbhandi aja yang menganggap manunggaling kawulo gustinya si siti jenar itu…..

    udah tau kalau rasulullah saw pernah bilang ” jangan jadikan kubur sebagai masjid, seperti yang dilakukan oleh orang2 yahudi ma nasrani”

    yah susah lah ngomong sama orang model gini…insyaf..tro sastro insyaf…jangan terbelit sama tarekat belitan iblis…yang ngak sesat dibilang sesat, yang sesat dibilang ngak sesat…..tro…katro….

    ————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Mas, hadis “jangan jadikan kubur sebagai masjid, seperti yang dilakukan oleh orang2 yahudi ma nasrani” sudah pernah kita kaji di artikel kami yang berjudul “Membangun Masjid di Sisi Kuburan”, silahkan pelajari lagi…semoga anda tidak asal ngomong dan memiliki dalil yang cukup kuat.

  11. asal ngomong gmn? saya juga udah pernah baca artikel ente yang itu, yang kalo dibaca asal masukin hadis doang…bisa menyesatkan (belum tentu kafir lho)

    knp? sebenarya ada beberapa alasan, tapi yah kalo dijelasin ke ente percuma juga…..

    Rasulullah pernah bilang” bahwa dimanapun kamu bershalawat kepadaku, itu pasti akan disampaiakan oleh ALLAH SWT”…itu untuk Rasulullah yang memang ma’sum….

    sementara kalo kiai2 yang belum ketauan masuk surga apa engga mo ditabarukin (yg udah jelas2 kaga boleh)…..yah belajar lagi deh yang benar…..

    Pak Sastro, sy tidak ada maksud sok pintar…saya cuma pingin mengingatkan ente sebagai saudara sesama muslim yang ane lihat potensial dan pandai…coba kembali ente pelajari hadis dari sanad dan matan yang benar2 akurat…seperti yang dilakukan al imam gozali ketika meninggal di pangkuannya ada shahih bukhari (yang waktu itu sedang kembali dipelajarinya dengan sungguh2) Walahu’alam.

    sudahlah jangan mencari2 kesalahan dari orang2 yang memang ingin menegakkan agama ALLAH SWT dengan memunculkan kembali sunah yang banyak diganti oleh bid’ah2. Seperti kata Rasulullah saw ” ada satu masa dimana satu demi satu sunnah digantikan dengan bid’ah2″

    Anda tau kan bid’ah? (sesuatu yang baru dalam beragama yang Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mengerjakannya)…..(bukan yang menyangkut dengan pesawat,speaker, telpon, mobil, baju yang berbeda….yah saya yakin anda lebih faham….)

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:

    Mas Abu Edrian, sudah dikaji ulang belom artikel kami itu? Ada kritikan gak? Jangan malah melarikan pembahasan lho…Kajian bid’ah nanti ada tulisan sendiri, menyusul.

    Anda mengtakan: “Rasulullah pernah bilang” bahwa dimanapun kamu bershalawat kepadaku, itu pasti akan disampaiakan oleh ALLAH SWT”.” Trus gimana kalau orang-orang muslim itu membaca shalawatan, bid’ah gak, nyampe gak? Kalau sesuai dengan hadis tadi berarti gak bid’ah dong and pasti nyampe dong…begitu juga dengan shalawat laen yang juga bernuansa puji-pujian lain.

    Apakah tabarruk hanya boleh pada Rasul saja? Kita akan buktikan nanti, bahwa itu juga mencakup orangorang yang dianggap Saleh dan bertakwa.

    Asal masukin hadis? Coba anda jawab donk yang ilmiah…jangan cuman ngomong ‘Jelek’ tapi gak bisa ngritisi dengan baik…namanya gak ilmiah donk.

  12. sori bos, jadi ke mana-mana.
    maksudnya itu metode yang saat ini sudah lazim, ilmiah dibidang kedokteran, fisika, kimia, yang dulu sudah pernah dirintis oleh kalangan cendekia islam maupun non muslim. ya, contohnya ibnu sina di bidang kedokteran/medis. tapi susah juga sih emang mempertemukan orang yg berlatar belakang pendidikan formal dengan yang informal. contohnya dulu sy pernah konsultasi ke dokter, pasti dokter bilang gak boleh dengan cara2 tradisional (terlepas dari masalah bisnis ya).

    tetapi memang ujung-ujungnya segala daya upaya yang telah dilakukan pasti muaranya kembali ke Alloh, berupa tawakal, sabar, doa dsb yg artinya menyerahkan semua keputusan pada Yang Maha Berkehendak.

    kalo hal2 yg sifatnya ghoib, itu memang dah wilayah keimanan bos. termasuk sikap tawakal dsb tsb. cuman menurut sy digeser aja tata caranya. supaya manusia tidak tergelincir karena memang sangat tipis sekali selaput yg membatasinya.

    nah kalo wilayah syar’i, sy setuju memang ada semacam kelonggaran, tapi mungkin jgn sampai ada fitnah yang secara kasat mata org yang awam menjadi bingung. secara penampilan islami, namun orang gak akan tahu, kecuali oknum pelaku sendiri yg tau isi hatinya.

    menurut saya lebih ke arah pergeseran berpikir aja. kita yakin semua kekuatan itu bersumber dari Alloh. tapi masalahnya ada oknum yg mengaku-ngaku kekuatan yg dia miliki dari Alloh juga. sedangkan kita tau buktinya ya bagi saya salah satunya melalui ruqyah itu bos.

    sy setuju syariat itu diterapkan kebijaksanaan, moderat dan tidak selalu hitam putih. termasuk masalah fiqh. tapi bukan berarti kita tidak bergerak dan mendiamkan fitnah meraja lela. paling tidak ada misi yg sedang dilakukan, tidak diam saja menghadapi fenomena yg saat ini menurut sy orang perlahan-lahan meninggalkan konsep tauhid. termasuk misalnya rasa tawakal, sabar menghadapi cobaan, masalah rizki dsb, banyak lah.

    thx dah menyempatkan waktunya. sy cuman pengamat yg suka berdiskusi. walopun kdg2 sayanya gak nyambung mungkin. silakan diteruskan bos, tapi menurut sy sebaiknya blognya jgn bersifat reaktif, tapi lebih ke arah pembelajaran yg santun dan kekeluargaan bos. dan satu lagi bos, sy cerita disini berdasarkan pengalaman jg.

    laen kali lanjut insya Alloh…

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:

    Gpp kemana-mana…he he he
    Memang mas, masyarakat kita perlu ada pembenahan. Pembodohan ada di mana-mana. Masyarakat hendak dijauhkan dari ilmu pengetahuan dan bahkan agama. Tayangan seks dan mistik yang ngawur akan berimbas merusak mental bangsa. Jadi sudah bodoh, mental rendah, jadi opo? Ya khirnya gampang diboongin…mungkin termasuk sama orang-orang yang berseban di kampung anda itu kali?

    Saya pikir, dalam masalah pendekatan intelektual dan spiritual, pertama yang harus dibenahi dalam diri masyarakat adalah yang berkaitan dengan “Pandangan dunia”. Jika pandangan dunia seseorang bagus, selain secara intelektual dia akan mumpuni, secara spiritualpun dia tidak tergoyahkan. Di mata orang yang telah memiliki pandangan dunia Ilahi, kehidupan dunia ini adalah sementara dan ladang akherat, oleh karenanya harus dipakai sebaik mungkin. Dipakai untuk meningkatkan sains dan teknologi untuk menopang peningkatan kualitas intelektual keagamaan (spiritual). Ini adalah bentuk riil dari ungkapan “Dunia ladang akherat”. Ini perlu usaha keras dalam meningkatkan inteletual umat Islam, baik yang berhubungan dengan IPTEK maupun Intelektual Spiritual Keagamaan. Sebenarnya, ini yang lagi saya kerjakan bersama beberapa teman lain mas…blog ini -dengan teman2 yang lain pula- cuman sambilan saja. Blog yang dibikin atas dasar keprihatinan terhadap masa lalu yang saya anggap kelam. Makanya saya jarang meng-up loadnya, karena kesibukan yang lain…walaupun kami memiliki target yang jelas dalam masalah wahabisme ini. Blog sederhana, tapi bertenaga….ha ha ha ha

  13. Mas Sastro, memang susah kalo diskusi ama wahaby salafy palsu mereka itu kayak Islam Jamaah, nggak mau pake dalil atau buku yang bukan dari golongannya.
    Kalo saya melihat ada benang merah antara kehadiran kelompok2 sesat di Indonesia, dualisme depag cq pemerintah thd ahmadiyah, tak diusutnya ponpes panji gumilang oleh polisi, kayaknya wahaby ini juga sengaja diimpor untuk ikut memperkeruh dan melemahkan Islam. Kayaknya mereka sdh belajar dgn diimpornya darul arqom yang ternyata malah merepotkan.
    Salut buat mas sastro!

  14. Assalamu’alaikum

    Maaf mas, ane mo tanya.
    1. Kenapa nama blog ini pake salafyindonesia? apakah untuk mengelabui atau memang ingin diketahui agar inilah salafy yang sesungguhnya? apa memang nama ini direkondasi para syaikh antum?
    2. Mas ini dari NU tarekat yang mana?
    3. Ane termasuk yang merasa kesasar, soale sewaktu searching istilah salafy yang muncul ini, dan isinya nyatanya hanya olok-olokan (padahal kita khan cari ilmu)?

    ————————————————

    Sastro Menjawab:

    Pertanyaan anda akan saya jawab dengan pertanyaan juga:
    1- Sejak kapan nama Salafy dimonopoli oleh kaum Wahaby? Apakah selain Wahaby tidak berhak menggunakan istilah Salafy? Kapan berdirinya Wahaby? Apakah Salaf Saleh milik kelompok tertentu? Manakah bukti bahwa Wahaby mengikuti Salaf Saleh?

    2- Apakah yang tidak suka dengan cara-cara WAhaby pasti NU dan pasti ahli tarekat? Apakah para ulama yang menulis buku anti Wahaby pasti NU? Anda tahu NU itu apa, ORMAS di Indonesia yang beberapa puluh tahun yang lalu muncul khan?

    3- Jika yang anda maksud untuk mencari ilmu adalah ilmu Wahaby, ya benar anda kesasar di sini. Tapi jika ilmu untuk mengkritisi Wahaby, ya anda gak kesasar.

  15. assalamu’alaikum wr.wb.
    ba’da tahmid wa shalawat

    moga keberadaan blog ini menjadi salah satu media yang membuat ummat Islam bisa saling memahami bahwa mereka memang miliki perbedaan2 tertentu tetapi tetap memiliki satu Tuhan dan itulah yang terpenting. karenanya saya berharap semua pihak mau menggunakan kata2 yang lebih sopan dan menghargai pendapat orang lain, coz itu bagian dari akhlaq kita. Bukankah Rasul saw diturunkan untuk menyempurnakan akhlaq… subhanallah.

  16. assalamu’alaikum wr. wb.

    1. Makasih om……om sastro udah memperingatkan komentar saya gak pernah nyambung dan ngelantur (mungkin aja om mau bilang “gak sistematis”).
    >>> soalnya om juga menyajikan/menciptakan gambaran ttg pengetahuan Islam yg kayak gini (gak urut), masalah fiqh sampeyan persempit hanya sebatas masalah ziarah, tabaruk, tawasul dsb. dengan demikian sampeyan menampilkan wajah hukum Islam yang ditunggangi “kepentingan” tertentu.

    2. Makasih om…sudah kasih peringatan kalo hakekat keawaman saya bakal ketahuan.
    >>> bukankah hal itu emang tugas om, membodohi masyarakat Muslim yang masih awam kayak saya ini.
    >>> kalo emang mau menjunjung tinggi nilai ilmiah, seharusnya om tahu bahwa karya-karya om harus ada pen”tashih”nya, setidaknya dari “guru” om sendiri. bukankah hal ini menjadi tradisi kalangan ahlus sunnah waljama’ah ?

    3. Makasih om….. gertakan perintah “diam” yang sampeyan sampaikan, membuat saya sadar bahwa seorang ex-wahaby kalo belum betul2 hijrah ke dlm lingkungan ahlussunah, ya jadinya akan tetap bermental wahabis.

    wassalmu’alaikum wr. wb.

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:

    1- Gak urut? Coba abda cek lagi sesuai dengan ruang (rubrik) yang ada di sebelah kanan tampilan blog ini.
    Kami sengaja mengangkat hal-hal ini karena ini yang menjadi sasaran serangan Wahabisme terhadap kaum muslimin. Siapa bilang ini hanya sebatas perbedaan fikih? Kalau tuduhannya adalah syirik, apakah ini perbedaan fikih? Sepertinya anda harus mempelajari lagi tentang perbedaan antara kajian fikih dan akidah…atau memang itu bukti kerancuan cara berpikir anda.
    Mengenai kepentingan, ya jelas kami memiliki kepentingan, Bukankah kepentingan adalah tujuan, masa’ kami gak punya tujuan (sia-sia)? Tujuan kami tidak lai adalah menyingkap hakekat siapa di balik topeng Wahabisme di hadapan kaum muslimin…itu saja.

    2- Anda lihat sendiri kajian kami, apakah kami memakai pendapat pribadi ataukah menukil ayat dan riwayat juga prilaku Salaf Saleh? Saya kira itu sudah jelas dan cukup menjadi tolok ukur kebenaran dihadapan kalian yang mengaku-ngaku sebagai pengikut Salaf Saleh. Dan tidak perlu menunjukkan siapa guru saya. Karena kalau kalian tahu almamater dan title saya, kalian pasti akan kaget…gak seperti ustadz-ustadz kalian yang cuman cukup dengan titel LC doang….itu saja sudah dipampang di sana-sini…ilmu mas yang penting. Kalau titel dipasang tapi gak berbobot, buat apa? Malu-maluin…Oh ya, kalaupun harus selalu ngikuti ucapan guru (sebagai pentashih), dan itu juga kalian lakukan, lantas mana bukti bahwa kalian tidak bertaklid (Wahaby=mazhab yang mengharamkan bermazhab), tapi dalam praktek, gak konsist?

    3- Apa sih mental Wahaby? Kalau saya dinilai keras, ya itu wajar karena saya orang JATIM, apalagi masih berdarah Madura. Kultur juga membedakan cara menyampaikan mas…

    Sekarang, cobalah anda introspeksi diri, dari semua komentar yang pernah anda kirim…gak usah banyak-banyak, ada satu hadis dari Nabi atau dari Salaf Saleh yang pernah anda nukilkan untuk menguatkan pendapat Wahabisme?

    Gak tahu, apakah anda lupa atau pura-pura lupa, bukankah waktu itu saya meminta anda untuk memberikan dalil kepada anda? Mana dalil anda? Saya terus menunggunya…

  17. Assalamu’alaikum,
    Mas sebenarnya kalau tentang wahaby, setelah saya baca hampir seluruh artikel mas selama 3 hari belakangan ini, saya sependapat dengan mas Sastro, karena memang begitulah sifat Al Haq yang pasti saya yakin dapat diperlihatkan walaupun orang-orang munafik tidak menyukainya
    Tetapi mas mengenai tabaruk (ngalap berkah ceuk sunda mah meureun) saya kurang sependapat, karena bagi saya cukup berdo’a langsung kepada Allah (tidak ada istilah tawasul, QS 39:2-3), mohon dikoreksi apabila pemahaman ini keliru.
    Mas, gimana cara menjawab mereka (wahaby) kalau kita menjelaskan sesuatu, mereka selalu nanya ‘darimana antum dapat penjelasan spt ini?’, ‘buku nya apa?’, ‘terbitan mana?’ dsb yang sepertinya cuman pengen tau sanadnya tanpa melihat matanya?
    Terima kasih sebelumnya atas responnya.

    ——————————————————–
    Sastro Menjawab:
    Walaupun hal ini berkaitan dengan Tawassul yang belum kita kaji langsung di blog ini…insyaAllah nanti akan kaji lebih detail lagi.
    Selain ayat al-Quran yang menekankan hal itu (Lihat QS al-Maidah: 35) dimana Allah dalam ayat itu menggunakan Shighah Amr yang menunjukkan wajib atau penekanan “Wabtaghuu ilaihil Wasilah“, ada apa kok kita disuruh mencari wasilah (perantara)? Apa Allah tidak Maha Mendengar dan Mengetahui, kok kita masih diperintah pakai wasilah? Juga silahkan anda lihat postingan baru kami (Tabarruk 7) kenapa Umar bin Khatab (khalifah kedua) berwasilah kepada Abbas, kenapa gak langsung berdoa’ aja kepada Allah Yang Maha Mendengar dan Mengetahui? Bukankah beliau sahabat besar dan khalifah Rasul? Kenapa harus bertawassul kepada Abbas, paman Rasul? Ini yang gak mungkin bisa dijawab oleh para pengikut sekte wahaby itu…buku rujukannya, silahkan lihat nanti dan bisa dicek kebenarannya.

  18. Ini lah wahaby, dengan mencemooh dia akan berkata :
    – Quburiyyun
    – Sufi Dhaall
    – Ahli Rayu
    – Ahlu Bid’ah

    Lebih baik anda perbaiki diri anda. Rasulullah mengatakan beruntunglah orang yang selalu mengoreksi dan memperbaiki dirinya sehingga tidak ada waktu untuk melihat kekurangan orang lain.

  19. Kalau saja anda hidup di zaman Umar ra, anda dan orang-orang yang sepaham dengan anda akan dihantam (sadisnya mungkin akan lebih dari itu) karena terllalu banyak membangkang…karena terlalu banyak mempermudah (atau tepatnya) memperlonggar gerakan bid’ah….

    segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada para sahabat dantelah diridhai oleh ALLAH SWT…anda anggap sesuatu yang belum sempurna..

    padahal hai sastro dan para konco…ALLAH SWT telah menyatakan dalam Firman-Nya ” “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian dan Aku ridha Islam sebagai agama kalian” camkan sastro….insyaf..

    —————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Ooo jadi argumen anda sebatas “Kalau”…wah itu sich saya juga bisa mas. Kalau anda dan sekte anda pada zaman Khalifah kedua itu, niscaya kepala anda akan dipenggal olehnya…karena anda pasti akan menuduhnya pelaku syirik sewaktu ia melakukan menangis dan melakukan shalat di sisi kuburan orang tua yang pernah dijumpainya…lihat artikel kami tentang ziarah kubur.

  20. bos sastro yg terhormat ‘,,selamat anda dapat hadiah dari setan karna anda ikut meyuburkan syirik di indonesia.klo anda cermati mengapa terjadi bencana di sna sni,karana banyak orang yang menyimpang dari al-quran dan sunah nabi saw.karna allah dah murka dgn rkyat indonesia karana banyakya kesesatan di sana sini,.sya pernah berkunjung ke makam sunan ampel di surabaya,,sampai di sana sya mau menangis sambil menepuk dada,melihat orang berjejal mengaji di atas kuburan mengellingi kuburan sampai berdesak desakan,,ya allah begini banyak orang yg telah syirik kepadamu sampai rela berdesak desakan.rintih dlm hati sya,,apakah masjid yg ada stu komplek degan kuburan itu krang bgus untuk berdoa apakah kuburan lebih bagus untuk berdoa?”astagfirlloh hal adzim semoga hal ini tidak menimpa anak cucuku klak…mmang meyadarkan orang yg merasa benar pdahal slah itu susah skali lebih mudah menyuruh pencuri ato ahli zina untuk bertobat,dri pada orang pembela syirik n kurafat seperti anda,,igat pakde..kiamat dah dekat api neraka itu panas…!!!!lhat aja maS perbedaan wajah ORANG yg ahli bidah seperti anda n orang yg berpegang teguh pda ajaran nabi saw,pasti wajahnya lebih cerah n bersinar tidak seperti ahli khurafat n syirik yg wjahnya terlihat kusam n gelap..bandingkan secara kasat mata mas..smoga mas cepat bertobat…amin……

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:

    Alhamdulillah anda masih memiliki kepedulian, walau kepedulian anda masih perlu dipertanyakan…
    Mas, gak usah anda ingin menangis melihat apa yang dilakukan kaum muslimin di makam para sunan-sunan itu…pertama justru tangisilah para sahabat (Salaf Saleh) yang memeluk, menangis, berdoa dan shalat di sisi kuburan Rasul…karena merekalah yang mengajarkan syirik (versi Wahaby) terhadap kaum muslimin sekarang ini…Mengaislah untuk para sahabat yang melakukan syirik dan buat yang membiarkan sahabat lainnya melakukan syirik..

  21. Assalamu alaykum,
    Kalo kita minum obat meyakini bahwa obat itu menyembuhkan maka itu syirik, tapi kalo kita memohon ridho ALLAH dan akhirnya sembuh itu tabaruk (?).tapi gak pernah ada wahabi yang ngelarang minum obat (dari barat atau cina sekali pun).

  22. ck…ck…ck… lucu sekali bung sastro nih…Umar ra walaupun galak, dia tetep akan senang apabila dikritik..apalagi apabila itu menyangkut perilaku “syirik+bid’ah”…dia akan tentang habis2an…

    tapi dalam konteks artikel ente apabila emang derajatnya “shahih”…maka disitu Umar ra tidak bertabaruk(ngalap berkah) dari kubur orang tua itu dan sholatnya juga sholat ghaib….

    yah..kayaknya sampe disini argumen2 saya semoga dusta cap sekte wahaby (salaf gadungan)? (karena kata “sekte” itu terlalu buruk bila diberikan pada kaum yang mempelajari Islam berdasarkan Al Qur’an dan sunnah rasul saw) yg diberikan sastro ini tidak termakan oleh saudara2 muslim yang tengah mempelajari Islam secara kaffah dari Salafus shalih….

    ——————————————

    Sastro Menjawab:

    Sekte Wahaby bukan suka mengkritik tapi menvonis…makanya jangan berdalil dengan berandai-andai bung…gak ilmiah sama sekali.

    Shalat ghaib dilakukan setelah sekian lama orangnya telah mati? Yang bener saja…jangan ngarang-ngarang lho….Trus tangisan beliau di sisi kuburan anda mau artikan apa, mata Umar kemasukan debu tebal sehingga meneteskan air mata?

    Gak ada bukti Wahabisme mendasarkan ajarannya atas al-Quran dan Hadis Rasul…terbukti tuduhan-tuduhan bid’ah dan syirik itu hanya HOAX saja…

  23. Mas Sastro,

    Mengenai Tabarruk mengambil berkah dari kuburan Rosul (apalagi kuburan manusia biasa???). Sungguh terlalu …

    Mohon penjelasan dari Mas Sastro jika Tabarruk dikaitkan dengan surat Al-Araf 188 dibawah ini :

    قُلْ لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعاً وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوْءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُوْنَ
    “Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188).

    Mohon penjelasan Mas Sastro dengan dalil yang kuat dari al’quaran atau hadist. Kalau jawaban bertele-tele. Tolong ditutup saja Blog Anda ini.

    ————————————————

    Sastro Menjawab:

    Maaf mas…untuk menutup blog ini sangat mudah bagi kami, sekarang ini juga bisa kami delete semua filenya…cuman, apakah pengikut Wahaby masih terus mengkafirkan saudara-saudaranya sesama muslim atau tidak, dan apakah mereka sudah bisa menjawab dengan baik artikel-artikel kami? Ini yang jadi masalah…Kalau gak, maka kami akan meneruskan misi kami yang membuat mereka gerah sehingga mereka mau mengevaluasi kembali ajaran dan tingkah laku mereka selama ini…

    Gaib adalah sesuatu yang tidak dapat diindera oleh indera materi. Gaib bukan berarti tidak ada, tapi ia terdapat pada dimensi lain di alam semesta ini. Dimensi yang tidak dapat dieksperimentkan oleh kecanggihan alat apapun. Ia bersifat supra-rasional, bukan irrasional.

    Mas, ayat yang anda sebutkan itu;

    Pertama: Tidak ada kaitannya langsung dengan kajian Tabarruk.

    Kedua: Ayat itu membuktikan bahwa walau kedudukan tinggi apapun yang dimiliki oleh seorang makhluk (seperti Muhammad) maka jika dibanding dengan Allah maka ia tidak akan ada apa-apanya.

    Ketiga: Ayat itu membuktikan bahwa “HANYA” Allah secara esensial (Dzati) memiliki pengetahuan akan ilmu ghaib. Sedang makhluknya, mereka akan bisa diberi oleh Allah kemampuan itu. Sekali lagi dengan karunia Allah, bukan akan kemampuan pribadi makhluk secara independent dari kekuasaan Allah. Hal ini sama persis dengan masalah pemberian Syafaat (yang nanti akan kita bahas) dimana, sebagian ayat menjelaskan bahwa hanya Allah yang akan memberi syafaat, sedang di ayat lain diberitahukan bahwa ada beberapa indifidu yang dapat memberi syafaat, dengan izin Allah. Makanya dalam ayat di atas -yang berkaitan dengan manfaat dan madharat- disebutkan ungkapan “…kecuali yang dikehendaki Allah…”. Syafaat hanya milik Allah (secara essensial); “Katakanlah: “Hanya kepunyaan Allah syafaat itu semuanya. Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi. Kemudian kepada- Nyalah kamu dikembalikan”” (QS az-Zumar: 44). Tetapi ayat ini bukan menafikan secara mutlak selain Allah, karena para kekasih Ilahi itu juga diberi kelebihan oleh Allah, dengan izin-Nya: “….tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya.…” (QS al-Baqarah: 255) dan banyak ayat lain yang setelah penafian lantas terdapat “huruf pengecualian” (illa). Adapun yang ternafikan secara mutlak adalah syafaat dari hal-hal yang diridhoi: “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at” (QS al-Mudattsir: 48). Siapakah mereka dalam ayat surat mudatsir ini, apakah kaum muslimin ataukah kaum kafir?

    Keempat: Ungkapan dalam ayat di atas “pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman” coba anda lihat ayat sebelumnya…Ayat ini berhubungan dengan jawaban Rasul –atas perintah Allah- terhadap para penentang ajarannya, terkhusus berkaitan dengan hari kiamat. Jika anda tergolong orang yang menantang ajarannya maka ayat ini juga tertuju pada anda. Namun jika tidak maka anda gak perlu tersinggung, karena obyek seruannya bukan anda…

    Kelima: Anda terlalu gegabah untuk menyatakan bahwa Rasul adalah manusia biasa, titik. Memang Rasul manusia biasa dari sisi zahir, karena beliau bukan malaikat atau jin. Namun kita harus ingat bahwa beliau yang dinyatakan dalam al-Quran: “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)” (QS an-Najm: 3-4) sehingga dinyatakan bahwa lecintaan kepada Allah mustahil akan didapat melainkan dengan mengikuti Rasul: “ Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Aali Imran: 31). Jika Muhammad adalah manusia biasa, maka beliau mustahil diberi berbagai macam mukjizat oleh Allah, dan mukjizat adalah bagian dari alam ghaib. Mustahil keridhoan Muhammad menjadi syarat keridhoan Allah. Mustahil Allah memerintahkan umat manusia untuk tunduk dan patuh mutlak di hadapannya…dst. Jika anda masih bersikeras bahwa Muhammad adalah manusia biasa, seperti anda dan saya, maka saran saya, belajarlah banyak tentang sejarah Rasul…kenalilah Muhammad SAW sebagai Rasulullah, jangan hanya mencukupkan diri untuk mengenali beliau sebagai seorang Muhammad bin Abdillah anak Arab penggembala kambing di daerah gersang Makkah. Ingat ini baik-baik…

    Keenam:
    Anda hubungkan ayat yang anda nukil tadi dengan ayat ini; “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya” (QS Jin: 26-27) maka perhatikan kata pengecualian itu, apakah itu tidak membuktikan bahwa Rasulullah (penghulu para nabi dan rasul) tergolong orang yang diridhai-Nya sehingga diberi pengetahuan tentang ilmu ghaib oleh Allah? Tentu kadarnya tidak serperti yang dimiliki Allah yang Maha Absolut. Lebih dari itu, bukankah wahyu-wahyu yang ada adalah dari alam ghaib yang kesemua ilmu-ilmu tentang hal itu –yang dikuasai oleh Rasul- adalah ilmu ghaib? Lihat bagaimana Allah menyatakan bahwa kisah tentang Maryam (QS Aali Imran: 44), Nuh (QS Hud: 49) dan Yusuf (Yusuf: 102) –dalam al-Quran- dinyatakan sebagai ilmu ghaib Nabi, lihat dalam ayat-ayat tadi Allah berapa kali mengulangi kata:
    “Dzalika min Anba’il Ghaib Nuhiihi ilaika”
    Seperti yang tercantum dalam ayat 44 dari surat Aaali Imran itu:

    (Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang kami wahyukan kepada kamu (Ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa)

    Lantas apakah itu bukan berarti ilmu ghaib tentang masa lalu?

    Ketujuh: Ungkapan anda itu juga membuktikan bahwa betapa minim kajian anda –dan orang-orang Wahaby lain- tentan kitab Ahlusunnah. Selama ini anda –dan orang-orang Wahaby lain- hanya disibukkan dengan kitab-kitab karya ulama Wahaby saja, sampai lupa atau malas membaca buku-buku hadis. Kalau kita berbicara dengan hadis Rasul maka silahkan anda lihat kitab Musnad Imam Ahmad bin Hambal Jilid 4 Halaman: 353 yang menjelaskan, bagaimana Rasulullah mengetahui harta yang disembunyikan Aba al-Yasr di Makkah. Dan dalam kitab Mustadrak as-Shohihain Jilid 3 Halaman 246 bagaimana Rasulullah mengetahui panah yang disembunyikan oleh Ali bin Isa an-Nufali di Jiddah. Padahal an-Nufali sendiri mengatakan: “Demi Allah, tiada seorangpun yang mengetahui bahwa di Jiddah aku memiliki panah kecuali Allah dan aku”. Dan banyak lagi kisah-kisah lain yang menjelaskan hal itu. Kalau anda tidak malas, buka kitab Thobaqoot karya Ibnu Sa’ad Jilid: 1 Halaman 125, kitab Tarikh Baghdad jilid: 3 Halaman: 167, kitab Majma’ az-Zawa’id karya al-Haitsami Jilid: 8 Halaman: 284 dsb yang menjelaskan bagaimana Rasulullah tahu apa yang mereka sembunyikan dan yang akan terjadi. Telaahlah yang banyak hadis-hadis Nabi berkaitan dengan keadaan dunia akhir zaman, terkhusus perihal kemunculan al-Mahdi yang disepakati oleh sumua kelompok Islam. Jika Muhammad adalah murni manusia biasa maka apa yang dibicarakannya tentang masa depan gak ada bedanya dengan ramalan Joyo-boyo dan peramal-peramal lainnya dong…?

    Ini semua menjadi bukti bahwa Nabi bukanlah manusia biasa. Beliau adalah duta khusus Allah dan kekasihnya yang paling terkasih dari sekian banyak kekasih Ilahi. Atas dasar itu, beliau diberi keistimewaan oleh Allah untuk mengetahui hal-hal ghaib. Dan kelebihan ini bukan hanya dimiliki oleh Nabi saja, bahkan para kekasih Allah yang lainpun memilikinya, sebagai pewaris Nabi. Tentu dengan kadar dibawah yang dimiliki oleh Nabi Muhammad. Tapi hingga saat ini, kami belum menemukan orang Wahaby yang memiliki kelebihan anugerah Ilahi semacam ini. Dugaan saya, karena ulama Wahaby selalu sibuk mengganggu dan menyakiti kaum muslimin dengan menuduh mereka sebagai pelaku syirik dan bid’ah…padahal menyakiti orang muslim itu perbuatan dosa. Dan dosa menjadi penghalang datangnya anugerah ilmu ghaib dari Allah SWT, Penguasa alam Zahir dan Gaib.

  24. Mas Sastro,

    Terimakasih atas jawaban Anda.

    Untuk informasi Anda, saya tidak melakukan tahlilan, yasinan, tabarruk dan sejenisnya tapi saya tidak merasa wahabi dan saya tidak pernah dan tidak harus mengkafirkan sesama saudara muslim lainnya. Manusia tdk berhak untuk memvonis orang muslim lain itu kafir, biar sajalah Allah SWT yang menilai. Karena kita sendiripun tidak tahu apakah kita sudah benar 100% sesuai dengan syariat islam …….sekali lagi hanya Allah SWT yg tahu. Jadi mari kita mencari ridho Allah.

    Jadi menurut hemat saya, hentikan saling mencaci antara sesama muslim, hargai perbedaan dan lakukan apa yang diperintah Allah SWT dan jauhi segala yang dilarang Allah SWT sesuai menurut keyakinan masing-masing. dan nanti kita akan diminta pertanggungan jawabnya oleh Allah SWT apa yang telah kita perbuat menurut keyakinan kita tsb. Semoga Allah menunjukan jalan yang lurus dan terang bagi kita semua sehingga kita terhindar dari jalan dan keyakinan yang salah.

    Kita jangan alergi dengan perbedaan atau hal-hal baru menurut kebiasaan & tradisi masyarakat kita. Kita harus telaah dan pelajari barangkali hal-hal baru tsb sesuai dan benar menurut ajaran islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

    Kalau kebiasaan atau tradisi dimasyarakat kita tidak sesuai menurut syariat islam. Mengapa kita tidak berani meninggalkannya, kita harus jujur dengan hati nurani kita. Kita harus berani hijrah demi mencari ridho Alla SWT !!!

    —————————————–

    Sastro Menjawab:

    Setuju mas…makanya semboyan kami adalah; “BIASAKAN YANG BAIK DAN JANGAN VONIS BAIK HAL YANG SUDAH BIASA”, karena kebiasaan bukan pasti baik bukan?

    Perbedaan adalah rahmat dan nikmat sedang pertikaian adalah niqmat (celaka). Silahkan anda tidak bertahlil dan seterusnya. Itu hak anda. Namun, biarkan kami menjelaskan pembolehannya secara argumentatif, baik ayat maupun riwayat. Karena itu hak kami.

    Sebagaimana hak kami menjelaskan kebenaran apa yang telah kami yakini, dan hak pengikut sekte Wahaby untuk menolaknya..karena misi kami hanyalah menyampaikan dan “TIDAK ADA PAKSAAN DALAM MENERIMA KEBENARAN”. Semua kita akan betangungjawab secara langsung dengan Allah atas semua penerimaan dan penolakan kita akan kebenaran di akherat kelak.

    Kita harus menghormati hak masing-masing khan? Termasuk menjaga hak untuk tidak divonis dan menvonis syirik dan bid’ah sembarangan.

  25. Subhanallah, mas Sastro luar biasa, jika ilmuan muslim banyak seperti anda alangkah indahnya dunia ini……..salut buat mas Sastro.

  26. wahabi : apa agama ini kurang sempurna, sehingga kalian para ahli bid’ah mau menambah nambah ?
    ane : pemahaman ente tu yang ndolob, justru, kesempurnaan islam itu karena islam dapat berkembang tanpa merusak islam itu sendiri, sehingga disebut sebagai agama yang universal, untuk seluruh umat.
    wahabi : kamu itu ahli bid’ah ! kamu akan masuk neraka !
    ane : ente tu, ahli bid’ah bilang orang laiun ahli bid’ah, masuk neraka ? emang neraka punya ente ? ndagel
    wahabi : kamu telah masuk ke dalam perkara besar, yaitu menentang Allah akan nerakanya.
    ane : ana nentang ente, bukan Allah SWT.
    wahabi : kamu orang sesat, apakah masih ada iman di dalam hatimu ?
    ane : kalo ana sesat, dan ada tidak nya iman di hati ana, kita buktikan nanti di hari qiyamah.

  27. bapak sastro sebetulnya pintar,sayang kepintaran itu
    dipake untuk membela yang sesat dan berbohong

    ————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Mas, untuk menvonis sesat atau bohong itu perlu ada bukti, bukan asal-asalan gitu…Akhirnya orang akan menilai siapa anda jika anda tidak dapat memberikan dalilnya. Qul haatuu burhaanakum in kuntum shadiqiin…..(Katakahnlah; berikan dalil kamu jika kamu bernar-benar orang yang benar). Berhati-hatilah…!

  28. wajar2 saja mas sastro kesal ama wahabi, siapapun yang mengikuti sejarah timbulnya wahabi akan teriris hatinya, tindakan membunuh orang2 tidak sepaham sampai membongkar situs bersejarah islam adalah tindakan yang amat keji dan tidak dapat dimaafkan.

    Syekh Abdul Wahab pendiri wahabi tidak lain adalah perpanjangan tangan dari orientalis (mungkin) tanpa dia sadari. dalam riwayat hidupnya kita tahu salah satu guru pembimbing syekh abdul wahab adalah syekh Muhammad,
    nah siapa syekh muhammad ini? dia adalah seorang agen inggris yang menyamar dengan nama asli hempher untuk menghancurkan Islam dari dalam.

    Hempher yang menyamar sebagai Sheikh Muhammad. Dia seorang yang ahli berbahasa Arab , Turki, Parsi, dan telah lama mempelajari Islam di Turki dan Iraq (untuk lebih jelasnya soal hempher ini silahkan klik http://asmar.perso.ch/hempher/spy/

    Hampher yang akhirnya mempengaruhi ideologi Ibn Wahhab ini, malah memperparah kesesatan Ibn Wahhab. Bersama Hempher inilah Ibn Wahhab sempat melakukan nikah mut’ah dengan seorang agen wanita inggeris yang menyamar sebagai Safiyyah selama 1 minggu. Dalam masa itu Ibn Wahhab tambah sesat lagi karena dalam terkapan 2 orang sekaligus. Pikirannya yang dangkal akhirnya membuatnya terbawa bermabuk-mabukan bersama istri mut’ahnya.
    Kemudian atas usul Hempher, Ibn Wahhab hijrah ke Isfahan, Iran . Untuk itu dia memperpanjang masa nikah mut’ahnya bersama Safiyya menjadi 2 bulan.

    Disana dia masuk dalam terkapan seorang agen Inggris juga yang menyamar sebagai Abd Karim yang mengenalkannya dengan seorang wanita agen Inggris (yahudi) yang menyamar sebagai Asiya yang jauh lebih cantik dari Safiyya dan akhirnya dinikah mut’ah pula. Dalam terkapan agen2 Inggeris inilah Ibn Wahhab dicekoki segala macam pemikiran yang sesat, dan menyusun berbagai program untuk menghancurkan Islam

    kami dukung sepenuhnya mas Sastro, dan insyaallah kalau ada tulisan tentang wahabi akan kami kirim ke blog ini,
    nah kalau mau gak marah2 dan mencaci maki baca aja artikel2 tasauf di http://sufimuda.wordpress.com

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Wah makasih banget mas atas masukannya yang bagus sekali itu…kami tunggu kiriman artikel tentang Wahhabynya.
    O ya, nikah Mut’ah itu khan selama ini diidentikkan dengan Syiah ya…lantas kenapa bapak Wahabisme itu justru melakukan apa yang diyakini Syiah, aneh ini. Padahal Wahabisme itu benci banget sama Syiah dan Sufi lho mas….makanya akhirnya saya yang sering buka kedok Wahabisme sering dituduh pengikut dua kelompok tadi….yo wes gak popo, terserah, ben seneng hati para pengikut Wahaby itu….Jangankan dituduh Syiah atau Sufi, dibilang Kafir juga gak papa koq…lha wong Wahaby dah biasa mengkafirkan orang lain khan?

  29. ehmmm……
    pernah ada Negara Islam Indonesia,
    lembaga dakwah islam indonesia,
    dan sekarang muncul yang baru….
    salafy indonesia……

    *nb: sayang sekali setiap nama yang dibelangnya dikasih tambahan indonesia kok kulihat makna kebalikannya. :-p

    ——————————————-

    Sastro Menjawab:

    Dan lebih aneh lagi, berapa banyak yang ngaku Salafy eh gak tahunya Wahaby…dan akidahnya ternyata gak bersumber dari Salaf Saleh… :-p

  30. Emang susah ngajak tobat si ahli bid’ah n syirik daripada si pendosa n alhi maksiat. Ahli bid’ah n syirik menganggap dirinya benar padahal……SESAT karena memperturutkan hawanafsunya !

    —————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Jawab dan buktikan dulu dengan dalil Quran, Hadis dan prilaku Salaf Saleh, baru anda dapat menvonis kami sesat…Lha ngejawab aja gak mampu koq langsung ngevonis, lucu khan?

  31. ehmmmmm….. sepertinya kang sastro inilebih ngawur darapada si ulil abshar ya? cuma bedanya siulil itu pede, bikin nama yang lebih independen, nggak numpangtenar dengan nama salafy tapi nilai2 yang dibawanya sangat jauh dari salafy…. uhhhhh dunia….. sampahmu begitu memikat banyak hati…..

    —————————————————

    Sastro Menjawab:

    Mas, saya mau nanya, anda sudah baca artikel di atas gak sich….?
    Apa gak malu anda, alih-alih menjawab dan mengomentari artikel di atas, eh malah bicara ngalor ngidul..?
    Mana bukti bahwa kaum Wahabiyyuun adalah ahli berdalil? Ngaku doang, ya tukang becak samping rumah juga bisa om…:P

  32. hehehhehe….. percuma juga pake dalil dengan orang yang suka menafsirkan dalil seenak perutnya….

    ———————————————–

    Sastro Menjawab:

    Percuma atau gak mampu..ngaku aja dech, gak usah malu2….!?:P

  33. nambah lagi ahhhh
    kicauan burung beo nggak perlu di komentari!

    —————————————————–
    Sastro Menjawab:

    Kalau gak mampu, serahkan aja ustadz kamu mas, kalau dia mampu…tapi gw gak yakin lho…:P

  34. iya kamu itu sampah, ngga baca artikelnya sastro aja aku dah alergi duluan ama orang2 yang sok nyunnah tapi hakikatnya penuh bid’ah, sok paling sholeh mentang mentang udah bisa nyepak jamaah jamaah mesjid keluar masjid,malah + takut sama mesjid…..
    Amrozi temen kamu juga kan….?
    udah mbunuh orang islam seenaknya bilang:
    “Untuk korban dari orang islam sudah kami bayar dengan puasa kifarat 2 bulan”….sak enak udele dhewe
    emang yang meniupkan nyawa ke ruh orang islam tu orang wahabi seenaknya ngebom sana sini, ada korban muslim:
    “kami bayar dengan puasa kifarat”…
    abis ngebom trus nulis buku
    “AKU MELAWAN TERORIS”
    Ini aku, saudaramu…
    ini aku, datang dengan secuil bombing…
    kan kubalaskan sakit hatimu…
    kan kubalaskan darah-darahmu…
    darah dengan darah…
    nyawa dengan nyawa!…
    qishash!!
    sono ngebomb ke Amerika,Inggris, Australia, Israel(Yahudi) apa ngga kuat beli tiket pesawat.
    Di sisi lain pentolan pentolan Salafy(wahaby) yang pada males angkat “SENJATA” cuci tangan trus tulis buku:
    MEREKA ADALAH TERORIS…..whuegggg sooooor muntah AQ pake dalil Al-Qur’an Hadist Untuk JIDAL yang ga mutu…..

    Ikut kajian kok di cekoki ALLOH ada di atas: Ini dalil naQlinya….tetek bengek, dalil Aqlinya kitakan berdoa dengan menengadahkan tangan……(Ridwan Hamidi Lc; maskam UGM 2003,Ahad pagi).dari Ash showah

    Ikut dauroh Hakikat Dakwah Ahlus sunnah Wal Jamaah….(masjid yang sama beda salafy sebelum pecah Yamani Vs Surury) e…salafy(wahabynya) Ash Shohwah males ah….mending pulang nonton doraemon…E….ceramahnya cuma senggol kanan senggol kiri, bid’ah kanan bid’ah kiri, dengan sombong mencemeoh Ahli2 kiblat yang lain, bahkan gurunya sendiri di Tahzir(sama sekali tidak menunjukan adab ta’lim muta’alim)
    Sedih saya………^_^

  35. Salapi(wahabi) = kumpulan bid’ah kontemporer

  36. Salapi = Salah pikiran

    Mahasiswa mau jadi kiyai,…..sudah korban berapa taun untuk agamamu wahai salapi(wahabiyun), emang udah korban ding
    6 tahun SD pelajaran agama 2 jam seminggu
    3 tahun SMP pelajaran agama 2 jam seminggu
    3 tahun SMA pelajaran agama 2 jam seminggu
    Kuliah 7 tahun pelajaran agama 4 bulan, ketemu 2 jam seminggu ya…cukuplah buat jadi ustad…Abis itu Daurotul Kitab Usul selasa, kasypu subhat, abis itu didaulat jadi khotib juma’t
    ” Faina asdaqol ……………………………………..wa asarol umuru kulla muhdasta tuha wa kula muhdastatin bid’a wa kula bidatin dholalah wakula dolalatin finnar ga apal aku…he…”
    yah…..not bad..:-P

  37. muhammad umar as sewed bilang :
    “Awas ati ati sama si Abu Nida, awas ati ati sama si Afifi Abdul Wadud”……Biddddd(pake Qol Qolah biyar manteb) Aaaaah

  38. dimash paling juga suka memperturutkan hawa napsu…..ngicrit

  39. hahahahaha…..
    pada lucu deh antum ini…..
    jelas sekali luapan-luapan emosi yang antum muntahkan terhadap gurauan seorang yang “ngaku salafy juga”
    padahal kalo mau lebih santai dan ngilangin paranoid antum terhadap salafy ato wahaby ya nggak usah dimuat ato di cuekin aja nggak usah ditanggapi balik….. ahhhhh

    ———————————————–

    Sastro Menjawab:

    Lho, dibalas gurau koq dituduh meluapkan emosi, gimana sich?

  40. kenapa ya….Asyaikh Sholeh al ustaimin Alu Syaikh tidak mendatangi kite-kite para salapiyun di indonesia untuk mendamaikan dan mengislahkan sempalan – sempalan salapi yang tercerai berai di indonesia, khususnya di yogyakarta, Ustad abu zahro bilang “Kenapa syaikh ustaimin tidak keluar dari madinah? karena beliau berdakwah mengkhususkan untuk ahli keluarganya khususnya dan untuk ahli madinah dulu….kan ku anpusakum wa ahlikum narro”

  41. Asyaikh fauzan bin fauzan debat ilmiah dengan sayid maliky,akhirnya sayid maliky terusir dari komplek masjidil harom, sayid maliky yang kalah debat apa karena membayakan madhab resmi negara ya…

  42. hai yang ngaku salapi juga, biasanya sesama pengaku salapi kita berkenalan
    Salapi(wahaby)yogyakarta : Ya Akhi ngaji di mana antum?
    Ngaku Salapi juga : saya di Masjid APP sama ust Abu Zahro, Ustad Afifi, lha antum?
    Salapi(wahaby)yogyakarta: saya di Maskam sama ustd ridwan, abu isa…..etc
    Ngaku salapi juga : Ehm kata ustad abu Zahro Ustadz Hakim bin Amir Abdat udah mendatangi langsung ustad ustd ridwan, abu isa…..etc dan ditanya sebenarnya dakwah mereka mau kemana?????
    Salapi(wahaby)yogyakarta: Trus……
    Ngaku salapi juga : kata ustad mereka adalah orang2 muhammadiyah yang kecewa terhadap muhammadiyah dalam bidang keilmuan, bereka ada afiliasi dengan MMI, yang bermaksud mendirikan negara islam…..
    Salapi(wahaby)yogyakarta: Bukanya malah bagus???
    ngaku salapi juga : tidak begitu kita harus taat pada imam dan ulil amri kita
    Salapi(wahaby)yogyakarta: O….gitu toh…yaudah aku ikut kamu aja..he…..

  43. Sabar Kang Sastro….perbanyaklah baca Ya…Zabbaru (226kali)

  44. uh dah jelas bgt neh imi mah pasti NU… beda bgt sama Salaf yg asli tau… eh mas asal tau yaa situs manhad salaf tuh dah banyak dan sekarang tuh bnyk orang yg gak gaptek so kalo mau nipu pasti ketawan deh katanya Ahlussunnah ah kok jadinya ahlulbid’ah cii mas… duh pusing sayah lama2 baca blog ini banyak boongnya cii ck.. Tobat yo mas

    ———————————————

    Sastro Menjawab:
    Lho koq gak kompak sich mbak sesama Wahaby…kemarin dulu saya dituduh Sufi, terus Syiah, trus JIL, terus Orientalis, terus sekarang NU…kalau saya orang NU memang kenapa, menurut anda KAFIR? :P

  45. umm yg namanya salaf tuh mengacu hanya kpd Al-Quran dan Hadist Shahih Rasulullah bukan kpd pd kiyai2, kata si ini, kata si itu, atau kpd buku2 tarekat lain wah lngsung tercemar oleh pemahaman diluar sunnah deh ujung2nya… yo mas tobat yo

    ————————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Tapi anehnya, di situs2 Salafy Wahaby koq fatwanya bersumber dari muthowwi’ fulan dan fulan yang kebanyakan dari Saudi ya? Trus apa bedanya dengan kata kyai fulan atau fulan…itu khan sama mbak, fatwa Kyai Bin Baz, kyai Utsaimin, kyai Aali Syeikh…dst:P

  46. Wah…..wah… Mas sastro ini banyak ngaconya…..
    Kayaknya perlu belajar ilmu hadits yang banyak .ya dari pada nonton TV terus…..

    Sebaiknya situs ini jangan dikasih nama salafy indonesia tapi Tabaruk Indonesia

    ————————————————

    Sastro Menjawab:
    Iya kalo kita bahasnya tentang Tabarruk doang…
    Mas, para kaum Wahhaby mulai nyesel kenapa dari dulu nama Salafy Indonesia koq gak dipakai duluan oleh mereka…lha kita sarankan saja sama mereka untuk pakai Wahabyindonesia.wordpress.com belum ada yang makai tuch…:)

  47. tapi yg pasti ucapan mereka diambil lngsng dari hadist shahih bukan kaya kalian diambil dr kitab2 yg gak jelas…

    ———————————————-
    Sastro Menjawab:
    emang sudah anda cek semua hadis yang mereka nukilkan? Berani sumpah? Ato hanya karena fanatisme golongan saja sehingga anda multi berhusnudzan kepada mereka…?

  48. Sastro Menjawab:
    Lho koq gak kompak sich mbak sesama Wahaby…kemarin dulu saya dituduh Sufi, terus Syiah, trus JIL, terus Orientalis, terus sekarang NU…kalau saya orang NU memang kenapa, menurut anda KAFIR?

    afwan yaa ana bukan wahaby tuh ana salafi ahlussunnah wal jamaah…bisa bedain donk apa sebenernya antum justru gak tau apa arti wahaby yaa ckck dah ngomong panjang lebar tentang wahaby eh gak tau artinya mau ana jelasin???? haha

    ———————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Kembali bukti kertidakkompakkan, ada Wahaby yang gak suka disebut WAhaby kayak mbak di atas ini..ada juga yang merasa bangga dengan sebutan Wahaby, karena alasan diambil dari nama Allah…alasan doang. Semuanya sich ngakunya Salafy…eh gak tahunya Salafy Gadungan yang ngikutin Ibnu Tai-miyah dan Bin Abdul Wahhab…:)

  49. Sungguh mengherankan!!!!!!!!!
    Mereka para ahli tawasul, tabaruk, wasilah dan tahlilan.

    MEREKA TERLALU SIBUK DENGAN KEGIATAN TABARUK DI KUBUR-KUBUR ORANG-ORANG SHOLEH SEHINGGA MELUPAKAN PERIBADATANNYA KEPADA ALLAH, SERINGKALI SAYA MENJUMPAI MEREKA INI ORANG-ORANG YANG JARANG SHOLAT…….

    MEREKA SERINGKALI MENGIRIM DOA DAN PAHALA KEPADA ORANG-ORANG YANG SUDAH MENINGGAL, SEMENTARA DIRI SENDIRIPUN MISKIN PAHALA.

    INIKAH YANG DISEBUT SEBAGAI GOLONGAN SALAFUSHOLIH, GOLONGAN AHLUSSUNNAH WALJAMAAH, DAN GOLONGAN YANG DIRIDHOI ALLAH???????

    —————————————————————

    Sastro Menjawab:
    Jika mereka bertabaruk di kuburan tetapi tidak masuk kategori yang anda katakan itu (shalat gak pernah tinggal dan tepat waktu, miskin pahala..dst)….apakah menurut anda tabarruk itu haram karena syirik atau bid’ah? Kalau ya, tolong buktikan mas…jangan hanya vonis saja tapi gak bisa berdalil. Buktikan bahwa kalian benar!

  50. Duhh…
    Ternyata tdk semua comment ku masuk dalam forum ini ya?
    Kok yang muncul bagian belakangnya aja?
    Jadi kesannya aku memvonis terhadap golongan tertentu!!!

    PADAHAL MAKSUDKU MENGAJAK KITA SEMUA AGAR TIDAK FANATIK GOLONGAN, TAPI SEBALIKNYA KITA HARUS FANATIK KEBENARAN. ARTINYA MENJUNJUNG TINGGI KEBENARAN MESKIPUN ITU ADA PADA GOLONGAN LAIN.
    MERASA BENAR BOLEH-BOLEH AJA MAS (KARENA UNTUK BISA BERIBADAH DENGAN TEKUN HARUS YAKIN YANG DIKERJAKAN BENAR), TAPI KALAU MERASA GOLONGANNYA BENAR SENDIRI YANG LAIN DIHUKUMI SALAH KAN SUSAH!!!!
    YA ENGGAK???
    Mengapa kita sesama Muslim harus saling menghujat, mengklaim diri sendiri benar dan menuduh yang lain salah???
    Apakah tidak lebih baik jika semua sumber daya yang kita miliki dimanfaatkan untuk membendung pengaruh dari luar islam???
    Alih-alih saling menghujat lebih baik memperbanyak amal pribadi mempersiapkan bekal di akhirat serta mengajak orang-orang islam lainnya untuk melaksanakan 5 rukun islam dengan sebaik-baiknya (yang sudah syahadat tapi belum sholat diajak sholat, yg sdh sholat blm puasa diajak puasa, yang belum zakat diajak zakat, yg belum hajji diajak hajji) saya yakin ini lebih baik dari pada membuat blog/web/forum atau apapun namanya yang bertujuan untuk menghujat sesama muslim.
    (KET. SAYA BUKAN DARI WAHABI, NU, SUFI, TAREKAT ATAU APAPUN, SAYA HANYA SEORANG MUSLIM).

    ——————————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Koment yang mana mas….ini bukan blog Wahaby yang suka mengedit tulisan. Kalau ada koment yang berulang2 ya dibuang dong, khan mubadzir….:P

    Alhamdulillah anda bukan Wahhaby tapi apakah anda juga bukan tergolong Wahhaby yang tidak suka disebut Wahhaby….? Bagaimana pendapat anda tentang Muhamad bin Abdul Wahhab dan Ibnu Tai-miyah? Ini yang menjadi tolok ukur anda wahhaby atau bukan…

  51. Saya lihat komentar dari wahabi g ada yang mutu. Dalam berdiskusi sebenarnya mudah saja. Supaya Ust Sastro tobat mudah, jatuhkan saja argumennya. Dia bukan orang gampang disuruh ini itu, dia udah dewasa, ulama lagi. Gaya bahasanya emang egaliter…..

    Salam hormat buat antum.

  52. ck..ck..ck..sastro..sastro anda ini hebat banget ya ( eeit… jangan keGEERan dulu ) berani – beraninya kamu ini melegalkan perbuatan bid’ah yang dilarang Allah dan RasulNya!!!! udah gitu keras kepala lagi …wah…wah…wah.udah Bodoh malah Sok Tau makin banyak dipuji makin besar kepala deh. kasian sekali ,kepingin populer di dunia urusan agama pun digadaikan. Naudzu billahi min dzalik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: