<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tabarruk 7; Antar Para Sahabat (satu dengan yang lainnya) pun Saling Bertabarruk</title>
	<atom:link href="http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/</link>
	<description>Pemurnian Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari Polusi Ajaran Wahabiyah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Oct 2008 03:43:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Salim</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-4308</link>
		<dc:creator>Salim</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 15:06:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-4308</guid>
		<description>mudahan orang seperti anda diberi kemudahan taubat oleh Allah, saya sangat sedih melihat kedaan anda sekarang ini, hik,,hik,,hik...

walaupun dianggap spam tapi sudah dibaca toh...

dasar goblok....spamm...., dasar goblooooook</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudahan orang seperti anda diberi kemudahan taubat oleh Allah, saya sangat sedih melihat kedaan anda sekarang ini, hik,,hik,,hik&#8230;</p>
<p>walaupun dianggap spam tapi sudah dibaca toh&#8230;</p>
<p>dasar goblok&#8230;.spamm&#8230;., dasar goblooooook</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Gunawan</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-4294</link>
		<dc:creator>Gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2008 06:01:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-4294</guid>
		<description>Hadits Shoheh &amp; Hasan tidak ada yang bertentangan dengan Alquran. Kalau memang ada perbedaan itu hanya ilmu kita yang belum sampai kesitu. Hadits shoheh dan Alquran hukumnya sama. Kita sholat 5 waktu, waktu-waktu sholat, caranya wudhu dan sebagainya tidak ada diatur didalam Alquran yang ada didalam &quot;Hadits&quot;. Sehingga kedudukannya sama. 

Ana tunggu hadits tetang tabaruk/tawasul dari Mas Sastro yang membolehkan tabaruk dengan orang mati, mana ya ? sedang dari mas shalafsholeh itu hanya riwayat bukannya hadits, kalau hadits tentu ada sanadnya, perawinya dan siapa yang meriwayatkan ? Sehingga hadits Mazarief itu yang paling tepat sebagai dalil bahwa  bertawasul  boleh dengan orang soleh yang masih hidup. Wallahu a&#039;lam.

-----------------------------------------------

&lt;strong&gt;Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Ada riwayat dari Salaf Saleh yg menunjukkan pemahaman mereka ttg legalitas hal tersebut...baca yg sdh saya up load.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hadits Shoheh &amp; Hasan tidak ada yang bertentangan dengan Alquran. Kalau memang ada perbedaan itu hanya ilmu kita yang belum sampai kesitu. Hadits shoheh dan Alquran hukumnya sama. Kita sholat 5 waktu, waktu-waktu sholat, caranya wudhu dan sebagainya tidak ada diatur didalam Alquran yang ada didalam &#8220;Hadits&#8221;. Sehingga kedudukannya sama. </p>
<p>Ana tunggu hadits tetang tabaruk/tawasul dari Mas Sastro yang membolehkan tabaruk dengan orang mati, mana ya ? sedang dari mas shalafsholeh itu hanya riwayat bukannya hadits, kalau hadits tentu ada sanadnya, perawinya dan siapa yang meriwayatkan ? Sehingga hadits Mazarief itu yang paling tepat sebagai dalil bahwa  bertawasul  boleh dengan orang soleh yang masih hidup. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Sastro Menjawab:</strong><br />
Ada riwayat dari Salaf Saleh yg menunjukkan pemahaman mereka ttg legalitas hal tersebut&#8230;baca yg sdh saya up load.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rofiq</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-4110</link>
		<dc:creator>Rofiq</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 05:16:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-4110</guid>
		<description>Ohhh....Wahaby,
Ilmu itu penting...... Belajarlah dengan membaca, Mendengar, merasa, mencium dll lalu kita olah dengan &quot;AKAL&quot; (yang gunung pun tak sanggup menerimanya).
Jangan cuma dengerin kutbah sheihk/Guru antum aja (yang memang hanya bisa ngajarin orang yang males baca, supaya agak gampang mendokrinnya), buka dalilnya cek kebenarannya, kalo kaga ngerti juga nanya Mas sama guru antum setelah jelas baru dateng kesini nanya dengan bahasa yang lugas dengan Mas Sastro, kalo penjelasan Mas Sastro juga nt tidak paham tanya lagi ke Guru nt dan dari pada bolak balik ke Guru nt....... Bawa aja Guru ente kedepan PC nt dan suruh dia jawab sendiri trus belajar deh dari situ...... Insya Allah ada jalan keluarnya Mas, supaya engga dikatai Bodoh terus di sini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ohhh&#8230;.Wahaby,<br />
Ilmu itu penting&#8230;&#8230; Belajarlah dengan membaca, Mendengar, merasa, mencium dll lalu kita olah dengan &#8220;AKAL&#8221; (yang gunung pun tak sanggup menerimanya).<br />
Jangan cuma dengerin kutbah sheihk/Guru antum aja (yang memang hanya bisa ngajarin orang yang males baca, supaya agak gampang mendokrinnya), buka dalilnya cek kebenarannya, kalo kaga ngerti juga nanya Mas sama guru antum setelah jelas baru dateng kesini nanya dengan bahasa yang lugas dengan Mas Sastro, kalo penjelasan Mas Sastro juga nt tidak paham tanya lagi ke Guru nt dan dari pada bolak balik ke Guru nt&#8230;&#8230;. Bawa aja Guru ente kedepan PC nt dan suruh dia jawab sendiri trus belajar deh dari situ&#8230;&#8230; Insya Allah ada jalan keluarnya Mas, supaya engga dikatai Bodoh terus di sini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Cinta Damai</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-4021</link>
		<dc:creator>Cinta Damai</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 08:26:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-4021</guid>
		<description>Asalamualaikum,

Saya senang dengan adanya blog ini. Banyak manfaatnya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamualaikum,</p>
<p>Saya senang dengan adanya blog ini. Banyak manfaatnya. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syaiful</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-4007</link>
		<dc:creator>syaiful</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 10:22:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-4007</guid>
		<description>janganlah kamu katakan yang berjuang dijalan Allah itu adalah mati.
janganlah kamu kira yang berjuang di jalan Allah itu mati.

Kita katakan para Pejuang Allah Mati = TIDAK BOLEH,
bAHKAN kita Mengira Mereka Mati pun TIDAK BOLEH.

Apalgi Baginda Rasulullah, Imamnya Para Pejuang Allah, kita mengira baginda Rasulullah Mati saja tidak boleh, tetapi sesungguhnya mereka tetap hidup dalam genggaman Allah. 

Coba lebih kuat mana antara Qur&#039;an atau Hadist????
Sebaiknya kita lebih menerima Alquran dari pada hadist yang tidak sesuai dengan Al-quran. WAHABI Dasar tidak Mau nurut Al-quran, mereka lebih baik mengagungkan Ulamanya (Ulama mereka tidak pernah Salah/kultus buta) dari pada mengagunkan Allah dan Rasul..

jika kita umat pencinta Rasul yang sebenarnya, bukankan kita senang dan gembira menerima kabar dari Allah melalui Al-quran bahwa Rasulullah masih tetap hidup dalam genggaman Allah.

dasar wahabi sukanya menfitnah Allah dan Rasul...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>janganlah kamu katakan yang berjuang dijalan Allah itu adalah mati.<br />
janganlah kamu kira yang berjuang di jalan Allah itu mati.</p>
<p>Kita katakan para Pejuang Allah Mati = TIDAK BOLEH,<br />
bAHKAN kita Mengira Mereka Mati pun TIDAK BOLEH.</p>
<p>Apalgi Baginda Rasulullah, Imamnya Para Pejuang Allah, kita mengira baginda Rasulullah Mati saja tidak boleh, tetapi sesungguhnya mereka tetap hidup dalam genggaman Allah. </p>
<p>Coba lebih kuat mana antara Qur&#8217;an atau Hadist????<br />
Sebaiknya kita lebih menerima Alquran dari pada hadist yang tidak sesuai dengan Al-quran. WAHABI Dasar tidak Mau nurut Al-quran, mereka lebih baik mengagungkan Ulamanya (Ulama mereka tidak pernah Salah/kultus buta) dari pada mengagunkan Allah dan Rasul..</p>
<p>jika kita umat pencinta Rasul yang sebenarnya, bukankan kita senang dan gembira menerima kabar dari Allah melalui Al-quran bahwa Rasulullah masih tetap hidup dalam genggaman Allah.</p>
<p>dasar wahabi sukanya menfitnah Allah dan Rasul&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: shalafshaleh</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3954</link>
		<dc:creator>shalafshaleh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 07:35:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3954</guid>
		<description>Saya sepakat dengan Mas Sastro. Dalil tawassul dengan Abbas tersebut merupakan dalil bahwa boleh bertawassul dengan selain Nabi. Lho apakah dengan Nabi yang &quot;sudah wafat&quot; tidak boleh??. Jelas tidak, buktinya ketika terjadi paceklik di masa Umar, ada seorang sahabat yang bernama Bilal bin Harits yang langsung datang ke kuburan Nabi untuk bertawassul dan beritighatsah.... DAN ITU TIDAK DINGKARI oleh Umar, apalagi pelakunya dikatakan syirik. Nah, sejarah itu beda sekali dengan sikap Wahabis yang norak serta buta akan sejarah umat ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sepakat dengan Mas Sastro. Dalil tawassul dengan Abbas tersebut merupakan dalil bahwa boleh bertawassul dengan selain Nabi. Lho apakah dengan Nabi yang &#8220;sudah wafat&#8221; tidak boleh??. Jelas tidak, buktinya ketika terjadi paceklik di masa Umar, ada seorang sahabat yang bernama Bilal bin Harits yang langsung datang ke kuburan Nabi untuk bertawassul dan beritighatsah&#8230;. DAN ITU TIDAK DINGKARI oleh Umar, apalagi pelakunya dikatakan syirik. Nah, sejarah itu beda sekali dengan sikap Wahabis yang norak serta buta akan sejarah umat ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mazarief</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3828</link>
		<dc:creator>mazarief</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 06:48:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3828</guid>
		<description>Mas Sastro...

Ane mo nanya neh...

 “Ya Allah, Dahulu jika kami tidak mendapat hujan maka kami bertawassul kepada-Mu melalui Nabi kami, lantas engkau menganugerahkan hujan kepada kami. Dan kini, kami bertawassul kepada-Mu melalui paman Nabi-Mu, maka tutunkan hujan bagi kami. Kemudian turunlah hujan”

Yang jadi pertanyaan... 

1. dahulu melalui Nabi, kini melalui paman Nabi.... Napa gak langsung aja melalui Nabi ya? Mo dulu kek... mo sekarang kek... Iya gak ya?

2. Mang waktu itu Paman Nabi (Abbas) masih hidup atau sudah meninggal?...

Segini aja pertanyaan ane...

-----------------------------------------------------
&lt;strong&gt;
Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;
Partanyaan bagus mas, tapi dalil itu bukan pada tempatnya...ada dalil yang lebih jelas, nanti akan kami sebutkan...ingat, kajian tawassul / istighotsah kita bukan hanya bertujuan untuk mengcounter paham salah kaum Wahhaby saja, tapi kajian dari hal yang paling fondamental sekalipun...makanya kita mulai dari awal. 

Jadi riwayat tadi menjelaskan bahwa, diperbolehkan tawassul melalui manusia yang dianggap wali, karena di situ ia bukan nabi atau rasul. Yang kedua, Allah membolehkan tawassul semacam ini bukan berarti menafikan sifat ke-Maha Mendengar-an Allah atas setiap doa. Ketiga; Kalau tawassul semacam ini dibolehkan maka dapat menyangkal pendapat kaum Wahhaby bahwa tawassul itu tidak sia-sia, karena mustahil Allah membolehkan hal sia-sia. 

Karena riwayat itu &quot;tidak&quot; menunjukkan kepada legalitas tawassul melalui orang yang telah mati maka menggunakan dalil itu untuk sebagai &quot;bukti pelarangan&quot; adalah perbuatan yang kurang tepat. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Sastro&#8230;</p>
<p>Ane mo nanya neh&#8230;</p>
<p> “Ya Allah, Dahulu jika kami tidak mendapat hujan maka kami bertawassul kepada-Mu melalui Nabi kami, lantas engkau menganugerahkan hujan kepada kami. Dan kini, kami bertawassul kepada-Mu melalui paman Nabi-Mu, maka tutunkan hujan bagi kami. Kemudian turunlah hujan”</p>
<p>Yang jadi pertanyaan&#8230; </p>
<p>1. dahulu melalui Nabi, kini melalui paman Nabi&#8230;. Napa gak langsung aja melalui Nabi ya? Mo dulu kek&#8230; mo sekarang kek&#8230; Iya gak ya?</p>
<p>2. Mang waktu itu Paman Nabi (Abbas) masih hidup atau sudah meninggal?&#8230;</p>
<p>Segini aja pertanyaan ane&#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong><br />
Sastro Menjawab:</strong><br />
Partanyaan bagus mas, tapi dalil itu bukan pada tempatnya&#8230;ada dalil yang lebih jelas, nanti akan kami sebutkan&#8230;ingat, kajian tawassul / istighotsah kita bukan hanya bertujuan untuk mengcounter paham salah kaum Wahhaby saja, tapi kajian dari hal yang paling fondamental sekalipun&#8230;makanya kita mulai dari awal. </p>
<p>Jadi riwayat tadi menjelaskan bahwa, diperbolehkan tawassul melalui manusia yang dianggap wali, karena di situ ia bukan nabi atau rasul. Yang kedua, Allah membolehkan tawassul semacam ini bukan berarti menafikan sifat ke-Maha Mendengar-an Allah atas setiap doa. Ketiga; Kalau tawassul semacam ini dibolehkan maka dapat menyangkal pendapat kaum Wahhaby bahwa tawassul itu tidak sia-sia, karena mustahil Allah membolehkan hal sia-sia. </p>
<p>Karena riwayat itu &#8220;tidak&#8221; menunjukkan kepada legalitas tawassul melalui orang yang telah mati maka menggunakan dalil itu untuk sebagai &#8220;bukti pelarangan&#8221; adalah perbuatan yang kurang tepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: shalafshaleh</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3760</link>
		<dc:creator>shalafshaleh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 11:38:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3760</guid>
		<description>Ternyata pak abdullah gak bisa membuktikan....kacian sekali</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata pak abdullah gak bisa membuktikan&#8230;.kacian sekali</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Salafshaleh</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3716</link>
		<dc:creator>Salafshaleh</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 11:27:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3716</guid>
		<description>Terus maju mas sastro......biarkan anjing menggonggong....abdullah itu tau apa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus maju mas sastro&#8230;&#8230;biarkan anjing menggonggong&#8230;.abdullah itu tau apa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: abdullah</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3171</link>
		<dc:creator>abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 04:35:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3171</guid>
		<description>Pak Sastro tidak ada hadits shahih yang menyebutkan para sahabat bertabaruk ke kuburan Nabi setelah wafatnya beliau.Ente jangan ngarang-ngarang dengan membawa keterangan keterangan lemah dan palsu.Tabaruk pada Nabi hanya dilakukan ketika beliau masih hidup.Kalau Pak Sastro ingin bertabaruk pada Nabi, baiklah hidupkan lagi saja Nabi Muhammad SAW kalau bisa.

---------------------------------------------------
&lt;strong&gt;
Sastro Menjawab:&lt;/strong&gt;

Bainaka wa bainallah....Apakah anda sudah mengecek satu persatu hadis-hadis itu atau hanya kerena gak sepaham dengan anda jadi anda seenak kehendak anda akhirnya menyatakan semacam itu? Beranikah anda bersumpah dengan nama Allah -yang menjadi saksi prilaku anda- bahwa anda sudah mengeceknya satu persatu? Silahkan buktikan secara ilmiah -dengan membuka lagi buku-buku yang dibutuhkan seperti buku-buku rijal hadis- bahwa hadis-hadis yang saya sebutkan itu palsu dan lemah. Jika anda memang benar dan terpelajar...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Sastro tidak ada hadits shahih yang menyebutkan para sahabat bertabaruk ke kuburan Nabi setelah wafatnya beliau.Ente jangan ngarang-ngarang dengan membawa keterangan keterangan lemah dan palsu.Tabaruk pada Nabi hanya dilakukan ketika beliau masih hidup.Kalau Pak Sastro ingin bertabaruk pada Nabi, baiklah hidupkan lagi saja Nabi Muhammad SAW kalau bisa.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<strong><br />
Sastro Menjawab:</strong></p>
<p>Bainaka wa bainallah&#8230;.Apakah anda sudah mengecek satu persatu hadis-hadis itu atau hanya kerena gak sepaham dengan anda jadi anda seenak kehendak anda akhirnya menyatakan semacam itu? Beranikah anda bersumpah dengan nama Allah -yang menjadi saksi prilaku anda- bahwa anda sudah mengeceknya satu persatu? Silahkan buktikan secara ilmiah -dengan membuka lagi buku-buku yang dibutuhkan seperti buku-buku rijal hadis- bahwa hadis-hadis yang saya sebutkan itu palsu dan lemah. Jika anda memang benar dan terpelajar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sugirawuh</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-3137</link>
		<dc:creator>sugirawuh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 05:12:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-3137</guid>
		<description>mas, kapan ni buatkan file chm-nya? semua dikumpulin buat ebook gitu. ditunggu ya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, kapan ni buatkan file chm-nya? semua dikumpulin buat ebook gitu. ditunggu ya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Abu Alkayyis</title>
		<link>http://salafyindonesia.wordpress.com/2008/01/29/tabarruk-7-antar-para-sahabat-satu-dengan-yang-lainnya-pun-saling-bertabarruk/#comment-2884</link>
		<dc:creator>Abu Alkayyis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jan 2008 04:13:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://salafyindonesia.wordpress.com/?p=109#comment-2884</guid>
		<description>Maju terus mass</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maju terus mass</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
