Membangun Masjid di Sisi Kuburan

makam-nabiku.jpg

Bahkan terbukti bahwa at-Tabrani dalam kitab al-Mukjam al-Kabir jilid 3 halaman 204 menyatakan bahwa di dalam masjid Khaif (di Mina dekat Makkah .red) terdapat delapan puluh makam para nabi, padahal masjid itu telah ada semenjak zaman Salaf Saleh. Lantas kenapa para Salaf Saleh tetap mempertahankan berdiri tegaknya masjid tersebut. Jika itu merupakan perbuatan syirik maka selayaknya sejak dari dulu telah dihancurkan oleh Rasulullah besrta para sahabat mulai beliau.

———————————–

-Membangun Masjid di Sisi Kuburan-

Salah satu keyakinan Ahlusunah yang mempunyai dasar dalil al-Quran, as-Sunnah dan prilaku Salaf Saleh yang dituduhkan sebagai prilaku syirik oleh kelompok Wahaby (Salafy palsu) adalah tentang diperbolehkannya membangun masjid di sisi kuburan para rasul, nabi dan waliyullah. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan (fatwa) oleh Ibnu Taimiyah –yang kemudian diikuti (secara taklid buta) oleh segenap kelompok Wahaby- sebagaimana yang tercantum dalam kitab al-Qaidah al-Jalilah halaman 22. Ibn Taimiyah mengatakan: “Nabi melarang menjadikan kuburannya sebagai masjid, yaitu tidak memperbolehkan seseorang pada waktu-waktu shalat untuk mendatangi, shalat dan berdoa di sisi kuburan-nya, walaupun dengan maksud beribadah untuk Allah sekalipun. Hal itu dikarenakan tempat-tempat semacam itu menjadi sarana untuk perbuatan syirik. Yaitu boleh jadi nanti mengakibatkan seseorang melakukan doa dan shalat untuk ahli kubur dengan mengagungkan dan menghormatinya. Atas dasar itu maka membangun masjid di sisi kuburan para waliyullah merupakan perbuatan haram. Oleh karenanya walaupun pembangunan masjid itu sendiri merupakan sesuatu yang ditekankan namun dikarenakan perbuatan seperti tadi dapat menjerumuskan seseorang ke dalam prilaku syirik maka hukumnya secara mutlak haram”.

Apa dalil dari ungkapan Ibnu Taimiyah di atas? Memang Ibnu Taimiyah menyandarkan fatwanya tadi dengan hadis-hadis yang diriwayatkan dalam beberapa kitab Ahlusunah. Namun sayangnya ia tidak memiliki analisa dan penerapan yang tepat dan bagus dalam memahami hadis-hadis tadi sehingga menyebabkannya terjerumus ke dalam kejumudan (kaku) dalam menerapkannya. Selain pemahaman Ibnu Taimiyah terhadap hadis-hadis tadi terlampau kaku, juga tidak sesuai dengan ayat al-Quran, as-Sunnah dan prilaku Salaf Saleh.

Ibnu Taimiyah menyandarkan fatwanya tadi dengan hadis-hadis seperti:

Pertama: Rasulullah bersabda: “Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani dikarenakan mereka telah menjadikan kubur para nabinya sebagai tempat ibadah”. (lihat kitab Shahih Bukhari jilid 2 halaman 111 dalam kitab al-Jana’iz (jenazah-jenazah), hadis serupa juga dapat ditemukan dalam kitab Sunan an-Nas’i jilid 2 halaman 871 kitab al-Jana’iz)

Kedua: Sewaktu Ummu Habibah dan Ummu Salamah menemui Rasulullah dan berbincang-bincang tentang tempat ibadah (baca: gereja) yang pernah dilihatnya di Habasyah, lantas Rasul bersabda: “Mereka adalah kaum yang setiap ada orang saleh dari mereka yang meninggal niscaya mereka akan membangun tempat ibadah di atasnya dan mereka pun menghadapkan mukanya ke situ. Mereka di akherat kelak tergolong makhluk yang buruk di sisi Allah”. (lihat kitab Shahih Muslim jilid 2 halaman 66 kitab al-Masajid)

Ketiga: Dari Jundab bin Abdullah al-Bajli yang mengatakan; aku mendengar lima hari sebelum Rasul meninggal, beliau bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya sebelum kalian terdapat kaum yang menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai tempat ibadah. Namun janganlah kalian melakukan semacam itu. Aku ingatkan hal tersebut pada kalian”. (lihat kitab Shahih Muslim jilid 1 halaman 378)

Keempat: Diriwayatkan dari Nabi bahwa beliau pernah bermunajat kepada Allah swt dengan mengatakan: “Ya Allah, jangan Kau jadikan kuburku sebagai tempat penyembahan berhala. Allah melaknat kaum yang menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat ibadah”. (lihat kitab Musnad Ahmad bin Hanbal jilid 2 halaman 246)

Ini adalah riwayat-riwayat yang dijadikan dalil para pengikut Wahaby untuk mengatakan syirik terhadap kaum Ahlusunah –termasuk di Indonesia- yang ingin membangun masjid di sisi kubur para kekasih Allah (waliyullah). Di Indonesia para Salafy gadungan tadi mengejek dan menghinakan kuburan para sunan (dari Wali Songo) yang rata-rata di sisi makam mereka terdapat bangunan yang disebut masjid. Lantas apakah benar bahwa hadis-hadis itu mengandung larangan pelarangan pembuatan masjid di sisi kubur para waliyullah secara mutlak? Di sini kita akan kita telaah dan kritisi cara berdalil kaum Wahaby dalam menggunakan hadis-hadis sahih tadi sebagai sandarannya.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam mengkritisi dalil kaum Wahaby yang menjadikan hadis-hadis tadi sebagai pelarangan pembangunan kubur di sisi makam waliyullah secara mutlak:

(A) Untuk memahami hadis-hadis tadi maka kita harus memahami terlebih dahulu tujuan kaum Yahudi dan Nasrani dari pembikinan tempat ibadah di sisi para manusia saleh mereka tadi. Dikarenakan melihat “tujuan buruk” kaum Yahudi dan Nasrani dalam membangun tempat ibadah di sisi kuburan itulah maka keluarlah larangan Rasul. Dari hadis-hadis tadi dapat diambil suatu pelajaran bahwa kaum Yahudi dan Nasrani telah menjadikan kuburan para nabi dan manusia saleh dari mereka bukan hanya sebagai tempat ibadah melainkan sekaligus sebagai kiblat (arah ibadah). Ke arah kuburan itulah mereka menghadapkan muka mereka sewaktu bersujud. Hakekat prilaku inilah yang meniscayakan sama hukumnya dengan menyembah kuburan-kuburan itu. Inilah yang dilarang dengan tegas oleh Rasululah Muhammad saw.

Jadi jika seorang muslim membangun masjid di sisi kuburan seorang waliyullah sekedar untuk mengambil berkah (Tabarruk) dari tempat tersebut dan sewaktu ia melakukan shalat tidak ada niatan sedikitpun untuk mengagungkan kubur tadi maka hal ini tidak bertentangan dengan hadis-hadis di atas tadi, terkhusus hadis dari Ummu Salamah dan Ummu Habibah yang menjelaskan kekhususan kaum Yahudi dan Nasrani dalam menjadikan kubur manusia saleh dari mereka sebagai tempat ibadah.

Al-Baidhawi dalam mensyarahi hadis tadi menyatakan: “Hal itu dikarenakan kaum Yahudi dan Nasrani selalu mengagungkan kubur para nabi dengan melakukan sujud dan menjadikannya sebagai kiblat (arah ibadah). Atas dasar inilah akhirnya kaum muslimin dilarang untuk melakukan hal yang sama dikarenakan perbuatan ini merupakan perbuatan syirik yang nyata. Namun jika masjid dibangun di sisi kuburan seorang hamba saleh dengan niatan ber-tabarruk (mencari berkah) maka pelarangan hadis tadi tidak dapat diterapkan padanya”. Hal serupa juga dinyatakan oleh As-Sanadi dalam mensyarahi kitab Sunan an-Nasa’i jilid 2 halaman 41 dimana ia menyatakan: “Nabi melarang umatnya untuk melakukan perbuatan yang mirip prilaku Yahudi dan Nasrani dalam memperlakukan kuburan para nabi mereka, baik dengan menjadikannya sebagai tempat sujud dan tempat pengagungan maupun arah kiblat dimana mereka akan menghadapkan wajahnya ke arahnya (kubur) sewaktu ibadah”.

(B) Sebagian hadis di atas menyatakan akan pelarangan membangun masjid “di atas” kuburan, bukan di sisi (baca: samping) kuburan. Letak perbedaan redaksi inilah yang kurang diperhatikan oleh kaum Wahaby dalam berdalil.

(C) Tidak jelas apakah pelarangan dalam hadis itu menjurus kepada hukum haram ataupun hanya sekedar makruh (tidak sampai pada derajat haram) saja. Hal itu dikarenakan Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya (lihat kitab Shahih al-Bukhari jilid 2 halaman 111) dimana beliau mengumpulkan hadis-hadis itu ke dalam topik “Bab apa yang dimakruhkan dari menjadikan masjid di atas kuburan” (Bab maa yukrahu min ittikhodz al-Masajid ‘alal Qubur) dimana ini meniscayakan bahwa hal itu sekedar pelarangan yang bersifat makruh saja yang selayaknya dihindari, bukan mutlak haram.

Atas dasar itu, dalam kitab al-Maqolaat as-Saniyah halaman 427 disebutkan bahwa Syeikh Abdullah Harawi dalam menjelaskan hadis di atas tadi mengatakan: “Hadis tadi diperuntukkan bagi orang yang hendak melakukan ibadah di atas kuburan para nabi dengan niat untuk mengagungkan kubur mereka. Ini terjadi jika posisi kuburan itu nampak (menonjol .red) dan terbuka. Jika tidak maka melaksanakan shalat di situ tidak haram hukumnya”.

Begitu pula apa yang dinyatakan oleh salah seorang ulama Ahlusunah lain yang bermazhab Hanafi yang bernama Abdul Ghani an-Nablusi dalam kitab al-Hadiqoh ast-Tsaniyah jilid 2 halaman 631. Ia menyatakan: “Jika sebuah masjid dibangun di sisi kuburan (makam) orang saleh ataupun di samping kuburannya yang hanya berfungsi untuk mengambil berkahnya saja, tanpa ada niatan untuk mengagungkannya maka hal itu tidak mengapa. Sebagaimana kubur Ismail as terletak di Hathim di dalam Masjidil Haram dimana tempat itu adalah sebaik-baik tempat untuk melaksanakan shalat”.

Allamah Badruddin al-Hautsi pun menyatakan hal serupa dalam kitab Ziarah al-Qubur halaman 28: “Arti dari menjadikan kuburan sebuah masjid adalah seseorang menjadikan kuburan sebagai kiblat (arah ibadah) dan untuknya dilaksanakan peribadatan”.

Dalil lain yang dijadikan oleh kaum Wahaby (Salafy gadungan) –terkhusus Ibnu Qoyyim al-Jauziyah- adalah kaidah Sadd adz-Dzarayi’ dimana kaidah itu menyatakan: “Jika sebuah perbuatan secara dzatnya (esensial) dihukumi boleh ataupun sunah, namun dengan melalui perbuatan itu menjadikan seseorang mungkin orang tadi terjerumus ke dalam perbuatan haram maka untuk menghindari hal buruk tersebut -agar orang tadi tidak terjerumus ke dalam jurang tersebut- perbuatan itupun lantas dihukumi haram”. (lihat kembali kitab A’lam al-Muwaqi’in jilid 3 halaman 148).

Dalil di atas tadi secara ringkas dapat kita jawab bahwa; Dalam pembahasan Ushul Fikih disebutkan “Hanya mukadimah untuk pelaksanaan perbuatan wajib yang menjurus secara langsung kepada kewajiban itu saja yang juga dihukumi wajib” seperti kita tahu kewajiban wudhu karena ia merupakan mukadimah langsung dari shalat yang wajib. Begitu juga dengan “mukadimah yang menjurus langsung kepada hal haram, hukumnya pun haram”, jadi tidak mutlak semua mukadimah. Atas dasar ini maka membangun masjid di sisi kuburan manusia mulia (para nabi atau waliyullah) jika tidak untuk tujuan syirik maka tidak menjadi apa-apa (boleh). Dan terbukti mayoritas mutlak masyarakat muslim disaat melakukan hal tersebut dengan niatan penghambaan terhadap Allah (tidak untuk menyekutukan Allah / Syirik). Kalaupun ada seorang muslim yang berniat melakukan syirik, itu merupakan hal yang sangat jarang (baca: minim) sekali.

Dalil inti yang dapat dijadikan argument diskusi dengan pengikut Wahaby dalam masalah pelarangan membangun masjid di sisi makam para manusia Saleh adalah ayat dan prilaku Salaf Saleh. Di sini akan kita sebutkan beberapa dalil saja untuk meringkas pembahasan.

Dalam ayat 21 dari surat al-Kahfi disebutkan: “Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. orang-orang yang berkasa atas urusan mereka berata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya””. Jelas sekali bahwa mayoritas masyarakat ahli tauhid (monoteis) kala itu sepakat untuk membangun masjid di sisi makam para penghuni gua (Ashabul-Kahfi). Tentu kaum Wahaby pun sepakat dengan kaum muslimin lainnya bahwa al-Quran bukan hanya sekedar kitab cerita yang hanya begitu saja menceritakan peristiwa-peristiwa menarik zaman dahulu tanpa memuat ajaran untuk dijadikan pedoman hidup kaum muslimin. Jika kisah pembuatan masjid di sisi makam Ashabul-Kahfi merupakan perbuatan syirik maka pasti Allah swt menyindir dan mengkritik hal itu dalam lanjutan kisah al-Quran tadi, karena syirik adalah perbuatan yang paling dibenci oleh Allah swt. Namun terbukti Allah swt tidak melakukan peneguran baik secara langsung maupun secara tidak langsung (sindiran). Atas dasar itu pula terbukti para ulama tafsir Ahlusunah menyatakan bahwa para penguasa kala itu adalah orang-orang yang bertauhid kepada Allah swt, bukan kaum musyrik penyembah kuburan (Quburiyuun), istilah yang sering dipakai kaum Wahaby untuk menyerang kaum muslimin yang menghormati makam para wali Allah. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh az-Zamakhsari dalam kitab Tafsir al-Kassyaf jilid 2 halaman 245, Fakhrurrazi dalam kitab Mafatihul Ghaib jilid 21 halaman 105, Abu Hayyan al-Andalusy dalam kitab al-Bahrul Muhith dalam menjelaskan ayat 21 dari surat al-Kahfi tadi dan Abu Sa’ud dalam kitab Tafsir Abi Sa’ud jilid 5 halaman 215.

Sebagai penutup akan kita lihat prilaku Salaf Saleh yang dalam hal ini diwakili oleh Abu Jundal salah seorang sahabat mulia Rasul. Para Ahli sejarah menjelaskan peristiwa yang dialami oleh Abu Jundal dengan menyatakan: “Suatu saat, sepucuk surat Rasulullah sampai ke tangan Abu Jundal. Kala surat itu sampai, Abu Bashir (juga sahabat mulia Rasul yang menemani Abu Jundal .red) tengah mengalami sakaratul-maut (naza’). Beliau meninggal dengan posisi menggenggam surat Rasul. Kemudian Abu Jundal mengebumikan beliau (Abu Bashir .red) di tempat itu dan membangun masjid di atasnya”. Kisah ini dapat dilihat dalam karya Ibnu Asakir dalam kitab Tarikh Ibnu Asakir jilid 8 halaman 334 dan atau kitab al-Isti’ab jilid 4 halaman 21-23 karya Ibnu Hajar. Apakah mungkin seorang sahabat Rasul seperti Abu Jundal melakukan perbuatan syirik? Jika itu syirik, kenapa tidak ada seorang sahabat Rasul lain pun yang menegurnya? Atau kenapa Rasul sendiri tidak menegurnya? Apakah Rasul dan Sahabat-sahabat lainnya tidak tahu akan peristiwa itu? Jika mereka tahu, kenapa mereka tetap membiarkannya melakukan kesyirikkan? Jelas bahwa membangun masjid di sisi kuburan merupakan hal yang diperbolehkan oleh Islam sesuai dengan dalil ayat al-Quran dan prilaku Salaf Saleh, hukumnya tidak seperti yang diklaimkan oleh kelompok Wahaby yang berkedok Salafy itu. Bahkan terbukti bahwa at-Tabrani dalam kitab al-Mukjam al-Kabir jilid 3 halaman 204 menyatakan bahwa di dalam masjid Khaif (di Mina dekat Makkah .red) terdapat delapan puluh makam para nabi, padahal masjid itu telah ada semenjak zaman Salaf Saleh. Lantas kenapa para Salaf Saleh tetap mempertahankan berdiri tegaknya masjid tersebut. Jika itu merupakan perbuatan syirik maka selayaknya sejak dari dulu telah dihancurkan oleh Rasulullah besrta para sahabat mulai beliau.

Wallahu A’lam

[Sastro H]

Iklan

38 Tanggapan

  1. Mas Salafy,
    Fatwanya ulama salafy gadungan itu malah mau menghancurkan semuanya, coba lihat di blog saya fatwanya Abdullah bin Jabrin. Rencananya ingin juga menghancurkan masjid Nabawi bagian yang ada kuburan Nabi Muhammad saw.
    Coba ngerusak pangkalan militer Amerika kalau berani! Katanya pendekar anti Syirik, ada orang kafir bercokol di negerinya malah diam-diam saja. Mungkin karena dibagi coklat sama bule…

    ————————–
    Sastro Menjawab:

    Yach mau tidak mau mereka harus mengeluarkan fatwa untuk penghancuran kuburan Nabi beserta dua sahabat besar beliau yang dimakamkan di sisi kuburan Nabi (khalifah pertama dan kedua)…itu adalah konsekuensi akidah mereka yang mengatakan bahwa membangun kuburan hukumnya haram. Tapi mereka harus ingat bahwa selain kuburan itu sudah seperti itu (ada bangunannya) semenjak zaman Salaf Saleh…lantas, jika hukum membangun kuburan dan keharusan meratakannya dengan tanah adalah ajaran Salaf Saleh maka semestinya dari awal hal itu telah dilakukan oleh Salaf Saleh, paling gak pada kekuasaan khalifah ketiga dan keempat…namun kenapa hal itu tidak mereka (para sahabat dan khalifah Rasul) lakukan? Ini yang harusnya ada di otak kaum Wahaby tersebut…apa mereka gak mikir? Selain itu, jika kuburan Rasul dan dua sahabat besar itu dihancurkan maka kaum Wahaby akan berhadapan dengan segenap kaum muslimin dari berbagai mazhab…Jika mas info Syiah (yang Syiah) keberatan hanya karena penghancuran kubur Rasul saja, akan tetapi kami dari Ahlusunah wal Jamaah akan merasa sangat keberatan (keberatannya kuadrat) karena pengahancuran itu selain karena ada kubur Rasul dan juga ada kubur dua sahabat besar beliau…beranikah kaum Wahaby melakukan itu yang berarti menyatakan perang dengan Ahlusunah wal Jamaah dari berbagai negara yang ada?
    Eh mas info yang Syiah…maaf neh, gara-gara anda sering mengunjungi blog ini eh malah kami di tuduh Syiah…tapi biarlah Allah yang tahu siapa kami, karena kami bukan orang Ahlusunah pertama yang mereka tuduh Syiah kok…biarkan anjing menggongong namun kafilah tetap berlalu…
    Yang jelas, dari manapun pengunjung blog kami ini, kami akan menyambutnya…jangankan Syiah yang bukan tergolong Ahlusunah, yang Wahaby dan non muslim pun silahkan berkunjung dan berkomentar…kalau perlu ambil artikel-artikel yang ada di blog kami, jika memang layak untuk diadopsi dan disebarluaskan…!!!???

  2. mas sastro hendaklah bertaubat dan istigfar serta belajar lagi tentang ajaran salaf, karena antum sudah berfatwa berlebihan dan berbahaya sekali jika antum sudah sesat dan menyesatkan orang lain

    ——————————
    Sastro Menjawab:

    Apakah kami tidak berargumen dengan al-Quran, as-Sunah dan prilaku salaf saleh sehingga anda katakan sesat dan menyesatkan? Lihatlah kembali artikel-artikel kami niscaya anda dapati bahwa semua artikel itu sama sekali tidak bertentangan dengan al-Quran, as-Sunnah dan prilaku Salaf Saleh dan para ulama Ahlusunah dari empat mazhab yang ada. Apakah karena saya berargumen dengan keempat hal tadi sedang para ustadz Salafy gadungan tidak mampu menjawabnya sehingga kami diangap sesat dan menyesatkan?

  3. hajar trus bangs sastro,..biar tau ras tuh wahabist. jangan seenaknya membid’ahkan seseorang, mensyirikan dll,..

  4. yang terpenting menurut saya adalah bagaimana islam tegak di bumi ini, dan hidup dengan aturan islam, jangan terlalu saling menyalahkan jika memang ada perbedaan dalam memahami. kalau memang anda berbeda dalam pemahaman yang sampaikan saja jadikan itu sebagai nasehat. tapi jangan terus menganggap orang lain itu tidak benar dan sesat. dan minta hidayah kepada Alloh agar diberikan pemahaman yang benar bukan yang sesat.

    —————————————
    Sastro Menjawab:

    Anda mengatakan: “tapi jangan terus menganggap orang lain itu tidak benar dan sesat”, tolomg amda terapkan dulu ungkapan ini pada blog-blog dan situs-situs anda berkaitan kelompok lain di lar kelompok anda, jika anda konsekuen dengan apa yang anda sebutkan…Lihat, bagaimana kaum Wahaby menyesatkan kelompok lain seperti HT, PKS, Jamaah Tabligh, Ikhwanul Muslimin, PERSIS, NU, Muhammadiyah dsb dengan alasan yang dibuat-buat termasuk telah masuk golongan Hizbi.

  5. Maju teruuuuus pantang mundur “Den Sastro ” Blog ini akan saya sebarkan ke seluruh Dunia.

  6. Alahamdulillah wa sholatu wa sallamu ‘ala Rosulillah, Kalian para musuh ahlu sunnah sebenarnya antek-antek setan, iblis, orang-orang kafir dan musuh-musuh Islam lainnya. Kenapa kalian alergi dengan salafy, bukankah salafy ingin memurnikan tauhid, agar Allah di jadikan satu-satunya sesembahan yang diibadahi, dan memurnikan mengikuti sunnah Nabi. Apa yang salah dari hal ini??? Semoga Allah menyedikitkan jumlah kalian, dan membongkar tipu daya kalian, karena Allah lah sebaik-baik pembuat tipu daya buat para musuh-musuh Islam……………
    Kemana kalian waktu tar-tar menyerang Kekhalifahan di Baghdad, wahai pengecut??????? Inilah Ibnu Timiyah yang berperang dengan gagah berani. Atau tak usah jauh-jauh, Dimana kalian waktu Ambon di obrak-abrik oleh orang kafir kristen…..mungkin kalian para pengecut tinggal di rumah asyik tidur, sementara inilah laskar Jihad ahlu sunnah wal jama’ah yang membantu Muslim di Ambon……… ….

    ——————————
    Sastro Menjawab:

    Memurnikan tauhid? Tauhid yang mana yang mau dimurnikan? Pahamkah apa itu tauhid sehingga kalian mau memurnikannya kembali? Sejak kapan tauhid terpolusi? Doa kalian itu akan mengenai diri kalian sendiri dengan keberadaam ditus dan blog semacam ini…
    Ibnu Taimiyah berperang? Melawan siapa? Dengan siapa? Baca lagi dech sejarah Ibnu Taimiyah yang bener dan obyektif niscaya kalian akan tahu apa saja yang dilakukan Ibnu Taimiyah.
    Di Ambon? O anda tergolong pengikut Jakfar Umar Thalib tho…gimana sudah kelar urusan dalam negeri anda, pertikaian antara kelompok Salafy (Wahaby) sendiri. Selesaikan dulu permasalahan itu baru berkomentar di sini. Apakah semua kaum Salafy menyetujui berdirinya hizb yang bernama “Laskar Jihad” yang ternyata diistilahi dengan Jakfariyuun itu? Apakah Salafy yang gak setuju laskar jihad juga ikut berjuang di Ambon? Apakah yang tidak berjuang di Ambon berarti diam? Apakah jihad mesti harus terjun ke lapangan berperang secara fisik? Apakah Jihad mesti dengan fisik? Wah, rupanya kalian harus belajar lagi tentang konsep jihad yang bener neh..

  7. Muhammad Juanda wrote:
    “….wa shalatu wasalamu ‘ala Rosulillah…”

    ———–

    bacaan shalawat ente BUNTUNG, kagak ada contohnya dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa alihi wasallam. Shalawat yang BUNTUNG kayak gitu nggak pernah juga diucapkan oleh para sahabat. Harusnya ente menyertakan KELUARGA NABI dalam bershalawat.

    Bid’ah loe !

  8. Alhamdulillah lama kami menunggu keluar juga kata2 mutiara dari mulut pengikut wahabi, sekali lagi kami ingatkan gak usah malu2 bilang sama lawan2mu:SEPILIS,BID’AH,KURAFAT,SYIRIK trus .. KAFIIR.
    Mas Salafilih Wahabi ,paling gampang mengislamkan orang islam yaac ?!

  9. potongan komentar Muhammad juanda :
    …. dan memurnikan mengikuti sunnah Nabi.”
    —————————————-

    Mas, jangan mersa diri paling nyunah deh. Apa yg kalian perjuangkan itu bukan utk memurnikah sunah nabi tetapi pada hakikatnya adl untuk memurnikan sunahnya ibnu taimiyah dan Muhammad bin wahab. Sebab apa yg kalian lakukan – mudah memvonis bid’ah, sesaat, kurafat dan syirik bagi kelompok lain yg tidak sefaham dgn kelompok kalian – tidak pernah dilakukan oleh generasi sahabat. Jadi yg kalian lakukan itu sebenarnya sunah siapa ?

    Klo antum ngaku sebagai pengamal sunah nabi, seharusnya prilaku dan akhlak mulia nabi tercermin dari tindak-tanduk antum. Klo antum ngaku pengikut sahabat yang mencintai Nabi, haruslah kalian bercermin pd sikap & prilaku mereka. Nabi itu sangat lemah lembut, egaliter , tidak pernah mencaci maki atau menghujat orang apalagi mengkafir2an org yg jelas2 telah mengucapkan dua kalimah syahadat, meskipun Nabi tahu disekelilingnya banyak orang2 munafiqun.

    Tolong renungkan apa yang telah kalian perbuat thdp kelompok/ gol lain yg tidak sefaham dgn klpk kalian?

    Jangan merasa puas hanya pada level fiqih saja. Coba deh sekali-kali naik ke level yg lebih tinggi level AKHLAQ bila perlu ke level TAQWA (bahkan nabi Musa pun terpedaya oleh prilakunya nabi Khidir yg sulit dipahami oleh beliau, level dimana hanya Allah saja yg tahu ). Klo anda hidup hanya pada level fiqih hidup ini terasa sempit dan kaku. Level fiqih hanya berorientasi pada kemaslahatan diri sendiri . Sbg cth, bila anda melihat pecahan kaca di tengah jalan, secara fiqih anda tdk wajib utk menyingkirkannya, tetapi bila berpikir pd level akhlaq anda dituntut untuk menyingkirkannya, sebab itu akan membahayakan orang lain.

    Jangan jadikan ibadah salat, puasa, zakat, haji sebagai tujuan melainkan sbg sarana. Tujuannya adalah membentuk akhlaq mulia. Salat mendidik kita untuk berdisiplin, puasa melatih kepekaan dan rasa empati kpd orang yg kelaparan dan kehausan. Zakat melatih kita utk bersikap dermawan kpd fakir miskin.

    Ingat ! Rasulullah saw diutus untuk menyempurnakan AKHLAQ. Oleh krn itu berakhlaqlah dgn akhlaq yg baik, bukan hanya kpd Allah tetapi jg kpd makhluknya.

    Sebagai bahan renungan khususnya buat sy pribadi, Rasulullah saw bersabda :
    “Sesungguhnya kebaikan paling utama disisi Allah adalah akhlak yang mulia, rendah hati dan sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan”

  10. Alhamdulillah, wa sholatu wa sallamu ‘ala Rosulillah wa aliihi wa sallam, buat Dibyo M, trima kasih mau mengingatkan saya tentang keluarga Nabi dalam sholawat. Tapi mengatakan seseorang bid’ah hanya karena kelupaan mencantumkan keluarga Nabi dalam sholawat , adalah bid’ah juga. Jadi jangan sampe yang bid’ah itu kamu??? Dibyo, kamu ini berani skali katakan orang bid’ah. Ini menunjukkan kadar ilmumu yang sedikit, seandainya kamu mengingatkan dengan baik tentu lebih baik bgi kamu

  11. Sastro Menjawab:

    Memurnikan tauhid? Tauhid yang mana yang mau dimurnikan? Pahamkah apa itu tauhid sehingga kalian mau memurnikannya kembali? Sejak kapan tauhid terpolusi
    _____________________________
    Tauhid yang sudah dikotori oleh orang-orang bodoh, seperti yang terjadi di pantai parangtritis jogja tiap malam 1 suro, bukankah itu melanggar tauhid, menyerahkan sesajen buat nyi Roro Kidul, subhanallah, ini baru stu contoh saja, lalu kamu bilang tauhid yang mana????? sebenarnya yang bodoh masalah tauhid itu kamu, tro (katro)….. tauhid itu sudah terpolusi sejak zaman nabi Nuh, itulah tujuan diutusnya para Rosul dan para ulama, sebagaimana hadits riwayat Abu Daud: Tidak akan terjadi kiamat hingga wanita2 dr bani Daus menyembah berhala”……….. berjalanlah kamu untuk melihat tauhid yang terpolusi…… kami ahlu sunnah kelihatannya terpecah tapi sebenarnya hati kami bersatu, ketika tauhid dan sunnah Nabi di injak oleh orang bodoh sprti kamu, maka semua kubu akan ikut membelanya,…..baik itu dari pihak ust Yazid, murid2 syeikh Muqbil rahimahullah, pihak ust. Ja’far dan siapapun…contohnya kami semua sepakat tentang bid’ahnya dan haramnya tawasul, hramnya membangun masjid di kubur, sepakat bumi itu bulat, sepakat tentang memurnikan ajaran Islam dengan kembali kpada para salafush sholeh…………….lihat saja di majalah As-Sunnah, Al-Furqan, Asy-Syari’ah dan Salafy bila membahas sesuatu seakan-akan yang menulis semua majalah itu satu…………..
    Tidak seperti kalian para orang-orang bodoh kelompok sesat , kelihatannya bersatu padahal hati kalian terpecah, HT, IM, Mujahidin, Nu, LDII, agama Syiah, ….kalian kelihatannya bersatu padahal manhaj, aqidah, kalian berbeda-beda, kami ahlus sunnah kelihatannya terpecah padahal sebenarnya tidak, perpecahan kami Insya Allah seperti yang terjadi pada para sohabat dulu……..kelihatannya pecah tapi aqidah kami satu………………… kamu pasti iri dengan hal ini ya………………….

  12. Para Wahabiyun punya Tauhid tersendiri yang berbeda dengan Ahlus Sunnah ( yang asli tentunya !! ) sesuai dengan Tauhid gaya Ibn Taymiyah. Siapa-siapa yg berbeda dengan Tauhid Ibn Taymiyah dianggap syirik, bid’ah dan khurafat.

    Pola ini dulu pernah digunakan oleh Mu’tazillah dengan konsep At Tauhid wal ‘Adl. Mereka menganggap orang-orang ahlus sunnah sebagai ahlus syirik karena tidak menerima pemahaman mereka.

    Keberadaan mu’tazillah pertama kali dibiarkan oleh ASWJ sampai mereka selalu menuduh ASWJ sebagai ahus syirik. ASWJ tidak tinggal diam dan akhirnya Mu’tazillah HILANG dari perderan.

    Wahabiyun nampaknya mulai menantang ASWJ dan dan minta untuk DIHILANGKAN juga !!!. Siap-siap saja !!!

  13. Assalaamu ‘Alaikum
    Mas Sastro yang semoga diberi hidayah oleh Alloh, Anda menyebutkan dalil dengan surat Alkahfi ayat 21, apakah itu sudah tepat? Karena Ashabul Kahfi itu bukan umat Muhammad Sholallohu ‘Alaihi wasallam, jadi jelas syariatnya beda, seperti halnya umat Musa alaihis salam, dan Khidr Alaihis salam apakah syariatnya sama? Belum cukupkah dalil yang shokhih dari sunnah Rosullullah Sholallohu Alaihi Wasallam sebagai hujjah? Karena sperti firman Alloh Azza wajalla bahwa Ucapanya itu tiada lain adalah berupa wahyu yang diwahyukan.
    Kalaupun ayat itu tetap anda jadikan hujjah, mana penjelasannya dari Rosululloh sholallohu ‘Alaihi Wasallam?
    Dan Hadist serta kisah yang anda bawakan diatas bagaimana derajat keshokhihannya?
    Mari kita renungkan bersama ayat ini (Ali Imron : 7) saya yakin anda lebih paham tafsirnya.
    Dia-lah yang menurunkan Al Kitab kepada kamu. Di antara nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain mu-tasyaabihaat . Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran melainkan orang-orang yang berakal.
    Kalau balasannya terlalu panjang harap kirim ke e-mail saya. (wahyu_winasis@yahoo.com)
    Wassalaamu ‘Alaikum

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Terimakasih mas…akan kami jawab dengan singkat dan insya-Allah padat:

    1- Allah dalam menurunkan ayat-ayat yang ada dalam al-Quran musti ada hikmahnya, termasuk kita disuruh mengambil pelajaran dari kisah-kisah pendahulu, termasuk kisah Ashabul Kahfi.
    2- Kalaupun ungkapan anda benar bahwa syariat Ashabul Kahfi berbeda maka paling tidak itu tidak bertentangan dengan ajaran Rasul dengan mendiamkan (taqrir) berdirinya masjid Khaif (di Mina) yang terdapat kuburan banyak para nabi/rasul.
    3- Ternyata ungkapan anda bahwa masalah kisah Ashabul Kahfi itu bukan hanya berkaitan dengan syariat, namun lebih berkaitan dengan tauhid-syirik. Bukankah ulama Wahaby tidak menuduh bid’ah (yang ia berkaitan dengan syariat) orang yang membangun masjid di sisi kuburan bahkan menuduhnya dengan pelaku syirik (yang berkaitan dengan akidah)? Sementara insya-Allah anda sepakat dengan kami bahwa masyarakat yang mendirikan masjid di sisi kuburan Ashabul KAhfi adalah orang-orang beriman kepada Allah, bukan orang-orang musyrik. Jadi, masalahnya bukan masalah perbedaan syariat yang menjadi pokok bahasan kita, tetapi lebih pada sudut padang akidah.
    4- Ayat-ayat yang berkenaan dengan kisah Ashabul Kahfi itu jelas tergolong Muhkamat yang tidak perlu lagi pentakwilan. Siapapun bisa paham hanya dengan menggunakan terjemahan al-Quran al-Karim. JAdi anda tidak peru repot-repot membahas tentang ayat muhkamat dan mutasyabihat.
    5- Penerapan riwayat-riwayat yang dijadikan sandaran oleh Ibnu Taimiyah terhadap kaum muslimin ternyata kurang tepat. Jadi riwayatnya benar dan sahih, tapi penerapannya yang salah. Oleh karena itu perlu ada analisa yang benar dalam memahami sebuah ayat atau riwayat sehingga tidak terjerumus dalam kesalahan penentuan obyek, seperti yang dialami oleh Ibnu Taimiyah.

  14. Allahuma sholli alaa sayyidina muhammadin wa allaa sayyidina muhammadin wassalim……

    Ati’ullah wa ati’u Rasul wa ulil amri minkum….
    para hamba ALLAH yang mulia sebenarnya apa sih yang diributkan disini? untuk mas sastro dkk terus berjuang dijalan ini insya Allah, Dia akan memberi petunjuk yang lurus kepada kita.. untuk mas-mas wahabiyun tolong jangan terlalu sesumbar dan merasa benar sendiri dan yang lain paling syirik, paing, bid’ah, paling kafir dlsb jangan sok berfatwa dan mengeluarkan dalil dalil ayat al-quran ingat tingginya langit masih ada lagi yang lebih tinggi anda merasa yang paling benar? SUBHANALLAH…. anda telah melampaui batas karena yang Maha Benar hanyalah Allah swt kita hanyalah sebagai hamba…hamba yang tidak tahu rasa syukur dan terima kasih.. contohnya anda diberikan ilmu pengetahuan olehNya tetapi anda tidak pergunakan sebagai mana mestinya tetapi hanya anda pergunakan untuk menghujat dan mengkafirkan saudara-saudara anda sendiri sesama muslim bermanfaatkah itu? anda harus banyak2 beristighfar agar rasa sombong dan rasa benar sendiri yang anda miliki dapat terkikis habis…INGAT PENGADILAN YANG SEADIL-ADILNYA ADALAH SAAT DI YAUMIL MASYHAR NANTI DISITULAH KITA AKAN TAHU SIAPA YG SALAH DAN SIAPA YG BENAR SIAPA YANG KAFIR DAN SIAPA ALIM SIAPA YANG TERJERUMUS DAN SIAPA YANG SELAMAT DSB .kalau saat ini anda berkata semua yang dilakukan kami adalah SESAT berarti anda sudah membuat pengadilan sendiri didunia sebelum Pengadilan tuhan datang Masya Allah inilah TAUHID yang anda maksudkan? inilah ajaran yang anda bilang paling benar dan sesuai dengan yang Rasulullah ajarkan? kalau begitu MAAF kami sampai MATI TIDAK AKAN PERNAH MAU MENGIKUTIMU!!!!! DAN HANYA SATU KATA HIDUP DALAM JALAN RASULULLAH DAAN PARA SAHABAT SERTA PARA KEKASIH ALLAH (AWLIYA ALLAH) ATAU MATI SYAHID UNTUK BERPERANG MELAWAN AJARAN SEPERTI INI…..ALLAHU AKBAR. MADDAD YAA RASUL MADDAD YAA ALLAH MADDADUL HAQQ

  15. ^_^ yah, emang bahaya sekali itu syirik….
    makanya perlu ati-ati…….
    inna a`mallu binniyat kan?
    pemurnian aqidah mulai dari diri sendiri….

  16. assalamu’alaikum. setelah saya baca situs ini, kayaknya dalam diskusi yang dibahas kok wahabi terus. maaf…. kenapa kok harus wahabi? saya tidak memihak kepada siapa pun. tapi yang jelas sisi kebaikan yang ada akan saya ambil.

    —————————
    Sastro Menjawab:

    Inilah kekhususan Blog ini mas…Banyak hal yang berkaitan dengan Wahaby (Berkedok Salafy) belum pernah diungkap. Atas asar itu dibuatlah Blog ini untuk memberikan sedikit andil dalam mengungkap siapakah sebenarnya Wahaby yang selama ini berkedok Salafy dan mengaku-ngaku sebagai Ahlusunah Wal Jamaah itu. Wahaby yang suka mengkafirkan kelompok musim lainnya dengan tuduhan; Ahli Bid’ah, Ahli Syirik dan Ahli Khurafat…Kita buktikan dengan argumen-argumen yang ada, apakah benar bahwa kaum muslimin itu meakukan hal-hal buruk itu, atau hanya sekedar tuduhan keji tak berasas dari kaum Wahaby saja?

  17. SUDAHLAH…… JANGAN PADA TERBAWA EMOSI…. SEKARANG ENAKNYA KITA SAMA-SAMA MEMBACA DAN MEMAHAMI ISI SURAT AN-NAHL. KARENA NEGARA KITA SEDANG MENDAPAT MURKA ALLAH….. MARI KITA SEMUA BERISTIGHFAR MEMOHON AMPUN KEPADA ALLAH DAN MEMPERBANYAK SHOLAWAT…….
    # UNTUK MAS SASTRO….. BANYAK BERSABAR YA…. KALANGAN AHLUSSUNNAH DIPOJOKKAN ITU BIASA…. YANG PENTING SAMPEYAN JANGAN IKUT-IKUTAN TERBAWA EMOSI ATAU IKUT-IKUTAN MENGKAFIRKAN SESEORANG….
    # UNTUK YANG DILUAR AHLUSSUNNAH….. SUDAHLAH.. JANGAN SEBEGITU MUDAHNYA MENGHAKIMI SESEORANG KAFIR/BID’AH . JANGAN BERUSAHA MENG-AQIDAHKAN ORANG YANG SUDAH BERAQIDAH.. NGGAK BAIK.. NANTI ALLAH MARAH LHO…. HE..HE…
    # UNTUK SEMUANYA… MARI KITA SAMA-SAMA MELURUSKAN AQIDAH KITA MASING-MASING.. SESUAI SYARI’AT, KITA LURUSKAN TAUHID KITA MASING-2 . MARI BERSAMA-SAMA MOHON AMPUN SAMA ALLAH… ENTE SEMUA PADA NGGAK SADAR YA…. NEGARA KITA INI LAGI DIBERI COBAAN YANG BERAT SAMA ALLAH… GARA-2 KESALAHAN KITA SEMUA YANG DHOLIM .., BANYAK TAUHID YANG HANCUR GARA-2 LIDAH YANG TIDAK TERJAGA, INGAT ITU….. LHA..KOK MALAH CAKAR-CAKARAN…. SANA..BERSIHKAN DIRI.. TAUBAT…IBADAH YANG BENER… GITU…..

  18. KOMENT M. JUNDA
    …haramnya membangun masjid di kubur, sepakat bumi itu bulat, sepakat tentang memurnikan ajaran Islam dengan kembali kpada para salafush sholeh………
    ___________
    sepakat juga kalo matahari yang mengelilingi bumi??? punya’nya abdurrahman.wordpress.

  19. mas sastro,saya rasa gak ada tuh wahaby,karena kita bukan taklid pada syaikh rahimahullah,tp mengikut apa dalil yang beliau sampaikan,karena beliau mengambil dalil-dalil yang shahih.coba antum baca kitab-kitab beliau,adakah hujjah yang salah dari syaikh muhammad bin abdul wahhab rahimahullah?semuanya shahih,insyaAllah.semoga Allah memberi antum petunjuk.

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Silahkan cek dan amati dengan obyektif ajaran-ajaran beliau terkhusus yang berkaitan dengan konsep Syirik dan Bid’ah, adakah sesuai dengan ajaran Salaf Saleh? Selamat mencari kebenaran…

  20. kang sastro, saya liat dari berbagai bahasan anda, anda selalu menguatkan pendapat sampean dengan perkataan para ulama. itu ada baiknya.

    sialnya, sampean setelah mengajukan pendapat ulama yang mendukung pendapat sampean, sampean membahas pernyataan ulama tersebut dan menambahkan apa yang menurut sampean baik. tambahan kata-kata dari sampean itulah yang mungkin akan mengaburkan pernyataan ulama yang terlebih dulu sampean sampaikan. campean berkata cas cis cus dan agak kelewat batas.

    bisa diumpamakan jika ulama yang mendukung pendapat anda menyampaikan satu baris kalimat, sampean menambahi sebanyak setengan lembar kalimat yang sangat mungkin pertautan bahasannya pun patut dipertanyakan.

    itu harus sampean sadari selagi sampean masih sadar. pernah pula saya dapati sampean membantah dalil para wahabi (menurut sampean), tapi dalil yang dibantah hanya disebutkan sepotong-sepotong. sudah barang tentu ini menimbulkan bias bagi orang yang mau sedikit cermat membaca. so, next musti lebih jelas. buktikan kalo dalil yang sampean tentang memang tidak benar dan sampean punya hujah yang lebih kuat

    ——————–
    Sastro Menjawab:

    Kalau memang harus merujuk kepada pendapat ulama Wahaby melulu lantas kapan kita akan menguatkan argumen -teks al-Quran dan Hadis- kita dengan ulama yang menentangnya? Memotong? Yang kami lakukan adalah mengambil intisari argumentasi mereka, jelas gak perlu menjelaskan secara keseluruhan di blog ini, kecuali kalau kita mau bikin/cetak buku. Lha kalau kepanjangan nanti dikritik…kok panjang sich!?

  21. Mas Satro nanya nih…
    Syaikh Albani itu muhadits atau bukan?
    Karena sampai hari ini saya gak pernah nemu pernyataan bahwa beliau hafal qur’an

    Juga berapa puluh ribu hadits yang beliau hafal beserta sanad dan matannya juga gak ada informasinya.

    Mohon penjelasannya

    ———————–
    Sastro Menjawab:
    Silahkan tanya sama yang duduk di pojok sana tuch…

  22. Assalamualaykum Warahmatullah Wabarakatuh,

    Saya lebih cenderung untuk istiqomah bahwa “Al-Quran dan Hadist (yang shahih)/Sunnah” itu sebagai acuan umat muslim, prinsipnya hanya itu janganlah diperdebatkan lagi, peace aja lah 😉 Mudah2xan para muslim seantero dunia berprinsip pada 2 hal tersebut biar semua2xnya itu masuk surga 🙂 yg 72 golongan lainnya kan kita tahu masuk ke mana 😀 yaitu non muslim (termasuk ngaku2x muslim tapi gak istiqomah di Al-Quran dan Hadist). Kita berdoa aja semoga hamba2x Allah yang dhaif ini dapat diampuni segala dosa2xnya, dan dimasukkan kedalam surganya, amien…. sekali lagi Peace aja lah….. udah jangan kelahi lagi yah 😉

  23. mas-e yang mencaci Ibnu Taimiyah…sampean kalo mikir pasti pakai dengkul kali ya hihi…masak memperingatkan jangan membangun kuburan di masjid disamakan dengan menghina para wali. konteks wacananya (kata orang sekolahan) bukan pada para wali-Allah, melainkan praktek menjadikan tempat ibadah sebagai kuburan. Praktek sosial yang sangat mungkin dipersepsikan dan dimuati makna secara subyektif oleh manusia, misal sebagai kekuatan mistis, menjadi perantara (wasilah), dan lainnya. Pemuatan makna ini seringkali tidak berlaku di tingkat individu saja, tapi juga secara sosial. Lha wong sifat manusia itu kan memberi makna. Makna masjid adalah ruang bertemunya ketundukan (taqwa) terhadap Rob-nya, kalau disisipi dengan kuburan akan dipertimbangkan makna lain oleh manusia. Nah, ini cuman perspektif yang sederhana. Yen tekan. Wong orang Nasoro seperti Peter L Berger aja juga paham kok, gimana sich.

    ———————-
    Sastro Menjawab:

    “memperingatkan jangan membangun kuburan di masjid ” itu berarti haram atau sekedar anjuran saja? Kalau anjuran saja, khan brarti gak papa hukumnya? Kalau haram maka buktinya apa, terbukti di artikel kami tentang “membangun masjid di sisi kuburan” para sahabat dan bahkan Rasul sendiri mmebiarkan kok? Trus sampean mau niru siapa masalah pengharaman itu, mau niru Muhammad bin Abdillah saw yang membolehkan atau Muhammad bin Abdul Wahab yang mengharamkan? Memang nabinya sampean itu siapa sich?

  24. Para pengkultus wali, pemuja kuburan dan orang-orang yang sudah terjangkiti TBC akut pasti tidak akan senang dengan gerakan pembaruan yang dibawa oleh Ibn Taimiyah dan Mohammad bin Abdul Wahab. Setiap perjuangan pasti ada pro dan kontranya. Tapi saya yakin yang pro tidak kalah banyaknya dengan yang kontra. Sampai kepala si Sastro bejat kalau nggak pecah, yang benar akan tetap sebuah kebenaran. Kesucian teratai tidak akan terkotori oleh genangan lumpur kolam. Mutiara tetaplah mutiara meski ia berada di tempat kotorpun. Itulah kebenaran. Ibn Taimiyah dan Mohammad bin Abdul Wahab adalah teratai, mereka adalah mutiara. Hanya seekor rubah yang tidak dapat menjangkau setandan anggurlah yang mengatakan bahwa anggur itu asam rasanya. Kebenaran yang dibawa oleh “teratai dan mutiara” ini adalah kebenaran yang bersumber dari iman hakiki, akal sehat dan kejernihan hati yang pada gilirannya akan melahirkan pribadi-pribadi bertauhid yang : mencerahkan akal manusia, membawa manusia kembali kepada fitrah sebagai makhluk yang paling mulia di sisi Allah serta pembebasan manusia dari penghambaan terhadap sesama makhluk. Kiranya waktu jualah nanti yang akan menunjukkan, mana jalan benar dan mana jalan sesat.Toh saat ini sudah terbukti, bahwa semakin hari penyakit TBC yang menjangkiti kaum muslimin di Indonesia semakin lama semakin menipis karena gencarnya “imunisasi tauhid murni” dari para penyerunya.

    ——————————-

    Sastro Menjawab:

    Akibat tidak bisa menjawab artikel-artikel kami yang bersumber kepada al-Quran dan Sunah..akhirnya bilang: “Kiranya waktu jualah nanti yang akan menunjukkan, mana jalan benar dan mana jalan sesat”, psimistis. Akhirnya untuk girangin hati maka ia berkata: “saya yakin yang pro tidak kalah banyaknya dengan yang kontra”. Padahal konsep tauhid-syiriknya masih rancu. Hanya sektenya saja yang dikategorikan bertauhid, semuanya (selain sekte Wahaby) musyrik dan Ahli bid’ah….Apakah ini bukan bukti konkrit PENGKAFIRAN terhadap kaum muslimin dari sekte Wahaby?

  25. Salafi yang Ente fahami dan pertahankan dengan penuh kebutaan mata, pikiran dan hati ini sebenarnya adalah kelanjutan dari pemikiran para pendahulu Ente, terutama yang mengaku sebagai “Nahdziyyin”. Coba Ente jawab pertanyaan ini : 1. Siapa yang paling berhak untuk melegitimasi, bahwa “Ahlu Sunnah wal Jama’ah adalah kelompok yang menyandarkan sumber tauhidnya kepada pemikiran Asy’ari atau Mathuridi ? Bagaimana jika sumber ajaran tauhid diambil dari bukan “beliau” berdua?. Mbah-mu yang mana yang membatasi jurispudensi Islam harus diambil dari Imam yang Empat (Hambali, Syafi’i, Hanafi dan Maliki)?. Pak De-mu yang mana yang mengharuskan bahwa ajaran tasawuf harus bersumber pada “pemikiran” Abu Hamid Al-Ghozali?. Apa di dunia ini tidak ada lagi orang yang mampu menggali dan memahami nash-nash suci selain mereka ?. Inilah penyempitan makna “Ahlus Sunnah wal Jama’ah” yang diwariskan dan dicekokkan oleh para pendahulu Ente, yang pada gilirannya akan mengklaim diri sebagai kelompok yang paling benar-benar “nyunnah”, padahal pada kenyataannya jauh dari nilai dan ajaran sunnah Rasul. BID’AH yang ingin diluruskan oleh para pembaru pemikiran Islam adalah bid’ah dalam konteks “syar’i” bukan “lughowi”, inilah makna dari “kullu bid’atin dzolalah”. Sebab wilayahnya adalah wilayah ubudiyah. Semua bentuk ubudiyah harus merujuk kepada pembawa syari’ah, yakni Rasulullah SAW, jangan ditambah dan jangan dikurangi. 2. Apa penjelasan Ente tentang konsep KASAB dalam doktrin Asy’ariyah ?. Semoga Ente mendapatkan pencerahan tauhid. Amin.

    ——————————-

    Sastro Menjawab:
    Tenang mas…jangan esmosi…he he he
    Kalau Asyariyah atau Mazhab Syafi’i gak benar menurut anda…itu terserah. Kalau Ghozali anda anggap kafir itu terserah anda. Tapi buktikan dulu bahwa Wahabisme itu benar dengan menjawab artikel-artikel kami…kalau anda memang benar…?!

  26. Assalamu’alaikum.
    Barakallahu fiika. Mw nanya dunk sanad ilmu anda. Siapa guru2 anda yg anda pernah belajar langsung darinya. Kalaupun malu karena takut dikatakan riya’ e-mail aj k rijal_lcb_lover@yahoo.com. Ditunggu, ini penting lo.
    Wassalamu’alaikum.

    ———————
    Sastro Menjwab:
    Penting buat anda, tapi tidak penting buat kami khan?

  27. Jawab dulu pertanyaan saya dengan tidak usah memelintir statemen yang ada. Tidak ada satu katapun dari pernyataan saya yang menyalahkan apalagi memojokkan Asy’ariyah dan Imam Syafi’i (Allah yarhamhuma). Di sinilah memang jika pendapat seseorang sudah dipenuhi dengan perasaan buruk sangka, seperti Ente. Saya bukan Wahabi, tapi memang saya mengagumi Mohamad bin Abdul Wahab yang merupakan penerus dari pemikiran-pemikiran Ibn Taimiyah dan Imam Ahmad bin Hanbal. tatapi tidak sedikitpun niatan untuk mencaci dan mencemooh para pendahulu kita. Mengapa masih saja diungkit-ungkit masalah kuburan? Tawashul? Tabaruk? dan lain sebagainya?. Apa tidak ada lagi permasalahan yang lebih penting yang perlu dibahas. Sampai kapanpun perbedaan-perbedaan itu tidak akan pernah dapat dipadukan. Perbedaan adalah “sunnatullah”. Hendaknya kita sepakat bahwa perbedaan janganlah menjadi alasan perpecahan. Contohlah Rasulullah dan para pendahulu kita pada periode tabi’in dan tabi’i-t-tabiin dalam menyikapi perbedaan. Namanya pendapat wajar jika berbeda dengan orang lain. Imam Syafi’i saja pendapatnya berubah-ubah sesuai dengan ruang dan waktu. Jika tidak, mengapa ada qoul qodim dan qoul jadid?. Apakah sikap demikian ini dengan serta merta kita langsung mengecap bahwa Imam Syafi’i adalah orang yang tidak berpendirian alisan mencla-mencle?. Kalau ternyata pendapat para pembaru pemikiran Islam ternyata terasa keras, itu sesuai dengan konteks zaman dan ruangnya. Bukankah Ibnu Taimiyah dilahirkan dan dibesarkan dalam suasana kaum muslimin sedang dalam keadaan berada di titik nadir, baik dari penguasaan ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, politik maupun militer?. Bukankah Mohamad bin Abdul Wahab lahir dan dibesarkan dalam suasana ketidak menentuan masa depan kaum muslimin akibat penyakit “TBC” akut yang menyerang mereka?. Apa untungnya jika kita yang hidup pada generasi ini masih mewarisi perpecahan umat ini pada masa lalu?. Semoga Anda mendapatkan pencerahan tauhid yang benar. Ingat tauhid intinya adalah pembebasan. Jika anda masing terkungkung dalam alur pemikiran para pendahulu Ente yang tidak menghargai perbedaan, berarti Ente telah memutar pendulum waktu ke 14 abad yang silam.

    —————————–

    Sastro Menjawab:

    Alhamdulillah anda bukan Wahaby, walaupun simpatisan Wahhaby…he he he
    Tapi anda harus ingat, baik Ibu Taimiyah maupun Ibn Abdul Wahhab itu hidup dalam cercaan para ulama Ahlusunah dari berbagai mazhab dan negara…apakah anda akan mengorbankan kecintaan dan rasa simpati anda kepada Ibnu Tai-miyah dan Ibnu Abdul Wahhab dan mengorbankan Ulama Ahlusunah dari mazhab-mazhab yang ada…Baca lagi dech artikel kami yang menyinggung tentang ungkapan para ulama Ahlusunah tentang Ibnu Taimiyah.

  28. MAS SASTRO, YANG SAYA, HORMATI, SEMOGA ANDA SELALU DIBERI REZEKI YANG BANYAK OLEH ALLAH SWT, DAN TETAP MENJAGA ILMU SERTA WEB INI SELAMANYA BERKIBAR,,,AMINN..

    MAS, saya hanya bisa berdo’a smoga web ini trus berkibar, dan menegakkan kebersamaan di dalam islam ( sebab semua orang yang ber-iman adalah saudara )..

    lawan mereka orang2 yang membid’ahkan sesama muslim,mas,,,jangan takut,,karena Allah ta’ala..

    Mereka yg menyatakan Muslim lainnya Ahlul Bid’ah-merupakan hal yg memalukan , tetapi mereka terus menyerang..mas
    Tapi biarlah Hujatan2 terhadap pencinta Rosulullah ( karena cinta terhadap beliau, dan bukan menuhankan beliau …)
    TRus Kibarkan syiar Islam melalui Dzikir bersama2, Membaca Sholawat , dan Peringatan yg mengingatkan perjuangan Nabi kita teruss dan terus..laksanakan InyA Allah, kita mendapat Syafaat dari Nabi kita Rosulullah Saw…

    hidup Mas Sastro…my faforit..mudah2an diberi sehat selalu..Aminn ya Robbal Alamin..

  29. Ass..Mas Sastro,,yg baik..dan ilmunya yang banyak..
    Biarin aja mas,,orang2, yang tidak suka dengan Sholawat, Syiar Islam, Berdzikir bersama2 (mengajarkan orang yg dibelakang yang belum bisa , jadi mengikuti ),,Maulid Nabi(menceritakan perjuangan 2 nabi) hal-yg baik,,dsb..

    Ko’ mereka katanya Salafi, tapi prilakunya “brutal” seolah2 mereka merasa paling benar dan masuk surga ( Masya Allah..)

    Woy..Wahabi gadungan…” ingat- ingat think..!!!

    Mas Sastro itu ,tau ngga Hati-nya sudah kebal dengan hinaan, cemoohan. ocehan anda yang membenci islam lainnya(sudara sendiri dibilang Ahlul Bid’ah (Naudzu billah himindzalik….termasuk Wahabi gadungan..atau beneran (kali)..

    Orang yang mengannggap Merasa paling bener.dan Lainyya Ahlul Bid’ah…(orang islam apa bukan dia) tanya dulu dan suruh mereka belajar Adab( kitab Adab ).., sama belajar alif2an dulu.,
    jangan jadi Khotib Jum’at dulu,,(begitu naik mimbar die bilang Semua Bid’ah sesat,,dan masuk neraka semua..,
    die kaga sadar,ceramah pake jas, sama minyak wangi yang mahal,punya Hanpone lagi,,) , jaman Nabi kaga ada tu;;Handphone..(bid’ah juga itu,,,mas,,jangan dibagi2 dong Bid;ah menurut ente,,)istiqomah..sama ucapan..tu,,

    Baru Hapal 10 -20 Hadist Nabi aje,,sudah bisa membid’ahkan orang..(kasian banget tu”orang..)

    belajar sama Mas Sastro dong, biar jadi orang yang pinter, dan belajar menerima perbedaan,,bung ,,.( Wahai..Wahabi palsu serta pengikutnya )

    – Saya akan “percaya” kepada Anak muda yg mengatakan sesuatu itu Bid’ah syaratnya cuma satu (gampang):
    *** : “Yang bilang bid’ah itu harus hapal 100.000 Hadist(baik sanad maupun perawinya).. ***
    (Muhadist)_-orang yang berhak-mengatakan hadist itu palsu atau tertolak..

    Kalo baru belajar Hadist kemaren , mah jangan lawan Mas Sastro”Kelas berat dia”..

    Hidup Mas Sastro,.Hidup Mas Sastro..

    Ajarin tuh,,mas mereka alif-2an dulu, baru bicara Hadist mengenai bid’ah dan sebaginya..

    Yang mencintai sesama muslim..( Janda kembang..)

    .

  30. Ass..Mas Sastro,,saya mau numpang gregetan nih”sama pengikut Yang suka Membid’ahkan Sesama Muslim..
    Boleh ya Mas..(trimakasih banyak..)

    Wahai Ikhawan/Ikhwat,.pemuda/pemudi generasi penerus Islam :
    1. Hati – hati orang yang memasukan faham di kepala kalian ( yang menyatakan Orang tua, saudara , tetangga semua ” Mereka Ahlul Bid’ah (Naudzu billah)..Hati2..

    2.Mereka mengaji berkelompok (tidak ber-satu dengan Jamaah lainnya, Karena menurut mereka semua jemaah adalah Bid’ah , terkecuali kelompok mengaji mereka..)

    3.Diundang oleh tetangga yang sedang tertimpa musibah kematian, untuk berdo’a bersama-sama, membaca tahlil(doa2 kebaikan/doa2 permohonan ampun kepada Allah, dan tidak ada kemusyrikan di sana, hanya sekedar membaca Alquran(yassin,.). mereka tidak hadir , dengan alasan Bid’ah.., padahal keluarga mereka sepantasnya butuh bantuan di’doakan .(inamal mu’minuna ikhwah) surat al hujrat..

    Mereka Menggap yang sudah meninggal tidak perlu di bacakan Alquran ( Surat Yasin ),karena si fulan sudah meninggal ( percuma kata mereka )..Naudzu billah.., kampung sunyi senyap, setelah ada kematian, tidak ada Syiar Islam dikampung itu,,seperti binatang yang mati saja ( Naudzu billah himindzlik..).

    Kawan ku , yang suka membid’ahkan orang lain..:
    Bicaralah dengan hati anda, jangan dengan kebencian.. anda terhadap kelompok maupuun aliran manapun..
    ** HARGAILAH– SEBUAH PERBEDAAN , BAGI YANG BERFIKIR,,**
    Islam bukan lah NU, MUHAMMADDIYAH. PERSIS, DSB..
    iSLAM ADALAH ISLAM..

    hIDUPP..mAS SASTRO..

  31. Assalamu’alaikum.
    Waduh Mas Rijaal…..???? ada2 aja kok sempet2nya nanya guru segala……aku yg awam aja ngga nanya siapa guru yg penting sumber yg di ambil al-Qur’an dan Hadist aku kira dah cukup dan kalo di lihat dari cara Mas Sastro menjawab sudah bisa dilihatlah kualitas gurunya……emangnya mau berdebat dgn gurunya lagi…hehehehihihihi…ama muridnya aja dah keteter apalagi ama gurunya…..qiqiqiqiq….macem2 aja.
    Mas Sastro silahkan di lanjut Mas…mbakar jenggotnya WAHABI soalnya mereka juga yg mulai

  32. maju aja trus mas!! semua kaum muslimin mendukung anda…..mas infokan aja nih blog ama pak SBY,,, biar beliau juga mendukung.. amin

  33. Assalamu’alaikum

    Jazaka Allah khairan katsira.

    Teruskan, tinkatkankan, perhebat terus. Jihad di jalan Allah dalam rangka membunuh pendapat-pendapat, pemikiran-pemikiran, dan paham-paham “Ashaghir”. Allah menjanjikan pahala dan tempat di sisi-Nya.

    Eeeet…!!!, wahai “Ashaghir”, kata-kata saya “jalan Allah” dan “tempat di sisi-Nya” jang maknai secara literal, ya…!!!, wahai yang teracuni oleh konsep “literalisme” buatan barat…!. Gunakan metoda ta’wil yang dipakai oleh Sayyidina Ibn Abbas radhia Allah ‘anh dan para ulama khalaf yang tsiqat radhia Allah ‘anhum.

    Wassalamu’alaikum.

  34. Asslamu’alaikum , semoga dengan blog ini kita semua bisa memisahkan mana yang benar dan mana yang salah , setahu Saya tidak ada yang namanya salafy yang saya tahu adalah Salafy tu adalah berarti pendahulu kita , selain masalah kubur yang menjadi pertanyaan Saya adalah , apakah ada hadish yang sahih tentang perayaan maulud nabi , tentang membaca surat yassin berjamaah , tentang peringatan 3 hari-40 hari dst kematian seseorang ? kalau ada tolong sebutkan dan apakah para sahabat tabiin tabiit tabiin pernah merayakan maulud nabi Muhammad SAW, pantaskan kita merayakan Maulud nabi bersamaan dengan membuang uang untuk acara tersebut ? tolong di jawab Mas, Mohon maaf kalo ada kata Saya yang Salah Terimakasih , wassalamu’alaikum

    ————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Waalaikum salam.
    Semua pertanyaan anda di atas belum kita bahasa di sini. Tentu kita sudah memiliki jawabannya, namun belum waktunya dibahas, perlu ada tahapan-tahapannya. Insya-Allah pada waktu yang akan datang kita akan jawab satu persatu. Gak mungkin kita akan menjawabnya secara ringkas di komentar, apalagi anda ingin kita menjawab semua pertanyaan anda itu secara detail. Cuman saya minta tolong kepada anda sekarang ini untuk menjawab artikel yang ada di atas itu lho mas….bagaimana keputusan anda masih tetap haramkah membangun masjid di sisi kuburan?

  35. alhamdulillah…
    mas terimakasih atas tulisan2 mas…semoga di terima di sisiNya(kalo emang udah waktunya)

    lanjutkan perjuanganmu….
    buktikan yang benar itu benar….
    yang sok benar itu tidak benar…..

  36. Ass.mbah Sastro yang dimuliakan semua pemuja yang memuliakannya,
    Ana bukan Wahhabi,hanya muslimah biasa yang gerah melihat fenomena kuburan2 disamping depan, kiri,kanan,belakang masjid. Kenapa demikian?koq rasa2nya mirip kayak agama2 terdahulu yang dihapus nashnya oleh Allah SWT ya?liat aja, Katolik di Vatikan menjadikan Basilika St.Petrus yang mereka yakini dibawahnya adl.kubur Rasul Petrus, sebagai tempat suci…apa ini gejala2 bahwa umat Islam yang mulia ini sedikit demi sedikit mengambil syariat Kafirin masa lalu ya?pantas saja Allah SWT menjadikan Kafirin menguasai urusan umat ini,lha wong syariatnya udah sama saja?Kalo soal dalil, ana sepakat dengan yang ditulis di buku MANTAN KIAI NU series….apa mbah Sastro juga udah baca?ana dulu aktif di IPNU Kudus, cara berpikirnya juga mirip banget dengan pikiran mbah Sastro ini.

    ————————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Mas, maaf, saya gak pernah aktif di IPNU tapi saya kurang lebih tahu lah kualitas anak-anak IPNU…:P
    Tapi saya juga berpikir seperti Wahhaby yang ada di otak anda itu…tapi setelah menelaah, eh justru sebaliknya seperti anda…adapaun mantan Kyai NU itu, sudah diselesaikan oleh para kyai NU sendiri, lihat di blog resmi NU..!
    Hingga saat ini, artikel saya di atas belum ada pihak Wahhaby yang mampu menjawabnya, termasuk anda khan?:)

  37. mohon dijelaskan mengenai budaya sujud di maqam / kuburan apakah ada sunnah nabi atas itu? kalau tidak itu sunnah / ajaran dari siapakah? umar bin khatab ra?

    ————————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Sujud di di kuburan memiliki dua kemungkinan; 1- Sujud UNTUK kuburan dan 2- Sujud di DEPAN kuburan (untuk Allah).

    Untuk yang pertama; selama sujud itu hanya memiliki arti penghormatan -dan bukan peribadatan- maka tidak apa-apa, sebagaimana sujudnya Nabi Yakqub dan anak-anaknya yang lain UNTUK Nabi Yusuf, atau sujudnya para malaikat di depan Nabi Adam. Tapi jika diniatkan penghambaan maka itu adalah Syirik, karena hanya Allah SWT saja yang layak diibadati.

    Sujud di depan kuburan hukumnya tidak apa-apa karena obyek sujud bukan kuburan tersebut, tetapi Allah SWT. Sebagaimana kuburan Ashabul Kahfi yang dijadikan tempat ibadah, juga kuburan Rasul yang menyatu dengan masjid.

    Tapi yang perlu diingat, sewaktu kita melihat seseorang sujud di depan kuburan maka JANGAN kita terburu mensyirikkan (memvonis syirik) kepadanya, karena itu belum tentu syirik…hatta kita sujud di depan Ka’bah kalau niat kita adalah menyembah rumah batu berwarna hitam itu maka hukumnya syirik. Jadi semua tergantung niatnya. Kullu a’maalin bin niyaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: