Kerancuan konsep Tauhid versi Wahaby (Salafy) – Bag I

allah_tuhanku.jpg
Kerancuan konsep keesaan tuhan (tauhid) jenis ini –tauhid uluhiyah hanya diidentikkan dengan tauhid dalam peribadatan- yang mengakibatkan kerancuan pengikut Wahaby dalam menentukan obyek syirik sehingga mereka pun akhirnya suka menuduh kaum muslimin yang bertawassul (mencari penghubung dengan Allah) dan bertabarruk (mencari berkah) sebagai bagian dari pebuatan syirik. Karena kaum Wahaby menganggap bahwa denga perbuatan itu –tawassul dan tabarruk- berarti pelakunya telah menyembah selain Allah. Disaat menyembah selain Allah berarti ia telah meyakini ketuhanannya karena tidak mungkin menyembah kepada selain yang diyakininya sebagai Tuhan.


—————————————————

Kerancuan Konsep Tauhid Versi Wahaby
(Tauhid dalam Pandangan al-Quran)

Bagian Pertama

Islam dibawa oleh Muhammad bin Abdillah saw. Sebagaimana fungsi pengutusan para nabi terdahulu, Muhammad Rasulullah saw diutus untuk mengajarkan ajaran pengesaan (tauhid) Allah swt dan untuk menyebarkan agama Ilahi yang terkenal denga sebutan Islam. Islam adalah agama tauhid yang menentang segala macam jenis syirik (penyekutuan) Allah swt. Atas dasar itu semua mazhab-mazhab dalam Islam selalu menyerukan akidah tauhid sebagai penentangan atas akidah syirik.

Kaum yang mengatasnamakan dirinya sebagai Salafy (baca: Wahaby) selain mereka merasa diri sebagai paling monoteisnya (ahli tauhid) makhluk di muka bumi maka dengan otomatis merekapun akhirnya suka menuduh kelompok muslim lainnya yang tidak sepaham sebagai pelaku syirik, penyekutu Allah swt. Padahal terbukti bahwa para pengikut muslim lain -selain Wahaby- pun telah mengikrarkan Syahadatin (dua kalimat syahadat) dengan ungkapan “Tiada tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”. Kalimat ini sebagai bukti bahwa seseorang telah dinyatakan muslim (pengikut Islam Muhammad) dan telah terjauhkan dari ajaran syirik yang diperangi oleh agama Islam dari berbagai mazhab Islam manapun.

Dalam tulisan ringkas ini kita akan sebutkan secara global apa dan bagaimana konsep keesaan Tuhan menurut al-Quran sehingga dapat menjadi pedoman dalam menentukan tauhid atau syiriknya sebuah keyakinan. Sekaligus akan menjadi jawaban terhadap tuduhan kaum Wahhaby terhadap kaum muslimin lainnya. Untuk artikel kali ini kita hanya mencukupkan dengan menggunakan dalil teks agama saja yang mencakup al-Quran dan as-Sunnah. Adapun untuk artikel selanjutnya akan kita perluas dalil kita kepada dalil-dalil lain.

Dalam pembahasan akidah Islam yang berdasarkan al-Quran disebutkan bahwa para ulama telah membagi akidah tauhid menjadi beberapa bagian. Secara ringkas dapat disebutkan beberapa tingkatan tauhid versi al-Quran:

Pertama: Tauhid dalam Dzat Allah swt
Tauhid Dzat juga dapat diistilahkan dengan Tauhid Dzati. Yang dimaksud dengan tauhid jenis ini adalah keyakinan bahwa Dzat Allah swt adalah satu dan tiada yang menyamai-Nya. Ajaran tauhid ini didasarkan atas ayat al-Quran yang tercantum dalam surat al-Ikhlash ayat 1 yang berbunyi: “Katakanlah: ”Dia-lah Allah, Yang Maha Esa”.

Kedua: Tauhid dalam Penciptaan (Khaliqiyah)
Yang dimaksud dengan keyakinan tauhid dalam penciptaan adalah suatu keyakinan yang menyatakan bahwa di alam wujud ini tiada pencipta –yang menciptakan secara murni dan independent secara penuh- lain selain Allah swt semata. Dalam arti, tiada yang mampu untuk memberi kesan secara independent berkaitan dengan sebenap alam wujud –baik yang bersifat material, maupun non materi seperti ruh dan malaikat- secara murni melainkan karena perintah, kehendak dan izin Allah swt, karena Ia penguasa alam semesta. Ajaran tauhid semacam ini disandarkan kepada ayat al-Quran yang terdapat dalam surat ar-Ra’d ayat 16 yang berbunyi: “…Katakanlah: Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

Ketiga: Tauhid dalam Pengaturan/Pemeliharaan (Rububiyah)
Yang dimaksud dengan keyakinan tauhid jenis ini adalah berkaitan dengan keyakinan bahwa di alam wujud hanya terdapat satu pengatur yang bersifat sempurna secara mutlak dimana tidak lagi memerlukan terhadap selainnya. Sang pengatur itu adalah Allah swt, Tuhan seru sekalian alam. Adapun berbagai pengaturan yang dilakukan oleh malaikat –sebagaimana yang tercantum dalam al-Quran- dan makhluk lainnya semuanya dapat terjadi karena izin-Nya. Tanpa izin Allah swt niscaya pengaturan makhluk-makhluk lain tidak akan pernah terjadi. Keyakinan tauhid jenis ini disandarkan kepada ayat al-Quran dari surat Yunus ayat 3 yang berbunyi: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasyi untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesuadah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?”

Yang dimaksud dengan kata “Syafi’” (pemberi syafa’at) dalam ayat di atas tadi adalah penyebab-penyebab lain yang bersifat vertical. Disebut vertical karena semua yang terjadi di alam ini terjadi secara beruntun dan keterkaitan antara hubungan sebab-akibat (kausalitas) yang harus kembali kepada sebab yang tiada lagi perlu terhadap sebab lain. Sebab Maha Sempurna yang tidak lagi memerlukan sebab lain itu adalah Allah swt. Dalam ayat tadi, disebutkan kata “” (syafi’) –yang sama arti dengan kata “adh-Dham” (memasukkan/campurtangan)- karena kesan apapun di alam semesta ini yang dihasilkan oleh segala sesuatu selain Allah swt harus melalui izin Allah swt.

Keempat: Tauhid dalam Penentuan Hukum (Tasyri’iyah)
Yang dimaksud dengan tauhid pada jenis ini adala suatu keyakinan yang menyatakan bahwa, tiada yang layak untuk menentukan hukum syariat melainkan Allah swt. Dalam arti, tiada yang berhak –secara mutlak- menghalalkan dan mengharamkan atau memerintahkan dan melarang secara syar’i melainkan Allah swt. Ajaran tauhid ini disandarkan kepada ayat 40 dari surat Yusuf yang berbunyi: “…Sesungguhnya hukum itu hanyalah kepunyaan Allah”.

Kelima: Tauhid dalam Ketaatan
Yang dimaksud dengan tauhid jenis ini adalah keyakinan akan ketiadaan yang layak ditaati secara esensial dan mutlak melainkan Allah swt. Jika kita diperintahkan untuk taat kepada Nabi, orang tua, ulama dan sebagainya, itu semua karena ketaatan kita kepada Allah swt. Dikarenakan Allah-lah yang memerintahkan kita taat kepada mereka. Hanya melalui izin Allah akhirnya kita mentaati mereka. ajaran tauhid ini disandarkan kepada ayat 16 dari surat at-Taghabun yang berbunyi: “Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta’atilah…”.

Keenam: Tauhid dalam Kekuasaan (Hakimiyah)
Yang dimaksud dengan konsep tauhid ini adalah keyakinan bahwa segenap manusia adalah sama dimana tidak ada yang dapat menguasai satu atas yang lainnya. Akan tetapi kekuasaan dan kepemimpinan (wilayah) hanyalah milik Allah swt semata. Atas dasar itu, barangsiapa yang mempraktekkan konsep kekuasaan dan kepemimpinan di alam ini maka ia harus mendapat izin (legalitas) dari Allah swt. Tanpa itu maka ia telah mencuri hak Allah swt sehingga meniscayakan murka-Nya. Ajaran tauhid jenis ini disandarkan pada ayat 57 dari surat al-An’am yang berbunyi: “…Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”.

Ketujuh: Tauhid dalam Pemberian Ampun dan Syafaat

Yang dimaksud dengan ajaran tauhid ini adalah keyakinan bahwa hak mutlak untuk memberikan ampunan dan syafaat hanyalah milik Allah semata. Dan kalaupun ada beberapa makhluk –dari jajaran para nabi, rasul, para syuhada’ dan kekasih Allah (waliyullah)- yang juga dapat memberi syafaat maka itu semua adalah karena izin dari Allah. Mereka tidak dapat mendapat kemampuam pemberan syafaat melainkan melalui izin Allah. Ajaran tauhid ini disandarkan kepada ayat 255 dari surat al-Baqaran yang berbunyi: “…Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah melainkan dengan izin-Nya…”. dan surat Aali Imran ayat 135 yang berbunyi: “…dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah?”.

Kedelapan: Tauhid dalam Peribadatan
Tauhid jenis ini berarti keyakinan bahwa tiada yang layak disembah melainkan Allah swt semata. Dan tiada yang layak disekutukan dalam masalah peribadatan dengan Allah swt. Ini adalah konsep tauhid yang telah menjadi kesepakatan segenap kaum monoteis (ahli tauhid). Tiada seorang ahli tauhid pun yang menyangkal keyakinan itu. Akan tetapi terdapat perbedaan pendapat yang sangat mencolok dalam masalah-masalah kecil –cabang dari pembahasan tadi- antara mayoritas mutlak Ahlusunah wal Jamaah dengan kelompok Wahaby (Salafy Gadungan) dalam masalah seperti istighosah kepada para wali Allah, meminta doa dan bertawassul kepada mereka yang hal-hal tadi digolongkan prilaku syirik ataukah tidak? Apakah keyakinan diperbolehkannya hal-hal semacam tadi tergolong syirik karen tergolong beribadah kepada selain Allah swt ataukah tidak? Alhasil, singkat kata, perbedaan mencolok antara Wahaby dan Ahlusunah wal Jamaah bukan terletak pada konsep teuhid dalam peribadatan, namun lebih pada penentuan obyek akidah tersebut. Pada kesempatan selanjutnya (artikel selanjutnya) akan kita bahas satu persatu ketidakpahaman dan kerancuan ajaran kaum Wahaby dalam memahami permasalah itu akhirnya menyebabkan mereka terjerumus dalam jurusan pengkafiran kelompok lain (takfir) yang tidak sepaham dengan doktrin ajarannya. Dari situ akhirnya ia disebut dengan “jama’ah takfiriyah” (kelompok pengkafiran).

Setelah kita mengetahui secara singkat dan global tentang pembagian tahapan ajaran tauhid yang sesuai dengan ajaran al-Quran maka dalam tulisan kali ini, marilah kita menengok sejenak kerancuan pembagian akidah tauhid versi Wahabi yang menyebabkan mereka terjerumus ke dalam jurang pengkafiran.

Dalam buku-buku karya ulama Wahaby –sebagai contoh dapat anda telaah dalam kitab at-Tauhid karya Muhammad bin Abdul Wahab yang disyarahi oleh Abdul Aziz bin Baz- akan kita dapati bahwa ajaran tauhid menurut kaum Wahaby hanya mereka bagi menjadi dua bagian saja; tauhid dalam pengaturan/pemeliharaan (rububiyah) dan tauhid dalam ketuhanan (uluhiyah). Lantas tauhid dalam pengaturan/pemeliharaan (rububiyah) mereka artikan dengan tauhid dalam penciptaan (khaliqiyah). Sedang mereka tafsirkan tauhid dalam ketuhanan (uluhiyah) dengan tauhid dalam peribadatan (ubudiyah). Dengan kata lain, kaum wahabi telah mengidentikkan ketuhanan (uluhiyah) dengan peribadatan (ubudiyah), dan pengaturan/pemeliharaan (rububiyah) dengan penciptaan (khaliqiyah). Dan akan jelas sekali kasalahan fatal dalam pembagian, pengertian dan pengidentikan semacam ini. Akan kita buktikan secara ringkas di sini.

Dalam masalah pokok bagian pertama, yaitu tentang tauhid dalam pengaturan/pemeliharaan (rububiyah) mereka artikan dengan tauhid dalam penciptaan (khaliqiyah). Padahal yang dimaksud dengan pengaturan dan pemeliharaan (rububiyah) adalah pengaturan dan pemeliharaan alam semesta setelah tercipta, pasca penciptaan. Kata “ar-Rab” yang berarti pemilik (as-Shohib) memiliki tugas untuk mengatur dan memelihara yang dimilikinya (al-marbub). Sebagaimana pemilik (rab) kendaraan, rumah dan kebun yang bertugas untuk mengatur dan memelihara semua itu. Maka tauhid dalam pemeliharaan dan pengaturan (rububiyah) jelas berbeda dengan tauhid dalam penciptaan (khaliqiyah). Walaupun pemeliharaan dan pengaturan berasal dari penciptaan. Dalam arti, konsep tauhid dalam pemeliharaan dan pengaturan alam semesta adalah imbas dari konsep tauhid dalam penciptaan Allah atas alam semesta.

Dalam masalah pokok bagian kedua, yaitu tentang tauhid dalam ketuhanan (uluhiyah) yang mereka tafsirkan dan identikkan dengan tauhid dalam peribadatan (ubudiyah). Jadi mereka jadikan tauhid dalam ketuhanan bertumpu pada ungkapan bahwa Tuhan (ilah) berarti obyek ibadah (ma’bud). Padahal Tuhan Hal itu memiliki banyak konsekuensi, bukan hanya sekedar obyek penghambaan. Jika kita lihat pada hakekatnya Tuhan (ilah) dan lafaz “Jalalah” (Allah) memiliki arti yang sama. Bedanya, kata “ilah” bersifat umum (nakirah) dan mencakup konsep universal tentang tuhan, namun “Allah” adalam nama obyek (isim ‘alam) yang bersifat khusus (makrifah) dan wujud riil (ekstensi) dari konsep universal tadi. Jadi sewaktu kita sebut kata “uluhiyah” yang berasal dari kata “ilah” maka tidak ada lain yang dimaksud melainkan kata “Allah” yang berarti lafadz Jalalah yang menunjukkan atas Tuhan Yang Esa (baca: satu), bukan hanya sekedar berarti “Dzat Yang disembah” (ma’bud). Kerancuan konsep keesaan tuhan (tauhid) jenis inilah yang mengakibatkan kerancuan pengikut Wahaby dalam menentukan obyek syirik sehingga mereka pun akhirnya suka menuduh kaum muslimin yang bertawassul (mencari penghubung dengan Allah) dan bertabarruk (mencari berkah) sebagai bagian dari pebuatan syirik. Karena kaum Wahaby menganggap bahwa dengan perbuatan itu –tawassul dan tabarruk- berarti pelakunya telah menyembah selain Allah. Disaat menyembah selain Allah berarti ia telah meyakini ketuhanannya karena tidak mungkin menyembah kepada selain yang diyakininya sebagai Tuhan. Kebodohan kaum Wahaby atas hakekat tauhid dan syirik. Naudzubulah minhum

[Sastro H]

Bersambung…

71 Tanggapan

  1. Assalamualaikum

    Apanya yang ilmiah???? Adakah satu baris di sini yang merupakan perkataan Imam Syafi’i rahimahullah??? (Saya ambil contoh Imam Syafi’i karena matoritas penduduk Indonesia bermadzab Syafi’i)

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Alaikum salam…
    Perkataan Imam Syafi’i ra? Kok anda menanyakan hal itu, aneh? Dengan tetap menghormati para Imam mazhab Ahlusunah wal Jamaah dalam artikel kami kami dahulukan dalil al-Quran, as-Sunnah dan Salaf Saleh dari para sahabat Rasul, Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in…jika perlu, baru akan kita singgung ungkapan para Imam Mazhab empat Ahlusunah wal Jamaah…

  2. Teruskan Menentang Wahabi

    Insya Allah Wahabi Akan BERKUBUR MATI

  3. –> Dalam pembahasan akidah Islam yang berdasarkan al-Quran disebutkan bahwa para ulama telah membagi akidah tauhid menjadi beberapa bagian

    Kalo Anda Ilmiyah, coba sebutkan ulama mana dan ada dibuku mana pembagian akidah tauhid yang anda sebutkan itu,

    –> Dalam buku-buku karya ulama Wahaby –sebagai contoh dapat anda telaah dalam kitab at-Tauhid karya Muhammad bin Abdul Wahab yang disyarahi oleh Abdul Aziz bin Baz- akan kita dapati bahwa ajaran tauhid menurut kaum Wahaby hanya mereka bagi menjadi dua bagian saja; tauhid dalam pengaturan/pemeliharaan (rububiyah) dan tauhid dalam ketuhanan (uluhiyah).

    Sebutkan buku itu, judul dan Penerbit sekalian halamannya biar saya check kebenarannya. Dengan begini anda akan disbeut bertanggung jawab. Bukan asal bicara

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    1-kaum wahabi ini lucu, kalau kita sebut nama ulamanya maka ia akan mengatakan bahwa kita taklid dan fanatic terhadap ulama itu. Jika gak disebut, lantas begini omongannya. Mas…kalau anda punya otak maka gak perlu kami sebutkan nama ulamanya dalam tulisan ini karena semua pakai dalil al-Quran…kecuali jika anda meragukan kebenaran al-Quran maka akan saya sebutkan nama ulamanya…
    2-Buka yang lebar mata sampean…! Judul kitab sudah kita sampaikan. Memang ada penerbit lain yang akan mencetak buku murahan itu selain percetakan-percetakan Saudi yang Wahaby? Halamannya anda bisa baca lagi kitab itu kalau anda sudah pernah baca, bukankah kitabnya cumin satu jilid dan gak terlalu tebal juga. Lagian urutan bahasannya juga gak jelas maka anda bisa baca –kalau anda memang benar bisa baca- dari awal hinga akhir maka anda akan dapati hasil semacam itu.

  4. artikel yang bagus, namun kalo yang baca ngga pake otak ya mumet

    ayat muhkamat dan mutasyabihat bagi orang yang tak berotak sama saja

    ada pepatah mengatakan:
    kalau ingin mencuci otak tirulah orang Amerika
    kalau ingin membuang otak tirulah orang Saudi

    ——————————
    Sastro Menjawab:

    Sejak kapan orang Saudi yang Wahaby punya otak?

  5. percuma ngomong sama yang orang asal bicara,emosional dan arogan.klo ente mo belajar pasti gak kaya gitu! yang suka mensyirikan membidahkan itu siapa! coba deh…klo mendalil jangan asal comot sesuai dengan otak ente, kolo cuma gitu tukang becak aja bisa. klo nt dan yg sepaham dg nt suka mencaci maki salafy, oke. jujur saya adalah salafy. belajar deh apa itu salafy! saya kasihan melihat orang2 kaya nt.

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Apa gak terbalik mas…Kami yang harus kasihan sama anda.

  6. Eh sastro, semua oarang bisa seenaknya saja menafsirkan alqur’an dengan ro’yunya. Jangan kan ente yg kelas Kyai kampung, Qurais syihab aja membolehkan mengucapkan Natal berdasarkan Al qur’an..

    Makanya ane mo tau, pembagian tauhid ini berdasarkan ro’yu ente apa ada ulama yang jadi rujukan ente.

    Tp ane yakin semua yang ada di blog ini berdasrakan ra’yu bejat ente.

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Tuch si ulama Wahaby yang menafsirkan bumi sebagai pusat tata surya yang ada di blognya abdurrahman.wodpress.com apa gak pakai otak? Mbok kalo pakai ro’yu jangan terlalu kelihatan dong…
    boongnya…Iya sich, kalau ulama Wahaby walau ngaco dibilang tafsir yang bener sesuai dengan manhaj Salaf Saleh, tapi kalo bukan Wahaby walau benernya kayak apa pasti dibilang ra’yu…lha wong Salaf Saleh itu miliknya mbah-nya kaum Salafy jadi mereka yang nentuin ini sesuai dan itu gak…hehehe

  7. SASTRO ITU ANGGOTA BSH
    Barisan Sakit Hati…………….

    SEMUANYA DIUKUR DENGAN KEPALANYA YANG TAK BEROTAK……. ATAU KALOPUN ADA OTAKNYA UDAH ANCUR CUR….CUR….CUR…….

    QUR’AN DITERJEMAHKAN SESUAI DENGAN KEPALANYA
    HADITS DITERJEMAHKAN SESUAI DENGAN KEPALANYA

    YANG JELAS-JELAS ADA DI QUR’AN DAN HADITS DITERJEMAHKAN PAKE IJMA ULAMA…..ANEH BIN AJAIB
    TAPI NYATA TERJADI DIDUNIA PERSASTROAN.

    NGAKUNYA AHLI SUNAH, TAPI GAK NYUNAH…. ANEH !!
    OMONGANNYA BERGAYA PERCAYA DIRI TAPI GAK TAU DIRI
    TULISANNYA SEOLAH-OLAH BETUL TAPI DALILNYA GUNDUL

    TAWASUL DAN TABARUK DIBILANG BOLEH,…..ANEH !!
    APA NAMANYA KALO GAK MAU DIBILANG SYIRIK
    DI QUR’AN GAK ADA, DI SUNNAH GAK ADA.
    EMANG LO GAK PD YAH, DENGAN DIRIMU SENDIRI, SAMPE-SAMPE UNTUK MENGHADAP ALLOH SAJA HARUS PAKE CALO/PERANTARA, KAYA MAU BELI RUMAH AJE…
    PADAHAL DARI TULISAN-TULISANMU, KAMU ORANGNYA PERCAYA DIRI….WALAUPUN KEBLINGER… HERANNN….

    LOO NGAJI DIMANA SIH TRO ??? PEMIKIRANMU ANCUR BEGINI.
    BERTAUBATLAH !! SEBELUM MAUT MEMISAHKAN RUH DENGAN RAGAMU. JANGAN EGOIS DENGAN MEMBAWA KEPALAMU SENDIRI.

    JANGAN IKUTI JEJAK LANGKAH JIL
    JARINGAN ISLAM LIBERAL TAPI LEBIH TEPAT DIKATAKAN JARINGAN IBLIS LIBERAL……

    ————————————-
    Sastro Menjawab:

    Betuuul sekali, kami dari barisan sakit hati (BSH), tahu kenapa?
    Kami sakit hati terhadap Wahaby yang ngakunya ikut al-Quran tapi gak jauh dari ayat: “kamatsalil himaari yahmilu asfaaro” (Surat al-Jumah) yang artinya “Seperti keledai yang membawa kumpulan lembaran” yang ditafsirkan tidak sesuai dengan kehendak Ilahi.
    Kami sakit hati karena mereka mengaku Islam tapi merusak citra Islam dengan menafsirkan teks-teks Islam dengan kaku dan diterapkan kepada obyek-obyek yang gak jelas.
    Kami sakit hati karena katanya mereka mengikuti Muhammad bin Abdillah saw namun kenyataannya ternyata mereka mengikuti Muhammad bin Abdul Wahab.
    Kami sakit hati karena mereka ngakunya Ahlusunah wal Jamaah namun prilaku mereka bukan hanya jauh dari sunnah tapi sama dengan khawarij yang dilaknat oleh sumber Sunnah (Rasulullah).
    Kami dan kami….
    Masih banyak lagi lho mas…kalau kita tulis satu persatu maka kalah buku majmuatul fatawa Ibnu Taimiyah yang berjilid-jilid itu…hehehehe

  8. Heh Sastro

    Siapa bilang Matahari berputar mengelilingi Bumi adalah pandangan Ro’yu. Ini ada di alqu’an tro…

    Beli deh bukunya sebelum komentar

  9. Tro nih dalil-dalinya. Baca jangan males. Biar ngerti

    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kisah ibrahim:

    “Artinya : Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” [Al Baqarah : 258]

    Maka keadaan keadaan matahari yang didatangkan dari timur merupakan dalil yang dhahir bahwa matahari berputar mengelilingi bumi.

    [2]. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman juga tentang Ibrahim.

    “Artinya : Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: ‘Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu terbenam dia berkata : ‘Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.'” [Al-An’am : 78]

    Tro..! Jika Allah menjadikan bumi yang mengelilingi matahari niscaya Allah berkata: “Ketika bumi itu hilang darinya”.

    [3]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka berada disebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.” [Al-Kahfi : 17]

    Tro..!, perhatikan…: Allah menjadikan yang condong dan menjauhi adalah matahari, itu adalah dalil bahwa gerakan itu adalah dari matahari, kalau gerakan itu dari bumi niscaya Dia berkata: “gua mereka condong darinya(matahari)”. Begitu pula bahwa penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari menunjukkan bahwa dialah yang berputar meskipun dilalahnya lebih sedikit dibandingkan dilalah firmanNya “(condong) dan menjauhi mereka)”.

    [4]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” [Al-Anbiya’ : 33]

    Ibnu Abbas radhiallahu anhu berkata:”Berputar dalam suatu garis peredaran seperti alat pemintal”. Penjelasan itu terkenal darinya.

    [5]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat,” [Al-A’raf : 54]

    Perhatikan juga Tro.!, Allah menjadikan malam mengejar siang, dan yang mengejar itu yang bergerak dan sudah maklum bahwa siang dan malam itu mengikuti matahari.

    [6]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

    “Artinya : Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang banar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” [Az Zumar : 5]

    FirmanNya: “Menutupkan malam atau siang” artinya memutarkannya atasnya seperti tutup sorban menunjukkan bahwa berputar adalah dari malam dan siang atas bumi. Kalau saja bumi yang berputar atas keduanya (malam dan siang) niscaya Dia berkata: “Dia menutupkan bumi atas malam dan siang”. Dan firmanNya: “matahari dan bulan, semuanya berjalan”, menerangkan apa yang terdahulu menunjukkan bahwa matahari dan bulan keduanya berjalan dengan jalan yang sebenarnya (hissiyan makaniyan), karena menundukkan yang bergerak dengan gerakannya lebih jelas maknanya daripada menundukkan yang tetap diam tidak bergerak.

    [7]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengirinya,” [Asy-Syam : 1-2]

    Makna (mengiringinya) adalah datang setelahnya. dan itu dalil yang menunjukkan atas berjalan dan berputarnya matahari dan bulan atas bumi. Seandainya bumi yang berputar mengeliligi keduanya tidak akan bulan itu mengiringi matahari, akan tetapi kadang-kadang bumi mengelilingi matahari dan kadang-kadang matahari mengeliling bulan, karena matahari lebih tinggi dari pada bulan. Dan untuk menyimpulan ayat ini membutuhkan pengamatan.

    [8]. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

    “Artinya : Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dan malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai tandan yang tua. Tidaklah mugkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa-Siin : 37-40]

    Penyandaran kata berjalan kepada matahari dan Dia jadikan hal itu sebagai kadar/batas dari Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui menunjukkan bahwa itu adalah haqiqi (sebenarnya) dengan kadar yang sempurna, yang mengakibatkan terjadinya perbedaan siang malam dan batas-batas (waktu). Dan penetapan batas-batas edar bulan menunjukkan perpindahannya di garis edar tersebut. Kalau seandainya bumi yang berputar mengelilingi maka penetapan garis edar itu bukannya untuk bulan. Peniadaan bertemunya matahari dengan bulan dan malam mendahului siang menunjukkan pengertian gerakan muncul dari matahari, bulan malam dan siang.

    [9]. Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepada Abu Dzar radhiallahu anhu dan matahari telah terbenam.

    “Artinya : Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi ?” Dia menjawab: “Allah dan RasulNya lebih tahu”. Beliau bersabda: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah arsy, kemudian minta izin lalu diijinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu tidak diijinkan. Kemudian dikatakan kepadanya: “Kembalilah dari arah kamu datang lalu dia terbit dari barat (tempat terbenamnya) atau sebagaimana dia bersabda [Muttafaq ‘alaih] [1]

    PerkataanNya: “Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari tempat terbenamnya” sangatlah jelas sekali bahwa dia (matahari) itulah yang berputar mengelilingi bumi dengan perputarannya itu terjadinya terbit dan terbenam.

    [10]. Hadits-hadits yang banyak tentang penyandaran terbit dan terbenam kepada matahari, maka itu jelas tentang terjadinya hal itu dari matahari tidak kepada bumi.”

    10 Dalil masih belum cukup Tro..??. KEciah deh Luh..

    ————————
    Sastro Menjawab:

    Kami akan memakai cara argument kalian, wahai kaum Wahabi…Janganlah kalian menafsirkan sesuai dengan ro’yu kalian. Dan ketahuilah bahwa dalam al-Quran terdapat berbagai cara penyampaian yang semua itu terdapat ilmu balaghah; majaz, isti’arah, kinayah, isyarah, talmih, tasybih dan banyak lagi. Kayaknya selain kaum Wahaby gak paham ilmu gituan dalam menafsirkan al-Quran, mereka juga harus menerima zahir ayat secara apa adanya tanpa boleh melakukan proses pentakwilan. Itu akhirnya mereka terjerumus ke dalam kejumudan dalam memahami teks, baik ayat maupun riwayat. Kalau anda gak mau menerima ilmu-ilmu itu atau belum mempelajarinya, maka sebelum bicara tafsir cari dech guru untuki bicara masalah itu, kalau tetep gak mau nerima maka anda harus menerima bahwa Abdul Aziz bin Baz (eks mufti Saudi yang Wahaby) yang buta mata (zahir dan batin) itu kelak di akherat akan dibangkitkan oleh Allah juga dalam keadaan buta. Hal ini sesuai dengan zahir ayat 72 dari surat al-Isra’ yang berbunyi: “Wa man kaana fii hadzihi a’ma fahuwa fil akhirati a’ma wa adhallu sabilaa” (Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akherat ia akan buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)”. Masa kamu akan menyatakan semacam itu terhadap Bin BAz yang hingga sekarang masih dikenang oleh kaum Wahaby dengan selalu meng-link situsnya? Jika semacam yang akan dialami Bin Baz, maka kami katakan kepada kaum Wahaby yang fanatik kepadanya: AMAT KACIAN SEKALI DECH LO…!

  10. Tro

    Ente ama -temen-temen ente masih percaya ama bumi yang megelilingi matahari?

    Itu karena ente sejak SD diajarin begitu. Itu ilmu dari orang kuffar. Ente sendiri belum membuktikannya kan??

    Kalo ane ngak perlu bukti. Ane cukupkan berita dari Alloh dan rosulnya, walau terlihat tidak masuk akal.

    ————————-
    Sastro Menjawab:

    Silahkan sebarkan doktrin murahan itu wahai kaum Salafy Gadungan (Wahaby) nanti akan kita lihat bahwa ajaran kalian akan bernasib persis seperti doktrin gereja Katolik di zaman abad pertengahan dengan kemunculan renaisans dalam tubuh Islam…orang yang paling bijak adalah orag yang dapat mengambil pelajaran dari kisah terdahulu.
    Atas dasar itu, pantas kalau gak ada orang Wahaby yang menjadi ilmuwan lawong semua dianggap sebagai ilmu rang kafir…yang anda pakai searang ini (komputer) pun hasil dari orang kafir lho mas…yang obyektif dong!

  11. makasih mas sudah mengiklankan di buntetpesantren.com maaf tadinya ente itu yang mendukung salafy yang ono.. eh tahunya yang salafiyah… kesuwun

  12. hakakakakaka…jawaban bagus untuk mas darmawan, mas sastro😀

    pantes…memang pantes orang wahaby nggak ada yang jadi ilmuwan.

    komputernya? hardware-nya? casing-nya? software-nya? buatan wahaby/buatan kafir?
    kalo ga suka ilmu kafir, kenapa komputernya masih dipake?

    huekekekekekekekeke

  13. al-Adilla al-Naqliyya wa al-Hissiyya `ala Jarayan al-Shamsi wa Sukuni al-Ard karangan bin Baz

    ini mengacak-adut penemuan Ilmuwan muslim abad pertengahan dimana Ibnu as-Shatir (1304–1375M), Nihayat al-Sul fi Tashih al-Usul (A Final Inquiry Concerning the Rectification of Planetary Theory). Dia merupakan ilmuwan yang pertama kali memetakan pergerakan planet di luar angkasa, teori yang diyakini dunia modern sebagai milik Kepler dan Copernicus.

    Ilmuwan asal Damaskus ini menjabarkan teori yang sudah digagas pendahulunya, Ptolomeus. Periode Ash-Shatir inilah yang dilewatkan dalam sejarah astronomi dunia. Setelah Ptolomeus, orang hanya mengenal Copernicus (1473-1543). Padahal, setelah Ptolemaic System ada temuannya yang tak kalah berharga.

    Dalam diagramnya yang terkenal itu, Ash-Shatir menjelaskan tentang pergerakan Planet Merkurius. Temuannya saat itu dianggap sebagai sukses pertama representasi gerakan planet di tata surya.

    Kini sejarah mulai dikoreksi. Dalam buku Ibn al-Shatir, an Arab Astronomer of the Fourteenth Century, ”Satu hal yang sangat sangat penting, bagaimanapun, adalah teori tata surya Ibnu Al-shatir, yang menggunakan parameter sederhana tapi mampu menjelaskan secara identik dengan teori Copernicus yang muncul kemudian (1473-1543).’

    ___________________
    Yang bilang ini teori Kafir siapa bung! Jangan-jangan yang bilang begitu kafir sendiri

  14. Mas Sastro, saya bersyukur dan senang atas usaha sampeyan dengan tulisan2 yang meluruskan ini, semoga sampeyan semua termasuk dalam barisan Rosullulloh SAW di padang mahsyar nanti. Hingga saat ini, saya belum membaca kelembutan, ketegasan dan kebersihan komentar mereka yang tidak suka sampeyan. Hanya emosi dan umpatan kasar yang tidak sholeh saja yang disampaikan. Saya salut dan hormat atas jawaban2 sampeyan yang menurut ukuran saya santun dan pas utk mereka. Saya tunggu tulisan2 lurus sampeyan lagi. Sekali lagi, semoga Alloh SWT melindungi antum sekalian,….salam

  15. Tro… tobat ente tro. Ente sudah memasuki wilayah Gaib yang bukan urusan ente. Urusan Syaikh Bin Baz dengan Alloh diakhirat nanti adalah urusana Kholik dan Makhluknya.

    Mereka, yang ente sebut wahaby, tidak berani menakwil Dalil jika tidak ada qorinahnya. Jika tidak ada dalil penjelas maka kami cukupkan dengan zohirnya.

    Silakan anda hadirkan qorinah penjelas dari 9 Dalil diatas bahwa zahirnya ayat-ayat yang menceritakan Matahari mengelilingi Bumi tersbut adalah sebenarnya Bumi yang megelilingi Matahari sebagaimana keyakinan anda.. Jika ente bisa menghadirkan dalil penjelasan akan hal itu, ane akan ruju’ ama ente.

    Kemudian masalah Zahir Surat Al-Isra’ ayat 72. Benar zahirnya begitu, bahwa yang buta di Bumi akan dibangkitkan dalam keadaan buata di akhirat. Tapi dasar luh tuh ye Tro emang males cari rujukan, yang ente tulis tidak jauh di atas kejahilan.

    Sura Al –isro ayat 72 itu ada Qorinah penjelasnya. Maka kami tidak membaca zahir dalam memaknai surat ini.

    Ini penjelasannya Tro:
    Allah Ta’ala menyatakan bahwa orang-orang yang bodoh seperti orang-orang yang buta yang tidak bisa melihat sebagaimana dalam surat Ar Rodu : 19. Allah berfirman: Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sama dengan orang yang buta ? Dan sungguh Allah Taala banyak mensifati orang-orang yang jahil itu dengan bisu, buta dan tuli.
    Akibat dari kebodohan inilah maka kehidupan dia di dunia seperti orang buta tidak bisa melihat kebenaran. Siapa yang tidak mengerti kebenaran maka dia sesat dan menjalani hidup ini tanpa arah.
    Orang yang buta mata hatinya akibat kebodohannya, nanti akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Dan tempatnya adalah neraka jahannam. Sebagaimana firman Allah Taala dalam surat Al-Isra: 72 dan 97: Barang siapa di dunia ini buta mata hatinya maka dia di akherat lebih buta dan lebih tersesat dari jalan yang benar Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat diseret atas muka mereka di seret dalam keadaan buta, bisu dan pekak, tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam.

    Nah Tro… Kami mengartikan BUTA bukan buta zahir beneran sperti yang ente sangka. Karena dalam surat yang lain dijelaskan apa yang dimaksud BUTA itu.
    Begutu Tro cara Ilmiyah Kami mentakwil ayat-ayat Alloh. Jika tidak ada qorinah penjelas, maka kami cukupkan dengan zahirnya, jika ada qorinah penjelas baik dari qur’an sendiri ataua hadist, maka Kami ikut qorinah penjelasnya. Ngerti Tro…????

    —————————
    Sastro Menjawab:

    Eh mas hati-hati lho kalau nafsirin…anda nafsirin atas dasar ro’yu atau punya dalil? Apakah anda meneriman takwil dan menakwilkan hal ini sesuai dengan ajaran Salaf ataukah hasil ro’yu anda? Jangan-jangan anda tidak mewakili kaum Salafy dan nasib anda akan seperti ust Yazid Jawas yang dibilang telah keluar dari manhaj Salafy, termasuk dengan menerima Takwil teks (nash). Tolong jelaskan buktinya bahwa Salafy menerima konsep takwil dalam memahami teks!? Apakah penerimaan konsep takwil oleh kaum Salafy Gadungan seperti anda bersifat mutlak, dalam arti mencakup ayat-ayat yang qorinahnya jelas? Dan pahamkah anda tentang konsep tersebut (takwil) berkaitan dengan sifat khabariyah (Allah swt) sebagaimana yang diajarkan IBNU TAI-miyah? Apa yang anda maksud dengan “Qorinah yang jelas”? Apakah menghukumi bahwa Allah berada di arah atas dan bertengger di singgahsana bak raja juga perlu takwil? Adakah qorinah yang jelas atau gak? Kita minta menurut Salafy lho bukan menurut Ro’yu anda…

  16. Joes…Ane ngak anti ilmunya oarang-orang kuffar. Yang ane masalahin si sastro dan orang macan kayak ente lebih percaya ama berita(ilmu) dari orang kuffar ketibang alqur’an.
    Sejak kecil kita sudah dicekokin dari ilmu-ilmu orang kuffar, bahwa bumi mengelilingi matahari. Waktu itu kita iyakan saja. Selain belum pernah membuktikan sendiri, juga karena kita ngak baca qur’an dalam masalah ini waktu itu.
    Apa ente pernah ngebuktiin dengan fakta bahwa Bumi benar2 yang mengelilingi Matahari?? Ane juga belum pernah. Nah karena belum pernah, lebih baik kita percaya dengan apa yang dikatakan alqur’an ketibang ilmunya orang-orang kuffar.
    Jadi dalam masalah Bumi mengelilingi Matahari ane ngak mau ikut ilmunya orang kuffar, bukan ilmu-ilmu yang lain yang bermamfaat.
    Jangan picik ah joes..!

  17. Kasihan sekali orang ini {si pembuat blog yang jahil}
    apa tujuan anda membuat blog ini?
    mencari dan meluruskan kebenaran? atau karena anda dengki,dan merasa kepanasan dengan dakwah salafy ahlusunnah diindonesia ini…wallahumusta’an {hanya Allah lah yang mampu meberi pertolongan}

    ana nasehat kankepada diri ana sendiri dan kepada ikwan salafy ahlusunnah,untuk tidak terpancing dengan tulisan orang jahil ini,ini semua adalah subhat,
    dan ana nasehatkan,jika ingin membantah bantahlah dengan cara ilmiah dengan dalli dari alquran dan assunah dengan bimbingan para ulama salaf,tidak dengan kemarahan, dan hawa nafsu,dan kita mohon Pertolongan dari Allah agar terhindar dari subhat ini,(la haula wala quata ila billah)
    jika ikwan takut terhadap subhat yang ada diblog ini,lebih baik tinggalkan orang yang jahil dan bebal ini,insyaAllah lebih selamat !

    ————————-
    Sastro Menjawab:

    Mas… tolong sebarkan ke semua orang Wahaby ya mas, untuk tidak buka situs bahaya ini!?

  18. Aduh ikutan alur pemikirannya orang wahabi gw jadi ikut guoblok dech…..
    Di abad 21 ini maseh ada yah, orang yang berfikir seperti itu..
    Baca deh buku2nya stephen hawking, einstein dll.
    Kita tidak bisa menafikan bahwa orang kafir/ non muslim memang paling jago dalam membaca ayat2 yang terdapat dialam raya ini….
    jangan alergi baca buku2 ilmuwan kafir mas, sebab ilmu Allah itu tidak hanya diturunkan kpd kaum muslimin saja.

    “Ambilah hikmah meskipun datangnya dari orang kafir, sebab hikmah adalah harta kaum muslimin yang hilang”

    “Pahamilah berita yang kamu dengar dengan pemahaman penuh kesadaran dan pengertian, bukan dengan pendengaran dan riwayat semata-mata. Sebab, orang yang meriwayatkan ilmu itu banyak, tetapi yang menjaga kebenarannya hanya sedikit saja.”
    ( imam Ali as )

  19. SAYA KEHABISAN KATA UNTUK MENGOMENTARI SITUS INI.
    KALO GAK MAU DIBILANG SESAT, APA YAH BAHASANYA ?
    KALO GAK MAU DIBILANG BID’AH, APA YAH BAHASANYA ?
    KALO GAK MAU DIBILANG GILA, APA YAH BAHASANYA ?
    KALO GAK MAU DIBILANG INGKAR QUR’AN, APA TEPATNYA?
    KALO GAK MAU DIBILANG INGKAR SUNAH, APA TEPATNYA ?
    KALO GAK MAU DIBILANG DANGKAL, APA TEPATNYA ?
    NGOMONGNYA ORANG LAIN SUKA MENGHUJAT, PADAHAL SITUS INI ISINYA MENGHUJAT ORANG LAIN SEMUA.
    BORO-BORO ILMIAH MENAFSIRKAN AL’QURAN DAN SUNAH SAJA PAKE DASAR HUKUM YANG LEBIH RENDAH.
    BENER-BENER ANEH.

    JADI BINGUNG? TAPI GAK ADA KATA-KATA LAIN YANG LEBIH TEPAT SELAIN KATA-KATA DIATAS.

    ——————————–
    Sastro Menjawab:

    Mas jangan dipaksain untuk berkomentar kalo sudah gak bisa lagi…lagian gak wajib kok memberi komentar di sini.
    Yach kalau anda bilang bingung sebut aja “sesat dan menyesatkan” (neh gw ajarin..). Dan ingat semua juga sudah tahu bahwa kebiasaan kaum Wahaby adalah melakukan hal itu. Lihat kembali turotsi.wordpress.com akan anda dapati hal itu. Eh mas mau nanya, boleh khan? Anda termasuk Wahaby yang membolehkan hizbi atau gak sich? Anda kelompk Suururiyah (pengikut Muhammad Sarur), Ja’fariyuun, hizbiyuun atau yang mana neh…Kasihan itu lho ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas dihabisi sama turosti.wordpress.com atau lihat http://fakta.blogsome.com/2007/04/02/antara-ddii-dan-yazid-jawas-bukan-sekedar-ngaji/ bantu dech kalau anda bisa…Sesama Wahaby kok saling mencaci, bersatulah wahai kaum Wahaby karena anda dalam bahaya…Kami ngingatkan saja lho. Kadang kami juga kasihan juga dengan kalian ini.

  20. Mas Sastro, ternyata dugaan saya bener bahwa orang yang paling suka ngritik, membid’ahkan, menghujat dll itu paling sensitif alias nggak suka dikritik balik. Tul nggak?
    Makanya pas ada acara diskusi buku “Siapa Teroris, Siapa Khawarij” pembicara dari salafy ndak mau datang (padahal diundang). Wah ini kan bid’ah; kewajiban seorang muslim kan mendatangi undangan saudaranya. Tul nggak?

  21. wah, mas Darmawan ini betul2 Wahabi/Taliban tulen ! Semua ayat dan hadis diartikan sesuai harfiahnya. Alangkah sulit kita hidup di abad 21 ini harus hidup sesuai peradaban pada zaman Nabi. Komputer/internet engga boleh. Telepon engga boleh. Mobil engga boleh (harus pake unta !).

    Saya tidak bisa membayangkan kalau kita sakit kita tidak boleh meminum obat yang dibuat oleh orang kafir. Dan 90% obat2an yang ada dibuat oleh orang “kafir”. Mas Darmawan kalau sakit berobat ke mana ? Ke dukun atau ke dokter ?

    Kembali ke masalah matahari mengelilingi bumi atau sebaliknya.

    Menurut Nabi Muhammad AlQuran mempunyai makna zhahir dan bathin. Ada ayat2 yang muhkamat dan mutasyabihat. Ada makna hakiki dan ada makna majazi.
    Ada ayat yang cukup diartikan secara harfiah dan ada juga ayat yang harus ditakwil, seperti contohnya ayat yang berbunyi :”….barang siapa yang buta di dunia, maka akan lebih buta di akhirat nanti…”. Kalau ayat ini diartikan secara harfiah, maka alangkah celakanya para Imam Mesjid di Mekkah yang kabarnya banyak yang buta matanya atau saudara2 kita yang (secara fisik) buta matanya. Jadi ayat tsb harus ditakwil atau mencari penjelasan kepada ayat2 lainnya, sehingga artinya menjadi “barang siapa yang buta MATA HATInya….”

    Begitu ayat yang dikutip mas Darmawan mengenai peredaran matahari. Secara harfiah memang pengertiannya seperti itu. AlQuran memang sering menggunakan bahasa yang gampang ditangkap manusia. Contohnya, dalam menggambarkan aneka kenikmatan jannah, AlQuran menggunakan istilah2 yang akrab dengan telinga atau imajinasinya, seperti taman, sungai, emas, berlian, minuman dll. Padahal hakekatnya tidak seperti itu, karena ada keterangan yang mengatakan bahwa hakekat Jannah adalah sesuatu yang ada di luar bayangan manusia yang paling jauh sekalipun.

    Jika matahari mengelilingi bumi, berarti bumi sebagai pusat tata surya kita. Artinya bumi sumber sebagai sumber kehidupan bagi matahari ?

    Karena mas Darmawan sangat anti ilmu2 orang kafir, maka saya akan mengajukan satu ayat (kalau tdk salah Surah Yunus) yang berbunyi sbb :”Huwa ladzi ja’ala syamsa diyaan walqomaro nuron…” artinya, “IA, Allah, yang telah menciptakan matahari MEMANCARKAN SINAR dan bulan YANG MEMANTULKAN SINAR.”. Dimana bumi ? Secara logika (mas Darmawan pasti engga seneng main logika kha?) bumi menerima sinar dari matahari pada siang hari dan menerima pantulan sinar dari bulan pada malam hari.

    Dalam struktur atom kita kenal ada neutron sebagai inti atom atau pusatnya dan elektron yang mengelilingi atau yang mengorbit neutron.

    Nah dalam konteks masalah matahari yang mengorbit bumi atau bumi yang mengorbit matahari, saya lebih condong kepada pendapat “orang kafir”, yaitu bumi mengelilingi matahari, karena berdasarkan pembuktian ilmu fisika/astronomi, matahari memancarkan cahaya kehidupan (organis biologis) bagi planet2 yang mengorbitnya.

    Kalau secara harfiah nampak bertentangan antara bunyi ayat dan fakta ilmiah, saya rasa bukan ayatnya yang salah, tetapi kitanya sendiri yang jahil dalam memahami AlQuran. Padahal AlQuran memerintahkan kita membaca (IQRO) baik ayat2 yang tertulis dalam AlQuran maupun ayat2 yang ada dalam alam semesta (kauniyah). Karena dua-duanya berasal dari Allah, maka mustahil ada pertentangan diantara keduanya ! (lagi2 kita butuh ilmu logika).

    Kesimpulan : dalam memahami AlQuran memang kita harus mempelajari “Ulumul Quran” dan banyak membaca KItab Tafsir sebanyak-banyaknya dari berbagai mazhab baik Sunni maupun Syiah, sehingga bisa didapat kesimpulan yang benar dan terbaik, sesuai firman Allah dalam surat Az Zuhruf :”…yaitu orang2 yang mau mendengar atau menanggapi ilmu/data/informasi/dakwah (dari siapapun) dan kemudian (dengan akal yang dikaruniakan Allah) mereka mengikuti yang terbaik.

    Ilmu/pemahaman yang terbaik mustahil bisa dicapai apabila kita mempersempit sumber atau akses ilmu yang akan diperbandingkan. Bahasa simpelnya :DALAM MENCARI ILMU DAN KEBENARAN JANGAN PERNAH TERPASUNG/TERKUNGKUNG DALAM KOTAK TEMPURUNG MAZHAB ATAU ALIRAN DAN MERASA DIRI PALING BENAR !.

  22. Ma Sastro, ternyata bener dugaanku kalo orang yg paling suka mengkritik dan menghujat iorang itu adalah orang yang paling alergi terhadap kritik apalagi hujatan. Tul gak?
    Eh Mas Sastro, saya kok khawatir ya, kalo orang-orang Salafy itu pegang tampuk kekuasaan apa ndak jadi bikin kacau. Jangan2 mereka bakal bikin lembaga inkuisi seperti gereja yang menghukup mati Galileo gara-gara meyakini teori heliocentris (planet-planet termasuk bumi yang mengelilingi matahari bukan sebaliknya).
    Loh di SD, SMP, SMA-nya Salafy apa ya ngajarnya bukan heliocentris?

  23. ass.wr.wb….
    Maju terus.
    Perjuangkan al-Haq….
    Buka Borok-Borok Salafy-Wahaby..
    Pencatut “Aswja”…
    http://sampaikan.wordpress.com
    —ahmadkhair–

  24. mas sastro…
    kalau saya punya karakter ingin selalu sholat berjama’ah di masjid, kemudian memelihara jenggot, suka memakai gamis, trus saya nggak suka ziarah ke kuburan wali songo, nggak suka tahlillan, nggak suka maulidan, dan juga nggak suka peringatan-peringatan yang lainnya karena salafush sholeh nggak mengerjakannya, tapi saya nggak mengkafirkan orang yang melakukannya dengan tetap sholat di belakang mereka (makmum), apa saya di sebut wahaby mas?

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Mas, tolok ukur Wahaby itu bukan dilihat dari situ -suka atau gak suka terhadap amalan itu- tapi tolok ukurnya adalah mengikuti akidah Muhammad bin Abdul Wahab yang suka menyesatkan kelompok lain yang gak sesuai dengan ajarannya. Bisa jadi anda tidak suka karena punya alasan lain yang gak diketahui banyak orang…Tapi gak suka khan bukan harus dibarengi dengan pengkafiran mas? Seperti yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahab yang telah tertoreh dalam sejarah…Namanya juga Wahaby mas, ya tolok ukurnya adalah ajaran dan keyainan Muhammad bin Abdul Wahab, bukan yang lain.

  25. Gile bener yaa..
    Para ilmuan selama berabad-abad berusaha menyingkap tata surya..lha ini main bilang matahari mengelilingi bumi…weleh…pikirannya terbalik yaa…..??? teori matahari yang mengelilingi bumi itu sudah terbantahkan setelah era fisika modern..
    kebetulan saya belajar fisika dan kemudian ilmu meteorologi…lha wong pergeseran sumbu bumi yang skrng 23.5 U dan S itu saja bisa terjadi…nah soal ada malam dan siang itu karena bumi memang memiliki sumbu miring 23.5 tidak tegak lurus….

    Sebagai bukti..di daerah kutub 6 bulan malam dan 6 bulan siang, sementara di daerah subtropika akan kita dapati siang lebih panjang dari malam atau sebaliknya….

    pengamatan juga sudah membuktikan matahari adalah bintang yang sumber cahaya, sementara bulan dan bumi bukan sumber cahaya…lha kalau yang bergerak cahayanya..gimana yaa???

    Selain itu ada teori gaya tarik (sentripetal) dan gaya tolak (sentrifugal) antara 2 benda. Buktinya kalau memutar bandul secara cepat seolah terbentuk lingkaran kan???

    Contoh lain lagi, kalau matahari yang mengelilingi bumi lha bumi ini sudah lama tersedot…daerah kutub juga tidak akan 6 bulan siang dan 6 bulan malam?????

    Sekarang manusia juga sudah bisa ke bulan, dan bulan adalah satelit bumi…kita juga banyak mengirimkan satelit ke luar angkasa….makanya bisa nonton TV…lha kalau matahari yang mengelilingi bumi..repot tuh mas…sebab garis edar satelit TV tidak bisa diprediksi dengan teori yang sekarang bahwa “Bumi Mengelilingi Matahari (revolusi)” kata revolusi maksudnya lamanya bumi mengelilingi matahari pada garis edarnya…lha kalau siang dan malam karena bumi perputar pada porosnya…

    Masih banyak lagi fakta ilmiah…kalau mau observasi seperti pertanyaan darmawan…ya manusia harus bisa buat pesawat yang melewati jarak bumi-matahari … secara teori kecepatannya harus melewati kecepatan cahaya…..

    Mudah2an upaya para ilmuwan yang kerja keras siang dan malam dalam memahami ayat-ayat Allah dapat lebih kita hargai dan tidak dengan mengatakan mereka salah dan kafir…ingat mereka bisa berfikir dan mengeluarkan berbagai teori itu juga atas petunjuk ALLAH SWT….lha kalau tanpa ini mana bisa????

    Tolong jangan merusak tatatan yang sudah baik mas….hanya dengan beberapa ayat saja yang bisa ditafsirkan berbeda oleh orang dengan pemikiran yang berbeda…selain melihat QUR’AN dan AS SUNNAH..sepertinya juga harus lihat dong kondisi di alam??? sebab alam juga ayat-ayat ALLAH SWT…..
    cuma memang lebih sulit mikirinnya yaa…padahal ALLAH SWT sering menggunakan kata2 bagi orangn2 yang berpikir…tapi kok ya gak mau mikir yaa…..

  26. Gak apa-apa mas, karena wahaby tinggal dibumi, maka mereka bisa bilang bahwa matahari dan bulan mengelilingi bumi. Coba klo mereka tinggal di bulan atau planet pluto, maka ceritanya akan laen.

  27. Sastro menulis: “Eh mas hati-hati loh kalau nafsirin…anda nafsirin atas dasar ro’yu atau punya dalil? Apakah anda meneriman takwil dan menakwilkan hal ini sesuai dengan ajaran Salaf ataukah hasil ro’yu anda?”

    Saya Jawab: Tro…Ibarat memahami sebuah buku, jika kita menemukan dalam satu bab yang kita tidak tau tafsiran atau artinya, maka kita akan mencari artinya pada Bab/halaman lainnya dalam buku itu juga. Jika masih belum diketumukan juga, maka kita akan mencari Tafsirannya/artinya dari buku lain dengan pengarang yang sama atau dikarang oleh orang lain yang bermaksud menjelaskan buku tadi. Jika masih belum diketemukan juga, maka kita akan bertanya kepada orang-orang yang paham/menguasai buku tersebut selain sipengarang tadi, yaitu keluarganya atau para sahabatnya atau orang yang hidup sejaman dengan sipengarang/penyampai.

    Demikian jugalah dalam menafsirkan Alqu’an. Ente tentu pahamkan bahwa Ayat Alloh dapat ditafsirkan dengan Ayat Alloh lainnya. Atau ditafsikran oleh Hadist Nabi SAW. Atau ditafsirkan oleh para sahabat berdasarkan Ijma’. Inilah yang disebut Qorinah.

    Ane dengan senag hati, sesuai dengan amanah ilmiyah, menyebutkan di Buku mana Kaidah ini ane dapatin. Tapi ane mau pake bahasa ente Tro. Ente terlihat lebih suka dengan redaksi sendiri dengan asumsi bahwa Rujukan adalah “Copy Paste”. Bukankah ente pernah nyindir seorang comentator dalam Blog ini, gara-gara dia nyadur 100% dalam menanggapi tulisan Ente??

    Sekali lagi Ane katakan, Ane dan orang-orang yang Ente juluki wahabi, akan memalingkan makna sebuah ayat Alloh dari hakikatnya (zohirnya) jika ada qorinah (indikasi) yang menyertai penjelasannya dalam ayat lain.

    Sebagai contoh, ayat Alloh yang membutuhkan Qorinah: Surat Al Isra ayat 76, yg menurut sangkaan sastro Akan dibangkitkannya Orang buta diakhirat karena di dunia dia Buta. (tapi si sastro ngak menghadirkan Qorinah atas sangkaan dia tersebut).

    Kalo ente cermat, Ayat ini ada Qorinahnya di kurang lebih 23 ayat pada surat lainnya, contohnya di surat Al-Haj:46 “ maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang Buta, tetapi yang BUTA ialah hati yang di dalam dada”.

    Ayat pada Surat Al-Israa’ di atas memiliki qorinah yang dapat memalingkan makna BUTA kepada BUTA HATI pada ayat Al Hajj (dan 23 ayat lainnya) hingga diambilah istinbath, bahwa yang dimaksud Buta adalah Buta Hati

    Tro…Kalo ente ngak mau menerima kebenaran Ayat Alloh, misalkan pada kasus Matahari mengelilingi Bumi padahal sudah ada 8 dalil al-qur’an dan 1 dalil dari Hadist dan masih banyak lagi dalil yang lain (si sastro membantah matahari mengelilingi Bumi sementara dia sendiri tidak menghadirkan qorinah yang menyatakan bahwa Bumilah yang mengelilingi matahari), maka berdasarkan surat Al Isra’ dan 23 ayat qur’an itulah, MAKA Ente akan dibangkitkan kelak di akhirat dalam kedaan BUTA matanya, padahal di Bumi, mata ente ngak buta. Hingga “Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan BUTA, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” (QS:Thohaa:125).

    Catet tuh Tro yang digari bawahi.! Kalo ente ngak mau menerima kebenaran Ayat Alloh
    Bersambung, Insya Alloh, pada Contoh ayat Alloh yang tidak ada Qorinahnya

    ——————————-
    Sastro Menjawab:

    Salamualaikum wr wb
    Maaf sebelumnya kepada saudara Darmawan yang selalu menanyakan pendapat kami tetang penafsiran Syeikh Utsaimin. Dikarenakan pertanyaan anda masuk kategori spam maka tidak kami tampilkan dalam blog kami. Atas dasar itu kami jawab dengan tulisan ringkas yang langsung kami kemukakan di komentar blog kami.

    Kritisi Penafsiran Tentang; Benarkah Matahari Mengelilingi Bumi?
    Oleh: Sastro DKK
    (salafyindonesia.wordpress.com)
    Jelas sekali bahwa penulis (Syiekh Utsaimin) menafsirkannya secara awam yang hanya sesuai dengan zahir ayat tanpa ada usaha menafsirkan secara lebih detail. Beliau dalam artikel itu membuka dengan menegaskan; “Dhohir dalil-dalil syar’i menetapkan bahwa mataharilah yang berputar mengelilingi bumi”. Jadi beliau mengambil kesimpulan dari zahir ayat saja tanpa ada usaha untuk menafsirkannya sesuai dengan apa yang terkandung dibaliknya.
    Hanya satu hadis yang dijadikan sandaran beliau, yaitu hadis dari Rasul yang diriwayatkan dari Abu Dzar yang berbunyi: “Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Dzar r.a dan matahari telah terbenam. Artinya:”Apakah kamu tahu kemana matahari itu pergi?” Dia (Abu Dzar) menjawab:’Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau bersabda:”Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy, kemudian minta izin lalu diizinkan baginya, hampir-hampir dia minta izin lalu dia tidak diizinkan. Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang, lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya”. (sumber dari: HR. Bukhari no. 3199; Muslim no. 159). Dan satu riwayat dari Ibnu Abbas yang menyatakan: “Berputar dalam satu garis edaran alat pemintal”.(tanpa sumber).
    Kritisi:
    1- Tulisan ini diambil dari “Majmu’ Fatawa Arkanil Islam, soal no: 16” dimana ini adalah fatwa pribadi Syeikh Utsaimin yang tidak berdasar pada Salaf Saleh secara jelas. Dengan kata lain, ini adalah hasil ijtihad pribadi Syeikh saja dan tidak terbukti sesuai dengan fatwa para mufti Wahaby lainnya.
    2- Penafsiran hanya sesuai dengan zahir ayat, tanpa ada sandaran yang jelas sehingga terkesan penafsiran pribadi. Apalagi tidak ada satu ulama Wahabypun yang menfatwakan semacam ini. Fatwa semacam ini baru pertama beliau fatwakan dalam sejarah umat Islam. Dan kaum Wahaby tidak dapat memberikan bukti bahwa sebelumnya telah ada ulama yang berpikiran semacam ini, baik dari kalangan Wahaby maupun Ahlusunah.
    3- Jika memang benar bahwa Matahari –lah yang mengelilingi bumi maka bagaimana mereka menafsirkan hadis Nabi yang diriwayatkan dari Abu Dzar dengan ungkapan: “Sesungguhnya dia pergi lalu bersujud di bawah Arsy”. Mana yang benar; apakah ia (matahari) mengelilingi bagian bumi yang lain sebagaimana penafsiran sang Syeikh, ataukah ia pergi bersujud di bawah arsy sesuai dengan hadis tadi?
    4- Pertanyaan selanjutnya adalah, dimana letak Arsy dan kapan Matahari pergi di bawah Arys sehingga sebelum ia mengelilingi bagian bumi yang lain ia harus izin dulu sama Allah? Hal itu meniscayakan adanya ‘jedah’ (senggang waktu) kala ngelilingi bumi. Lantas pertanyaan selanjutnya –lanjutan dari pertanyaan di atas tadi- dimanakah ujung bumi sehingga ada jedah dalam terbit dan tenggelamnya Matahari?
    5- Masih melihat riwayat Abu Dzar, ungkapan yang menyatakan: “Kemudian dikatakan kepadanya; Kembalilah dari arah kamu datang”. Hal ini tidak mungkin akan anda sesuaikan dengan penafsiran Syeikh tadi kecuali jika ia juga menafsirkan bahwa bumi itu datar bukan bulat maka hal itu bisa diterima. Namun sayang, penerimaan inipun terbukti berbenturan dengan kenyataan kasat mata yang membuktikan bahwa bumi itu bulat.
    6- Kelanjutan hadis tadi dinyatakan: “lalu dia terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)” atau sebagaimana sabdanya”. Yang bener saja bahwa Matahari terbit (thulu’) dari arah barat. Lebih-lebih lagi kerancuannya adalah dengan memberi tanda kurung dengan tulisan “terbit dari arah barat (tempat terbenamnya)”. Kami tidak tahu, apakah penerjemah salah atau tidak paham isi hadis sehingga terjerumus dalam kesalahan penerjemahan? Kata “sabdanya” dalam hadis ini kembali ke Rasul, atau “perintah-Nya (firmah Allah)”? Nampak sekali terdapat kesalahan fatal dari sisi pemahaman sehingga berimbas pada kesalahan dari sisi penerjemahan dan ditambah lagi terdapat kekurangan dari sisi metode penulisan. Perlu ditinjau kembali pemahaman dan cara penerjemahan sang penerjemah berkaitan dengan hadis ini. Terus terang kami meragukan kemampuannya.
    7- Adapun riwayat Ibnu Abbas –yang tidak disebutkan sumbernya- berbunyi: :”Berputar dalam satu garis edaran alat pemintal”, sama sekali tidak bertentangan dengan pernyataan ilmuwan yang menyatakan bahwa; “bumi berputar mengelilingi matahari, matahari sendiri berputar mengelilingi dirinya, dan semua ini (gugusan Galaxy) terus berputar dalam skala yg melebar keluar”.
    8- Adapun berkaitan dengan ayat maka akan kita lihat kembali ayat-ayat tersebut:
    1- “…sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia (matahari) dari barat…” (QS. Al-Baqoroh: 258).
    2- “Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata:’Inilah Rabku, ini yang lebih besar’, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata:’Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS. Al-An’am: 78).
    3- “Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit condong dari arah gua mereka ke sebelah kanan dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu…” (QS. Al-Kahfi: 17).
    4- “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya” (QS. Al-Anbiya’: 33).
    5- “Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat…” (QS. Al-A’rof: 54).
    6- “Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS. Az-Zumar: 5).
    7- “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya…” (QS. Asy-Syams: 1-2).
    8- ”Dan suatu tanda (kekuasaan Allah Yang Maha Besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapn Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. Yaasiin: 37-40)

    Maka kami katakan bahwa:

    A- Semua ayat ini tidak bertentangan dengan penemuan para ilmuwan yang menyatakan bahwa Bumi berputar mengelilingi Matahari karena al-Quran berbicara sesuai dengan penglihatan manusia yang berada di Bumi di mana dari Bumi seakan Matahari yang berjalan. Hal ini karena, (poin B)
    B- Al-Quran adalah kitab yang ditujukan untuk segenap manusia tanpa terkecuali, lelaki-perempuan, tua-muda, besar-kecil, pandai dan bodoh (dari sisi kuantitas keilmuan). Atas dasar itu maka al-Quran harus berbicara sesuai dengan bahasa yang dipahami oleh semua orang, termasuk yang jahil dan anak-anak sekalipun. Jika tidak maka kata “hudan linnas” (petunjuk bagi manusia) harus dihapus dari fungsi al-Quran, walau terdapat hal itu hanya berkaitan dengan ayat muhkamat saja dan tidak mencakup ayat mutasyabihat. Tentu, hal itu bukan berarti meniscayakan penafian pemahaman manusia yang berbeda-beda. Oleh karenanya Allah berfirman: “Apakah sama antara orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui?” (az-Zumar: 9). Bagi orang awam maka ayat-ayat di atas memang sesuai dengan pemahaman mereka yang sesuai dengan tingkat keilmuannya yang melihat sesuatu –termasuk fenomena alam- sesuai dengan inderanya. Namun hal itu (zahir ayat) tidak berlaku bagi seorang ilmuwan dan peneliti. Bukan berarti ayat-ayat al-Quran itu tidak berlaku bagi ilmuwan dan peneliti, namun penjelasan yang lebih dalam yang akan dipahami oleh ilmuwan dan peneliti. Yang jelas, penemuan seorang peneliti belum tentu bertentangan dengan al-Quran. Dan terbukti bahwa ayat-ayat di atas sama sekali tidak bertentangan dengan hasil penemuan para peneliti dan ilmuwan. Ayat-ayat di atas dapat diartikan oleh orang awam persis seperti pemahaman yang ditafsirkan oleh Syeikh Utsaimin. Namun kenyataannya ayat-ayat tadi juga tidak bertentangan dengan realita hasil penelitian para ilmuwan dan peneliti.
    C- Jika penafsiran semacam itu (penafsiran orang awam) dibenarkan maka ketahuilah bahwa kami pun bisa mengatakan bahwa; “al-Quran menyatakan bahwa Bumi datar, bukan bulat”. Padahal hal ini tidak sesuai dengan kenyataan yang kasat mata. Apakah ayat al-Quran menentang ilmu pengetahuan? Jawabnya tentu tidak. Penjelasannya kembali ke poin B. Apa yang dilakukan Syeikh Utsaimin dengan menafsirkan ayat dengan ayat yang juga disebutkan oleh Ibnu Katsir sebagaimana yang dinukil dalam jawaban komentar abdurrahman.wordpress.com dengan menyatakan: “Al-Hafidz Ibn Katsir dalam Muqodimah kitab tafsirnya:”Sesungguhnya penafsiran yang paling baik adalah Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Al-Qur’an dengan hadits, dan Al-Qur’an dengan atsar sahabat…””. Maka kami pun juga dapat melakukan hal yang sama dengan metode yang sama sehingga menghasilkan suatu pernyataan konyol bahwa, “Bumi tidak bulat melainkan rata bak lembaran kertas atau tikar” dengan memakai ayat-ayat al-Quran. Coba perhatikan:

    1. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu (al-Baqarah: 22).
    2. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. (ar-Ra’d: 3).
    3. Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. (al-Hijr: 19).
    4. Dan kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, (al-Qof: 7)
    5. Dan bumi itu kami hamparkan, Maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). (Adz-Dzariyaat: 51).
    6. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, (Nuh: 19).
    7. Bukankah kami Telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? (an-Naba’: 6).
    8. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? (al-Ghosyiyah: 20).

    Lihat zahir ayat-ayat di atas tadi, bukankah ini menunjukkan bahwa Bumi adalah hamparan bagaikan tikar dan bukan berbentuk bulat? Zahir ayat-ayat di atas jelas bahwa bumi merupakan hamparan, bahkan lebih jelas dari ayat-ayat yang dikemukakan oleh Syeikh Utsaimin dalam membuktikan bahwa Bumi pusat galaxy. Apakah anda akan mengikuti pemikiran bahwa Bumi ibarat tikar bukan bulat seperti bola ini? Jelas anda akan salah kapraj dengan mengikuti hal ini, sebagaimana salahnya mengikuti orang yang -konon- menafsirkan ayat al-Quran dengan ayat al-Quran seperti pernyataan Ibnu Katsir murid Ibnu Taimiyiah itu.
    Boleh juga anda beritahukan ide kami itu (menafsirkan al-Quran yang menyatakan bumi adalah hamparan) itu ke beberapa ulama Wahaby yang masih hidup sehingga mereka menfatwakannya, persis fatwa Syeikh Utsimin di atas.
    Ini saja yang kami sampaikan, menambahkan kritik beberapa teman-teman yang telah memberi komentar di blog Abdurrahman.wordpress.com…

  28. MasyaAllah…hari gini masih ada yang gak tau pusat tata surya…
    Masalah yang gitu aja belum bisa ngerti gimana lagi kalau masalah yang lebih gak kelihatan…seperti atom , molekul, cell dsb (kembali lagi deh ke jaman KEGELAPAN…)pergi aja no ke ARAB..pakai unta…..Wah benar2 pembodohan …TU liat tu ARAB yang wahabi…kapan majunya…..gini2 masih belum tau pusat tata surya… MASYAALLAH yang gini2 ini nih yang bikin umat islam jadi makin goblok!…HIDUP MAS SASTRO….SATRIO ASWAJA..

  29. —>Salamualaikum wr wb
    Maaf sebelumnya kepada saudara Darmawan yang selalu menanyakan pendapat kami tetang penafsiran Syeikh Utsaimin. Dikarenakan pertanyaan anda masuk kategori spam maka tidak kami tampilkan dalam blog kami. Atas dasar itu kami jawab dengan tulisan ringkas yang langsung kami kemukakan di komentar blog kami.

    ——————-
    Sastro MEnjawab:

    Kenapa mas? Bukankah anda beberapa kali mengirimkannya bukan? Dan sekarang ini kami baru dapat menjawabnya, karena kesibukan yang ada. Maaf atas keterlambatan ini.
    Bagaimana mas Darmawan tentang penafsiran kami -dengan memakai metode penafsiran ayat al-Quran dengan ayat lain- yang menetapkan bahwa “Bumi kita berbentuk hamparan bak kertas, bukan bulat”? Anda setuju atau tidak?

  30. @rasyid gunawan
    Ma Sastro, ternyata bener dugaanku kalo orang yg paling suka mengkritik dan menghujat iorang itu adalah orang yang paling alergi terhadap kritik apalagi hujatan. Tul gak?
    Eh Mas Sastro, saya kok khawatir ya, kalo orang-orang Salafy itu pegang tampuk kekuasaan apa ndak jadi bikin kacau. Jangan2 mereka bakal bikin lembaga inkuisi seperti gereja yang menghukup mati Galileo gara-gara meyakini teori heliocentris (planet-planet termasuk bumi yang mengelilingi matahari bukan sebaliknya).
    Loh di SD, SMP, SMA-nya Salafy apa ya ngajarnya bukan heliocentris?

    ____

    Mereka sengaja nggak punya waktu ngajarkan ilmu itu, yang ada mengajarkan teknik ghibah terbaik dan konsep-konsep takfiri semenjak muda, untuk membenci sebuah kaum meski kaum itu sama-sama muslim. Dan melarang anak-anaknya untuk belajar di luar lembaganya, ini mah LDII gaya baru

  31. Ass Wr Wb,

    Ada ungkapan :”my way or wrong way”. Ini adalah ciri khas dari kelompok yang mengklaim dirinya sebagai ‘Salafi’ yang kalau dibuka bajunya ternyata ‘Wahabi’.

    Mereka menggunakan ‘metode baru’ dalam memahami Tauhid, terutama mengenai Tauhid Rubudiyah dan Tauhid Ilahiyah. Kalau ada kelompok lain lain menggunakan metode lain, mereka mengatakannya :”itu bid’ah” dan “kullu bid’ah dolalah, kullu dolalah fi nar !”. Sedang metode baru mereka sendiri sah-sah saja.

    Yang paling berbahaya kelompok ini ini adalah keyakinan mereka bahwa apa yang mereka yakini adalah kebenaran mutlak, seakan mereka terlibat dalam proses pembentukan dan pembenaran dari kebenaran yang mutlak!!. Ini sangatlah berbahaya. Kalau Al Hallaj mengatakan “ana Al Hak” yang dapat diartikan sebagai “saya adalah suatu kenyataan”, maka keyakinan mereka akan kebenaran yang pasti itu tidak bisa tidak diartikan “aku adalah Tuhan”, nau’dzu billah min dzalik !!.

    Ada cerita tentang seorang anak 9 thn yang mendiang ayahnya berasal dari Australia dan dia mengingat bahwa ayahnya pernah mengatakan bahwa ibu kota Australia adala Sydney. Seorang kawan sekolahnya mengatakan bahwa ibukota australia adalah canberra padahal si kawan adalah anak yatim dari kecil. Si anak pertama menertawakan anak kedua yang dianggapnya tidak tahu apa-apa sampai si anak kedua menyodorkan peta yang menunjukkan bahwa ibukota australia adalah canberra. Si anak pertama cenderung untuk mengatakan bahwa peta tersebut salah, mana mungkin ayahnya salah padahal beliau mantan orang Australia dan agak sukar baginya untuk menerima bahwa mendiang ayahnya yang sarjana built-up akan salah sefatal itu. Setelah dijelaskan oleh gurunya si anak akhirnya mengetahui bahwa ibukota ausie adalah canbera dan pandangannya terhadap si ayah menjadi berubah ( ternyata si ayah salah ). Padahal sesungguhnya sang ayah pernah berkata bahwa Sydney adalah kota utama di ausie.

    Kalau kita bandingkan cerita anak yatim dari seorang sarjana lulusan australia ini dengan kaum wahabi dalam menyikapi ‘bumi mengelingi matahari’ maka nampak suatu kemiripan walau tidak sama.

    Bumi mengelilingi matahari ( bmm ) adalah suatu yang tak terbantahkan, apakah datangnya dari Ibnu Shatir maupun dari Copernicus, karena itu adalah suatu kenyataan ilmiah ( sunnatullah ). Ilmu Falak ( astronomi ) hanya menerangkan sunnatullah saja bukan menciptakan !!!. Untuk para wahabiun, saya katakan bahwa di angkasa luar itu tidak ada udara, sehingga tidak bisa dikemudikan ( dibelokan dsb ). Jadi untuk mengirim roket ke bulan itu harus melalui suatu proses perhitungan rumit berdasarkan ilmu fisika termasuk astronomy, kesalahan 1 derajat saja, roket itu tidak akan sampai ke bulan. Kalau ada rekan anda yang mengerti astronomi ala kadarnya, sangat mudah membuktikan bahwa bumilah yang mengelilingi matahari ( BMM ).

    Disini si wahabi mirip dengan si yatim ausie yang karena salah menyimpulkan informasi cenderung menyalahkan bukti kebenaran ( untuk contoh diatas adalah peta ).Bagi si yatim mengakui bahwa Canbera adalah ibukota Ausie berarti dia harus menerima bahwa dia salah mendengar atau kalau dia benar berati mendiang ayahnya yang salah, tetapi problem utama bagi si wahabi adalah kalau mengakui bahwa BMM maka berarti dia harus mengakui bahwa manhajnya salah atau kalau manhajnya benar berarti qur’an yang salah. Demi Allah saya bersumpah QUR’AN PASTI BENAR !.

    Bagi kaum salafy-baru ( wahabi ) saya minta antum memahami bahwa orang-orang berilmu ( ulama ) terdiri dari multi disiplin ilmu baik ulama umum maupun ulama agama. Ulama agama itupun terdiri dari banyak kelompok ulama, bukan sekedar penghafal ayat qur’an dan hadits , Allah berfirman :

    Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya,niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Qur’an: Lukman 27 ).

    Jadi ‘Bumi mengelilingi Matahari’ adalah ‘Kalimat Allah’ yang tidak ditampilkan secara eksplisit dalam Al Qur’an, tetapi kita disuruh menggalinya semampu kita. Setelah kita temukan ( walaupun melalui orang non muslim ), jangan kita ingkari kalimat Allah tersebut apalagi membantahnya dengan hawa nafsu ( tanpa pengetahuan ).

    Salam bagi pengasuh blog ini, mudah-mudahan usaha antum diberkahi Allah SWT dan bagi saudara-saudara dari kelompok wahabi :”kembalilah ke manhaj salaf yang asli”.

    Wal afu’ minkum
    Wassalam mualaikum Wr, Wb,

  32. Islam membawa rahmatan lil alamin.
    Wahabi membawa perpecahan dan fitnah dalam Islam !!

    Saya khawatir tidak lama lagi akan terjadi benturan yang dimulai dari benturan gagasan dan berkembang menjadi benturan fisik berdarah !!!

    Kalau itu terjadi, kasihan Ibn Taimiyah dan Muhamamad bin Abdul Wahab, karena mereka akan kebagian komisi dosa dari setiap kekerasan dan penderitaan yang terjadi walaupun mereka sudah lama wafat !!

  33. Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi’, katanya: “Imam Malik berkata, ‘Allah di langit, dan ilmu (pengetahuan) Allah meliputi setiap tempat.” (Abu Daud, Masail Al-Iman Ahmad, hal. 263. Abdullah bin Ahmad, As-Sunnah hal. 11 Ibn Abd Al-bar, At-Tamhid VII/138).

    —————————
    Sastro Menjawab:

    MAs, ilmu bukan Allah sebagaimana Allah bukan Ilmu…jika hanya ilmu Allah saja yang melingkupi segala sesuatu seharusnya -kalau pakai manhaj anda- ayat al-Quran itu berbunyi: “Inna ‘ilmallahi ‘ala kulli syai’in muhith” (Sesungguhnya ilmu Allah meliputi atas segala sesuatu), bukan “Inna allaha ‘ala kulli syai’in muhith” (Sesungguhnya Allah meliputi atas segala sesuatu). Itu salah satu kritisi dari sekian banyak kritikan yang akan kami sampaikan di blog ini. Belum saatnya dibahas sekarang.

  34. Mas Sastro…
    Itu bukan saya yang ngomong, tapi seorang ulama salaf yang notebenenya, gurunya Imam Syafi’i…

    ———————
    Sastro Menjawab:

    Harus jelas omongannya apa dan bagaimana anda memahaminya, jangan sampai ada ketidaktelitian anda dalam memahaminya lho..

  35. Mas Sastro:
    MAs, ilmu bukan Allah sebagaimana Allah bukan Ilmu…jika hanya ilmu Allah saja yang melingkupi segala sesuatu seharusnya -kalau pakai manhaj anda- ayat al-Quran itu berbunyi: “Inna ‘ilmallahi ‘ala kulli syai’in muhith” (Sesungguhnya ilmu Allah meliputi atas segala sesuatu), bukan “Inna allaha ‘ala kulli syai’in muhith” (Sesungguhnya Allah meliputi atas segala sesuatu). Itu salah satu kritisi dari sekian banyak kritikan yang akan kami sampaikan di blog ini.

    Jawaban saya:
    Inikan bukti bahwa anda berbeda dengan Imam Malik.

    Mas Sastro:
    Harus jelas omongannya apa dan bagaimana anda memahaminya, jangan sampai ada ketidaktelitian anda dalam memahaminya lho..

    Jawaban saya:
    Jawaban anda diatas jelas berbeda dengan perkataan Imam Malik, makanya anda bahas.

    Moga saya dan anda diberi petunjuk oleh Allah ke jalan yang benar.

    ————————-
    Sastro Menjawab:

    Ya, itu memang terdapat perbedaan di antara ulama Ahlusunah wal Jamaah sendiri. Yang perlu ditekankan, berbeda pendapat dengan Imam Malik bukan berarti menentang beliau, apalagi menuduh beliau sesat, naudzubillah min dzlik. Perbedaan hal yang biasa akhi…Bukan hanya perbedaan masalah akidah, masalah fikih pun kadang terjadi perbedaan. Imam Malik mengatakan bahwa shalat tidak diperkenankan bersedekap, berbeda dengan tiga Imam mazhab Ahlusunah lainnya. Pendapat Imam MAlik ini persis dengan pendapat Syiah yang melarang bersekap dalam melakukan shalat. Alhasil, masalah ini nanti akan kami sebutkan dalil-dalil atas pendapat kami tadi yang bersumber dari pendapat ulama Ahlsunah, jika waktu penayangannya sudah tepat karena masih ada beberapa tayngan yang harus erlebih dahulu kami masukkan di blog ini. Trims

  36. Kalau masalah fikih memang para Imam bisa berbeda, tapi masalah aqidah mereka juga bisa berbeda ya?
    Semoga Allah terus menunjuki kita ke jalannya yang lurus.
    Wassalam.

  37. Assalamu’alaikum mas Sastro,

    Saya juga dari barisan sakit hati (BSH) atas kesombongan orang-orang salafy (Indonesia) / wahaby (saudi). Dan saya mendukung sekali blog anda ini, tetap istiqomah dan bongkar terus kebohongan-kebohongan mereka agar masyarakat sadar.

    Oh ya, mas Sastro bisa bongkar data dana yang didapat salafy dari saudi gak? kalau ada tolong di posting atau tolong kirim ke email saya kalau sempat.

    Makasih mas Sastro,

    Wassalamu’alaikum
    Iyad Hilal

  38. Mau matahari mengelilingi bumi kek, mau bumi mengelilingi matahari kek… sama aja! yg penting pesan dari konteks Ayatnya yg ditangkap! dan pesannya itu BUKAN bahwa Matahari mengelilingi bumi atau sebaliknya.

  39. Wahai kaum Muslimin jangan kalian tertipu oleh situs busuk ini! sesungguhnya ayat2 al-Quran memiliki banyak sisi penafsiran, barang siapa menafsirkannya sesuai kehendaknya, maka Allah akan melaknatnya dan melemparkannya ke neraka. si PENYEBAR FITNAH SASTRO telah menafsirakan ayat-ayat Allah dengan sekehendak dirinya, oleh karena itu, hati2 lah! jangan kalian tertipu dan mengikuti fitnahnya, karena Allah akan menggabungkan seseorang dengan para pemimpinnya diakherat kelak.

    ——————————
    Sastro Menjawab:

    Kalau penafsiran Syeikh anda Utsaimin bagaimana? Apa tolok ukur “penafsiran menurut kehendak” versi anda? Apakah sang Penafsir harus Wahaby sehingga apapun yang keluar darinya pasti sesuai dengan kebenaran? Kalian (kaum Wahaby) suka menuduh orang lain bertaklid dan fanatik tapi coba dech sekali-sekali ngaca diri sendiri…itu saja saran kami.

  40. dasar wahabi goblok, bisa merusak citra islam neeh. aku usul wahabi dibubarin saja. tapi usul saya ini nggak mungkin karena wahabi ini datang dan pergi aja. banyak juga temen gua yang dulunya wahabi sadar akan kesalahannya dan banyak yang masuk syiah, karena argumentasinya takluk sama orang syiah. gimana pendapatnya pak sastro, syiah bisa jadi alternatif, karena syiah juga termasuk aswaja.

    —————————–
    Sastro Menjawab:

    Ya gak bisa tho mas…Syiah sendiri dan Ahlusunah wal Jamaah sendiri, tapi keduanya sama-sama muslim. Kecuali kalau anda punya definisi baru tentang apa itu ASWAJA, sehingga memasukkan Syiah kedalamnya…
    Yang jelas antara Syiah dan Ahlusunah harus bersatu, untuk menghadapi musuh-musuh Islam. Khan kemarin PB-NU baru mengadakan konferensi persatuan ulama Syiah dan Ahlusunah (Sunnah) di Bogor…yang dihadiri ulama berbagai golongan dari segenap dunia Islam dan Indonesia sendiri.

  41. kalau saya ngikut total ma imam syafii, dan kebetulan ada beberapa pendapat beliau yang sama dengan wahaby, apa saya nanti di cap sebagai pengikut wahaby?

    ————————-
    Sastro Menjawab:

    Ya gak tho…la wong ajarannya sama kok…Apa sewaktu anda melakukan khitan (sunat) lantas anda akan dibilang Yahudi? Karena Yahudi juga mewajibkan Sunat (khitan). Begitu juga dengan ajaran lainnya yang sama.

  42. sastro menjawab :
    “Ya gak bisa tho mas…Syiah sendiri dan Ahlusunah wal Jamaah sendiri, tapi keduanya sama-sama muslim. Kecuali kalau anda punya definisi baru tentang apa itu ASWAJA, sehingga memasukkan Syiah kedalamnya…”

    ————
    Mas, klo menurut pendapatku BISA. Ahlusunnah menganggap kelompoknya pengikut sunah nabi. Syi’ahpun mengklaim sbg pengikut sunnah nabi. jadi kedua-duanya pengikut sunah nabi hanya dalam kelompok (jamaah) yg berbeda.

  43. eh, tro apakah lo sudah pernah belajar kitabnya yahudi, kok bisa-bisanya lo menyamakan ajaran yahudi dengan ajaran islam yang benar. Lo belajar kitabnya yahudi terbitan tahun berapa ? Siapa pengarangnya sich tro, gua jadi pengen beli nich ? Lo jangan hanya bisa ngomong aja tro, kalau lo merasa benar, tunjukkan dalil lo. Kalau hanya bisa ngomong aja, adek gue yang masih TK aja bisa. He..he..he

    ——————–
    Sastro Menjawab:

    Makanya mas banyak baca biar banyak wawasan, jangan cuman baca karya-karya orang-orang Wahaby tok…Buku karya ulama Ahlusunah aja gak mau baca, apalagi karya orang non Islam. Itulah bukti kefanatikan Wahaby.

  44. Buat Mas Jabeer,

    Apaka maksud anda yang dilaknat Allah itu yang menafsirkan Al Qur’an dan tafsirannya salah walaupun ada ilmu pendukungnya ?

    Kalau ya, maka anda baru saja mengatakan bahwa Syekh Utsaimin diaknat Allah !, karena penafsirannya jelas salah dalam menafsirkan matahari mengelilingi bumi. ( semoga Allah mema’afkannya ).

    Yang paling ngawur adalah orang2 yang telah mengetahui secara ilmiah bahwa suatu kesalahan, tetapi ‘ngotot’ untuk mempertahankannya, ini dikatagorikan sebagai ‘pendusta atas nama agama’.

    Anda mengatakan bahwa Al Qur’an memiliki banyak tafsir !. Tetapi mengapa kalangan anda tidak bisa mengahargai penafsiran fihak lain ? apalagi fihak2 lain itu didukung oleh ulama2 besar yang menjadi rujukan utama umat Islam seperti :
    Imam Nawawi
    Imam Subki
    Imam Ibnu Hajar Asqalani
    Imam Ibnu Hajar Haitsami
    Imam Suyuthi
    dan beratus nama besar seperti mereka yang dakwahnya sudah tidak diragukan lagi.

    Kalian berusaha untuk merubah aqidah jumhur ( kalangan mayoritas ) menjadi aaqidah anda dan meyakini bahwa jumhur adalah ahlul Sirik-Kafir-Bid’ah, seakan anda mempunya ‘kunci jawaban’ mengenai kebenaran yang haqiqi, suatu kesombongan yang luar biasa.

    Ingat bung kami menggunakan Al Qur’an dan Sunnah Rasul dan Sunnah para Salafus Salihin jadi jangan sembrangan menuduh SKB ( Syirik, Kafir dan Bid’ah ).

    Selama ini Kami telah bersabar atas Fitnah SKB kalian !. Kalau Mas Sastro mampu melayani kalian dengan ilmunya yang masya Allah, kami kalangan awam hanya bisa mengahdapi kalian dengan JIHAD !

    Jihad kami adalah dalam rangka mengahdapi FITNAH kalian dan itu SAH !!

  45. wah-wah seruuuuuuu!!!!!!!!

    kok jadi pada ngikutin ego masing-masing????/
    mas sastro eazy mas, jangan sampai kepancing ucapan-ucapan kaum yang merasa PALING BENAR INI… bukankah di dalam al’quran dijelaskan : taatilah Allah taatilah rasul dan taatlah kepada para ulil amri yang benar dan haqq…dan apabila terjadi perselisihan diantara kamu maka kembalikanlah kepada al’quran dan assunah sesungguhnya itu akan lebih baik bagi kamu..jadi untuk ente para wahabiyun kenapa sih kalo ga ngurusin urusan orang lain biar aja dia mau gini kek gitu kek toh ga merugikan anda buat apa repot2 uruslah diri dan kaum anda sendiri introspeksi, sudah benar belum? orang2 wahaby ini memang hobinya berdebat karena ilmu yang diajarkan kepada mereka adalah ilmu untuk berdebat…ingat mas agama bukan untuk diperdebatkan agama adalah tuntunan bukan tontonan juga bukan ajang pengkafiran dan ajang untuk menghujat, bagaimana islam dapat maju dan berkembang kalau dihancurkan dari dalam islam itu sendiri siapapun dia apapun keyakinannya kenapa harus dipermasalahkan didalam uud 45 sendiri dalam pasal 29 disebutkan setiap warga negara bebas memilih dan beribadah menurut kepercayaan dan keyakinannya masing2 kalau anda tidak mentaati itu berarti anda sudah keluar jalur baik itu jalur agama maupun jalur negara kalau didalam al’quran juga dijelaskan dalam surah al-kafirun : untukmu agamamu untukku agamaku kurang jelas? kalau itu masih dipersoalkan juga berarti anda memang harus diperangi karena melanggar tatanan negara dan tuntunan dalam agama karena kasihan orang2 awam yg tidak mengerti akan hal ini dan juga ini bisa dijadikan ajang pemecah belahan umat beragama yang berujung SYARA kalau ini terjadi SELAMAT!!!!! anda telah menghancurkan islam dengan segala macam aturan dan dalil yang anda buat dan akhirnyaaaa SYAITAN AKAN TERTAWA GEMBIRA DAN ANDA AKAN MENDAPAT KAN UCAPAN SELAMAT DARI SYAITAN GEMBIRAKAH ANDA BILA HAL INI TERJADI?????????????????????????????

  46. Jika semua gonggongan anjing ingin kita dengarkan, maka habislah waktu…

    jika semua lalat ingin kita bunuh dan tangkap, tentu jadi mulialah lalat di depan kita…

    Saudaraku yang sedang menuntut ilmu… tidakkah justru ini membuat kita berfikir, bahwa memang benar Allah punya kekuasaan untuk menunujukki siapa yang dikehendakinya, dan menyesatkan siapa pula yang dikehendakinya.

    Mereka yang merasakan bagaimana manisnya iman, indahnya berislam, dan lapangnya jiwa dengan ilmu, tentu tidak menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia. Apalagi perdebatan dengan orang tanpa ilmu.

    Semoga yang sedikit ini bermanfaat..Percayalah bahwa Islam itu fitrah. Jika kita sudah kehilangan ketenangan dalam jiwa, apalagi sudah terasa kotornya hati, maka pertanda harus segera perbaiki diri..

    Janganlah berteriak banyak terhadap sesuatu yang kita tidak punya ilmunya…biarkan Allah menyesatkan orang yang dikehendakinya..kita hanya menyampaikan kebenaran dan tidak perlu terpengaruh dengan penolakan orang lain terhadap keberanan itu…

    Wallahu a’lam

  47. luar…biasa…
    tulisan artikel diatas banyak di tanggapi…hebat lah.
    saya dukung terus mas sastro untuk menentang wahaby…

  48. Blog ini hanya menakut-nakuti orang untuk mengkaji Salafy yang haq!
    hati-hati anda bisa terjerumus dalam menghalang-halangi orang untuk mendapat kebaikan!

    Lebih tepat blog ini diberi judul SALAFY SASTROYI,
    “mengkaji Al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman PAK SASTRO”
    bukan SALAFY INDONESIA yang sengaja menghancurkan Islam haq dari dalam

    ——————————
    Sastro Menjawab:

    Emang sich ajaran salaf haq, tapi apakah yang ngaku Salafy yang pada hakekatnya Wahaby itu juga haq? Nanti dulu mas…
    Nakut-nakutin? Emang blog hantu? BAca lagi “Tentang Kami” dech mas…
    Lihat dan renungkan artikel-artikel kami -yang sudah dan yang akan datang- kemudian kritisi jika anda mampu dengan cara yang ilmiah, dan jika tidak mampu apakah anda juga tetep ngotot bahwa Wahaby haq? Ingat artikel, bukan catatan kami…itu yang harus anda kritisi, jika anda mampu.
    Tolong diinfokan kepada segenap kaum Salafy (Wahaby) agar tidak membuka blog Salafyindonesia.wordpress.com karena membahayakan akidah pengikut Wahaby tadi…Tolong fatwakan: Haram, tergolong ahli syirik, ahli bid’ah dan ahli khurafat yang buka blog Salafyindonesia. ok? Terimakasih.

  49. Rasa kecintaan (mahabbah) terhadap Uswatun Hasanah kita, habiballah, Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW. adalah masalah yang sangat penting. Hal ini karena iman kita tidak akan ada artinya bila belum mampu menempatkan Rasullulah SAW. sebagai orang yang paling dicintai dan disayangi. Sebab Rasulullah adalah penunjuk ke jalan yang benar dan penegak keadilan. Tanpa terutusnya beliau kita akan sesat dan tidak akan bisa selamat. Rasa kecintaan kepada Rasul hanya akan terbukti bila kita mampu mengenali dengan baik pribadi Rasulullah SAW, termasuk mampu menghilangkan sifat-sifat buruk yang selama ini dilekatkan orang terhadap pribadi beliau yang mulia. Sebagian besar sifat-sifat buruk itu ada dalam Hadits yang selama ini kita selalu memandang Hadits merupakan cerminan pribadi Rasulullah apalagi untuk hadits-hadits yang dianggap shahih seperti Hadits Bukhari.
    Karena itu, jika kita ingin menemukan kembali sunnah sejati, kita harus berusaha keras untuk meneliti Hadits-Hadits nabi Saw. Dengan sikap kritis. Dan tentunya harus disandarkan kepada Al-Quran sebagai pedoman yang utama.
    TENTANG ‘Rasulullah lupa terhadap ayat Al-Qur’an’
    a. Shahih Bukhari Hadits No. 1237
    Dari Aisyah ra., katanya: Nabi SAW mendengar seseorang laki-laki membaca Qur’an dalam mesjid. Beliau bersabda: “Kiranya Allah memberi rahmat kepadanya! Ia mengingatkan saya akan ayat ini dan ayat itu yang saya lupa memasukkannya dalam surat ini dan surat itu”. Abbad bin Abdullah ra. Menambahkan dari Aisyah ra.: Nabi SAW tahajud di rumahku dan beliau mendengar suara Abbad sedang sembahyang di dalam mesjid. Beliau bersabda: “Hai Aisyah, suara Abbadkah ini?” Jawabku: “Ya!” Sabda beliau:”Ya Tuhan, kasihilah kiranya Abbad!”
    Kajian:
    Hadits ini secara logika dan matan bertentangan dengan isi Al-Qur’an. Secara logika kita mengetahui bahwa Rasulullah SAW. adalah yang memperkenalkan Islam kepada umatnya melalui mukjizatnya yang paling mulia yaitu kitab Al-Qur’an yang secara hakikat tertanam dalam dada Rasulullah sehingga Rasulullah tidak akan mungkin lupa ayat Al-Qur’an. Maka, apakah layak jika dikatakan ada seorang umat yang lebih ahli dari Rasulullah dalam hal pemahaman Al-Qur’an?
    Dalam Al-Qur’an:
    Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasainya). Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (Q.S. Al-Qiyaamah: 16-19)
    Kami akan membacakan (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa. (Q.S. Al A’laa: 6)
    MARILAH KITA MENSUCIKAN FITNAH THD RASUL, KARENA MENFITNAH RASUL ADALAH FITNAH TERBESAR (kUBRO) DAN DOSA TERBESAR.shalawat!!!

  50. Memang yang menjadi masalah, ada satu golongan yang suka mensesatkan golongan lain, jika anda tahu yang dianggap sesat bukan hanya tabligh tapi dibawah ini Listnya :
    -PKS (Ikhwanul Muslimin)
    -HT ( Hiztbut Tahrir)
    – Semua orang Islam yang menganut 4 mahzab ( Syafii, hambali, hanafi & maliki)
    -NU, Muhamadiyah
    -dll

    Siapa Dalangnya, ialah yang mengaku (WAHABI BERKEDOK) SALAFI /As-Sunnah
    ( Salah Fikir ) SELAIN mereka dikatakan SEMUANYA SESAT….!!!!!

    Siapa yang sesat kalau begitu………………????????????

    Alhamdulillah Ustdz.Jafar Umar T, sudah keluar dari bayang2 yahudi, Kerajaan Saudi,
    Setan USA.

    WAHAI WAHABI/SALAFY kenapa kalian mengkafirkan umat islam selain kalian, mengapa tidak
    mencela SETAN AMERIKA……

    Saya Kasihan sama, Para Salafy Indonesia yang bodoh2 dimanfaatkan agen2 yahudi
    MENGHALALKAN DARAH SESAMA MUSLIM SATU TANAH AIR INDONESIA LAGI……..

  51. Setuju deh… orang wahabi banyak yang buta hati dan buta akal. Ayat – ayat Al Qur’an tentang bumi dan antariksa untuk ditelaah, bukan untuk suatu pembenaran yang nyeleneh. Saya gak habis pikir orang – orang yang mengatakan bumi pusat tata surya, bumi itu datar… Jangan – jangan mental orang ini sudah rusak, tak mau terima kebenaran, fanatik pada pendapat satu orang yang perlu dicurigai itu agen pihak yang tidak suka Islam maju.
    Al Qur’an itu sungguh – sungguh steril dari pemahaman orang bodoh. Bukan seperti itu cara pemahamannya, karena pasti Al Qur’an sesuai dengan sunnatullah pada alam semesta. Semua kejadian yang ditentang oleh wahabi sableng sudah jelas fakta. Nggak percaya suruh mereka terbang ke angkasa atau paling nggak lihat foto – foto bumi, matahari, dan sebagainya. Ajak juga mereka ke laboratorium fisika astronomi, biar mereka melek ilmu.
    Sudahlah, jangan begitu. Kalau ingin memajukan Islam, pikirkanlah bagaimana caranya mengentaskan kemiskinan umat. Banyak kesengsaraan umat saat ini, pendidikan mahal, harga – harga semakin meroket, dan sebagainya. Coba deh buat penemuan agar produksi susu, beras bisa melimpah. Sampah dan limbah tidak membahayakan lingkungan, dan sebagainya. Banyak deh hal – hal lain yang bisa ditempuh.
    Tapi kalau sudah buta hati dan buta akal wah susah deh. Untuk wahabi gendeng… kalian itu sudah keterlaluan… gak beda tau nggak dengan paranormal gendeng.

  52. Allahumma Sholi ‘ala Sayyidina wa Maulana Muahmmad wa ‘ala Ali Sayyidina Muhammad..

    ini perbedaan sholawat antara ahlus sunah dengan wahabi.
    ahlussunah pake sayydina karena ditujukan kepada Rasulullah SAW.
    sedangkan wahabi bilang Allahumashali ala Muhammad wa ali Muhammad karena ditujukan kepada muhammad bin Abdul Wahhab.

  53. Assalamualaikum wr.wrb.,
    Perkenalkan saya alif seorang ahmadiyah dan tertarik akan debat di blog ini.
    kelihatannya rame bahkan saling sesat menyesatkan…
    Salafy Wahabi Vs Salafy Indonesia..
    padahal ingat lho para salafy (asli) dan sahabat nabi sangat berhati-hati dalam menggunakan kata-kata sesat tsb, karena yang tahu tentang sesatnya seseorang hanya Allah saja…bukan ulama2…

    tapi biasanya kalau menghadapi Ahmadiyah, semua aliran akan bersatu padu menggempur ahmadiyah melupakan dulu pertikaian dan pentakfiran satu sama lainnya.he.he..he..maaf..
    mudah-mudahan tidak begitu ya mas..

    saya ingin bertanya kepada Mas Darmawan, bagaimana anda mengartikan ayat di bawah ini:

    Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat . Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka. (18:86)

    Apakah itu artinya matahari tsb terbenam dan masuk ke dasar laut yang berlumpur Hitam? Atau masuk keperut Bumi? Atau apa mas..?
    Jawab ya mas…
    Wassalam

  54. Memaknai Tauhid

    Ada beberapa atau mungkin banyak kesalahan besar yang ditulis oleh penulis. Salah satunya adalah mereka mengira bahwa orang yang telah mengatakan laa ilaaha ilallah muhammadur rasulullah tidak boleh diperangi. Apakah mereka lupa atau pura-pura lupa- bahwa Nabi telah memerangi orang yahudi, dan menjadikan mereka sebagai budak, sedangkan mereka mengatakan laa ilaaha ilallah, begitu juga para shahabat memerangi Bani Hanifah, sedangkan mereka juga mengatakan laa ilaaha ilallah, dan Muhammad adalah utusan Allah, dan berpuasa. Begitu juga halnya dengan orang-orang yang dibakar oleh Ali bin Abi Thalib.

    Dan apakah mereka juga lupa tentang kaum khawarij, yaitu kelompok yang ahli ibadah dan pandai membaca al Quran walaupun mereka tidak memahami maknanya. Ashim bin Syumaikh bahwa dia bercerita: “Saya bertemu dengan Abu Sa’id Al Khudri saat beliau sudah lanjut usia dan tangan beliau sudah gemetaran. Beliau berkata: “Memerangi mereka (yaitu Khawarij) menurutku lebih utama daripada memerangi tentara (kafir) Al Atrak” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (XV/303) dan Ahmad (III/33))

    Oleh sebab itu ketika membicarakan hadits Abu Said tentang perintah memerangi Khawarij, Ibnu Hubairah berkata : “Dalam hadits ini dijelaskan bahwa memerangi kaum Khawarij lebih utama daripada memerangi kaum musyrik. Hikmahnya, menumpas kaum Khawarij ini adalah untuk menjaga eksistensi Islam. Sementara memerangi ahli syirik adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi Islam. Menjaga keutuhan dan eksistensi tentu lebih utama” (Fathul Baari karya Ibnu Hajar (XII/410)

    Adapun masalah tauhid, mungkin akan banyak penjelasannya. Maka saya mencoba untuk menulis singkat saja. Tauhid itu terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu:

    1. Tauhid Rububiyah.
    Rububiyah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara, yaitu penciptaannya, kekuasaannya, dan pengaturannya. Maknanya, meyakini bahwa Allah adalah dzat yang menciptakan, menghidupkan, mematikan, memberi rizki, mendatangkan segala manfaat dan menolak segala mudharat. Dzat yang mengawasi, mengatur, penguasa, pemilik hokum dan selainnya dari segala sesuatu yang menunjukkan tunggal bagi Allah.

    Dari sini, seorang mukmin harus meakini bahwa tidak ada seorangpun yang menandingi Allah dalam hal ini. Allah mengatakan Kataanlah!: Dialah Allah yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya. (QS. Al Ikhlas 1-4)

    Keyakinan sebagian orang kafir terhadap tauhid rububiyah telah dijelaskan Allah dalam beberapa firman-Nya:
    Kalai kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakn mereka? Mereka akan menjawab: Allah (QS. Az Zukhruf: 87)
    Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan yang menundukkan matahari dan bulan? Mereka akan mengatakan: Allah. (QS. Al Ankabut: 61)
    Dan kalau kamu bertanya kepada mereka siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan bumi setelah matinya? Mereka akan menjawab: Allah (QS. Al Ankabut: 63)

    Demikianlah Allah menjelaskan tentang keyakinan mereka (orang kafir) terhadap tauhid rububiyah. Keyakinan mereka itu tidak menyebabkan mereka masuk kedalam Islam dan menyebabkan halalnya darah dan harta mereka sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wassalam mengumumkan peperang melawan mereka.

    2. Tauhid Uluhiyah
    Tauhid uluhiyah adalah mengesakan segala bentuk peribadatan bagi Allah, seperti berdoa, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernadzar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah yang telah diajarkan Allah dan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

    Memperuntukan satu jenis ibadah kepada selain Allah termasuk perbuatan dzalim yang besar disisi-Nya yang sering diistilahkan dengan syirik kepada Allah. Allah berfirman didalam al Quran:
    Hanya kepada-Mu ya Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta. (QS. Al Fatihah: 5)

    Rasulullah shallallahu alaihi wassalam telah membiming Ibnu Abbas radhiyallahu anhu dengan sabda beliau:
    Dan apabila kamu minta, maka mintalah kepada Allah dan apabila kamu minta tolong maka mintalah kepada Allah. (HR. Tirmidzi)

    Allah berfirman:
    Dan sembahlah Allah dan jangan kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun (QS. An Nisa: 36)

    3. Al Asma wash Shifat
    Al Asma wash Shifat adalah kita beriman bahwa Allah memiliki nama-nama yang Dia telah menamakan diri-Nya dan yang telah dinamakan oleh Rasul-Nya. Dan beriman bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang tinggi yang telah Dia sifati diri-Nya dan yang telah disifati oleh Rasul-Nya. Allah memiliki nama-nama yang mulia dan sifat yang tinggi berdasarkan firman Allah:

    Dan Allah memiliki nama-nama yang baik (QS. Al Araf: 186)

    Dan Allah memiliki permisalan yang tinggi. (QS. An Nahl: 60)

    Dalam hal ini, kita harus beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan apa yang dimaukan Allah dan Rasul-Nya dan tidak menyelewengkan sedikitpun. Imam SyafiI meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut: Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan Allah. Aku beriman kepada rasulullah dan apa-apa yang datang dari rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh rasulullah. (Lihat: Syarah Lumatul Itiqad Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin hal 36)

    Al Hakimiyah bukan bagian khusus dalam pembagian Tauhid.
    Adapun tentang al-Hakimiyah. Apabila yang dimaksudkan adalah berhukum dengan syariat Allah, maka termasuk konsekwensi tauhid seorang hamba kepada Allah dan pemurnian ibadah hanya kepada Allah adalah berhukum dengan syariat-Nya. Barang siapa meyakini bahwa Allah itu Satu, Esa, Tunggal, tempat bergantung, tidak ada sesembahan yang berhak untuk diibadahi selain-Nya, maka wajib atasnya berhukum dengan syariat-Nya dan menerima agama-Nya serta tidak menolak sedikitpun dari perkara itu. Dengan demikian, termasuk beriman kepada Allah adalah berhukum dengan syariat-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya, meninggalkan dan menjauhi larangan-larangannya serta berhukum dengan syariat Allah dalam setiap keadaan. Jika demikian halnya maksud al-Hakimiyah berarti termasuk dalam tauhid uluhiyah dan tidak boleh menjadikan al-Hakimiyah sebagai bagian khusus yang dipisahkan karena ia termasuk bagian dalam tauhid ibadah.

    Akhir kata, saya akan mengakhiri pembahasan saya ini dengan menyinggung satu permasalah besar, yaitu bahwasannya tidak ada perbedaan bahwa tauhid itu haruslah dengan keyakinan hati, ucapan lidah dan melakukan sebab dengan perbuatan anggota tubuh. Apabila sesuatu dari hal ini rusak, maka seseorang itu tidak menjadi muslim. Jika dia mengetahui tauhid, akan tetapi tidak mengamalkannya, maka dia itu kafir yang keras kepala, seperti Firaun dan Iblis.

    Wallahu a’lam

    ————————–
    Sastro Menjawab:

    Uraian yang cukup bagus, cuman saya mau nanya, ungkapan anda yang mengatakan “Al Hakimiyah bukan bagian khusus dalam pembagian Tauhid.
    Adapun tentang al-Hakimiyah. Apabila yang dimaksudkan adalah berhukum dengan syariat Allah, maka termasuk konsekwensi tauhid seorang hamba” dasar al-Qurannya apa? Sedang kami sudah membuktikannya dengan ayat al-Quran. Kalau anda berbicara dan berargumen dengan “argumen konsekuensi” maka saya katakan bahwa “tauhid rububiyah” pun termasuk konsekuensi dari “tauhid uluhiyah” dan tauhid “kholiqiyah”. Karena sebagaimana karena Allah adalah Tuhan (uluhiyah) maka Dialah Yang Maha Pencipta (khaliqiyah) dan tentu dari penciptaan-Nya itu perlu terhadap kesinambungan ekssistensinya yang berwujud pemeliharaan (rububiyah). Jadi Tauhid rububiyah anda artikan menjadi tiga; penciptaannya, kekuasaannya, dan pengaturannya adalah kurang tepat. Karena masing -masing itu memiliki konsep yang independent, sedang ‘rab’ berarti penjaga (kesinambungan eksistensi alam semesta), bukan pencipta. Bukankah dalam al-Quran disebutkan bahwa; “Jika anda tanya kepada orang musyrik bahwa siapa pencipta alam semesta pasti mereka akan menjawab Allah?” maka Rububiyah bukan Khaliqiyah sehingga meyakini salah satunya berarti meniscayakan yang lainnnya…

  55. Assalaamu’alaikum
    Dengan perang dinginnya kalian (Mas Sastro Cs dan Wahaby), apakah sebaiknya umat islam perang saudara aja. Sudahlah yang merasa paling benar sendiri dan yang lain salah, perangilah yang salah, bunuh sikafir, sisyirik, simubtadi’ dll. Biarlah nanti kelompok yang menang dalam peranglah yg eksis diindonesia ini. Sepakat ga? Hahahahaha…

  56. Salafy (Wahaby) berkata “IM, HT, MMI. NU, Muhamadiyah, Tasawuf adalah SESAT”
    Tasawuf berkata “Salafy sesat”
    IM, HT, MMI, NU, Muhamadiyah dll semuanya saling sikut, saling ghibah.

    Pertanyaannya adalah “Bolehkah kelompok2x itu perang saja, saling bunuh, dan yg menang dialah yg berhak hidup”.

    Hayoo kalian yg masih berpecah belah, toleransilah kalian…!

    Atau ada solusi buat persatuan umat islam???????
    Akulah petualang Harakah. Hahahahahaha…

  57. Atau malah syiahlah yg akan menang perang… hahaha
    Ahmadiyah
    LDII
    Lia Aminudin
    Alqiyadah Alislamiyah

    Aneh bener Islam, Mana Bukti Islam yg paling diridhai Allah SWT? Mana
    Islam kok pada perang sendiri… Piye tho

  58. Mas, baca pembagian tauhid kami… kami hanya membagi tiga.
    Ahlusunnah jaman dulu ada yang membagi tauhid menjadi dua , tiga dan empat. Bukan delapan!

    Kami juga tidak menjadikan tauhid khaliqiyah menjadi bagian khusus dalam pembagian tauhid. Baca dulu yang bener baru berikan bantahan.

    ———————–
    Sastro Menjawab:

    Silahkan anda membaginya menjadi beraapa, itu hak anda….tapi ingat, setiap pembagian harus dibarengi dengan dalil, terkhusus al-Quran..kami telah melakukan pembagian dengan bukti ayat-ayat al-Quran…..

  59. Yang Mau belajar Tauhidnya “WAHABI” Silahkan anda download di blognya “abu salma”.
    To : Bpk Sastro
    Dimana yah saya bisa mendapatkan bukunya yg si “WAHABI” menyatakan bahwa Allah ‘duduk’ atas arsy, yg mempunyai wajah, tangan dan kaki. saya baru dapet di salah satu artikel mereka yg menyikapi karya HARUN YAHYA, mereka menyalahkan aqidah harun YAHYA sebagai Wihdatul Wujud, karena ya itu mereka beranggapan bahwa Allah duduk di atas Arsy dan menurut mereka ‘WAHABI’ dari semua firman Allah adalah ilmunya bukan zatnya…..mohon bantuannya ya pak…..

    —————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Sebenarnya mas, bukti bahwa kaum Wahaby meyakini anthropomorphisme (tajsim) adalah karena mereka melarang konsep dan praktik “Takwil” teks. Atas dasar itu akhirnya mereka terjerumus ke dalam penyamaan Allah dengan manusia, bertangan, berkaki, memiliki wajah dan duduk di singgahsana…dst yang dapat kita dapati di ayat maupun riwayat. Tapi selain mereka melarang takwil, mereka juga kerepotan untuk membayangkan Allah dengan memiliki sifat-sifat itu (bertangan, berkaki, berwajah..dst) akhirnya mereka “menetapkan sifat” tetapi “menghindari makna”. Akhirnya sifat Allah bersifat ambigu, mereka mengalami dilema dan kerancuan dalam berakidah. Anda bayangkan sewaktu mereka tahu bahwa dalam ayat telah menyinggung bahwa Allah bertangan, lantas mereka akan menyatakan “tangan Allah tidak seperti tangan makhluk atau apapun yang kita bayangkan”. Itu berarti sama dengan kita menyatakan kepada Wahaby “bayangkan singa, tapi bentuk zahirnya 100% berbeda dengan singa yang ada dan kita tahu itu”, apakah mungkin terbayang singa? Ini akibat “menetapkan” tetapi di waktu yang sama “mengingkari”, ambigu dan rancu. Akibat tidak menerima konsep dan praktik takwil teks. Kasihan Wahaby…
    Sebenarnya hampir semua kitab-kitab ulama Wahaby yang membahas tentang tauhid terkhusus dalam hal sifat-sifat yang terdapat dalam teks (sifaat khabariyah) pasti menyinggung tentang akidah yang ambigu dan rancu tadi. Sampai-sampai dalam buku kumpulan fatwa Ibn Baz (lihat Jil 1 Hal 317 soal ke-3 dan 5 no 7351 dan dalam jilid-jilid lainnya masih sangat banyak) pun disinggung hal itu. Al-Bani dalam kumpulan fatwanya hal 506 ketika ditanya tentang; “Apakah anda menetapkan sifat “harwalah” (gerakan) buat Allah?”, dia menjawab: “Harwalah seperti datang dan turun adalah sifat-sifat yang kita tidak dapat menafikannya”. Bahkan dalam halaman 522-523 di situ al-Bani menjawab pertanyaan yang seakan dia ingin mengatakan bahwa hanya wajah Allah saja yang tidak akan pernah binasa, berkaitan dengan ayat “kulu syain halikun illa wajhahu”. Lucu bin ajaib.
    Buku-buku itu banyak dijual dan dapat dtemui di beberapa toko buku di Arab Saudi. Apalagi jika anda punya cenel untuk mendapatkannya secara discount murah atau bahkan secara gratis via lembaga-lembaga di sana…tapi ada caranya khusus. Sepertinya sekarang lebih diperketat mas, akibat banyak buku Wahaby tersebar tapi untuk mukul akidsah Wahaby sendiri…jadi bumerang buat mereka.

  60. Assalammualaikum
    mas,ana tertarik dgn tulisan enta.
    sebetulnya kita serumpun,ana dr malaysia.
    berdepan dgn celaru yg sama.

    tahniah di atas tulisan enta.
    InsyaALLAH usaha memperbetul wahabi terus subur.

    ana nak minta izin untuk ‘copy’ beberapa artikel enta bg rujukan kami dalam agenda melurus agenda songsang wahabi.

    ana mendapat manfaat dpd komentar enta.
    teruskan mas.

    Ilal Liqa ya Sahib, Insya’allah..

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Sila Pak Cik…Harap sebar tulisan -atau PR-kan blog- ini ke penjuru tanah Malayu, seoptimal mungkin.
    Moga manfaat lah…dan moga Allah memberkati pak Cik dan keluarga

  61. Assalamualaikum

    Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang salafi bukalah situs situs salafi seperti http://www.muslim.or.id, http://www.almanhaj.com dan lain2, ketahuilah syeih muhammad bin abdul wahab adalah satu dari ulama ulama yang mengusung dakwah salafi, dan telah banyak buku tulisan beliau, maka bacalah untuk mengetahui kebenaran , selain itu tentu ulama2 sebelumnya mulai jaman sahabat, tabi’in, tabi’it tabiin, imam yang empat para ahli hadis pengarang kitab kutubus sittah, dan seterusnya. maka ikutilah kajian kajian salafi yang telah tersebar di seluruh indonesia agar tahu kebenaran siapakah yang tukang fitnah antara pak sastro ( yang beridentitas tidak jelas) dan dakwah salafi

    wassalamualaikum

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Saya heran, siapakah Muhammad bin Abdul Wahhab ini, apa dia nabi kok ditaklidi buta dan dibela habis-habisan oleh pengikutnya semacam itu? Apakah dia maksum (suci dari dosa dan salah) dan setiap ajaran yang keluar pasti benar dan turun dari Allah melalui wahyu? Jika tidak, maka jangan salahkan orang yang mengkritisinya…

    Lha wong yang mengkritisi Muhammad bin Abdul Wahhab itu bukan dari satu-dua orang dan dari satu mazhab saja mas…empat mazhab Ahlusunah dan puluhan karya dari ulama besar dan tokoh dari empat mazhab itu pun mengkritisi syeikh kalian itu, apa mereka semua tidak paham al-Quran dan Sunah? Apakah yang tidak sesuai dengan pemahaman Syeikh kalian itu berarti pemahaman mereka salah dan hanya pemahaman syeikh kalian yang benar dan sebagai tolok ukur kebenaran? Jika setiap orang yang berusaha menyingkap hakekat semacam ini pantas disebut tukang fitnah, maka ya benar bahwa Sastro tukang fitnah. Jika setiap penyingkap kedok sekte Wahaby disebut tukang fitnah maka ya Sastro tukang ftinah. Jika setiap orang yang berusaha menjawab tuduhan tak beralasan Wahaby kepada kaum muslimin disebut tukang fitnah maka ya Sastro tukang fitnah….dst

  62. weleh2x masih sengit juga ya debatnya. Wahabi/salafy adalah ahlusunnah yang punya kekurangan. Mas sastro insyaAllah juga Ahlussunnah, tapi kok sampai menyesatkan ibnu taimiyah ya? Na’udzubillahi mindzalik.

    Ayo kawan2x kunjungi web lintas harakah di http://www.petualangharakah.wordpress.com dijamin ahlusunnah, evaluasi yang salah ya?
    Jazakumullah.

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:

    1- Yang menjelek-jelekkan Ibnu Taimyah itu bukan aku, aku cuman nyampein ungkapan pendapat para ulama Ahlusunah aja. Lihat dan baca lagi artikel yang ada.

    2- Kalau ada bahasku yang melecehkan dia, itu karena benang merah antara ungkapan ulama Ahlusunnah dengan teks-teks agama Islam, plus ajaran Ibnu Taimiyah yang ajib-gharib (aneh bin ajaib) yang bertentangan dengan akal sehat manusia.

    Makasih, aku dah kunjung…tapi aneh, al-Qaedah kok masuk Ahlusunnah sich mas…? Atas dasar apa anda menggolongkannya ke situ? Kalau anda mau semacam itu, sekte Wahaby juga anda masukkan aja…istilah jawanya, popok-bawang aja (pantes-pantesan dan menuh-menuhin aja, biar gak nampak kosong…he he he)

  63. assalalmualaikum……..?

    inilah pembagian Jenis tauhid yang di lakukan para penentang sunah yang mulia…..

    dari mana antum nukil pembagian tauhid yang demikian ini……….

    apakah ada ulama yang menjadikan rujukan yang bisa di pertanggung jawabkan..?

    hay ahlul bid’ah segerahlah buka topengmu…… kasihanilah dirimu akan adzab dari Allah…………?

    —————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Adakah rujukan yang lebih baik selain al-Quran? Gak tahu lagi kalau versi Wahhaby yang lebih mengutamakan ulama mereka, itu namanya taklid mas…:P

  64. Maaf , teman teman, ada yang bisa ga memoderatori adu argumen kalo ga bisa di katakan diskusi antara Mas Sastro dengan Ustadz dari assunah misalnya Ust Hakim ato ustadz Yazid…Mas Sastro seruju khan..Please deh, biar ga berdebat di depan komputer aja..

  65. Assalamualaikum ikhwah semuanya

    coba renungkan perkataan salafusholih sahabat Ibnu Abbas radliyallahu’anhu penta’wil terbaik dimuka bumi ini, karena doa Rasulullah Shallallahu’alaiwasallam
    “berputar dalam suatu garis edar seperti edaran alat pemintal. ”
    mana yang menyebutkan matahari mengelilingi bumi.

    untuk syaikh utsaimin anda telah melakukan ta’wil. dhohir dalilnya tidak menyatakan demikian. ta’wil ibnu abbas lah yang saya jadikan hujjah melawan pendapat anda.

    hidup ahlusunnah wal jama’ah

  66. Darmawan berkata “Ampun Mas Sastro, Ana Toubat !”
    Kalo ada lagi yang mau tobat silahkan berkomentar.
    Dahsyat Mas Sastro !!!!
    Libas trusss……
    Wahaby habisi……. Habisi Wahabi………..

  67. eh, aku ada ide… gmana kalo mas sastro dan salah satu orang wahaby ngadain semacem sumpah di bawah hujan.. nah yg salah kesamber geledek. gmana mas…? biar kita yg bodoh2 ini lansung to the point tau mana yg salah dan mana yg bener. pusing mas baca artikel2 seperti ini….

    —————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Itu namanya MUBAHALAH mas…dulu saya beberapa kali ditantang untuk itu, saya katakan; pakai agumen dulu baru mubahalah….tapi kalau kaum sekte Wahaby sudah kehabisan akal dan kalah berargumen DEMI ALLAH….SAYA SIAP UNTK ITU…kalau anda tergolong Wahaby maka saya katakan: SAYA SIAP MUBAHALAH DENGAN ANDA….

  68. dermawan :itu bukan al israa’ ayat 76 tp ayat 72,hati2 ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: