Posted on MaretUTCbSun, 16 Mar 2008 00:31:43 +0000000000amSun, 16 Mar 2008 00:31:43 +000031 11, 2007 by Salafy
Walaupun runtutan artikel tabarruk sebelumnya sudah mampu menjawab beberapa problem yang dilontarkan oleh sekte Wahabi, namun kali ini, kita akan mengkonsentrasikan secara khusus dalam menjawab beberapa isu pengikut sekte Wahaby yang digunakan untuk pengkafiran (menuduh kaum muslim sebagai pelaku syirik dan bid’ah) kaum muslimin.
Untuk mempersingkat, kita akan ambil beberapa problem yang sering mereka ungkapkan dengan [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 40 Komentar »
Posted on FebruariUTCbMon, 04 Feb 2008 10:34:46 +0000000000amMon, 04 Feb 2008 10:34:46 +000034 11, 2007 by Salafy
Lebih kasihan lagi Ibnu Taimiyah, betapa tidak, pengantar jenazahnya terdiri dari orang-orang musyrik dan ahli bid’ah (versi Wahabisme). Lantas mana kaum muslim monoteis (muwahhid) yang mengantar jenazah syeikh yang konon adalah pengikut salaf saleh, penyebar tauhid, anti bid’ah dan syirik yang ajarannya kemudian dilanjutkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab itu? Ataukah fatwa sesat bertabarruk itu [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 32 Komentar »
Posted on JanuariUTCbTue, 29 Jan 2008 13:11:27 +0000000000pmTue, 29 Jan 2008 13:11:27 +000011 11, 2007 by Salafy
Yang lebih aneh lagi, kenapa sewaktu Ibnu Taimiyah dikala mendengar bahwa Imam Ahmad berfatwa dalam membolehkan tabarruk terhadap kuburan Rasul dan bahkan beliau sendiri bertabarruk dari perasan cucian baju Imam Syafi’i, ia hanya mengatakan: “Aku heran dengan Ahmad yang sangat mulia disisiku, begini ungkapannya atau kandungan ungkapannya”? Kenapa ia tidak mengatakan: “Imam Ahmad telah [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 9 Komentar »
Posted on JanuariUTCbTue, 29 Jan 2008 10:46:50 +0000000000amTue, 29 Jan 2008 10:46:50 +000046 11, 2007 by Salafy
Dan dari nukilan riwayat-riwayat tadi dapat diambil kesimpulan bahwa, hanya orang-orang yang saleh dan bertakwa saja yang dapat diambil berkahnya. Baik tabarruk dari diri orang Saleh dan Takwa tersebut, ataupun doanya, maupun peninggalan-peninggalannya. Adapun orang yang tidak saleh dan takwa, apalagi obyek-obyek yang tidak memiliki kesakralan Ilahi (karena dinisbahkan kepada manusia saleh dan bertakwa, kekasih [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 12 Komentar »
Posted on JanuariUTCbThu, 10 Jan 2008 13:19:34 +0000000000pmThu, 10 Jan 2008 13:19:34 +000019 11, 2007 by Salafy
Apakah kaum Wahaby memiliki keberanian untuk menyatakan bahwa para sahabat mulia Rasul yang telah bertabarruk (mencari berkah) terhadap kuburan Rasul lantas menjuluki mereka sebagai “para penyembah kubur” (Kuburiyuun), sebagaimana istilah ini sering diberikan kepada kaum muslimin yang suka mengambil berkah dari kubur Nabi dan para manusia kekasih Allah (Waliyullah) lainnya? Kalaulah secara esensial pengambilan berkah [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 54 Komentar »
Posted on NovemberUTCbFri, 02 Nov 2007 17:04:17 +0000000000pmFri, 02 Nov 2007 17:04:17 +000004 11, 2007 by Salafy
Masjid dan Makam Suci Nabi
Jika apa yang dimiliki Rasul sama dengan milik kebanyakan orang, lantas kenapa dia meminta kain Rasul untuk mendapat ketentraman (isti’nas)? Dan buat apa air bekas siraman kepala Rasul itu disimpan dan bahkan dijadikan sarana permohonan kesembuhan? Jika itu semua masuk ketegori syirik, maka dari sekarang, selayaknya kaum Salafy tidak lagi mengaku [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 3 Komentar »
Posted on JuniUTCbThu, 21 Jun 2007 17:10:35 +0000000000pmThu, 21 Jun 2007 17:10:35 +000010 11, 2007 by Salafy
Jika rambut Rasul seperti rambut kebanyakan orang lantas kenapa para Salaf Saleh mengharapkannya, dan bahkan menghendaki rambut itu dikubur bersamanya sewaktu meninggal dunia? Apakah itu juga tergolong perbuatan syirik? Benarkah Salaf Saleh melakukan kesyirikan? Ini yang harus dijawab oleh kaum Wahabi.
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 46 Komentar »
Posted on MeiUTCbTue, 22 May 2007 18:56:51 +0000000000pmTue, 22 May 2007 18:56:51 +000056 11, 2007 by Salafy
Para sahabat mulia nabi yang tergolong Salaf Saleh mereka telah mengambil berkah dari Nabi dengan menyentuh tubuh (jasad) Rasul, mencium tangan beliau, meminum sisa minuman beliau, mengambil sisa air wudhu, memunguti rambut beliau, meminta berkah dari Rasul untuk bayi-bayi mereka dan lain sebagainya. Imam al-Muslim dalam kitab Shohih al-Muslim jilid 1 halaman 164, bab Hukmu [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 20 Komentar »
Posted on MeiUTCbMon, 21 May 2007 12:43:23 +0000000000pmMon, 21 May 2007 12:43:23 +000043 11, 2007 by Salafy
Tentu sangat mudah bagi Allah untuk mengembalikan penglihatan Nabi Yakqub tanpa melalui proses pengambilan berkah semacam itu. Namun harus kita ketahui hikmah di balik itu. Terkadang Allah swt menjadikan beberapa benda menjadi ‘sumber berkah’ agar menjadi ‘sebab’ untuk mencapai tujuan yang dikehendaki-Nya. Selain karena Allah swt juga menginginkan agar manusia mengetahui bahwa terdapat benda-benda, tempat-tempat, [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 11 Komentar »
Posted on MeiUTCbFri, 18 May 2007 20:09:01 +0000000000pmFri, 18 May 2007 20:09:01 +000009 11, 2007 by Salafy
Ternyata kumpulan ulama Wahhabi itu ingin menyatukan antara fatwa tokoh-tokoh ulama mereka yang sebagian menyatakan bahwa ‘tabarruk’ merupakan perbuatan bid’ah sedang yang lain menyatakan itu merupakan perbuatan syirik, dengan menfatwakan bahwa “Pencarian berkah (tabarruk) masuk kategori bid’ah dan bagian dari bentuk syirik”. Poin inilah yang harus kita garis bawahi dan kita ingat-ingat untuk bekal pembahasan [...]
DIarsipkan di bawah: Legalitas Tabarruk | 20 Komentar »