Ibnu Taimiyah dan Khawarij

Bagaimana mungkin manusia pembela kelompok sesat versi Rasulullah –yaitu Khawarij- dianggap sebagai Imam para pengikut ajaran Salaf Saleh? Bahkan yang lebih aneh lagi, Ibnu Taimiyah yang memuji Khawarij semacam itu –padahal Rasul Islam mencela mereka- masih saja digelari dengan sebutan ‘Syeikh Islam’? Apakah tidak lebih baik diganti dengan ‘Syeikh Khawarij’, karena pembelaannya terhadap Khawarij dan pertentangannya dengan celaan Rasul atas Khawarij?


——————————————-

-Ibnu Taimiyah dan Khawarij-

Khawarij adalah kelompok sesat yang muncul di awal-awal kemunculan Islam. Dalam beberapa hadis yang dapat disinyalir dalam kitab-kitab standart Ahlusunah wal Jamaah disebutkan bahwa Rasulullah saw -sebelum kemunculan kelompok sesat ini- pun telah mendapat kabar dari Allah swt akan kemunculannya, pasca wafat beliau. Atas dasar itu, celaan dan laknat Rasul terhadap kelompok tersebut banyak kita jumpai dalam berbagai hadis. Itu semua sebagai bukti bahwa Rasulullah sangat membenci kelompok sesat tersebut. Dan dikarenakan apa yang diungkapkan Rasul bukan dari hawa nafsunya melainkan dari wahyu yang diturunkan maka celaan dan laknatan Rasul atas kelompok itupun harus juga kita lakukan, sebagai perwujudan dari ayat: “Dan tiada yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan”. (QS an-Najm: 3-4) Dan ayat: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka terimalah ia. Dan apa yang dilarangnya bagi kalian maka tinggalkanlah”. (QS al-Hasyr: 7)

Namun sayang, ada beberapa orang yang mengaku sebagai umat Muhammad dan yang mengaku sebagai penghidup ajaran Salaf Saleh namun tidak mengikuti prilaku dan perintah Muhammad Rasulullah saw dan Salaf Saleh untuk berlepastangan dari kelompok sesat Khawarij. Anehnya, mereka bukan hanya tidak mengikuti Rasul dan Salaf Saleh dalam berlepastangan, bahkan mereka memuji-muji kelompok sesat (Khawarij) tadi. Jelas ini akan meniscayakan murka Rasul dan Salaf Saleh atasnya. Bagaimana mereka mengatasnamakan dirinya sebagai penghidup Sunnah Rasul dan ajaran Salaf Saleh sedang prilaku mereka bertentangan dengan Rasul dan Salaf Saleh?

Ibnu Taimiyah dalam rangka membela kelompok sesat Khawarij mengatakan: “Dahulu, kelompok Khawarij adalah sebaik-baik anggota masyarakat dari sisi pelaksanaan shalat, melakukan puasa dan membaca al-Quran. Mereka baik secara zahir maupun batin telah melaksanakan agama Islam”. (lihat kitab Minhaj as-Sunnah jilid 4 halaman 37) Bahkan Ibnu Taimiyah telah memuji manusia tercela yang bernama Abdurrahman bin Muljam anggota kelompok Khawarij. Ibnu Muljam adalah pengikut Khawarij yang membunuh Ali bin Abi Thalib (khalifah keempat Ahlusunah), seorang sahabat Rasul yang termasuk Salaf Saleh. Oleh karenanya Ibnu Muljam dicela dan dilaknat oleh Rasul. Kemurkaan Rasul selalu tercurah atasnya. Sedang kita semua mengetahui bahwa kemurkaan Rasul meniscayakan kemurkaan Allah. Sebagaimana keridhoan dan ketaatan terhadap Rasul berarti ketaatan kepada Allah, hal ini seperti yang disebutkan dalam ayat; “Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah”. (QS an-Nisa’: 80)

Ibnu Tamiyah dalam memuji dan mencari pembenaran atas perbuatan manusia terkutuk Ibnu Muljam sang Khawarij dan pembunuh Ali yang tergolong Salaf Saleh dengan ungkapan: “Seseorang yang membunuh Ali iapun menegakkan shalat, melakukan puasa, membaca al-Quran. Ia membunuh Ali dengan anggapan bahwa hal itu akan mendapat ridho Allah dan Rasul-Nya”.(lihat kitab Minhaj as-Sunnah jilid 7 halaman 57 / 58) Bahkan dalam jilid ke 8 halaman 238 Ibnu Taimiyah memujinya dengan menyebutnya sebagai paling baiknya penghamba (A’baudun-Naas) Allah. Tentu hal ini bertentangan dengan sabda Rasul yang menyatakan bahwa pembunuh Ali adalah paling celakanya manusia (‘Asyqon-Naas) di muka bumi. (lihat kitab Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 1 halaman 130, kitab Thabaqoot Ibnu Sa’ad jilid 3 halaman 21, kitab Khashaois an-Nasa’i halaman 39) Padahal akan kita dapati dalam beberapa hadis bahwa Ali diperintah oleh Rasul untuk membunuh dan membasmi tiga golongan yang telah menyimpang dari ajaran Rasul; Nakitsiin, Qosithiin dan Mariqiin. Ali mengatakan: “Rasul telah memerintahkan kami untuk membasmi kelompok; Nakitsiin, Qosithiin dan Mariqiin (Khawarij)”. (lihat kitab Majma’ az-Zawa’id jilid 7 halaman 238 dan kitab Musnad Abi Ya’la jilid 3 halaman 194 hadis ke-1623)

Dinukil oleh sahabat Ammar bin Yasir yang mengatakan bahwa Rasul pernah bersabda kepada Ali bin Abi Thalib dengan ungkapan: “Wahai Ali, engkau akan memerangi sekelompok penzalim sedang engkau dalam posisi benar. Jika ada seseorang yang tidak membantumu niscaya ia bukan dari golonganku”. (lihat kitab Kanzul Ummal karya Muttaqi al-Hindi yang bermazhab Hanafi jilid 11 halaman 613 hadis ke-32970)

Lantas bagaimana mungkin manusia pembela kelompok sesat versi Rasulullah –yaitu Khawarij- dianggap sebagai Imam para pengikut ajaran Salaf Saleh? Bahkan yang lebih aneh lagi, Ibnu Taimiyah yang memuji Khawarij semacam itu –padahal Rasul Islam mencela mereka- masih saja digelari dengan sebutan ‘Syeikh Islam’? Apakah tidak lebih baik diganti dengan ‘Syeikh Khawarij’, karena pembelaannya terhadap Khawarij dan pertentangannya dengan celaan Rasul atas Khawarij?

Wallahu A’lam

.

Iklan

71 Tanggapan

  1. Betul setuju,
    Tapi kata orang Wahabi, orang Syi’ah menganggak Abu Lu’lu yang membunuh Umar bin Khatthab sebagai pahlawan. Benarkah?

    ———————–
    Sastro Menjawab:

    Ya itu bukan tugas saya untuk menjawabnya. Justru andalah yang bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu, karena bukankah anda Syiah? Lantas apa benar orang Syiah menganggap Abu Lu’lu’ sebagai pahlawan? Jika benar, maka sangat disesalkan sekali atas pebuatan itu…

  2. Itu khan kata orang Wahabi…

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Yach mudah-mudahan itu hanya sekedar tuduhan yang tak beralasan dari kaum Wahaby saja…

  3. Salam alaikum
    Halo mas Salafy, ijinkan tulisan antum saya forward ke milist NU Australia ya.

    Thanks a lot.
    Wassalam

    ————————–
    Sastro Menjawab:

    Waalaikum salam wr wb
    Silahkan mas…waduh nama anda mengingatkan kami kepada sahabat Rasul yang tergolong Salaf (putera khalifah kedua).
    Tolong sebarkan artikel-artikel di blog ini ke segenap kaum muslimin, dari golongan manapun…

    Jazakumullah khoiral Jaza’
    Wassalam

  4. He he… ini kan gara2 cita2 saya jadi abdullah (doain kesampaian ya)dan ayah almarhum kebetulan bernama Umar.

    Anyway, jazakallah khair and keep this good work going, bi idznillah.

    Wassalam

    ———————–
    Sastro Menjawab:

    Semoga Allah merahmati ayah anda…alfatehah buat ayah anda…Allahumma taqobbal ya kariim

  5. ini tuduhan keji dan memutar balikan fakta tentang ibnu taimiyah, sebaiknya anda bertaubat kepada Allah

    ———————–
    Sastro Menjawab:

    Apakah anda telah membaca karya-karya Ibnu Taimiyah sehingga anda mengatakan kami telah memutarbalikkan fakta? Saran kami, baca ulang karya-karya Ibnu Taimiyah dengan jiwa kritis dan jangan takut menilai obyektif ajaran-ajaran Ibnu Taimiyah karena Ibnu Taimiyah bukan sahabat Rasul yang masuk kategori Salaf Saleh.

  6. Saya mau nanya… katanya hizbut tahrir itu pendukung Ibnu Taimiyah ya? dan Salafy itu apa ya? Salafy ga dukung ibnu Taimiyah?

    Maaf kalo salah. Saya ga ngerti. Tolong beri penjelasan ya.

    Terima kasih.

    ———————————
    Sastro Menjawab:

    Saya sendiri gak habis pikir, bagaimana mungkin ajaran Ibnu Taimiyah dianggap sesuai dengan ajaran Salaf Saleh padahal jelas sekali pertentangannya. Lihat saja sejarah hidup Ibnu Taimiyah, siapakah yang mengutuk kepribadian, mengkritisi pemikiran, menvonis hukuman dan memejarakannya kalau bukan dari para ulama empat mazhab Ahlusunah? Lihat kembali beberapa artikel kami yang mengkritisi padangan Ibnu Taimiyah, apakah kami tidak berargumen dengan al-Quran, as-Sunnah dan prilaku Salaf Saleh? Mana bukti bahwa fatwa Ibnu Taimiyah sesuai dengan pemahaman yang benar berkaitan dengan al-Quran, as-sunnah dan Salaf Saleh?
    Masalah kelompok kebangsaan, partai ataupun ormas saya tidak mau komentar…yang jelas, siapapun yang sangat terpengaruh dan fanatik terhadap ajaran Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahab maka ia tergolong Wahaby, yang ajarannya bertentangan dengan mayoritas ulama Ahlusunah wal Jamaah dari mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali).

  7. Inilah Ibnu Taimiyah. Dia telah menulis bantahan kepada Asy’ariyah dan Mutakallimin (ahli filsafat) dalam kitab-kitab yang besar. Diantaranya, kitab bantahan kepada Fakhruddin Ar-Razi yang telah membangun madzhabnya yang menyimpang dalam sebuah kitab, yang dinamakan dengan At-Ta’sis. Ibnu Taimiyah menulis bantahan kepadanya sebanyak 4 jilid. Kitab yang dibantah tersebut sekitar kurang lebih seratus halaman. Dibantah oleh Ibnu Taimiyah dengan kitab sebanyak 4 jilid. Berisi tentang penjelasan kesesatan Jahmiyah dan pembongkaran dasar-dasar bid’ah halamiyah (filsafat). Kitab tersebut, dua jilid besar telah dicetak dan selebihnya insya Allah akan dicetak dalam waktu dekat.

    Dia juga menulis bantahan kepada Al-Amidi, Al-Ghazali, dan lain-lainnya dalam sebuah kitab yang besar sekali yang diberi nama “ Dar’u Ta’arudil Aql wan Naql”. Kitab tersebut punya nama lain. Kedua nama tersebut adalah nama satu kitab. Sebagian orang menyangka dua nama kitab itu untuk dua kitab. Yaitu kitab “Muwafaqatu Shahihil Manqul li Shahihi Ma’qul” yang di tulis untuk membantah kelompok di atas.

    Dia juga menulis bantahan kepada kelompok Syi’ah yang buruk, dengan sebuah kitab yag diberi nama “Minhajus Sunnah Nabawiyah fi Naqdi Kalamisy Syi’atil Qadariyah” Dia menulis 10 jilid sebagai bantahan kepada salah satu pembesar mereka yang bernama Al-Muthahhar Al-Hilli atas kitabnya yang berjudul Minhajul Karomah. Dia membantahnya dalam 10 jilid.

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Alhamdulillah berkat doa anda kami telah menelaah kitab-kitab itu, bukan tahu namanya saja. Dan perlu anda ketahui bahwa kitab yang anda sebut trakhir tadi -menjawab Rafidhah (Syiah)- yang ditulis dalam 10 jilid berjudul “Minhaj as-Sunnah”. KAmi sedang menelaah satu persatu dan menata satu persatu dalam kajian pertopik yang insyaAllah sedikit-sedikit akan kita masukkan di blog ini, tentu hanya selintasnya saja. Adapun edisi lengkapnya, kami punya proyek besar untuk itu.

  8. Bagi antum yang ingin mengenal salah seorang Imam Ahlus Sunnah Syaikhul Islam Muhammad ‘Ibnil Abdil Wahhab buka di :

    http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1764&bagian=0

    semoga kita dijauhkan dari sikap mencaci maki ‘ulama, karena “sesungguhnya darah dan daging ulama itu beracun”

    akhirnya mari kita kembali kepada Al-Qur’an dan Assunnah dengan pemahaman Salaful Ummah (Qs. At-Taubah :100; QS. Annisa : 115)
    semoga Alloh istiqomahkan kita di atas Islam dan Sunnah, sebagaimana perkataan Imam Al Barbahari : Al islaamu Huwas Sunnah, Assunnatu Hiyal Islam… Islam = Sunnah, Sunnah = Islam… Amiien

    ————————————
    Sastro Menjawab:

    Oh ya, karena komentar anda terjadi pengulangan maka yang satu kami hapus karena yang sekarang lebih lengkap. Bagus itu saya setuju namun harus obyektif lho…jangan hanya berfungsi jika ulama Wahaby saja yang dihina, namun kalau giliran ulama Ahlusunah yang dihina lantas diam. Coba juga bilang sama blog-blog seperti milik abdurrahman.wordpress.com untuk menghilangkan ungkapan-ungkapan yang melecehkan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan kelompok dia. Oh ya, kami mau nanya, apa beda antara Salafy (Wahaby) yang biasa dengan sururiyah dan jakfariyah yang dicela sama kelompok abdurraman itu?

  9. Ass, saya mohon jangan terlalu menghina Ulama donk,,, Ente aja gak hidup sejaman dengan Ibnu Taimiyah? kok bisa2nya menghujat abis-abisan. bukankah Nabi Saw melarang kita Berprasangka buruk. Emangnya Ente Yakin banget kalo Ibnu Taimiyah itu Sesat? bisa aja dia difitnah pada waktu itu!!!
    Ente ngaca deh!!! …Apakah Ente lebih hebat dari Ibnu Taimiyah??..Apakah Ente nyari Ilmu cuma buat menghujat Ulama Doank??

    ———————
    Sastro Menjawab:

    Kita cuman menyingkap hakekat yang selama ini tersembunyi. Dan kita cuman menukil pendapat ulama Ahlusunah tentang Ibnu Taimiyah..adapun tentang Muhammad bin Abdul Wahab nanti menyusul…

  10. Knp Anda (Sastro) tidak menukil secara lengkap perkataan Ibnu Taimiyah di kitab Minhajus Sunnah ttg khawarij?
    bagi yg tahu perkataan Ibnu Taimiyah ttg khawarij maka pasti mengetahui bahwa perkataan beliau yg anda nukil itu sama sekali bukan pujian utk kaum khawarij, tapi itu merupakan bantahan untuk syi’ah.

    Ibnu Taimiyah membandingkan antara kejelekan syi’ah dgn khawarij, yaitu syi’ah adalah golongan zindiq yg menghalalkan dusta dgn dalih ‘taqiyyah’, sedangkan khawarij adalah golongan ahlibid’ah yg mengharamkan dusta dan tekun beribadah -hal itu berdasarkan sabda Rasululah dan berdasarkan kenyataan-, bahkan pendusta dianggap kafir oleh mereka(khawarij), sehingga mereka sangat menjauhi sikap dusta, tidak seperti syi’ah yg justru menghalalkan dusta.

    Maka sebagian ahli hadits masih mau menerima riwayat dari kaum khawarij krn mereka terkenal jujur dan takut berdusta, sedangkan riwayat dari syi’ah tidak diterima samasekali oleh para ahli hadits.
    Itu lah maksud Ibnu Taimiyah membandingkan Khawarij dgn Syi’ah.

    Setelah Ibnu Taimiyah menyebutkan kelebihan2 khawarij dibandingkan dgn syi’ah, kemudian beliau berkata “walaupun demikian kami tidak menganggap mereka(khawarij) lebih baik dari kami(Ahlussunnah)”. Yaitu maksud beliau bahwa sebaik apapun khawarij dlm beribadah dan dlm kejujuran, mereka tetap saja sesat.

    Tapi kenapa perkataan beliau itu tidak anda nukil secara lengkap sehingga anda membentuk opini seolah-olah Ibnu Taimiyah mendukung khawarij? berlaku adil-lah dlm menukil.

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Memang kitab Minhaj as-Sunnah-nya Ibnu Taimiyah dikarang untuk menjawab orang Rafidhi (Syiah), namun kebencian Ibnu Taimiyah terhadap orang Syiah itu membuatnya buta sehingga ia terjerumus kepada pengingkaran beberapa hadis sahih terkhusus ttg keutamaan sayyidina Ali yang menjadi khalifah keempat Ahlusunah wal JAmaah. Kita akan berikan contohnya nanti…

  11. mas, Ibnu saya juga mau tanya dari anda bisa menyimpulkan bahwa Syiah itu identik dengan suka dusta ? Saya yakin anda juga mengatakan hal itu berdasarkan buku2 tentang Syiah yang ditulis oleh musuh2 Syiah.

    Kalau anda benar2 telah banyak membaca buku2 Syiah dan ikut ngaji kepada ulama2 Syiah, kenapa kesimpulannya bisa berbeda jauh dengan saya ?

    Saya adalah muslim, tapi keberatan kalau disebut pengikut sebagai salah satu dari mazhab Islam. Saya bukan Sunni, tetapi bukan juga Syiah. Namun satu hal yang menjadi prinsip saya adalah :

    1. menjadi seorang penganut agama apapun tidak cukup hanya mengandalkan “warisan” agama dari orang tua. Keyakinan harus dicapai melalui suatu proses “pencarian” atau “perjalanan”. Dengan kata lain dalam masalah keyakinan atau akidah tidak boleh taklid.

    2. oleh karena itu ketika kita di depan kita terbentang berbagai agama atau mazhab, maka langkah pertama yang sangat mendasar adalah menempatkan diri kita pada posisi yang netral layaknya seorang peneliti.

    3. membuka akses informasi / ilmu dari manapun datangnya, baik dari Sunni maupun Syiah.

    4. tidak bersikap apriori terhadap informasi dari manapun datangnya.

    Hal ini saya lakukan karena ajaran masuk ke Indonesia sudah dalam keadaan terdistorsi akibat pemutarbalikan sejak zaman Dinasti Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah.

    Perlu ditambahkan bahwa ketika saya mempelajari suatu mazhab atau aliran, disamping membaca buku2nya, saya juga aktif mengadakan diskusi/debat dengan para ustadz/ ulamanya, sehingga penjelasan yang diterima langsung dari tangan pertama dan bukan dari orang luar yang sulit dipertanggung jawabkan kebenarannya. Ini saya lakukan sejak tahun 1996 sampai saat ini.

    Kesimpulannya : saya tidak menemukan hal-hal yang anda katakan seperti dusta dll. Saya yakin seandainya mazhab Syiah Imamiyah di tegakkan atas dasar dusta, maka niscaya mazhab tersebut sudah lama punah ! Tapi subhanallah kenyataannya mereka (Iran) tetap tegar walaupun sudah puluhan tahun diembargo Amerika dan sekutunya ! Begitu Hizbullah Libanon sangat dicintai rakyatnya, karena memang mereka lebih memperhatikan rakyat LIbanon yang miskin dengan perbuatannya ketimbang pemerintahnya yang lebih banyak ngomongnya ketimbang aksinya. (coba baca buku mengenai Hizbullah penerbit Misbah)

    Anda harus menyadari bahwa munculnya NII, LDII, FPI, AlQaeda, Taliban adalah berakar dari ajaran Khawarij yang dikemas dengan baju Wahabi. Dan anda harus tahu bahwa Ibnu Taimiyah adalah pengagum Muawiyah dari Bani Umayyah yang dianggap Ibnu Taimiyah telah berhasil menegakkan suatu daulah terbaik dalam sejarah Islam setelah 4 khalifah Islam. Padahal baik Muawiyah maupun Abu Sufyan adalah musuh2 besar Nabi dan keluarganya yang nota bene berasal dari Bani Hasyim.

    Jadi kalau mau obyektif, anda lepaskan dulu maju mazhabnya. Posisikan diri anda pada posisi yang netral.

    Untuk mas Sastro maju terus.

  12. Ass, Wr Wb

    Para wahabiyun mudah tersinggung kalau ‘ulama’ disinggung. Nampaknya mereka adalah pencinta ulama !, sayangnya mereka hanya tersingung kalau ulma panutannya saja yang dicemari.
    Bagaimana dengan HARTONO AHMAD JAIZ yang berani mencacat Saidina Imam Ali bin Abi Thalib KW dengan menuliskan bahwa Ibn Taymiyah menyatakan” ada sekian banyak … kesalahan Ali bin Abi Thalib …”. Seakan Ibn Taymiyah lebih alim dari Babul-Ilmu Rasulullah yang selalu dimintai Nasihat oleh Umar ibn Khatab ra dan Abdullah bin Abbas ra mengatakan bahwa ilmunya dibanding ilmu Imam Ali ra kw seperti setetes air di tengah samdura. HA Jaiz lebih mengikuti salafnya yaitu Ibn Taymiyah yang lahir kira2 6,5 abad setelah Imam Ali ra ( siapa yang salaf siapa khalaf ).

    Bagaimana dengan Lukman Baabduh ?? yang mencacat banyak ulama besar baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal ????.

    Mereka mencacat tokoh-tokoh besar tasawuf yang sangat dihormati oleh kebanyakan umat islam tetapi mereka tidak berani mencacat Imam Syeikh Abdul Qadir Jaelani ra karena Ibn Taymiyah menghormatinya dan mengatakan tokoh besar tasauf itu bukan pelaku tasauf tetapi hanya dianggap sebagai tokoh tasuf oleh pemujanya yang ‘sesat’. Ini adalah salah satu dari double standard yang dipakai oleh wahabiyun, masih banyak lagi !!!.

    Kalau saya kemukakakn tentang wahabiyun dan Ibn Taymiyun maka blog ini akan terisi kumpulan buku yang sangat banyak, jadi saya akhiri komentar saya dengan mengatakan :
    1. Untuk para salafiyun asli ( pengasuh blog ini dll. ), semoga Allah memberkati atas usaha kalian.
    2. Untuk para salafiyun-baru, semoga Allah memberi kalian Hidayah.

    Wass Wr Wb

  13. ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Memang kitab Minhaj as-Sunnah-nya Ibnu Taimiyah dikarang untuk menjawab orang Rafidhi (Syiah), namun kebencian Ibnu Taimiyah terhadap orang Syiah itu membuatnya buta sehingga ia terjerumus kepada pengingkaran beberapa hadis sahih terkhusus ttg keutamaan sayyidina Ali yang menjadi khalifah keempat Ahlusunah wal JAmaah. Kita akan berikan contohnya nanti…
    ——————————-

    Sastro, anda bukannya menjawab dgn membuktikan nukilan perkataan Ibnu Taimiyah secara lengkap ttg Khawarij di kitabnya Minhajus Sunnah, tapi malah mengalihkan pembicaraan kpd hadits ttg Ali.

    Pertama,
    (KALO BERANI!) coba anda nukil secara lengkap perkataan Ibnu Taimiyah ttg khawarij!

    Jika memang Ibnu taimiyah seorang Khawarij, kenapa nama beliau masuk dalam deretan para Huffazh Hadits?! coba anda lihat penilaian ttg Ibnu Taimiyah di dlm kitab Thabaqatul Huffazh dan Tadzkiratul Huffazh.
    Tentu anda tahu siapa penyusun kitab2 tsb kan?!

    Kedua,
    coba sebutkan hadits ttg Ali yg mana yg dilemahkan oleh beliau dlm MinhajusSunnah? jika memang hadits lemah apa harus dipaksa shahih?

    —————————
    Sastro Menjawab:

    Anda ini aneh mas…kok langsung loncat ke sana sich pembahasannya? Tenang akan kami sebutkan nanti. Maaf, anda selalu memaksakan kami menjawab hal-hal yang belum kami bahas dalam blog secara resmi, berupa artikel. Apakah hal ini sengaja anda lakukan? Tetang tahlil, maulud, tawasul…dst itu nanti, termasuk tentang Ali bin Abi Thalib. Jadi, saran kami, bahas dulu yang sudah ada…
    Tapi okelah jika anda menginginkan, kami akan sebutkan pengakuan ulama Wahaby (salafy gadungan) sendiri yang dikenal dengan sebutan Nashiruddin Al-Bani setelah menyatakan bahwa hadis al-Wilayah adalah sahih lantas ia mengatakan: “Aneh, kenapa syeikh Islam (Ibnu TAI-miyah) mengingkari dan membohongkan hadis ini (lihat: yang terdapat dalam minhaj as-Sunah jilid 4 halaman 104). Ini yang juga pernah ia lakukan pada hadis sebelumnya padahal terdapat sanad (susunan perawi) yang sahih. Ini ia lakukan tidak lain karena kebencian yang berlebihan terhadap Rafidhi (syiah)”. (Silsilah al-Ahadits as-Shohihah nomer hadis ke 2223) Silahkan anda cek lagi…ini cuman contoh tok lho mas…masih banyak lagi kok tenang aja…
    Jadi kebencian berlebihan terhadap Syiah yang menyebabkan mata Ibnu Taimiyah dibutakan oleh Allah dengan mengingkari keutamaan-keutamaan Ali bin Abi Thalib yang disepakati oleh semua Ahlusunah bahwa beliau adalah khalifah ketiga. MAka jangan heran kalau beberapa ulama Ahlusunah menyatakan bahwa Ibnu Taimiyah adalah “Nashibi” (musuh keluarga Rasul). Siapakah ulama Ahlusunah yang menyatakan hal itu? Nanti dulu dech…sabar aja…jaga kestabilan emosional anda wahai pengikut Wahaby…Memang, seringnya menerima kenyataan yang pahit itu memang berat, apalagi itu berhubungan dengan keyakinan dan akidah yang difanatikinya…dijamin multi berat dech…

  14. Lho… siapa yg nanya soal tahlil, maulud, tawasul?

    saya kan cuma minta disebutkan hadits keutamaan Ali yg anda katakan Ibnu Taimiyah melemahkannya, tapi tidak disebutkan dan anda hanya menyebutkan komentar Syaikh Al-Albani.

    Walaupun Syiakh Al-Albani berbeda pendapat dgn Ibnu Taimiyah ttg keshahihan hadits tsb, apakah lantas Syaikh Al-Albani mencela Ibnu Taimiyah seperti Anda? tidak, bahkan beliau sangat memuji Ibnu taimiyah dan Ibnul Qayyim.

    Buktinya Syaikh Al Albani menyarankan para pemuda penuntut ilmu untuk membaca kitab2 karya Ibnu Taimiyah.

    Itulah contoh bahwa Syaikh Al Albani bersikap objektif, walaupun beliau sangat memuji Ibnu Taimiyah, tapi beliau tidak menutup mata dari ketergelincirannya dlm beberapa hal, karena bagaimanapun ulama tetaplah manusia biasa yg tidak ma’shum.

    Bersikaplah objektif dan adil, bukannya lantas di cela dan di caci-maki, seperti yg anda lakukan.

    Memang Ibnu Taimiyah sangat membenci syi’ah(rafidhah), bahkan ada lagi ulama yg lebih membenci syi’ah(rafidhah), seperti Imam Bukhari yg mengatakan bahwa baginya shalat di belakang syi’ah(rafidhah) tidak beda dgn shalat dibelakang yahudi atau majusi!

    bagaimana dgn Imam Malik yg mengatakan bahwa syi’ah tidak termasuk bagian dari islam?
    Imam Ibnu Hazm jg mengatakan hal yg sama.

    bagaimana dgn Imam Syafi’i yg mengatakan bahwa beliau tidak pernah menemukan suatu kaum yg lebih berani berdusta selain dari rafidhah?

    Banyak lagi ucapan para ulama yg mencerminkan kebencian mereka terhadap syi’ah rafidhah.

    Apakah mereka juga nashibi?

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Kok anda malah bahas Syiah? Bukankah dulu anda ingin ditunjukan beberapa hadis sahih tentang Ali bin Abi Thalib yang diingkari oleh Ibnu Taimiyah? Sengaja kami sebutkan ungkapan ulama anda dari kalangan Wahaby seperti al-Bani biar mata anda lebih melek tentang siapa Ibnu Taimiyah…Makanya, jangan terlalu fanatik dan bertaklid buta terhadap Ibnu Taimiyah. Nashibi, apa sich yang anda pahami dengan kata itu?

  15. aslmkm
    alhamdulillah masih ada yg mampu n brani ngomong spt ini, akan tetapi setiap pekerjaan ada afeknya, yg saya takutkan adalah, apakah benar anda seorang ahlussunah waljama’ah, atau hanya manusia yg ingin mengeruhkan suasana kaum muslimin, dan tlg tunjukkan bukti bahwa anda adalah seorang ahlussunnah

  16. ————————–
    Sastro menjawab:
    Nashiruddin Al-Bani setelah menyatakan bahwa hadis al-Wilayah adalah sahih lantas ia mengatakan: “Aneh, kenapa syeikh Islam (Ibnu TAI-miyah) mengingkari dan membohongkan hadis ini (lihat: yang terdapat dalam minhaj as-Sunah jilid 4 halaman 104). Ini yang juga pernah ia lakukan pada hadis sebelumnya padahal terdapat sanad (susunan perawi) yang sahih. Ini ia lakukan tidak lain karena kebencian yang berlebihan terhadap Rafidhi (syiah)”. (Silsilah al-Ahadits as-Shohihah nomer hadis ke 2223)

    Silahkan anda cek lagi…ini cuman contoh tok lho mas…masih banyak lagi kok tenang aja…
    ————————–

    Saya sudah cek lagi, dan ternyata Anda tidak mengutip secara utuh komentar Al-Albani dlm SIlsilah Ash Shahihah itu.

    Berikut ini saya kutipkan paragrafnya secara lengkap, diakhir paragraf tsb ada komentar Al Albani yg membuktikan bahwa Al-Albani bersikap objektif thd Ibnu Taimiyah dan tidak ta’ashub thd beliau. (padahal Al Albani adalah ulama wahaby yg seharusnya membela Ibnu Taimiyah)

    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
    فمن العجيب حقا أن يتجرأ شيخ الإسلام ابن تيمية على إنكار هذا الحديث و تكذيبه
    في ” منهاج السنة ” ( 4 / 104 ) كما فعل بالحديث المتقدم هناك , مع تقريره رحمه
    الله أحسن تقرير أن الموالاة هنا ضد المعاداة و هو حكم ثابت لكل مؤمن , و علي
    رضي الله عنه من كبارهم , يتولاهم و يتولونه . ففيه رد على الخوارج و النواصب ,
    لكن ليس في الحديث أنه ليس للمؤمنين مولى سواه , و قد قال النبي صلى الله عليه
    وسلم : ” أسلم و غفار و مزينة و جهينة و قريش و الأنصار موالي دون الناس , ليس
    لهم مولى دون الله و رسوله ” . فالحديث ليس فيه دليل البتة على أن عليا رضي
    الله عنه هو الأحق بالخلافة من الشيخين كما تزعم الشيعة لأن الموالاة غير
    الولاية التي هي بمعنى الإمارة , فإنما يقال فيها : والي كل مؤمن . هذا كله من
    بيان شيخ الإسلام و هو قوي متين كما ترى ,

    فلا أدري بعد ذلك وجه تكذيبه للحديث
    إلا التسرع و المبالغة في الرد على الشيعة , غفر الله لنا و له

    سلسلة الأحاديث الصحيحة : 2223
    ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

    Perhatikan kalimat terakhir dari komentar Al-Albani tsb,

    (Al Albani berkata): “Maka aku tidak mengetahui beliau(Syaikhul Islam) menganggap hadits tsb dusta kacuali karena karena terburu-buru dan berlebihan dlm membantah Syi’ah, semoga Allah mengampuni kita dan beliau.” [Silsilah Ahadits Ash Shahihah, no.2223]

    Tuh anda bisa lihat sendiri, Syaikh Al Albani yg sangat menghormati Ibnu Taimiyah, tapi Al Albani pun tetap bersikap objektif dlm menilainya, sehingga beliau tidak menutup mata dari kekeliruan Ibnu Taimiyah, karena bagaimanapun beliau adalah manusia biasa yg tidak ma’shum.
    Apakah Al Albani langsung menghujat Ibnu Taimiyah seperti yg anda lakukan? tidak kan?!

    Btw, anda masih tetap blm menjawab tuh permintaan saya untuk mengutip secara lengkap/utuh perkataan Ibnu Taimiyah ttg khawarij di kitab Minhajus Sunnah.

    Coba buktikan bahwa anda bersikap jujur dan adil dan tidak curang dgn memotong-motong ucapan Ibnu Taimiyah secara sembarangan kemudian memberikan kesimpulan dan opini untuk mendiskreditkan Ibnu Taimiyah.

    ————————
    Sastro Menjawab:

    1- Sikap kritis al-Bani terhadap Ibnu Taimiyah harusnya ditiru oleh kaum Wahaby lainnya. Bukan fanatik buta seperti yang dilakukan oleh para pengikut Wahaby yang mengaku Salafy di berbagai tempat, terkhusus para Wahaby di Indonesia.
    2- Masalah sikap itu sangat tergantung kepada pihak yang dirugikan. Pada hal ini al-Bani kurang begitu dirugikan oleh Ibnu Taimiyah karena sama satu pemikiran dalam berakidah, berbeda dengan Ahlusunah yang sering dibid’ahkan dan disyirikkan oleh kaum Wahaby (yang ajarannya bersumber dari Ibnu Taimiyah).
    3- Memotong? Kita bukan dalam rangka menjiplak secara keseluruhan buku Ibnu Taimiyah. Anda juga bisa masuk kategori memotong karena hanya ngambil satu paragraf saja. Boleh jadi dalam paragraf yang lain dia ngomong laen khan? Selain alasan kami adalah untuk mempersingkat kata. Adapun versi lengkapnya, tunggu saja edisi cetaknya…

  17. mas satro, sejauh apa kesalahan ibnu taimiyah sehingga tidak layak (menurut mas sastro) di jadikan rujukan. semua orang bisa salah, namun jika kesalahan-kesalahan itu bukan prinsip, ya tugas penerusnyalah untuk mengkoreksi. Tapi kalau kesalahan sudah fatal ya… god bye saja. maka tolong jelaskan point ke point kalau perlu satu point satu artikel, baru ummat akan bisa menilai. sebab selama ini yang tahu”persis” khan anda-anda para pakar/alim sedang kami di bawah pada prinsipnya ya hanya ikut udtadznya. Kalau penjelasan ponit to point ini dilakukan, niscaya khalayak akan tahu sendiri apakah ibnu wahab, ibnu taimiyah, ibnu katsir dan lain-lain itu cukup valid untuk di ikuti.
    tetapi selebihnya, saya ucapkan terima kasih karena blog yang cukup berani dan objektif seperti ini. sebab beberapa kali saya kunjungi blog lain, jawabnya banyak yang “allahu a’lam”

    ——————————–
    Sastro Menjawab:

    Terimakasih banyak atas masukannya. Ya, kami akan melaksanakan saran bagus anda itu, tentu dengan bertahap sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam “Tentang Kami”. Karena kami pun memiliki kesibukan lain yang agak sulit untuk berkonsentrasi mengurusi blog ini. Doa anda tetap ami harapkan…
    Masalah kesalahan Ibnu Taimiyah, tentu gak ada orang yang gak pernah salah, tak ada gading yang tak retak. Namun siapa bilang kesalahan Ibnu Taimiyah tidak prinsip? Apa tolok ukur prinsipal sebuah ajaran? Akidah pengkafiran selama ini yang dipraktikkan oleh kaum Wahaby adalah imbas dari ajaran Ibnu Taimiyah yang lantas dijabarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab mas…Apakah mengkafirkan kaum muslim itu bukan merupakan hal prinsip sehingga bisa menyebabkan perpecahan di dalam tubuh kaum musimin sehingga dari situ Islam tidak akan pernah jaya?

  18. assalamu’alaikum

    sebelumnya saya mohon maaf jika perkataan saya menyakiti mas saatro
    dari sekian banyak bantahan anda selalu saja
    melarikannya kearah lain, tidak fokus dengan topik yang sedang dibahas

    sebaiknya anda jujur saja dan jangan nyeleneh

    saya takut jika anda nanti terkena azab di dunia apalagi di akhirat nanti

    saya memohon ampun untuk diri saya dan anda kepada ALLAH, karena saya mengira anda masih seorang muslim

  19. iya neh gimana mas sastro ini…??

    o iya mas,kalo membela sunah dan berjalan di atas manhaj rasullullah disebut wahabi, ya saya jadi wahabi saja ….

    ——————-
    Sastro Menjawab:

    Silahkan buktikan bahwa Wahaby pembela Sunah dan berjalan di atas manhaj Rasul…
    Silahkan anda menjadi Wahaby, anda bebas memilih. Lanaa a’maalunaa wa lakum a’maalukum, tapi jadi Wahaby yang baek mas…jangan suka ‘mengkafirkan’ kelompok muslim laen…

  20. syiah = sesat = neraka
    khawarij = sesat = neraka
    ibnu Taimiyah = syeikh ‘khawarij’ = neraka (menurut anda)
    anda = bukan ketiganya = surga (insya Alloh)
    ane sendiri gak tau bakal ada dimana cuma ane sih baca syahadat tiap sholat.

    —————————
    Sastro Menjawab:

    Untungnya, penentuan sorga dan neraka tidak pada manusia…
    Untuk menentukan kesesatan setiap kelompok tidak semudah membalik tangan, harus disertai argumen yang kuat…
    Apa Syiah dan Khawarij tidak baca Syahadat waktu Shalat?

  21. Ada tuh bantahan tulisan anda di link ini:

    http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&func=view&id=34616&catid=19#34616

    Beda yah ternyata orang yang berilmu dengan hanya sekedar tahu. Belajar lagi deh.

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Bantahan dalam rangka mencari pembenaran, bukan kebenaran…
    Berapa banyak kaum muslimin yang tahu, mengenal dan bahkan hapal hadis Rasul yang menjelaskan tentang sifat-sifat orang munafik, tapi berapa banyak pula yang justru mengamalkan sifat-sifat itu…
    Kaum Wahaby bisa bilang bahwa Ibnu Taimiyah telah berlepas tangan dari Khawarij, namun mereka (Wahaby) tidak bisa menutup mata bahwa dalam beberapa hal Ibnu Taimiyah justru memuji Khawarij…hanya karena kebenciannya terhadap Ali beserta pengikutnya yang sering diistilahkan sebagai Syiah itu.

  22. Beliau berkata, “Mereka orang-orang yang bodoh. Mereka memisahkan diri dari Ahlus Sunnah wal Jamaah dengan dasar kebodohan.” (Al-Minhaj III/464).

    Beliau berkata, “Pangkal kesesatan mereka adalah keyakinan mereka bahwa para imam (pemimpin/ulama) dan jamaah kaum muslimin telah berbuat tidak adil dan sesat.” (Al-Fatawa XXVIII/497).

    Beliau berkata, “Khawarij telah bersikap keterlaluan terhadap diri Nabi, sampai kepada batas menyatakan bahwa bisa saja Nabi berbuat curang (tidak adil) dan salah dalam sunnahnya, sehingga mereka tidak harus taat dan ittiba’ (mengikuti). Mereka hanya mau menerima al-Qur’an dan menolak Sunnah yang –dalam dakwaan mereka- menyelisihi zhahir (teks) al-Qur’an.” (Al-Fatawa XIX/73).

    Beliau berkata, “Mereka memiliki dua ciri yang masyhur; yang dengannya mereka memisahkan diri dari kaum muslimin dan imamnya. Pertama, (mereka) meninggalkan Sunnah. Kedua, menganggap sesuatu sebagai kejelekan padahal bukan kejelekan dan (sebaliknya menganggap) sesuatu sebagai kebaikan padahal bukan kebaikan.” (Al-Fatawa XIX/72).

    Beliau berkata, “Firqah yang kedua tentang Khawarij dan ahli bid’ah, bahwa mereka (Khawarij) telah mengkafirkan pelaku dosa (besar) dan kesalahan sehingga mereka menghalalkan darah dan harta kaum muslimin, dan (menganggap) negeri-negeri Islam (Darul Islam) sebagai negeri kafir yang boleh diperangi (Darul Harbi). Sedangkan negeri mereka adalah negeri Iman (Darul Iman).” (Al-Fatawa VI/73).

    Lantas bagaimana mungkin manusia pembela manhaj Rasulullah –ahlu sunnah- dianggap sebagai Khawarij para pengikut ajaran Dzul Quwaishiroh? Bahkan yang lebih aneh lagi, Penuduh salah dalam membaca kitab Ibnu Taimiyyah yang dituangkan dalam artikel semacam itu –padahal Rasul Islam mencela khawarij- masih saja penuduh itu hasad dan dengki dengan sebutan ‘Syeikh Islam’ terhadap Ibnu Taimiyyah? Apakah lebih baik ditambah dengan sebutan lain ‘Syeikh Penentang Khawarij’, karena pembelaannya terhadap manhaj Rasulullah dan para sahabat dan pertentangannya dengan manhaj Khawarij?

    maaf mas, ada tanggapan?

    —————————–
    Sastro Menjawab:

    Tanggapan saya sama seperti yang telah saya tulis untuk Abu Fatih. Justru di sini menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah “Mudzabdzab” (tak punya pendirian)… atau bahkan ia telah dihinggapi penyakit ‘mnfk’ yang sudah kami sebutkan dalam tulisan “Benarkah Ibnu Taimiyah Ahlusunah?” Sehingga kadang membela musuh Allah (Khawarij) kadang mencelanya…persis seperti yang disebutkan dalam awal-awal surat al-Baqarah perihal orang munafik…wa idza khalau ilaa syayathinihim…dst.
    Masalah gelar, kami bukan hanya menetapkan gelar Ibnu Taimiyah sebagai Syeikh Khawarij saja, bahkan Syeikh Munafikiin dan Syeikh an-Nawashib…karena kebencian dia terhadap sahabat Ali.

  23. Benarkah Ibnu Taimiyyah membenci sahabat Ali ra. Subhanallah ana berlindung dari sifat dengki dan hasad seorang lemah, bodoh dan rendah ini terhadap seorang alim yang sudah dikenal ribuan ulama dimasanya.

    Ana mau tanya, fa man anta akhi?
    Sudah berapa banyak kitab berbahsa arab yang anta tulis?
    Sudahkan anta lampaui ketinggian ilmu syaikhul islam yang telah menghasilkan ribuan (kurang lebihnya 3000an) kitab yang mu’tabar sebagai rujukan ulama-ulama setelahnya?

    Bercerminlah wahai kaum yang berakal. Anta bisa saja tergelincir ke dalam kedengkian dan sifat ujub dan talbis iblis terhadap ulama menganggap sesuatu baik dimata anta. Padahal semua itu adalah diselimuti kebatilan.

    Hati-hati akhi, seorang ulama salaf berkata bahwa daging ulama itu beracun. Bercerminlah dan istighfarlah!

    ———————————
    Sastro Menjawab:

    Kalau mengarang banyak kitab sebagai tolok ukur kebenaran, para orientalis pun mampu melakukannya mas…apakah anda juga akan mengikuti orientalis itu dan membenarkannya?
    Iblis juga pintar, bahkan banyak orang besar tergelincir karena tipu dayanya. Lantas apakah kita akan mengikuti Iblis?
    “Daging ulama itu beracun”, benar, kami setuju sekali. Tetapi ulama yang bagaimana, apakah semua jenis ulama? Sedang kita tahu bahwa ada ulama yang benar dan lurus, ada juga ulama bayaran yang jelek (ulama suu’)…Apakah ulama Suu’ seperti Ibnu Taimiyah dagingnya juga beracun? Kami kira hanya lidah dia saja yang beracun karena menyesatkan umat Muhammad…

  24. Bantahan yang ana berikan di link tadi adalah kebenaran bukan pembenaran, bisanya anta bilang pembenaran sementara pendapat anta sendiri disebut kebenaran..ya terserah itu hak anta. Tapi orang lainlah yang menilai. Ini blog anta, dan anta mau bicara apa saja nulis apa saja tidak akan berpengaruh degan dakwah salafiyah di dunia dan di indonesia. Dahsyat perkembangannya, semua pihak yang alergi dengan dakwah ini mulai kalang kabut. Inilah dakwah mengajak kepada Allah bukan hizbi, madzhabi dll. Kitabullah dan sunnah Rasulullah sebagai sumbernya. Para sahabat sebagai pemahamnya. Ana doakan semoga suatu saat anta menjadi pembela dakwah yang mulia ini. Seperti Umar ra setelah masuk Islam.

    Barakallahu fik

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Bagaimana tidak, di satu waktu Ibnu Taimiyah menjelek-jelekkan Khawarij, tetapi di waktu yang bersamaan ia memuji Khawarij…apakah ini bukan perwujudan dari ayat “mudzabdzabiin baina dzalik, laa ilaa ha’ulaa’i wa laa ilaa haa’ulaa’i”, ciri orang munafik dalam surat al-Baqarah.
    Terimakasih atas doa anda…

  25. maaf mas, kalau boleh saya mau nanya lagi… kalau link yang diberikan dari hidayatullah anda anggap pembenaran, lalu dimana letak kesalahan dari bantahan di hidayatullah tersebut? maksudnya, jangan sampai mas menyebutkan bantahan tadi sebagai pembenaran sementara mas belum bisa menyebutkan apa yang menyebabkan bantahan tersebut bernilai pembenaran…

    terimakasih, wassalamu’alaikum wr wb

    ————————
    Sastro Menjawab:

    Apa yang telah kami tulis dalam menukil pendapat Ibnu Taimiyah yang memuji Khawarij (dalam tulisan Ibnu Taimiyah dan Khawarij) yang sebagai mukadimah dari tulisan kedua yaitu tulisan ttg pelecehan terhadap Ali (dalam tulisan Benarkah Ibnu Taimiyah Ahlusunah?) sama sekali ‘tidak dilirik oleh Sang Penjawab, seakan tulisan itu tidak pernah ada dalam buku Ibnu Taimiyah…Aneh bukan?

  26. Mas Satro dan yang laennya pada ngga ada kerjaan. Ngapain kita ngebahas umat terdahulu yang sudah mendahului kita, karena kita tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.
    urusan kita juga bejibun banyaknya…oleh karena itu jangan banyak ngurusin umat terdahulu. Allah mengingatkan orang-orang yang ngga ada kerjaan seperti kalian semua sampai di dalam 2 ayat yang berdekatan di satu surat (QS:2 134 dan 141)
    “Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”

    ————————————
    Sastro Menjawab:

    Hm, permasalahannya tidak sesederhana itu mas dan lagian tolong jangan hanya lihat ayat itu saja mas…coba anda gandengkan ayat itu dengan beberapa ayat lain yang menjelaskan tentang perlunya mempelajari kisah-kisah terdahulu untuk dijadikan pelajaran bagi kita, generasi yang dating setelahnya, seperti ayat:

    (QS al-Baqarah: 179). “Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, Hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa”.

    (QS Yusuf: 111). “Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”.

    (QS Thaha: 99). Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang Telah lalu, dan Sesungguhnya Telah kami berikan kepadamu dari sisi kami suatu peringatan (Al Quran).

    (QS al-A’raf: 176). “Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir”.

    Dan ayat-ayat al-Quran lainnya. Ini sebagai bukti bahwa melihat sejarah yang telah lalu akan menjadi pelajaran bagi kita. Dengan kata lain, apa yang terjadi di masa lalu akan menjadi pelajaran bagi kita yang hidup sekarang. Dan apa yang telah terjadi di zaman dulu dan sekarang akan menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang, begitu seterusnya. Ini merupakan suatu keniscayaan yang dapat diterima oleh siapapun, buat yang tidak mengenal beragama, apalagi menurut Islam dan al-Quran yang ajarannya begitu kompleks. Apakah anda tidak pernah membaca sejarah Islam? Untuk apa ada sejarah Islam, jika pendapat anda itu dilaksanakan oleh setiap orang?

  27. setelah ane baca tanggapan antum sekalian dan jawaban dari yang buat milis ini (mas sastro), saya tambah yakin mas sastro orang yang gak bisa mengartikan redaksional kitab dan tidak memahami yang tersirat dari yang tersurat di kitab tersebut…kasian mas sastro…

  28. nah….mas sastro udah faham tuh kalo urusan umat terdahulu itu untuk diambil pelajarannya bukan untuk diperdebatin kalo si a membela khawarij atau si a menghujat khawarij.
    apakah gunannya bagi kita memperdebatkan kalo Ibnu Taymiyah itu membela khawarij atau mencela khawarij. cukuplah bagi kita ketahui kalo khawarij itu perlu diperangi ideologinya, diluruskan kepada pemahaman para salafushaleh. dan kalaupun ibnu taymiyah itu sesat dengan membela khawarij maka itu hanyalah sedikit kesalahan dari sekian banyak karya beliau yang berguna bagi kaum muslimin.
    mungkin mas sastro belum tahu kisah hidup ibnu taymiyah dan kedalaman ilmunya yang begitu hebat,yang berjihad dan menyerukan jihad melawan invasi mongol walaupun setelah itu dipenjara oleh pemerintah yang dibantunya sehingga tega mencela ibnu taymiyah hanya karena permasalahan yang belum jelas benar dan salahnya.saya yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa saat ini tidak ada orang yang memiliki kehidupan dan kedalaman ilmu seperti beliau dan say juga yakin kehidupan mas sastro dan kedalaman ilmu mas sastro tidak sehebat ibnu taymiyah. so kenapa anda menceritakan kesalahan beliau. kalo pun benar beliau salah anda telah Ghibah kalo salah maka anda BERDUSTA dan KEDUANYA DILAKNAT ALLAH Ta’ala.
    semoga mas sastro memahami ayat-ayat yang mas tulis bahwa umat terdahulu adalah untuk diambil pelajarannya tanpa harus melakukan Ghibah dan Dusta.

    ————————
    Sastro Menjawab:

    Justru anda yang kurang obyektif dalam menilai Ibnu Taimiyah, bagaimana tidak, kesalahan Ibnu Taimiyah yang fatal semacam itu lantas anda mengatakan ‘wajar jika dia salah’ atau salah sedikit. Padahal yang anda sebut dengan sidikit itu merupakan pondasi pemikirannya yang menjadi tumpuan semua pemikirannya. Lihat juga tentang tulisan ‘BEnarkah Ibnu Taimiyah Ahlusunah?’

    Kalau anda berargumen dengan derajat keilmuan dan karya Ibnu Taimiyah, maka kami katakan bahwa bukan hanya Ibnu Taimiyah, karya-karya para orientalis pun juga banyak yang bermanfaat buat kaum muslimin, terkhusus dalam masalah penelitian. Lantas apakah kita juga harus mengatakan bahwa para orientalis itu berakidah benar? Jadi tidak ada konsekuensi logis untuk itu mas…

    Kebenaran harus disingkap. Tidak ada istilah ghibah (mengumpat) dalam menyingkap kesesatan seseorang. Jika itu juga dikatakan sebagai ghibah maka Ibnu Taimiyah juga ergolong pengumpat kelas kakap. Jika anda lihat dalam karya-karyanya, bagaimana ia mengata-ngatai para ulama Ahlusunah, terkhusus Imam Ghazali dengan alasan mengungkap kesesatan Ghazali?

    Bagaimana apakah anda akan konsekuen dengan pernyataan anda dengan berani mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah raja peng-Ghibah (pengumpat)?

  29. situs orang2 bodoh, belajarlah agama dgn benar coi…
    MEMALUKAN tau

  30. Ibnu Taimiyah jelas bukanlah seorang pengumpat, berbeda dengan mas sastro.

    Kondisi umat pada masa ibnu taimiyah dipenuhi dengan TBC yang dimotori oleh filsafat helenisme dan aristoteles. Pengusung utama kedua filsafat tersebut adalah Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd. Ibnu Taimiyah melontarkan bantahan terhadap kedua orang tersebut dengan maksud mengembalikan umat kepada pangkuan Islam. Bantahan disampaikan dalam bentuk buku, karangan ilmiyah yang bisa dipertanggung jawabkan. Sehingga pada saat itu timbul polemik dengan saling menerbitkan buku (Futuhat Falasifah dan Futuhat-Futuhat Falasifah), namun identitas mereka jelas bagi masing-masing kubu.

    Jaman sekarang, jamannya mas satro berkembang TBC juga filsafat dan isme campur aduk mulai dari Sepilis, komunisme, kapitalisme dan isme-isme lainnya. Isme-isme tersebut memiliki agenda untuk menghancurkan Umat Islam.
    Pengusung isme-isme tersebut tersebar mulai tingkat lokal seperti Ulil Bashar Abdala (karena kejahilannya ada fatwa halalnya darah ulil abshar) sampai global seperti Karl Max.
    Namun disini bedanya Mas Sastro sama Ibnu Taimiah. Yang mas Satro hajar adalah ulama Islam. Mulut, Mata, Telinga, Tangan, pikiran mas Sastro lancar dalam menghujat Ulama Kaum Muslimin, tapi terkunci, tertutup, tuli, kaku dan macet dalam membantah isme-isme yang bermaksud menghancurkan Islam. Pengaruh buruk Ibnu taimiyah terhadap umat islam, kalaupun ada, akan tidak bermakna apa-apa dihadapan pengaruh buruk Ulil dan Konco-Konconya.

    Ibnu taimiyah ketika membantah pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Rusyd dilakukan dengan menerbitkan buku yang jelas tertulis nama Ibnu Taimiyah. hal tersebut menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah orang yang berani mempertanggung jawabkan bantahannya. Tapi Anda……, Ah saya ngga perlu ngomong….

    Semoga Allah Memberikan Taufik dan Hidayah Kepada Saya dan Anda sehingga TIDAK TERTUNDUK MALU KETIKA BERTEMU IBNU TAIMIYAH DI AKHIRAT KELAK. Wassalam

    —————————————–
    Sastro Menjawab:

    Klaim anda yang mengatakan ‘Yang jelas Ibnu Taimiyah bukan pengumpat’ tadi perlu bukti yang konkrit…Silahkan kaum Wahaby yang mengkultuskan dan bertaklid buta terhadap Ibnu Taimiyah itu menerjemahkan kitab-kitab dia, tentu dengan disertai keobyektifan dalam penerjemahan, dengan tetap mencantumkan kata “Bodoh, tidak paham agama, kafir, keledai dst” yang sering dipakai dalam buku-bukunya…nanti, biar masyarakat sendiri yang menilai, apakah Ibnu Taimiyah pengumpat ataukah tidak? Gak perlu anda repot-repot berapologetik terhadap kepribadian orang yang anda taklidi secara buta itu…

  31. sastro mulutmu lancang sekali, jangankan ahlussunnah…orang awam pun mengakui keilmuwan Ibnu Taimiyah..beliau adalah seorang ulama’,
    sastro kamu tidak lain seperti binatang ternak bahkan lebih sesat

  32. Ternyata cuma segitu nyalinya pemilik blog ini (Sastro), bener2 pengecut tapi gak malu ngaku sbg Satria ASWAJA!!!!

    Kemana komentar2 saya yg blm dijawab??? koq dihapus?
    Gak bisa jawab komentar saya eh malah komentar saya dihapus….., memalukan!!!

    ————————-
    Sastro Menjawab:

    Komentar yang terlalu panjangan apalagi yang hanya dihasilkan dari copy-paste seperti milik anda tidak layak ditayangkan di sini…cukup anda beri alamat blog/situs yang anda copy, untuk mempersingkat…
    Silahkan katakan “Pengecut” terhadap blog/situs kaum Wahaby yang mengaku Salafy itu yang mengedit semua kritik dan saran dari pemberi komentar…anda berani melakukan itu? Gak yakin saya… silahkan buktikan!

  33. Tenang mas Sastro… saya juga nggak mengakui kalo Ibnu taimiyah itu ulama koq.

    Tapi buku2nya bertaburan dimana2 terutama di ROHIS2 SMA. Kesian anak2 itu… banyak yang baru kenal Islam langsung dihujani buku2 seperti itu… mengagumi orang2 yang tak semestinya dikagumi…
    meyakini sesuatu yang belum tentu kebenarannya…
    sesuai kata anda, taklid buta…
    Lalu dengqan gampang bilang orang sesat, bid’ah dsb…
    Apalagi kata2 dari Yusuf Qardhawi… udah kayak titah…
    dikit2 langsung merujuk buku Yusuf Qardhawi…
    Duh… prihatin…!!!

  34. Apa iya Ibnu Taimiyah itu salah dalam segala hal dan manusia sesat???

    Indieshare : apa kamu lebih pintar dari Yusuf Qardhawi? apa dia sesat?

    kenapa mudah menuduh orang sesat ya… apakah karena dalam agama Islam kalo seseorang salah dalam mengambil suatu atau beberapa kesimpulan dalam banyak masalah terus dianggap sesat?

    Buktinya kaum salafy mengatakan sesat orang lain, kemudian pemilik blog ini juga menyatakan Ibnu Taimiyah sesat dan orang2 yg kebetulan mengikuti salah satu pendapatnya sebagai “antek-antek” nya

  35. Bouat mas sastro, ana do’akan tetap pada pendirian.
    Kalau orang yang buta hatinya, apapun nasehat dan wejangan yang diberikan pasti 100%, bahkan mungkin 1000000000 %, tetap tidak mau terima.
    Saluuuuuuuuuuut boeat mas sastro.

    SIMISKINILMU

  36. Salam mas Sastro,
    Teruskan perjuangan….hujahi ‘akidah mereka (wahabiyah) yang kafir dan sesat. Mereka tidak layak dipanggil “salafiyah”.

  37. Tidak perlu merasa paling benar. Ente bukan Nabi yang dijaga kemaksumannya, Nabi saja ada kalanya masih khilaf bahkan beberapa ide pemikirannya juga diralat oleh sahabat. Itulah sisi kemanusiaan seorang Mohammad SAW. Nggak perlu merasa paling benar, sebab KEBENARAN HASIL PEMIKIRAN MANUSIA ITU RELATIF, TIDAK ADA YANG MUTLAK, HANYA ALLAH SAJA YANG BERSIFAT MUTLAK. Cara berfikir seperti Ente inilah yang dinanti-nantikan oleh musuh-musuh Islam. Kalau semua muslim seperti ente yang tidak menghargai perbedaan produk pemikiran, inilah malapetaka bagi ummat Islam. Ummat ini sudah tercabik-cabik, alangkah naifnya jika Ente masih saja mengusik luka lama dari perpecahan ummat ini. Sebaiknya Ente berkaca pada masa lalu. Ummat ini jangan dikotak-kotak lagi. Pahami dengan sebenarnya apa makna SALAF. Jangan sok paling benar, jangan memonopoli surga, seolah-olah surga hanya disediakan untuk Ente dan kelompok Ente. Pahami juga apa perbedaan antara FIRQOH, MANHAJ, MADZHAB dan peristilahan lain yang dijadikan alat untuk memecah belah ummat ini. Ane orang awam, yang Ane tahu Allah pasti menerima amal ibadah kita asal memenuhi dua syarat, 1- Ikhlas 2- Benar, selebihnya Allah tidak mensyaratkan lagi. Hal mudah jangan dibuat rumit.

    ———————-
    Sastro Menjawab:

    Semua orang pengikut Ahlusunah wal Jamaah di Indonesia tahu bahwa, ungkapan di atas ini layak untuk ditujukan kepada kelompok pengkafiran (Jamaah Takfiriyah) yang selama ini mengatasnamakan diri mereka dengan Salafy yang pada hakekatnya adalah WAHABY

  38. Mas Sastro, adu dibelakangmu….. Emang benar pikiran orang yang mengaku ‘salafi’ RURARRRRR BIASA CUPETNYA. Katanya menolak taklid buta, tapi ternyata taklid butanya melebihi orang nahdliyin (yang buta) tentunya. Mas Sastro, bahas tuh masalah kegoncangan “otaknya” Ibnu Taimiyah. Pengembara Islam terkenal (Ibnu Batutah) menuliskan bahwa Ibnu Taimyah itu otaknya goncang sehingga fatwanya banyak yang sesat… Tulis dalam blog ini biar si pemuja Taimyah tahuuuuu…

  39. mas sastro (nama ini ngingetin saya waktu kecil lihat mitro nggedebus di TV hihi…). Sori, wong namanya aja ingat..tersimpan dalam memori lalu keluar dech. karena saya bukan orang pesantren, kaya sampean, ya saya ngomentarinya dengan gaya kupu-kupu saja. Saya ingin ngasih wacana tentang teks sampean.

    Teks yang ditulis di blok ini tentu menjadi etika perlawanan dari kalangan nahdliyin terhadap teks-teks kritis dalam tradisi masyrakat Islam. Etika perlawanan biasanya akan diambil dari tiga sumber dalam komunitas:

    kaping siji: solidaritas subyektif yang di dalamnya terdapat imajinasi mengenai kebenaran, apapun sumbernya, baunya, dan bentuknya akan diterima sebagai kemuliaan.

    kaping loro: supremasi pengetahuan, yang dibangun oleh komunitas untuk reproduksi generasi. Biasane sumber kedua ini juga dipakai sebagai penopang status quo.

    kaping telu: bangunan makna kolektif, yang berarti setiap kata baik lewat cangkem sampean maupun tulisan akan merepresentasikan makna kolektif ini. Misal makna kolektif tentang wahabi atau taimiyah (sebagai wacana, tentunya).

    Tiga sumber etika perlawanan yang sampean ambil dari solidaritas subyektif, supremasi pengetahuan, dan bangunan makna jelas berakar dari tradisi sampean di nahdliyin, kata orang dari jepang Nakamura yang dikategorikan tradisional, pada dasarnya hanya mencapai, 1) apa yang disebut sebagai reproduksi fanatisme, dan 2) kontradiksi transendental (maksudnya kaya katak dalam tempurung…gitu).

    Saya sebenarnya cuman ingin bilang “Lha sampean iku sinau kitab kuning lan sak panunggale kok malah nggawe fanatisme dan kontradiksi transendental, po tumon rek”.

    Teks yang sampean tulis di sini pada gilirannya keliatan wagu dan agak menor. Yo, iki cuman interpretasiku. ngko ndak kedawan, apalagi sampean belum tentu ngapruf tulisan ini hehe. Yowislah, manusia cuman bisa ikhtiar. Wassalam

    ———————

    Sastro Menjawab:

    Lha wong interpretasimu kuwi wes dipenuhi dengan fanatisme kok mas…sampean dewe melu Salapy tho…? Makanya penilaian sampean gak obyektif maneh…
    Coba sampean belajar maneh karo gurumu….Lha wong aku juga gak njamin kalau guru anda dapat menjawab artikel-artikel saya yang menyebutkan riwayat-riwayat yang jelas kok mas…gak perlu belajar repot-repot belajar metode interpretasi yang biasa diistilahkan dengan Hermonetika dulu kok…
    KENALILAH KEBENARAN, NISCAYA ANDA AKAN TAHU KEBENARAN ITU ADA PADA APA DAN SIAPA….walau pada seorang Sastro yang wong cilik iku…

  40. Mas Ibn Ahmad…, coba baca secara seksama, jawaban si “Goblok sok Pinter” Sastro makin ngaco. Jawabannya selalu tidak relevan dengan pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan kepadanya. Ditanya “ngalor” jawabnya “ngidul”, ditanya “Wetan” jawabnya “ngulon”. Ane usul ama Mas Ibn Ahmad, gak perlu buang-buang energi ngelanyani orang macam ini. “Annaasu a’daa’u ma jahilu” adalah pepatah yang tepat untuk si Sastro ini. “Tarkul jawabi alal jahili jawabun”. Memalukan…. !

  41. 1. bukti-buktui yang diajukan sastro kalau ibnu taimiah bias dalam mensikapi orang khawarij harusnya yang dibahas tuntas. Kalau memang ini “kesalahan” ibnu taimiah ya diakui.
    2. Bukan masalah kesalahan kecil atau besar, tapi ini menunjukkan bahwa ulama siapapun bisa “salah”, dan kita dilarang taklid.
    3. Keliatankan siapa yang taklid. Menolak dan menganggap kecil kesalahan “idola” kita yang bisa jadi besar bagi yang lain, bukankah sikap taklid?
    4. Untuk kang sastro cukuplah menunjukkan “kesalahan2” ibnu taimiah, tanpa harus kejebak memvonis beliau sesat atau kafir, karena sikap ini bisa dimanfaatkan dan dimanipulasi oleh pihak yang tidak suka dengan mencap mas sastro “menghakimi”, “menghina”, “sok pinter” dsb,walaupun mas sastro mungkin dipihak yang benar. Tapi Bukankah mas sastro justru ingin memerangi siakp-sikap seperti itu?
    5. Yang lain pahamilah, sy kr apa yang dilakukan mas sastro cs adalah reaksi dari sikap2 yang bisa mendestruksi persatuan umat dan melemahkan potensi2 umat. Tentu saja pihak2 yang dikritisi ada nilai “kebenaran, manfaat, dan kelbihannya”, maka mas sastro fokus saja ke “kesalahannya”, tanpa harus mengeneralisir menjadi menilai sesat atau tidak, ahlus sunnnah atau bukan, …

  42. Assalamualaikum wr wb

    Bathosai punya usul , gimana klo kita sama2 baca langsung kitab Ibnu Taimiyah yaitu Majmu fatawa dan Al Iman. Darisana kita bisa menilai , bagaimanakah aqidah Ibnu Taimiyah.jadi ga cuman baca Rahlah Ibnu Bathutah atau tulisan orang laen aja.Buka mata kita lebar2, jauhkan hati dr dengki, gunakan kepala dingin hehehehehe

    setuju??

    wassalam

  43. saya salut sama mas sastro meski di pisuhi ngalor ngidul masih tegar, aku dukung kamu mas sastro,jawapanmu jadi referensi ku buat mencari kebenaran islam. Wong aku sudah baca fikih sunni juga ngalor ngidul kok masalah halal haram wae gak podo, bab sholat wudlu, wis pokoke bingung lha nek melu ibnu taimiyah juga sing ngongkon sopo se? wong yo belum tentu mlebu surgo kok wis podo belo mati2 an.

  44. Sebenarnya kalau mau jujur dan adil, pujian Ibnu Taimiyyah dalam al minhaj itu adalah dalam rangka membandingkan khawarij dengan Syiah rafidhah. Bukan semata – mata memuji muji khawarij. Terbukti dengan ucapan beliau :

    وأما الخوارج فلا يكفرهم إلا من يكفر الإمامية فإنهم خير من الإمامية
    وعلى رضى الله عنه لم يكن يكفرهم ولا أمر بقتل الواحد المقدور عليه منهم كما أمر يتحريق الغالية

    “Adapun Khawarij, maka tidak ada seorangpun yang mengkafirkan mereka kecuali kelompok yang mengkafirkan immamiyah, karena sesunggguhnya mereka (orang khawarij itu) lebih baik dari immamiyah (syiah Rafidhah) Begitu juga, Ali radhiallahu anhu tidak pernah mengkafirkan mereka, dan tidak pernah menyuruh membunuh seorangpun dari kalangan mereka (khawarij) seperti memerintahkan untuk membakar golongan yang melampau batas (syiah rafidhah)

    Cuma memang sifat adil dan jujur tidak akan kita dapatkan dari orang – orang shufi semacam Sastro ini.

    Mereka akan selalu berusaha dengan segala cara dan upaya untuk terus membela hawa nafsu mereka dengan segala cara. Ya kan Tro? Tak iye?

    —————————-

    Sastro Menjawab:

    Adapun kebencian Ibnu Tai-miyah terhadap Syiah atau Sufi itu urusan dia…tapi kebenciannya terhadap siapapun sehingga mengangkat dan memuji khawarij yang jelas sesat itu apa artinya? Trus, bagaimana pendapat anda tentang ucapan para Ulama Ahlusunah yang mencela Ibnu Tai-miyah itu? Jangan diam dong…apa anda akan mencela orang seperti Ibnu Hajar karena fanatik dan taklid buta kepada Ibnu Tai-miyah? Silahkan…!!!

  45. Pada zhahirnya ia mengajak kepada kebenaran dan menunjukkan kepada jalan surga, ternyata kemudian ia tidak melakukan ittiba’ (mengikuti sunnah, ulama Salaf dan konsensus ulama) tetapi justru membuat bid’ah-bid’ah baru, ia menyempal dari umat muslim dengan menyalahi Ijma’ mereka dan ia juga mengatakan tentang Allah perkataan yang mengandung tajsim (meyakini Allah adalah jisim; benda yang memiliki ukuran dan dimensi) dan ketersusunan (tarkib) bagi dan Allah”.

    Dalam beberapa kitabnya Ibnu Taimiyah dalam ushuluddin yang menyalahi ijma’ kaum muslimin adalah perkataannya bahwa jenis alam ini qadim (tidak bermula), (sebagaimana ia katakan dalam tujuh karyanya: Muwafaqah Sharih al Ma’qul li Shahih al Manqul, Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah, Syarh Hadits an-Nuzul, Syarh Hadits ‘Imran ibn al
    Hushain, Naqd Maratib al Ijma’, Majmu’ah Tafsir Min Sitt Suwar, Al Fatawa) dan Allah pada Azal (keberadaan tanpa permulaan) selalu diiringi dengan makhluk. Ibnu Taimiyah juga mengatakan bahwa Allah adalah jism (bentuk), mempunyai arah dan berpindah-pindah. Ini semua adalah hal yang ditolak dalam agama Allah ini. Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa Allah Ta’ala persis sebesar ‘Arsy, tidak lebih besar atau lebih kecil, Maha Suci Allah dari perkataan ini

    Bukti bahwa alam semesta statis menurut Ibnu Taimiyah dalam Majmu Fatawa 25/195 “Arah atas alam semesta adalah yang sejajar dengan kepala manusia, oleh karena itu dimana pun manusia berada maka yang searah dengan kepalanya adalah atas alam semesta. Dan yang paling atas dari alam semesta ini adalah ‘Arsy-nya Allah Ta’ala”
    “Bahwasannya bumi terletak di tengah bulatan langit. Yang menunjukkan bahwasannya semua benda langit itu terlihat dari bumi di segala penjuru langit dalam jarak yang sama. Ini semua menunjukkan bahwa jauhnya antara bumi dan langit itu sama dari segala sisi dan ini dengan tegas menunjukkan bahwa bumi itu terletak persis di tengah-tengah”

    Kalau mengacu dengan pendapat IT, bagaimana tafsir Surah al-Ashr dan Surah Yasin 36-42? Gak ada bedanya konsep universal Majmu Fatawa dengan Buddha Fa Lundafa.

    Dengan ditemukan bukti bahwa sistem tata surya yang sekarang dipakai banyak kalangan bukan murni dari Nikolaus Kopernikus dan Johann Keppler, namun mereka mengambil pemikiran-pemikiran Nashiruddin at-Thusi dan Ibnu as-Shatir, ilmuwan Parsi dengan karya besarnya Nihayat Al-Sul Fi Tashih Al-Usul.

    Di sisi lain gerakan “pemurnian agama” yang dimotori oleh Ibnu Taimiyah yang mencatut nama Hambaliyin sebagai madzhab patut dipertanyakan. Khas pemahaman mazhab Hambali dan ahlussunnah adalah apabila tidak diketahui maknanya dikembalikan makna hakiki kepada Allah swt. Dalam berbagai kitab-kitabnya yang disebutkan di atas menunjukkan bahwa Ibnu Taimiyah yang bukan ahli astronomi mencoba mengotak-atik permasalahan dan memberikan penafsiran dan pentakwilan.

    Masih ingat kita kunjungan Menlu AS Condolezza Rice ke Indonesia beberapa waktu yll dengan misi mengubah kurikulum pesantren. Yang disayangkan rekomendasi perubahan kurikulum tersebut mengacu kepada kitab-kitab yang tidak masyhur di kalangan pesantren dan populer di kalangan Wahabi. JELAS INI SKENARIO GLOBAL untuk membodohkan UMAT ISLAM, supaya by design terlihat bodoh-bodoh dan tidak menguasai ilmu pengetahuan.

    hare gene masih percaya kalau wahabi agen “pemurnian agama”?
    sungguh menyedihkan, Wallahu ‘alam

  46. Wahabi….wahabi……pusing deeeeehhhh….kok ngeyel aja sih bawaannya…mbok nurut biar beres urusannya…..orang sudah jelas2 ketahuaan belangnya kok masih ngeyeeeeeeeelllllll aja. ada yg ngupas kitab kuning segala, emangnya kalo sudah tahu kitab kuning jaminan anda masuk surga apa. kitab kuning tahu kok masih nurut ama faham tuhan duduk atas arsy…gimana sih….pesantren apa jualan di pesantren sih….

  47. Assalamualaikum !

    Mas Sastro ane salut atas perjuangan ente, ane dukung terus deh pokoknya !
    Namun kalo boleh kasih saran nih mas, tolong dalam mengemukakan argumentasi kepada saudara kita dari SALAFY mohon gunakan bahasa yang lebih santun dan halus, walau mungkin mereka terus memancing emosi kita . Karena Nabi MUSA as saja diperintahkan Allah SWT berdakwah pd Fir’aun dengan cara yg lembut dan santun.
    Oleh karena itu kita selaku umat Rasulallah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam harusnya meniru akhlak beliau, karena beliau menyampaikan ajarannya selalu dengan santun dan lemah lembut, bagaimanapun mereka dari SALAFY itu saudara kita juga Mas, mereka tuh belum separah Abu Jahal atau Fir’aun, mereka juga bersyahadat dan sholat, walau tingkah mereka yang gampang membid’ahkan atau menuduh sesat terhadap muslim yg laen, kita mesti tetap sabar dan terus mendakwahi mereka dgn cara yang HAQ lagi santun.
    Jadi tolong sabar aja ya Mas ! Kalo ada kasih komen yang kasar usahakan jawab dengan santun, biar saudara-saudara kita dari SALAFY tau mana yang lebih pantas disebut umat Rasulullah SAW !

    Bagaimanapun API tidak bisa dipadamkan dengan API…API hanya bisa dipadamkan dengan AIR…

    Kita cuma diwajibkan beriktiar memberi peringatan (dakwah) soal hasilnya..itu urusan Gusti ALLAH Al-Hadi, taufik dan hidayah cuma dia yang memegang urusannya…jgn sampe kebawa emosi dan kepancing ama orang2 jahil ya Mas, sayang kalo dakwah ente jadi sia-sia…

    Keep going mas Sastro… May ALLAH always bless you !

  48. Berkata Ibnu Taimiyah tentang Khawarij :”Inti kesesatan mereka adalah keyakinan mereka berkenan dengan Aimmatul Huda (para imam yang mendapat petunjuk) dan jama’ah muslimin, yaitu bahwa Aimmatul Huda dan jama’ah muslimin semuanya sesat.

    Rasulullah SAW telah mengabarkan sifat-sifat kaum ini dalam hadits-haditsnya yang mulia.

    Rasulullah SAW bersabda: “Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an, yang mana bacaan kalian tidaklah sebanding bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun dan tidak pula puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun”. [Muslim II/743-744 No. 1064].

    Hadis riwayat Aisyah رضي الله عنها: ia berkata: Bahwa seorang wanita bertanya kepadanya: Apakah salah seorang di antara kami harus mengganti salat pada masa haid? Aisyah berkata: Apakah engkau termasuk golongan Haruriyyah (salah satu golongan Khawarij)? Dahulu, pada masa Rasulullah  di antara kami ada yang haid, tetapi tidak diperintahkan mengganti (salat) (HR Muslim:506)

    Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra: ia berkata: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi SAW menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya (HR Muslim:1776)

    Dalam Fathu Al-Bari(penjelasan shahih Bukhari), XII/283 disebutkan :”Mereka (Khawarij) dikenal sebagai qura’ (ahli membaca Al-Qur’an), karena besarnya kesungguhan mereka dalam tilawah dan ibadah, akan tetapi mereka suka menta’wil Al-Qur’an dengan ta’wil yang menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Mereka lebih mengutamakan pendapatnya, berlebih-lebihan dalam zuhud dan khusyu’ dan lain sebagainya”.

    Ibnu Abbas:”Aku belum pernah menemui suatu kaum yang bersungguh-sungguh, dahi mereka luka karena seringnya sujud, tangan mereka seperti lutut unta, dan mereka mempunyai gamis yang murah, tersingsing, dan berminyak. Wajah mereka menunjukan kurang tidur karena banyak berjaga di malam hari”. [Lihat Tablis Iblis, halaman 91]. Pernyataan ini menunjukkan akan ketamakan mereka dalam berdzikir dengan usaha yang keras.

    Berkata Ibnul Jauzi :”Ketika Ali ra meninggal, dikeluarkanlah Ibnu Maljam( pembunuh Ali ra ) untuk dibunuh. Abdullah bin Ja’far memotong kedua tangan dan kedua kakinya, tetapi ia tidak mengeluh dan tidak berbicara. Lalu dicelak kedua matanya dengan paku panas, ia pun tidak mengeluh bahkan ia membaca :

    “Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah”. [Al-‘Alaq : 1-2].

    Hingga selesai, walaupun kedua matanya meluluhkan air mata. Kemudian setelah matanya diobati, ia akan di potong lidahnya, baru dia mengeluh. Ketika ditanyakan kepadanya :”Mengapa engkau mengeluh ?. “Ia menjawab ;”Aku tidak suka bila di dunia menjadi mayat dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah”. Dia adalah seorang yang ke hitam-hitaman dahinya bekas dari sujud, semoga laknat Allah padanya”. [Tablis Iblis, hal. 94-95].

    Mekipun kaum Khawarij rajin dalam beribadah, tetapi ibadah ini tidak bermanfa’at bagi mereka, dan mereka pun tidak dapat mengambil manfaat darinya. Mereka seolah-olah bagaikan jasad tanpa ruh, pohon tanpa buah, mengingat ahlaq mereka yang tidak terdidik dengan ibadahnya dan jiwa mereka tidak bersih karenanya serta hatinya tidak melembut.

    uuuppsss..maaf salah copy paste

  49. TEMAN-TEMAN SESAMA ASWAJA NGGAK USAH DITANGGEPIN DAN NGOMENTARIN SI SASTRO INI!! BUANG-BUANG WAKTU SAJA. MASIH BANYAK HAL-HAL YANG BERMANFAAT YANG BISA KITA KERJAKAN! BUBAR! BUBAR!BUBAR!

  50. aduuhh,…kaum Wahaby masih aja taklid, kapan jadi pinter mas.

  51. mas satro tenang……..
    kami ada dukung….
    tuliskan saja penyingkapan kedok wahabi-salafi pelan2
    mas sastro gak perlu kan disebut orang alim?
    yang penting tinta mas sastro tetap jadi pedang bagi mereka, biar mereka yang mengagung2kan “ulama” mereka sendiri

  52. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa yang masuk surga itu adalah orang2 mukmin yang taqwa. golongan itu disebutnya “Orang2 yang bertaqwa”. gak pernah ada dalam Al-qur’an yang masuk surga itu yang bernama Salafy, HTI, NU.and tek2 bengek…

    —————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Yang masuk sorga itu nanti urusan Allah, tapi bagaimana dengan usaha kita di dunia ini untuk melakukan ketakwaan…apa mungkin ketakwaan bisa didapat melalui pengkafiran saudara sendiri sebagaimana yang dilakukan salafy gadungan yang pada hakekatnya Wahaby itu?

  53. Salam..
    Acungan jempol buwat saudara Uzbeki, saya setuju sekali dengan pendapat anda.
    POKOK-E MAS SASTRO………
    POKOK-E MAS SASTRO………
    POKOK-E MAS SASTRO………

    MERDEKA!!!!!!!!!!!!!!!

  54. mas sastro anta belajar ilmu agama dari siapa, mohon sebutkan ustadz antum? agar kami tahu dari mana antum
    bener nggak ada faedahnya

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:
    Mas, sudah pernah dengar ungkapan “Lihatlah apa yang dibicarakan dan jangan lihat siapa yang bicara”…jika anda ada problem dengan isi pembicaraan maka jawablah jika anda mampu!?

  55. Sebaiknya anda bertaubat dari penghinaaan terhadap Imam Ibn Taimiyah dan para pengikut beliau baik dari kalangan Salaf maupun Khalaf yang telah menyatakan sumpah setia mereka. Tidaklah anda membaca setiap manaqib yang dikarang oleh teman-teman beliau seperti Al Bazzar nyang berisi kesempurnaan pribadi Ibn Taimiyah yang bisa dikatakan telah menyamai para Nabi dan Aulia Allah ,sedangkan orang seperti saudara menghinakan beliau dengan tuduhan keji yang tidak layak dihadapkan pad beliau.
    Tidaklah anda mendengar kata Tajuddin assubki bahwa hanya orang bodoh dan dikuasai hawa nafsu yang menghinakan beliau.

    ——————————————-

    Sastro Menjawab:
    Dari mana datangnya kata ‘sebaiknya’ itu mas? Lha wong para ulama Ahlusunnah banyak yang juga mengkritisinya koq…nanti akan aku kasih list nama-nama para ulama sezaman dengannya yang mengkritisinya. Bahkan yang mengkritisinya jauh lebih banyak dari yang memujinya. Kalau memang ulama Ahlusunah sepakat akan kemuliaannya, maka tidak ada seorangpun yang bertanya; kenapa ia hingga akhir hayatnya tidak ada yang mau memberikan anak perempuannya kepadanya sehingga ia mati dalam keadaan membujang dan mati di penjara lagi…siapa yang menjebloskannya ke dalam penjara? Karena salah apa? Jika anda membaca banyak buku sejarah maka mata anda akan melek nanti.
    Trus ungkapan orang yang anda nukil itu; “Ibn Taimiyah yang bisa dikatakan telah menyamai para Nabi dan Aulia Allah”, apa itu gak berlebihan (kultus)? O ternyata dari situ akhirnya ungkapan Ibnu Taimiyah seperti wahyu yang suci dari kesalahan sehingga haram dikritisi ya….? tentu itu menurut pengikutnya yang mengaggapnya seperti nabi.

  56. ak tak cari website yang adem ayem aja yang mengajarkan perdamaian dan persatuan umat islam yang selalu didambakan untuk mengalahkan zionis dan USA dan sekutu-sekutunya.

  57. Banyak yg ngambil istilah wahhaby…wahhaby…. tp tidak tahu menahu dari mana istilah itu muncul ato salah kaprah memahami istilah tsb, kayak gtu kok berpikir kritis & adil.

  58. aku perlu banyak bahan ttg ibnu taimiyah, buku, kitab or apapun dar internet. Bisa bantu ngak berikan referensi?

  59. mas Ibnuhay, istilah wahabi berasal dari nama penerus ajaran Ibnu Taimiyah yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab. Orang bilang untungnya yang muncul adalah nama Wahabi dan bukan Muhammadi untuk mencirikan perbedaan ajarannya dengan ajaran Nabi Muhamaad saw.
    Tidak ada kesalahkaprahan dalam hal ini.

    Perlu diketahui bahwa pendapat2 Ibnu Taimiyyah pada zamannya sangat bertentangan dengan ajaran empat mazhab Sunni. Bahkan Ahmad bin Hambal berlepas tangan dari ajaran Ibnu Taimiyyah. Yang paling ekstrim adalah pendapatnya mengenai Tuhan yang berjisim dan kebenciannya terhadap keluarga Nabi khususnya Ali bin Abi Talib. Ia mengingkari keutamaan Ali bin Abi Talib sekalipun diriwayatkan melalui hadis2 yang sahih. Padahal dalam suatu hadis sahih Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa “tidaklah mencintai Ali kecuali orang2 mukmin dan tidaklah membenci Ali kecuali orang2 munafik”.

    Jadi anda bisa menilai siapa Ibnu Taimiyah dan orang2 yang sejenisnya. Ada satu informasi mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah ini masih keturunan Yazid bin Muawiyah yang dikenal sebagai pembantai Husein cucu Nabi di padang Karbala. Sedangkan Yazid berasal dari Bani Umayyah yang sangat membenci keluarga Nabi yang berasal dari Bani Hasyim. Tidak aneh kalau cicitnya Yazid ini sangat membenci Ali bin Abi Talib.
    Nah, ajaran Ibnu Taimiyyah ini sebenarnya sudah punah dan tidak laku pada zamannya. Tapi pada akhir abad ke 19 di-revitalisasi oleh pengikutnya yang fanatik, yaitu Muhammad bin Abdul Wahab yang berkolaborasi dengan keluarga Ibnu Saud mendirikan negara Saudi Arabia dan dengan jalan kekerasan menyebarkan ajaran Wahabi ke seluruh wilayah yang ditaklukannya.

    Ciri-ciri khas ajaran Wahabi :

    1. Membid’ahkan orang/kelompok yang berbeda pemahamannya dengan kelompoknya (ini kelompok yang moderat. Kalau kelompok yang radikal/eklusif tidak hanya membid’ahkan tapi sampai mengkafirkan).

    2. Mengharamkan ziarah kubur, tahlilan, tabaruk, baca qunut dalam salat subuh dan tawasul, baca doa bersama setelah salat wajib.

    3. Mengaharamkan ta’wil dalam menafsirkan Quran atau sangat harfiah dalam memahami ajaran agama.

    4. Kaum Wahabi menganggap kiriman doa orang yang masih hidup terhadap orang yang sudah meninggal tidak akan sampai.

    Di Indonesia kelompok wahabi yang paling moderat dan sangat jauh berbeda dengan wahabi negara asalnya (Saudi) adalah Muhammadiyah. Kelompok ini sangat jauh dari kesan eklusif. Bahkan melalui Ketua Umumnya Dr Din Samsudin kelompok ini bersama elemen2 moderat Islam lainnya mendukung usaha2 persatuan umat Islam khususnya kelompok2 besar seperti Sunni dan Syi’ah.

    Untuk mba Amelia, untuk mencari referensi mengenai Ibnu Taimiyah, coba anda cari di toko2 buku atau bisa mengklik website yang mengulas tokoh ini.

    Ada buku bagus yang berisi kritik atas jaran Wahabi ini yang ditulis oleh Ja’far Subhani.

    Untuk mas Bagus, ajaran Islam yang masuk ke Indonesia ini sudah dalam keadaan tidak murni lagi. Coba baca sejarah Islam sejak wafatnya Nabi hingga zaman Dinasti Abasiyah yang berdarah-darah dan penuh awan kelam. Jadi bagaimana kita mau adem ayem dan tenang melihat kondisi umat Islam sekarang ini yang nota bene merupakan produk /cerminan dari umat Islam sebelumnya.

    Umpamanya saudara kita yang ASWAJA menganggap kaum Syi’ah Imam 12 bukan Islam. Ini perlu diluruskan. Karena kalau ukurannya Islam versi Muawiyah atau sebagian para sahabat yang pendapatnya bertentangan dengan AlQuran dan Sunnah Rasul, maka jelas orang ASWAJA menganggap Syi’ah bukan Islam. Tapi kalau ukurannya ajaran Islam yang sebenarnya, belum tentu Syi’ah atau kelompok lainnya berada di luar Islam. Bahkan bukan tidak mungkin kelompok ASWAJA harus banyak instrospeksi mengenai pandangan2nya umpamanya dalam bidang Ushuludin/Teologi yang banyak mengadopsi ajaran2nya Abu Hasan al Asy’ari yang cenderung fatalistis.

    Jadi forum seperti ini kalau kita memposisikan diri kita pada posisi netral akan sangat bermanfaat. Dulu saya adalah pengagum Ibnu Taimiyah. Setelah banyak mengkaji, saya jadi tahu siapa Ibnu Taimiyah itu dan kenapa sangat membenci Ali bin Abi Talib.

    Maju terussss mas sastro…!!!

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Bagus tulisannya dan cukup mencerahkan, pasti anda kyai atau ustadz ya?
    Terimakasih atas dukungannya…

  60. yaa allah berilah aku petunjuk dan pengelola blog ini. tidaklah engkau sesatkan seseorang melainkan akan tersesat, dan tidaklah engkau berih hidaya kepada seseorang melainkan akan selamat walaupun di paksa untuk kafir.

    mas sastro ana harapkan antum cepat kembali dari fitnah yang antum kembangkan ini…………..

    cepatlah bertaubat kepada Allah sebelum pintu taubat itu diitutup.

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua dan menjauhkan kita dari fitnah terbesar di abad 20, yaitu al-fitnatul Wahhabiyah yang didirikan oleh seorang yang berasal dari Najd, tempat yang sudah pernah diprediksi oleh Rasul dalam hadis Sahih beliau, sebagai tempat munculnya kelompok setan…walaupun para Wahabiyyuun berusaha memalingkan makna Najd dalam hadis itu.

  61. assalamualaikum sbelumnya kepada penulis dan saudara2 yang sudah berkomentar, baik yang mendukung atau ttidak mendukung ibnu taimiyah,
    bagi saudara saudara yang menukung ibnu taikiyah, dengan penuh kehormatan saya kepada ibnu taimiyah ulama’ besar dan telah mengarang puluhan kitab2, tapi yang perlu kita ingat beliau tetap manusia biasa dan bukan rasul, yang tentunya gak akan luput dari kesalahan, jadi kesalahan beliau dalam berbagemacam, baik usul agama dan fiqhiyah tentu kita harus meneriam, kalu ulama’2 imam 4 mazhab aja kita masih bisa menerima kesalahan beliau2 kenapa kita tidak bisa menerima kesalahan ibnu taimiyah yang ilmunya jauh di bawah imam 4 mazhab,aku yakin penulis sedikit tidak pernah membaca dan meneliti banyk kitab2 ibnu taimiyah dan yang lainya, sehingga dengan ringkas penulis memberikan rujukan2nya lengkap dengan halaman dan juznya, tidak di pungkiri kalu ibnu taimiyah adfalah ulama’ yang para ulama’ mengatakan sebagi pembawa aqidah tajsim atau jismiyah, tidak menerima ta’wilan dari sifat2 allah dan mengartikannya kepada,hakikatnya, bagi saudara2 yang belum baca, kariya2 ibnu taimiyah, bisa membaca dan meneliti, dan harus berani mengatakan salah itu salah dan benar itu benar, saya siap menerima pertanyaan dan bantahan2 dari saudara yang keberatan dengan kesalahan ibnu taymiah, saudara2 bisa baca fatwa beliau, aqidah wasatiah dan tis’iniyat atau bayan talbisat jahmiyah, sedangkan wahabi, saudara2 wahabi dan sekarang menjadi salafi, terus terang saya sangat sayangkan saudara2 mengunakan nama salafi tapi tidak sesuai dengan apa yang dilakukan para ulama salafusaleh, saudara2 yang emngaku slafi, tolong baca banyak kitab dan buku, jangan hanya membaca karia ulama2 yang saudara2 anggap benar dan, seperti al bani, ibnu baz , ustaimin dll, tapi bamish banyak ulama2 yang lain, dan jagn lupa semuanya manusia yang bisa salah dalam berkata, jangan kita menjadikan perkataan mreka seperti perkataan rasulullah yang tidak salah, terimalah pendapat orang lain, jangan mudah mengkafirkan saudara sendiri, . ini dulu yang bisa saya ucapkan sebelumnya terima kasih
    wassalamualikum wr wb

  62. mas sastro maju terus, moga ini adalah jalan dakwan antum dan di terima disisi ALlah amin, maju terus ana dukung antum 100 %, ana yakin antum tidak akan takut dengan mereka, baik di undang secara langsung, ana dukung terus, maju ya mas. berjuta2 ummat di muka bumi ini yang emndeukung antum golongan hitam yang terbanyak mendukung antum, sedang mereka hanya beberapa gelintir saja, kita tidak mau permusuhan tapi kita ingin kebenran dan saling menerima dalam pendapat, sehingga tidak saling menyalahkan dan mengkafirkan, mereka saudara kita yang salafi tetap saudara seiman, maju mas sekali lagi perkembangkan semoga kita dan mreka di berikan kelapangan dada untuk saling menerima dan memberikan petunjuk kebenaran yang haqiqi, amien

  63. to muhtar Hasan

    Masak Allah swt menyesatkan hambanya…
    kayak setan aja….

    emengnya…Allah ente suka menyesatkan…yah…
    salafy…salafy

  64. yang terhormat sastro gemblung,
    kamu mahasiswa stress ya… belajar agama itu yang bener. jangan TAQLID BUTA saja.

    DASAR STRESS LU…

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:
    Alang salafi, kokom dan qia kok sama IP IDnya…jamnya juga hampir sama…satu orang ya?

  65. sastro gua kagak usah ditipu ya, ahlu sunnah itu tidak seperti cara kamu itu. ngaca dong…..

  66. Sastro belajar agama dong yang benar…..jangan menyesatkan umat…dibayar 1m juga saya kagak mau ngikut kamu. dasar goblok

  67. salafi, nama2 kalian pun tak ada di Al Quran, mengaku salafi tapi cara pandang jauh dari manhaj salaf, kalian jual ayat2 dan hadits dgn harga murah, dgn imbalan dunia yg tidak seberapa….cek..cek..cek…kasihan betul org2 dibelakangmu

  68. ok kesimpulannya, kenapa anda tidak sepaham dan menuduh tulisan ibnu taimiyyah tidak sesuai dgn salaf shaleh? karena ibnu taimiyyah orang yg jujur memegang prinsip ketauhidan, tidak mau menjilat penguasa, atau menjadi pendukung para thoghut.
    sedangkan kau kebalikannya bukan…?jadi tulisan2 ibnu taimiyyah mengganggu kepentingan kau dan kelompok2mu…murji’ah adalah agama yg disukai penguasa…

    —————————————————————

    Sastro Menjawab:
    He he he…sebaliknya Muhammad bin Abdulwahhab ya mas? Menjadi anjing penjaga dinasti dari klan Saud, si penguasa zalim yg berlumuran darah kaum muslimin

  69. sastro…sastro…kau hina2 ulama, emang kao terbuat dari apa, air kencing, air liur, air mani ato air ujan….belajar dulu ya nak…

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Kalau ulama su’ (ulama bobrok), siapa takut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: