Agama Salafy Tidak Dibawa Mati

Kenapa para IMAM dan SALAFUS SHALIH pada saat itu tidak memproklamirkan MANHAJ SALAFY. Justru yang disepakati adalah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH (ini menjadi sumber hukum karena IJMA’/kesepakatan). Karena kesepakatan adalah (salah satu) sumber hukum Islam. Sedangkan MANHAJ SALAF belum pernah menjadi IJMA’.

——————————————–
Dalam kesempatan kali ini akan kita tampilkan artikel yang pernah dicantumkan dalam swaramuslim.net yang kami cenderung merubah (memberikan) dengan judul “Agama Salafy Tidak Dibawa Mati”. Judul asli artikel tersebut adalah:

Pilih Salafy atau Muslim, Mukmin, Muttaqin?
Aspirasi & Muslim Voice Oleh : Redaksi 01 May 2007 – 6:37 pm

Oleh Haryanto

Assalamu ‘alaikum wr. wb, Saya ingin meletakkan hal ini secara objektif, agar kita tidak fanatik dan taqlid kepada siapun juga.

Pertama, kalau kita semuanya mau jujur bahwa perintah menjadi SALAFY itu tidak ada yang jelas, semuanya hanya berupa indikasi dan penafsiran yang sifatnya ijtihadiyah (atau maaf seperti dipaksakan).

Contohnya, At-Taubah ayat 100, itu bukan perintah untuk menjadi SALAFY tapi perintah untuk mengikuti Rasulullah dan Sahabat (muhajirin dan anshor). Kalau hal itu perintah menjadi SALAFY tentunya ayatnya akan dinyatakan secara tegas dan jelas semisal “Isyhaduu biannaa muslimuun” (Saksikanlah kami adalah muslim).
Tapi kita kan nggak pernah menemukan perintah “SAKSIKANLAH BAHWA KAMI SALAFY”.

Atau perintah “ITTAQULLAHA HAQQA TUQAATIHI” (Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa). Adakah perintah yang setegas itu untuk untuk bermanhaj SALAFY, misalnya berbunyi “BERTAKWALAH KEPADA ALLAH dan BERMANHAJ SALAFLAH KALIAN”.

Lalu dilanjutkan WA LAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN (perintah ini kan sangat tegas jelas tidak perlu penafsiran lagi yaitu bahwa Allah menyuruh kita menjadi MUSLIM).

Belum lagi banyak sekali akhir ayat yang secara tegas menyatakan WA NAHNU LAHU MUSLIMUN (Dan kami adalah orang-orang Islam).

Adakah dalam Alqur’an yang menyatakan WA NAHNU LAHU SALAFIYUUN….? Atau dalam HADITS. Inilah yang saya maksud sebaiknya kita kembali kepada perintah yang JELAS dan TEGAS.

Kedua, surat Ali Imran ayat 110, ini adalah perintah untuk beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah SWT. Bukan perintah untuk bermanhaj SALAF.

Ketiga, berkaitan dengan hadits-hadits yang mengindikasikan SALAF, contohnya “Sebaik-baik manusia adalah kurunku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka…”

Hadits ini khabar atau perintah. Kalau kabar maka hadits ini adalah pujian kepada generasi terbaik. Hadits ini jelas-jelas berupa kabar. Sebab jika kita kaitkan dengan ayat lainnya maka yang paling mulia adalah yang paling taqwa (INNA AKRAMAKUM ‘INDALLAHI ATQAAKUM). Mereka tidak dibatasi ZAMAN dan WAKTU.

Contohnya IMAM MAHDI meskipun lahir di akhir zaman. Beliau adalah orang yang sangat bertaqwa.

Kalau setiap khabar dijadikan dalil untuk membuat sebuah MANHAJ. Maka kita akan temukan banyak sekali MANHAJ. (Ini tidak masalah, selama hal ini tidak dipaksakan kepada orang lain). Atau dijadikan tanda/simbol merekalah satu-satunya kelompok yang selamat/yang ditolong (FIRQATUN NAJIYAH/THAIFAH MANSHURAH).

Contohnya dalam Alqur’an banyak sekali kita temukan khabar tentang para Nabi dan Rasul. Lalu kemudian kita buat namanya MANHAJ RUSULI (Pengikut 25 Nabi dan Rasul).

Dalam Alqur’an dan hadits banyak kita temukan pujian terhadap SAHABAT, lalu kita buat MANHAJ ASHABI. Atau banyak juga pujian terhadap JIBRIL lalu kita bentuk MANHAJ JIBRILI dst.

Keempat, pernyataan Syaikh Albani Rahimahullah, kenapa kita butuh simbol ini, alasannya karena banyaknya aliran sesat pada zaman ini? (Silahkan baca buku Biografi Syaikh Albani)

Pertanyaannya adalah apakah pada zaman FITNATUL KUBRA (Ali RA VS Muawiyah RA) tidak banyak aliran sesat? Lalu masa-masa setelahnya apakah juga tidak banyak aliran sesat?

Lalu kenapa para IMAM dan SALAFUS SHALIH pada saat itu tidak memproklamirkan MANHAJ SALAFY. Justru yang disepakati adalah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH (ini menjadi sumber hukum karena IJMA’/kesepakatan). Karena kesepakatan adalah (salah satu) sumber hukum Islam. Sedangkan MANHAJ SALAF belum pernah menjadi IJMA’.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, BAGAIMANA JIKA KEMUDIAN ORANG-ORANG MENGAKU ber-MANHAJ SALAF itu kemudian rusak lagi dan berpecah belah, terbukti saat ini SALAFY telah terbelah menjadi berbagai kelompok ADA SALAFY JIHADI, SALAFY ILMI, SALAFY HARAKI, SALAFY YAMANI, Ada SALAFY-nya SYAIKH ABDUR RAHMAN ABDUL KHALIQ, SALAFY-nya LUQMAN BAABDUH, SALAFY-nya USAMAH, SALAFY SYAIKH SAFAR, SALAFY-nya SYAIKH ALBANI, SALAFY-nya SYAIKH AL QARNI, SALAFY-nya SYAIKh MUQBIL, SALAFY-nya SYAIKH RABI’ Rahimahumullah dll.

Apakah kemudian kita membuat SIMBOL Baru lagi? Misalnya QADIMI?

Sekali lagi mari kita kembali kepada penisbatan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yaitu menjadi MUSLIM/MUKMIN/MUTTAQIIN.

Mohon maaf, bila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
(swaramuslim)

Oleh Haryanto (PSDM)
hyanto@sucofindo.co.id

Iklan

32 Tanggapan

  1. astaghfirullah hal’adziim. semoga Allah mengampuni apa yang telah kalian tulis ini. tulisan kalian inilah yang justru menyesatkan umat. kalian berlindung di balik topeng ahlussunnah sementara manhaj yang kalian ikuti sama sekali tidak mencerminkan sebagai ahlussunnah. kalian mengaku ahlussunnah, namun kalian mencela ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. memangnya kalian itu siapa? apa kalian tidak mengetahui bahwa kalian telah melakukan suatu dosa yang sangat besar: MENODAI KEHORMATAN ULAMA!!! kalian mencela mereka hanya karena 3 hal:
    1. kalian ingin merusak pemahaman tentang manhaj salaf
    2. kalian merasa tersinggung dengan fatwa-fatwa yang banyak dikeluarkan oleh ulama-ulama tersebut sehingga KALIAN BENCI BUKAN KARENA MEREKA MERUSAK AGAMA INI, TAPI KARENA MEREKA MERUSAK AJARAN KALIAN.
    3. atau semua ini karena kebodohan kalian ??
    kalian sungguh menakutkan dengan fitnah yang telah kalian bawa ini. ketahuilah, sesungguhnya meski kalian berbusa-busa menyebarkan fitnah terhadap manhaj salaf ini di mana-mana, kalian akan mendapatkan balasannya. mungkin saja nanti kalian akan banyak mendapat pengikut, silakan saja, toh djjal juga banyak pengikutnya kan?? tidak masalah. kebenaran bukan pada jumlah orang yang berdiri di atasnya, tapi kebenaran adalah apa yang ada di dalamnya. Allah akan menjaga agama ini, hingga kiamat nanti.
    sungguh, kalian ini sama sekali tidak memahami hadist Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam: “dan aku-lah sebaik-baik SALAF bagimu.”
    kalian ini sungguh menyedihkan.
    saya tidak perduli mau disebut salafi atau wahabi. saya malah bangga. memangnya kenapa kalau wahabi?? berarti saya mengikuti syaikh abdul wahab.
    kalian itu mengaku sebagai salafi beneran, tapi kok bantahannya nggak mutu. dari kemarin cuma bilang: “alon-alon waon kelakon” atau “tunggu tanggal mainnya” tapi nggak ada buktinya.
    ketahuilah, sesungguhnya yang haq pasti akan tampak haq dan yang batil pasti terlihat kebatilannya. terserah kalian mau memutar kalimat ini menjadi: ya, kami-lah yang haq dan kalian yang batil karena kalian adalah salafi gadungan. itu sama sekali tidak ada artinya, tidak mempengaruhi apa-apa.

    ————————
    Sastro Menjawab:

    Apa tolok ukur ke-Ahlusunah-an dua orang itu (Ibnu Taimiyah dan Ibn Abdul Wahab)? Lantas kenapa ulama Ahlusunah di zaman keduanya -terkhusus dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah dan Syafi’iyah- mengkritik bahkan mencela metode dan akidah keduanya? Silahkan baca yang serius sejarah hidup mereka dari orang-orang yang moderat, bukan Wahaby.

  2. salam,

    wa bagus tulisannya mas, mungkin pengikut salfy masih nunggu salafy pecah jadi 73 golongan jadi pas! ada salafy mbah bejo, salafy mbah bendot, atau salafy abu abu dll

    setelah itu munhkin mereka baru sadar, tidak nyalahkan orang sana-sini lagi.

    makasih mas ya!.

  3. Aku jadi Muslim saja,..dan aku berusaha untuk itu,..

  4. @aisy

    Ana bilangin kalo masayekh wahabi menebar tahayul dengan fatwa MMB (matahari mengelilingi bumi).

    Kondisi Bin Baz dan Utsaimin yang buta secara fisik tentunya tidak pernah bisa meneliti ilmu astronomi perbintangan yang mana dahulu telah dieksplorasi oleh Khwarizmi, Ulugh Begh, dan Ibnu Asshatir, dan ilmu-ilmu ini diadopsi oleh ilmuwan Eropah macam Kopernikus, Keppler etc.

    Dalam kasus ini sangat jelas bahwa para masayekh menebar kebencian atas bangsa Azam dalam segala segi kehidupan. Namun disisi lain anda menggunakan teknologi bangsa Azam sebagai tumpuan hidup.

    Kemudian dalam urusan Fiqh
    Lancangnya Albani membolak-balik derajat hadist kurang lebih 1200 hadist Bukhary dan Muslim, yang pernah disyarahi oleh Imam Nawawi dan Ibn Hajr Asqalany. Dan dengan entengnya dalam kitab Liqo’ babul Maftuha karangan Utsaimin menganggap bahwa Imam Nawawi dan Ibn Hajr bukan dari golongan ahlussunnah. Mereka beralasan bahwa Ibn Hajar pernah juga melakukan hal yang sama dengan Albani, namun kalau melihat jumlah hadis yang “disalahkan” sedikit. 1200 hadist itu banyak bung bisa satu kitab kuning. Demikian bagian skenario kecil dalam strategi penyebaran ajaran tersebut dan tentunya masih didukung hal-hal lain yang lebih spesifik mengarah wahabisasi dari segi informasi dien untuk awam.
    Naudzubillahmin dzalik!

    Kamu boleh bangga koq berwahabi ria, ngga ada yang ngelarang, lha wong yang disuruh sujud kepada Adam saja sampai sekarang ngga mau koq.

  5. muslim adalah orang islam. dan islam yang benar itu, bila kita mau memahami dengan baik dan benar, adalah islam yang diamalkan dan dipahami oleh orang-orang salaf(para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in).jadi saya tidak yakin dengan bantahan anda.

    ————————
    Sastro Menjawab:

    Premis anda sudah benar tetapi konklusi anda yang masih ambigu. Yang jadi masalah adalah, apakah yang diyakini dan diamalkan oleh orang yang mengatasnamakan dirinya Salafy yang pada hakekatnya Wahaby itu sesuai dengan ajaran Salaf Saleh? Kita buktikan!

  6. Betapa kalian tidak adil!
    Jamaah yang jelas-jelas berusaha menghidupkan sunnah, anda hujat habis-habisan! Sementara mereka yang jelas-jelas pergi ke dukun meminta ‘jampi-jampi’, jimat, pesugihan, mengadopsi budaya barat, mendukung freesex,feminisme, pornografi, mendukung undang-undang yang dibuat oleh orang-orang jahil, berusaha mengharomkan poligami karena dianggap sudah tidak relevan lagi untuk jaman sekarang,serta seabrek orang-orang/ kelompok-kelompok yang jelas-jelas menentang Al-Qur’an dan As Sunnah KALIAN BIARKAN BEGITU SAJA?

    JELAS NAMPAK BAHWA ANDA MEMANG SENGAJA MAU MENGHANCURKAN AHLUS-SUNNAH WAL JAMAAH DARI DALAM dengan menulis embel-embel Salafy di judul blog ini agar pembaca yang benar-benar haus akan ilmu nyasar ke tempat ini dan bisa kalian sesatkan!

    kalau memang ingin memeberikan ilmu yang benar? kenapa harus memakai topeng Salafy?

    Cuma pembaca yang memiliki akal yang lurus yang sadar akan hal ini!

    Bukan demikian wahai para pembaca?

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Itu semua (pergi ke dukun meminta ‘jampi-jampi’, jimat, pesugihan, mengadopsi budaya barat, mendukung freesex,feminisme, pornografi, dsb ) sudah jelas mas…Tetapi apakah yang dibenarkan (tabarruk) juga dihukumi sama sebagaimana hal-hal tadi? Itu yang akan dijelaskan di sini…Sayangnya, kaum Wahaby memukul rata hal itu, menyamakan obyek-obyek kesyirikan dan bid’ah dengan yang legal menurut syariat seperti tabarruk…

  7. Assalamungalaikum wrwb.
    Salafy adalah suatu masa, atau zaman. Zaman beberapa kurun setelah masa Rasulullah SAW.

    Salafy bukanlah nama golongan. Tidak bisa diklaim bahwa golongan ini adalah kaum salafy, sedangkan golongan lain adalah kaum sesat.

    Seseorang dikatakan mengikuti salafiyah dan tentu saja mengikuti Rasulullah SAW jika mempunyai ciri-ciri tertentu. Ada tolok ukurnya.

    Belum tentu seseorang yang menamakan dirinya atau kelompoknya sebagai golongan salafy adalah benar-benar pengikut salafy. Harus diukur dulu seberapa dalam mereka mengikuti ajaran yang dicontohkan oleh masa-masa generasi salafyah.

  8. saya hanya ingin memberitahukan kpd pembaca.jika kalian ingin tau siapa yang salafy.gampang.lihatlah orng yang kegiatan sehari2nya mengikuti sunnah.termasuk dalam urusan jihad

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Semua orang muslim mengaku mengikuti Sunnah rasul dan menjauhi Bid’ah…Apa benar yang diangap Sunah itu adalah benar Sunah, dan apakah benar bahwa yang dinyatakan bid’ah itu memang benar bid’ah? Semua itu perlu dalil…

  9. OM SASTRO,DARI TADI KATA2 ANDA MBULET AJA,ANDA ITU KLIATANYA PINTER MAS TP SEBENARNYA BODOH,ya jelas aja wong namanya satro pinter bermain main kata.hati hati mulut u harimau u!!!!!APAKAH ANDA TAU YANG DIANGGAP SUNNAH ITU SUNNAH YANG DIANGGAP BID’AH ITU BID’AH WONG orang2 yang yang disebutkn jamaah td seperti ke dukun,jampi2 gak kamu sikat malahan orang2 yang mengikuti sunnah Rasul dan sunnah sahabat u sikat habis2an,apa maksud tujuan u mas sastro?apakah golongan u takut ta dengan datangnya dakwah tersebut sehingga tersisihkan,anda bener2 dengki bung.kalau u bener2 ahlussunnah bung kenapa orang2 yang td disebutkan jamaah gak u sikat.malah anda salah sasaran bung.coba pikir bung,skrang gak usah saling perang pemikiran,lihat sendiri pribadi anda dan saya melihat pribadi saya.apakah kita udah bener2 udah menjalankan sunnah2 tersebut.jangan ngaku2 ahlussunnah klo blum bisa mengamalkannya apalagi u hina ulama2 ahlussunnah,itu bener2 tidak mencerminkan seorang ahlussunnah.gak masalah golongan u itu banyak,tapi islam datang dalam keadaan asing dan kembali dalam keadaan asing bung.itulah ahlussunnah,quantitas sedikit tapi kwalitas jangan ditanya.maap bila kata2ku menyinggung bung sastro dan kroni2nya.semua kebenaran mutlak milik ALLAH SWT.

  10. Kalo mas Sastro ini penafsiran sunnahnya sepertinya sudah beda. Sepertinya menurut mas Sastro sunnah itu apa yang dikatakan kyainya, urusan dalil belakangan, bisa dicari-cari. Ya nggak mas. Jadinya apa aja dibilang sunnah, lha wong kyainya bilangnya cuma sunnah aja, ga pernah bilang bid’ah. Jadi pengin tau nih, menurut mas sastro yang termasuk bid’ah itu apa aja.

    ——————
    Sastro Menjawab:

    Lha wong saya sendiri kyai kok mau ikutan kyai…gak seperti Salafy (Wahaby) yang taklid buta sama para kyai mereka yang bersandar di istana para penguasa Saudi itu, ulama bayaran.
    Hal yang termasuk bid’ah adalah menuduh orang lain ahli bid’ah tanpa dasar yang jelas. Rasul dan Salaf Saleh tidak pernah melakukan hal tersebut.

  11. asslamaualaikum , pwantesss mas sasstro kyai yah hiiii… jadi lucu yah mas…..mudah2an mas jadi kyai yang hebat ……liat aja mas di negara kita bwanyak kiyainya trus yang pinter kyainya doang muridnya ya mangut2 aja hebatkan? heee….lg mas kan bnyk yah kyai kaya mas ko negara ni ga maju2 yah dari rohaninya smpe ekonominya knp? doain dong mas???emang mas kyai klo ceramah ngjarin apa sih???. yang jelaskan sudah ada to..kan? alqur’an&sunnah kan sebaik2 petunjuk yah mas, bukn pendapat Syaikh ini kyai ini ustad itu habib ntu apa lagi pedapatnya mas H kyai ustd sastro ya bs kacaoau da brapa penafsiran nantinnya, klo ga da dalilnya dari alqur’an&sunnah ngapain dikerjain tp yang ada ko malah ditinggalin wong ga da dalilnya apa lagi dalillnya dari kyai sastro he… lagi…. dan kakenya kyai trus gurunya si kake trus sikake puya guru lagi cwape deee…h trus mas mang mas dah tanya apa ke si salafy2 yg itu mang mereka terpecah ap, apa pala mas ya yg pecah saking pusing nya setau sy kalo salafy tuh ga berkelompok kan bukan kelompok golongan yah, kaya, NU,muhamadiyyah,LDII,NII, jama’ah thablig,PERSIS,HIZBUT tahrir,ikhwanulmuslimin, dll, setiap orng berhak menyandarkan salafy orng mas aj pake nama itu yah, kalo sama, kpn terbntuknya mas sp yang bikin trus hari ap yah, paling klo mas bilang taklid tu bisa2 mas aja yah dah gitu pake fitnah segala lagi negara orang di bawa2, negara sndiri aj ga bener hi… coba deh bandingin indonesia sm arab saudi beneran mana negaranya hayo…..? mana ad dinegara laen yg klo dah mask waktu solat semua kegiatan yg selainnya di tinggalin hayoo.. lagi?padahal di indonesia kan bwyak kiyainya yah mas kyai sastro.kita peac&lope aja dah ….alope u…

  12. ya ini akibat lupa pada sesuatu hal yang sengat besar….
    kalo saya tanya… apa itu?

    tentu pada bingung semua… maklum, kitab nya banyak dan aneh-aneh…
    mbok yo kembali tho yo.. yo.. kok do gelot ki piye.. jan koyo anjing ma kucing… hehehee

    coba.. baca jangan kitab-kitab selain Al Qur’an.. pasti semuanya akan
    QS. 41/13..

    Salam

  13. laailahailaalloh muhammad rosul alloh,

    assalamualaikum wr wb

    yo wes ben…ga cape po ngometari wong

    wong alloh ngasih isi kepala beda beda, ga sah maksa.

    Surga di buat bkan untuk orang sombong…..!

    mudah mudahan ALLOH ampuni segala dosa-dosa ku…yang kuketahui atau yang tidak ku ketahui..

  14. meskipun aq dukung mas sastro tuk meluruskan sesuatu yang bengkok tentang salafy ataupun wahaby, namun aq tidak sependapat dgn org yg menyatakan para ulama sekaliber ibnu taimiyah dan ibnu qayyim sbagai non ahlussunnah waljamaah hanya dgn kritikan beliau.
    Beliau semua adalah mujtahid, demikian pula muhammad bin abdul wahhab, ataupun bin baz, beliau semua berijtihad pada masanya dan kondisi lingkungannya masing2 (ingat fatwa dipengaruhi juga oleh kondisi lingkungan), jika benar ijtihad mereka maka akan mendapatkan pahala 2 dan jika salah dapat pahala 1 di akhirat kelak.
    Yang perlu ditekankan sebenarnya adalah meluruskan kaum muslimin yang memberi cap cap atau label label bid`ah atau syirik serta kafir dan sebagainya kepada sesama kaum muslimin.
    yang salah itu kita yg belum punya kapasitas yang memenuhi syarat dan bercakap2 tentang hukum dalam agama. toh perbedaan pendapat itu sudah terjadi sejak jaman dahulu bahkan sejak rasul saw masih hidup. para sahabatpun masih berbeda2 pendapat apalagi setelah meninggalnya rasul saw.
    Perbedaan pendapat bukan berarti menyalahkan orang lain, mari kita kembali ke pesan2 para ulama, ra’yuna shawab yahtamilu al-khatha’, wa ra’yukum khatha’ yahtamilu al-shawab” [Pendapat kami adalah benar, tapi mempunyai potensi untuk salah dan pendapat Anda salah, tapi mengandung kemungkinan untuk benar].
    Kebenaran mutlak pada hal2 dimana para ulama berbeda pendapat itu semua hanya bisa ditemukan di akhirat kelak.
    Kebenaran mutlak di dunia hanya berkisar pada hal2 yang disepakati oleh ulama. Seperti shalat 5 waktu itu wajib, adapun cabang2nya kebawah itu sudah byk perbedaan pendapat ulama. Hormatilah para ulama karna beliau semua adalah pewaris para nabi.

  15. Mas Sastro..sebetulnya kyai itu opo to? Kok sampeyan kayaknya bangga sekali ngaku sebagai kyai. Padahal setahu saya di Solo itu ada yang namanya kyai Slamet…tapi dia seekor kerbau. Trus ada lagi kyai plered..nama tombak. Kalo gitu, karena sampeyan seorang kyai makanya ta panggil kyai Sastro ya..Tapi ngomong2 sampeyan termasuk jenis kyai yang mana?

  16. Saya pastikan yang benar cuma ALLAH dan RASULNYA, anda semua malah cuma saling mengolok-olok saudaranya sendiri, yang justru tidak ada SUNAHNYA, malah menjadi dosa besar, yang salafi ya bersikap sombong kaya sudah tahu benar 100 % yang lain sama saja, mbok ya kalian belajar agama ini hanya untuk memperbaiki diri dan selalu mohon kepada ALLAH supaya jalan fikiranya dan perilakunya serta perkataanya tidak tersesat. jadi kita ini belajar sambil pasarah kepada ALLAH yang menuntun kita dan memelihara kita. Yang salah itu orang tidak mau mengenal ALLAH dan RASULNYA. SORY YA AKU CUMA KASIHAN SAMA UMAT ISLAM, MMPUNYAI AGAMA YANG BENAR TAPI TIDAK BISA MENJALANKANYA.

  17. mas lelaki tua apa pernah ke arab nih saya pernah nih mendengar nih dari orang-orang tetanggga saya yang menjadi TKW di negara arab nih ternyata tidak seindah prakteknya anda tau tidak bahwa majikan orang2 arab nih ternyata gak seislami peraturannya mereka ternyata masih menganggap pembantu kita nih masih sebagai budak tahu tidak di arab nih memang gak ada diskotik tapi mobil yang katanya harganya ber juta-juta riyal dijadikan mereka diskotik pribadi (penuturan tetangga saya yang pernah menjadi sopir pribadi mereka) hmmmmmmm kreatif juga mengenai sholat berjmaah tidak semua mas pergi ke masjid mas toko di tutup tapi di dalem mereka ngumpet alias sholat sendiri -bukan maksud saya untuk menghina mereka tapi kenyataannya seperti itu yang saya tahu dari mereka yang pernah kerja di arab saudi- janganlah anda menghina para kiai anda mengatkan salafy wahabi bukan kelompok tapi tahukah anda yang di katalkan kelopok itu apa : 1 harus ada organisasi 2 harus ada pimpinannya 3.harus ada ad rtnya klo saya melihatnih ternyata salafy wahabi juga punya tuh terus apa yang yang beda dengan NU< jamaah Tablig dan Muhammmadiyah sekian

  18. Jika merasa ber-ilmu maka lebih baik tinggalkan debat dan tinggalkan emosi karena dengan emosi pikiran tidak bisa berpikir jernih, sibuklah diri kita dengan ilmu n tinggalkan sesuatu yg tidak berguna karena dengan ilmu kita bisa tahu mana yg Benar dan Bathil
    Sekedar wacana…Kalimat Ahlussunnah wal jama’ah tidak timbul jika tidak ada penyelewengan agama terutama syirik n bid’ah, memang dijaman Rasulullah tidak ada kata tsb namun beriringnya jaman pemahaman agama semakin lama semakin penuh inovasi n improvement yg lepas dari pemahaman aslinya dan banyak firqah punya pemahaman sendiri2 maka munculah kata Ahlussunnah wal jama’ah untuk membedahkan dengan firqah yg lain walau banyak yg mencelahnya, dan sekali lagi yg benar pasti benar sampai sekarang banyak firqah/hizby yg mengklaim nama tersebut, nah kata salafy sekarang muncul untuk lepas dari firqah2 yg mengklaim Ahlussunnah. Realita sekarang banyak yg menghujat salafy dan ana yakin insyaAlloh kelak cerita sejarah akan terulang lagi bahwa banyak firqah2 sekarang menghujat salafy kelak banyak yg mengklaim nama salafy (misal salafy indonesia) seperti halnya kata Ahlussunnah waljama’ah, maka sebelum terlambat beruntunglah bagi kita menamakan Salafy yg lebih khusus dari kata Muslim karena Muslim terpecah menjadi 73 golongan 1 selamat sisanya terancam neraka (hadits mutawatir). Sahabat Umar mengetahui jawaban dari sahabat lainnya bahwa Agama itu satu, Nabinya satu, kiblatnya satu tapi kelak akan terjadi perselisihan dikarenakan pemahaman agama mereka tidak seperti pemahan kita (Sahabat yg diridhoi)

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Akhirnya Salafy adalah Firqoh yang mengharamkan Firqoh…dan istilah yang dimonopoly oleh kelompok tertentu dengan tidak menganggap kelompok yang lain.

  19. up. Abu Hanif :

    Menanggapi pernyataannya tentang : “Realita sekarang banyak yg menghujat salafy dan ana yakin insyaAlloh kelak cerita sejarah akan terulang lagi bahwa banyak firqah2 sekarang menghujat salafy kelak banyak yg mengklaim nama salafy (misal salafy indonesia) seperti halnya kata Ahlussunnah waljama’ah”

    Yang saya lihat penyebutan salafy pada blog Salafy Indonesia bukanlah sebuah pengakuan bahwa blog ini bermanhaj salafi. Tapi hanya untuk memancing orang-orang yang ingin mencari informasi tentang salafi bisa mengambil informasi secara seimbang. Apakah ini benar salafi yang SALAF SHALEH atau salafi yang SALAH (hanya takfir, tahzir, sesat, bid’ah dll) . Setelah itu biar mereka menyimpulkan sendiri dan memutuskan mau masuk mana? Lihat http://ihwansalafy.wordpress.com/2007/10/08/fatwa-al-lajnah-ad-daimah-tentang-semua-jamaah-islam-termasuk-dalam-firqah-najiyyah/#more-74

  20. orang salafy wahaby itu suka ngributin sesuatu yg atak penting! kalo emang seseorang itu adalah: Ikhwanul Muslmn, Tabligh, Surury dsb..kepada siapa orang tsb mempertanggung jawabkan? PADA ALLAH ! lha kenapa orang salafy wahaby ribut??!!??? kurang kerjaan.
    KAtanya: DEMI Umat agar tidak salah salangkah, agar tdk tersesat agar tidak terperosok.agar..agar..demi umat..demi uma\t…bla..ball
    LAh umat aja gak sibut kok, umat gak keberatan! sosk-sok an bilang umat tersesat! Film, sinetron merusak moral, narkoba, preman, yg merusak masyarakat gak pernah disinggung, ini orang tahlilan nyebut Allah malah di obrak-obrak..kurang kerjaan..kurang kerjaan…

  21. ini yang mosting aliranya apa ya?

    ko aneh katanya salafi tapi mengejek salafiiii???
    lah gman ini massss
    klo situs begni enaknya diapain ya di biarkan?
    banyak oarang kena subhat….???
    di baca malah banyak menggunjingi oarang???!!!
    gmana yaaaaa

    ah klo udah ada yang meluruskan aliran nya ya udah lah????!!!!kita belapas diri aja….enek kan yang penting diakhir jaman ni kita musti hati2 jangan waton omong n harus teliti dalam berita….

  22. ass,ana mau nanya nih ma mas Haryanto, manhaj salafy mana sih yang mas Hary maksud?

    —————————-
    Sastro Menjawab:

    Mana lagi kalau gak Wahaby mas…pengikut ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab.

  23. kalau mengaku muslim brarti syari’atnya qur’an dan manhajnya adalah rasulullah,itu saja.

  24. mas haryanto, anda nulis,”Adakah dalam Alqur’an yang menyatakan WA NAHNU LAHU SALAFIYUUN….? Atau dalam HADITS. Inilah yang saya maksud sebaiknya kita kembali kepada perintah yang JELAS dan TEGAS.”
    mana penjelasan dari al Hadits?
    anda itu cuman bisa ngomong “Atau dalam HADITS.”?
    o, tahu ana skrg pengetahuan antm ttg hadits cuman itu ya…
    cb jlskan…

    —————————————-

    Sastro Menjawab:
    Benar apa yang dinyatakan oleh DR Ramadhan Buthi bahwa Salafy bukan kelompok khusus sebagaimana yang diklaim oleh kaum Wahaby, namun semua kelompok Islam adalah pengikut ajaran para Salaf Saleh…

    Jadi jelas bahwa, Salafiyah bukan monopoli kaum Wahaby…justru Wahaby harusnya mengaku sebagai ajaran “Khalafy”, bukan “Salafy” karena selain ajarannya tidak sesuai dengan ajaran Salaf Saleh (lihat artikel-artikel kami) dan baru didirikan oleh “Manusia Aneh” Muhammad bin Abdul Wahhab beberapa ratus tahun yang lalu yang mengadopsi ajaran Ibnu Taimiyah yang juga dinyatakan sesat oleh para ulama Ahlusunah wal Jamaah di zamannya.

  25. Ass.wr.wb

    sebenarnya ini situs apa tho? mas sastro ini pendukung syiah ato syiah beneran? sy baca komen mas sastro di artikel lain, katanya situ gak takut disebut syiah, malah takut kalo disebut wahabi? aneh. apa sengaja mau mengusung paham syiah? lah artikel2 nya byk yg mencela ulama ahlussunnah dan ziarah kubur…

    —————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Entahlah, sudah berapa kali saya dibilang Syiah…entar lagi Syi-uh, Syi-eh, Syi-oh atau Syi-ih:P
    atau salah nulis, yang bener Si-A, Si-B, Si-C dst….:P

  26. Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
    wadduh waduh…
    mas sastro kok pada banyak diamnya? mas bingung ya… mo jawab apa?
    ketauan nih ilmu masih kurang… kaji dulu sana, baru bikin blog baru lagi. tapi jangan SALAFY INDONESIA. cocoknya SAKAU (SAYA KONTRA ULAMA WAHABY)
    mas sastro mo nanya nih,
    KALAU MENURUT DAN PEMAHAMAN MAS SASTRO SENDIRI CARA BERPEMAHAMAN ISLAM YANG BAIK DAN BENAR SEPERTI APA SIH???

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Walah Git, kamu baru s1 saja sudah sok pinter, apalagi kalau dah lulus PS nantinya…belajar sama padi Git…:)
    Diam? Kamu semester 8 koq gak peka sih? Emang kamu jurusannya apa? Agama atau ilmu humaniora atau ilmu eksakta?
    Pemahaman Islam yang benar itu adalah menyejajarkan antara teks dan akal, karena keduanya anugerah Ilahi. Bukan seperti Wahaby yang hanya teks book thingking (tekstual) sementara akalnya dibuang…jadinya rancu dalam berpikir. Salah satu buktinya ya itu mereka meyakini, Allah nangkring di atas kursi di langit sana…:P

  27. Mas saya kasih tau ya….
    Pertama, wajib bagi seorang muslim untuk menjawab salam bagi saudaranya secara baik. Karena itu adalah kewajiban. Apa mas menjawab salam saya? Buktikan donk kalau mas itu salafy
    Kedua, saya sudah menangkap tipe apa mas ini. Mas ini MU’TAZILAH. Mungkin juga sufi. Atau….. mas ini lulusan dari IAIN kaleeeee…… Lebih mengedepankan akal ketimbang dalil.
    Ketiga, berpemahaman islam itu adalah berpegang teguh kepada al-quran dan as-sunnah sesuai apa yang di fahami para sahabat. Bukan kepada pemikiran akal masing-masing. Karena akal bisa salah dalam menilai dan berfikir. Sedangkan dalil itu semuanya adalah sumber yang berasal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
    Keempat, Allah Azza Wa Jalla itu memang bersemayan di atas langit sana. Di atas Arsy-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu maha tinggi.
    ‘Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit …..” (QS Al-Mulk : 16)
    “(Yaitu) Allah Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy”. (QS Thooha : 5)
    Kalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala ga nangkring di atas langit, lalu di mana donk mas PINTER?
    BUKTIKAN ANDA ITU PINTER DALAM MEMBANTAH.
    Saya tunggu jawaban mas segera.
    Barookollohufik…

    —————————————————

    Sastro Menjawab:

    Baru pertama kali saya dituduh Mu’tazilah oleh kaum Wahhaby….tapi masih kira-kira, karena masih dibilang sufi juga:P
    IAIN? Sudah saya kasih tahu, saya ini santri kampung yang gak pernah kuliah di INA…tapi loncat ke LN mas…perkiraan anda salah khan? 🙂
    Mas, apakah argumentasi akal itu bukan dalil? Beginilah kalau dalil akal dan teks dipisahkan, padahal berapa banyak ayat a-Quran menyatakan agar kita supaya menggunakan akal, bukan teks book thingking doang…Memang, akal subyektif bisa salah dalam menilai tetapi apakah akal universal dan demonstratif pun bisa salah? Paham apa bedanya mas…kalau gak nanti gw ajarin?
    Akal semacam itulah yang harus dipupuk untuk dijadikan pendamping dalam memahami teks…
    Coba kalau anda hanya berbekal teks saja, niscaya anda akan kebingungan ketika menyatukan antara ayat yang menyatakan; “Allah duduk di atas Arsy” dan ayat “dimanapun engkau menghadapkan muka di situ terdapat wajah Allah”….kalau anda pakai metodologi teks book maka yang ada di setiap pandangan kita hanya muka Allah saja, lantas dimana ‘anggota tubuh’ tubuh Allah yang lain? Di Arsy? Allah yang duduk di Arsy itu memiliki muka gak? Khan muka Allah ada di setiap tempat di bumi ketika kita menghadapkan pandangan kita kemanapun?…dan masih banyak lagi pertanyaan yang mustahil anda mampu menjawabnya jika anda memakai metodologi teks book thingking semacam itu. Paling-paling anda akan lari dengan mengatakan; “bertanya semacam itu adalah BID”AH”, trus mana bukti keotentikan, keup to datean dan keuniversalan Islam? ISlam pasti bisa menjawabnya, tapi tidak dengan metodologi yang dipakai kaum wahhaby yang melarang proses pentakwilan….Jika kalian tidak menerima konsep takwil, maka betapa kasihannya para ulama Wahhaby yang matanya buta (seperti Bin Baz) niscaya ia akan buta tuk selama-lamanya, hingga di akherta kelak berdasarkan ayat “Barangsiapa di dunia ini buta maka ia akan buta di akherat dan tersesat dari jalan yang benar” (al-Isra’: 72)

    Mas, langit itu -kalau anda menerima konsep takwil- menunjukkan makna transtendent (luhur), bukan menunjukkan tempat karena Allah “tidak membutuhkan tempat”. Allah itu Maha Tinggi dan menduduki kedudukan tinggi…tetapi untuk itu digunakan kata langit, sebagai kiasan untuk sesuatu yang tinggi. Kalau Allah membutuhkan tempat berarti Allah tidak ada beda dengan makhluknya, padahal “laisa kamislihi syai'” (tiada yang menyamaiNya). Ketinggian dan keluhuran Allah itulah yang menyebabkan ia meliputi atas segala sesuatu, “bikulli syai’in muhith”. Jangan diartikan ‘meliputi’ dengan ‘ada’. Karena jika memakai kata ‘ada’ nanti disalahartikan dengan ‘hulul’. Atas dasar Allah meliputi atas segala sesuatu itulah akan sesuai dengan ayat yang sudah kita singgung di atas; “Ainama tuwallu fa tsamma wajhallah” (diomanapun engkau memalingkan muka di situ ada wajah Allah). Kenapa Wajah? Karena pertama yang dikenal itu adalah wajah…makanya Allah menggunakan kata wajah bukan tangan, kaki atau tubuh lainya. Allah tidak berwajah, tetapi itu hanya kiasan saja untuk pengenalan kepada Allah. Kalau Allah berwajah maka ia harus berkepala, karena wajah tanpa kepala mustahil. Ini meniscayakan bahwa Allah tersusun padahal ketersusunan itu meniscayakan Allah butuh terhadap susunannya, Apakah mungkin Allah akan membutuhkan? Silahkan anda jawab sendiri…

    Kalau anda artikan wajah sesuai arti sesungguhnya, anda terpaksa harus menerima bahwa di hari kiamat kelak, semua akan hancur kecuali wajah Allah saja….”Kullu man alaiha faaanin wa yabqo wajhu rabbika dzul jalali wal ikeram” (ar-Rahman) berarti wajah Allah doang yang gak ancur, berarti tangan, kaki, badan Allah yang selama ini bnertumpu di Arsy hancur semua donk? Wah Islam akan jadi bahan ejekan musuh2nya kalau gitu mas….

    Arsy itu berarti tampuk kekuasaan mas. Kalau dikatakan Raja Abdullah dengan Pangeran bandar sedang rebutan kursi…apa maksudnya mas? Apakah mereka gak mampu beli kursi sehingga harus rebutan…miskin sekali dia? Suruh kirim email ke saya, akan saya kirimin kursi nanti….tapi apakah itu maksudnya? Silahkan anda renungkan sendiri…kalau gak bisa, nanti kita ajari anda, biar cerdas.

  28. Tapi jangan juga kebanyakan pake akal loh Mas… nanti ditakutkan malah jadi ‘akal-akalan’…

    Secara Iblis kan pakai akal-akalan biar Nabi Adam AS keluar dari Surga…

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:

    Apakah sama antara akal Iblis dengan akal yang dimaksud oleh Allah dalam banyak ayat seperti Afalaa ta’qiluun , afala tatafakkaruun , afala tatadabbaruun, dst yang semua itu membuktikan bahwa akal juga harus dijadikan argumen? Jelas gak sama mas…..

  29. Eh mas, saya kasih tau ya…
    Saya ini bukan kaum wahaby. Saya ni orang biasa, masih kuliah, masih jahil dalam agama, saya membela bukan karena individual wahaby. Tapi karena beliau adalah di antara ulama alim ahlussunnah yang telah di akui keilmuannya. (MENURUT SAYA, TAPI PASTI BEDA DONG DENGAN MAS SASTRO).
    Memang saya sepakat, bahwa agama itu di butuhkan dengan pemahaman, dan pemahaman membutuhkan akal. Tapi ingat mas, pemahaman yang baik dan benar hanya bisa di fahami oleh orang-orang yang berilmu. Para ulama ahlussunnah yang memahami agama dengan berbagai bab-babnya. Terutama dengan mengambil pemahaman para sahabat. Melaui kitab-kitab yang telah banyak di riwayatkan oleh banyak para ulama. Karena sahabat adalah orang yang langsung di didik oleh Rasullullah Sholollohu Alaihi Wa Sallam. Bukan pemahaman yang di ambil dari kita, terutama SAYA pribadi.
    Mas mo nanya lagi tentang statement mas “TETAPI APAKAH AKAL UNIVERSAL DAN DEMONSTRATIF PUN BISA SALAH?”
    Berarti mas ga percaya donk dengan turunnya Nabi Isa Alaihi Wa Sallam. Massa sih orang yang ribuan tahun lalu bisa ada lagi ? Kalo di fikir untuk otaknya orang normalkan ga masul akal. Apalagi itu belum terbukti.
    Truzzz……. Mas juga ga percaya donk dengan isra mirajnya nabi Muhammad Sholollohu Alaihi Wa Sallam. Massa ada orang pergi ke langit ga pake apa2. padahalkan di zaman itu belum ada teknologi. Apalagi mo pergi ke langit. (pake onta kali ya mas)
    Saya pengen tahu menurut AKAL UNIVERSALnya mas sastro seperti apa coba ?
    Oya mas sastro!!! 1 Statement buat mas sastro (Gak pake kira2 lho)
    Mas sastro ni bukan ahlussunnah, salah satu ciri ahlussunnah adalah apabila ada sebuah perkara mereka mengembalikannya kepada dalil-dalil. Apabila dalil itu bertentangan dengan akal maka mereka tetap berpegang teguh kepada dalil (tentunya yang shahih).
    Jadi….gak pantes blog ni memakai nama salafy. Karena hanya membuat nista manhaj salaf saja. (untungnya bukan penistaan agama)
    Eit, e iya… satu lagi mas ketinggalan. Sekedar saran aja sih (kalo mo di dengarkan) Jangan kebanyakan menafsirkan agama dengan pemikiran sendiri deh… Baiknya di kembalikan kepada orang-orang yang berilmu. Bagusnya di kembalikan pemahamannya kepada para sahabat, tabiut, tabiut tabi’in. Tentang apa kata mereka tentang dalil-dalil (ayat-ayat al qur’an dan hadits2) tentunya melalui periwayatan2 yang shahih lho. Karena itu lebih menyelamatkan kita dalam memahami agama Islam yang mulia ini.
    Uda mas, saya cape berdebat ama mas sastro, gak ada habisnya. Mirip banget kayak saya debat dengan orang HMI, yang ilmiah dalam kosakata tetapi ga ilmiah dalam argumentasi dalil-dalil. Habis….. kebanyakan pake pendapat sih orang HMI nya dalam bicara agama.

    ——————————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Alhamdulillah jika anda bukan Wahhaby, tapi saya juga berharap anda juga bukan Wahhaby yang gak mau disebut Wahhaby ya mas…:P

    Pada poin pertama, saya sepakat dengan anda. Jadi saya gak terlalu banyak komentar. Walaupun ada sedikit keanehan dari kata akal yang anda kaitkan dengan ungkapan itu.

    Pada poin kedua, apa hubungan antara aka demonstratif dengan pengutusan para nabi dan rasul? Ini sebagai bukti bahwa anda kurang memahami antara akal individual dengan akal demonstratif. Mas, saya mau nanya, agar anda memahami perbedaan antara akal demonstratif dan akal iondividual/personal…..jika ada yang bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, apa jawaban anda:
    1- Hukumnya memukul orang lain apa?  Memukul secara umum
    2- Hukum memukul orang yang tidak bersalah dan dosa apa?  tahu bedanya dengan yang di atas khan?
    3- Hukum memukul orang yang akan menyakiti orang yang teraniaya secara fisik apa?  tahu bedanya dengan dua pertanyaan di atas khan?

    Jika anda cerdas maka anda akan tahu, apa beda pertanyaan 1, 2 dan 3…dan kira-kira apa jawaban orang waras berkaitan dengan no 3 dan 4? Apakah anda mengetahui jawaban 3 dan 4 menunggu wahyu dari Allah ataukan hanya cukup dengan akal murni (demonstratif) anugerah Ilahi pun anda juga tahu, sedang fungsi wahyu hanya pemberi ACC penilaian akal saja? Kenapa jika orang ditanya HANYA dengan pertanyaan no 1 mesti terdapat perbedaan persepsi? Mas, ini PR buat anda, agar anda bisa membedakannya, silahkan anda belajar epistomology, kalau anda bukan Wahhaby yang mengharamkannya….

    Anda mengatakan: “dalil itu bertentangan dengan akal maka mereka tetap berpegang teguh kepada dalil”, maka saya bertanya, apakah mungkin antar perangkat Ilahi (wahyu dan akal yang keduanya datangnya dari Allah) saling bertentangan? Apakah mungikin kita dalam al-Quran disuruh Allah berpikir (pakai akal) lantas ternyata di wahyunya (ayat) ternyata ada yang bertentangan dengan akal? Mungkinkah Allah bertindak secara non proporsional?

    Mas, adapun masalah mukjizat pada semua Rasul, iyu tidak bertentangan dengan akal (irrasional). Anda harus bedakan antara irrasional dengan supra rasional yang akal manusia belum mampu menangkapnya. Irrasional mustahil eksis di alam realita. Adapun supra rasional, ia eksis namun banyak yang belum tersingkap sebagai rahasia alam. Zaman dulu, orang gak ada yang percaya kalau kita katakan, pergi dari Madinah ke Palestina hanya dalam waktu –gak usah pakai buroq yang anugerah Ilahi- 3 jam. Namun setelah ada pesawat gimana, apalagi pakai pesawat super sonic….jadi dahulu, Makkah-Syam (Palestina) dalam waktu 3 jam itu supra rasional, namun sekarang? Ya sangat rasional mas…begitu juga dengan semua Mukjizat, walaupun belum sempurna betul penyingkapan manusia terhadap rahasia Ilahi pada setiap Mukjizat, paling gak, untuk pergi ke luar angkasa, berbicara dengan orang yang sangat jauh (via telpon), melihat gambar orang yang dikejauhan (via TV)..dst yang buat orang dulu adalah supra rasional maka sekarang menjadi sangat rasional.

    Makanya mas, belajar Islam yang baik dan yang bener…jangan hanya menerima konsep doktrin yang membikin bebal otak anda…..

    Sekali lagi, saya berharap, anda bukan Wahhaby yang gak mau disebut Wahhaby… aku mau nanya mas….koq ID yang sekarang gak pakai “sigit unmul samarinda SEMESTER 8” sich, kenapa mas, minder apa? 😛

    Masalah penguasaan ayat, hadis dan riwayat silahkan anda buktikan sendiri…selain kajian yang lalu saya telah menyebutkan beberapa ayat yang membungkam metodologi anda yang kacau balau dalam memahami ayat, dalam banyak artikel saya pun para pengikut sekte Wahabi juga gak bisa ngejawab mas….:D

  30. Ingat mas, perkara agama itu bukan perkara sembarangan, perkara agama itu taruhannya an nar dan jannah.jangan suka mendahulukan akal dari pada dalil. kelak anda akan di minta pertanggunjawabannya. sapa yang gak bosan berdebat ama anda, orang anda mainannya pake akal……………. melulu. Semestinya andalah yang lebih belajar agama yang baik, bukan orang-orang yang anda lawan. Seharusnya anda tau diri di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala

    ———————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Baik secara akal maupun teks (Quran dan Hadis, plus riwayat/atsar) Wahhaby tidak dapat mempertanggungjawabkan akidahnya…buktikan!

  31. Assalamu’alaikum mas Sastro,

    Sy cuman bisa berdoa, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan kepada Mas..untuk menyampaikan kebenaran secara utuh, Amiin.

    Wassalam,
    Dika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: