Dan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab pun Turut Dicela

Para ulama Wahhaby sepakat bahwa kitab karyanya (risalah) yang ditulis untuk menasehati adiknya itu diharamkan untuk dicetak dan dibaca. Buku itu digolongkan sebagai buku sesat, karena ia telah mengkritisi akidah adiknya yang dianggapnya telah keluar dari kesepakatan kaum muslimin. Orang-orang Indonesia yang pernah belajar di Arab Saudi, terkhusus yang mengikuti ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab (Wahhaby) akan tahu betapa bencinya para ulama Wahaby terhadap pribadi Sulaiman bin Abdul Wahhab.

———————————————————

Dan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab (Saudara Muhammad bin Abdul Wahhab) pun Turut Dicela

    Setelah membaca beberapa komentar yang ada, ternyata ada sebagian teman Wahhaby (pengunjung blog ini) memberikan komentar berdasarkan jiwa fanatisme yang bersumber dari hawa nafsunya terhadap ajaran Muhamad bin Abdul Wahab, dan tanpa didasari oleh kajian ilmiah terhadap sejarah hidup Muhammad bin Abdul Wahab bersama saudaranya, Sulaiman bin Abdul Wahhab, lantas menatakan bahwa di akhir hayat Sulaiman bin Abdul Wahab, ia akhirnya mengikuti dan membenarkan ajaran adiknya. Pernyataan ini sangat lucu dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

    Jika kita menengok di alam realitanya maka akan kita dapati bahwa, betapa kaum Wahaby Arab Saudi sangat muak dengan orang yang bernama Sulaiman bin Abdul Wahab al-Hanbali, saudara kandung Muhammad bin Abdul Wahab. Para ulama Wahhaby sepakat bahwa kitab karyanya (risalah) yang ditulis untuk menasehati adiknya itu diharamkan untuk dicetak dan dibaca. Buku itu digolongkan sebagai buku sesat, karena ia telah mengkritisi akidah adiknya yang dianggapnya telah keluar dari kesepakatan kaum muslimin. Orang-orang Indonesia yang pernah belajar di Arab Saudi, terkhusus yang mengikuti ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab (Wahhaby) akan tahu betapa bencinya para ulama Wahaby terhadap pribadi Sulaiman bin Abdul Wahhab.

    Dalam buku yang berjudul “Kutub Hadzara al-Ulama’ minha” (كتب حذر العلماء منها) yang dikarang oleh seorang Wahaby kontemporer yang bernama Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Aali Salman (cetakan Dar as-Shomi’i, Riyadh, Cet: I, Thn: 1415 H) diakui bahwa buku itu dapat menggoyahkan ajaran Wahabisme di wilayah Jazirah Arabiyah. Penulis menyatakan bahwa: “Kitab ini –yaitu kitab “as-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” karya Syeikh Sulaiman- memiliki dampak yang sangat negatif sekali. Dikarenakannya (kitab tadi, red) penduduk “Huraimala’” menarik diri (dari ajaran Wahabisme, red). Dan bukan hanya pada batas (wilayah) itu saja. Akan tetapi pengaruh kitab itu sampai pada wilayah “Uyainah”. Hingga orang yang mengaku memiliki ilmu pun di wilayah tadi (Uyainah) juga dilanda rasa bimbang dan ragu terhadap kebenaran dakwah ini (Wahhabiyah, red)” (Lihat; 1/271).

    Ternyata buku karya Sulaiman bin Abdul Wahab yang jika dilihat dari kuantitas dan kapasitas lembarannya tidak begitu banyak dan tebal, namun berhasil menggoyah ajaran dakwah adiknya, Muhammad bin Abdul Wahhab yang memiliki tulisan yang banyak itu. Buku yang layak dimiliki oleh setiap orang yang mencari kebenaran, pembasmi ajaran Wahhabisme. Buku ini dilarang di wilayah Saudi karena akan menggoyahkan status quo para ulama Wahabi (muthowwi’) yang sok benar dan sok monoteis (ahli tauhid). Tetapi kebenaran tidak dapat ditutup-tutupi. Walau buku itu dilarang di Saudi Arabia, namun masih bisa kita dapati di beberapa negara-negara Timur Tengah lainnya.

    Ini juga sebagai bukti kepada kita bahwa, banyaknya buku yang ditulis oleh seseorang bukan lantas membuktikan kebenaran ajarannya dan kehebatan orangnya. Buku kecil yang berlandaskan ajaran yang benar dan metode yang bagus sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah dan Salaf Saleh akan mampu menghalau buku yang berjilid-jilid tapi dibangun di atas kesesatan, seperti karya para ulama Wahhaby. Apa yang mereka tulisa dalam kitab yang berjilid-jilid itu adalah pengejawantahan dari apa yang diyakini dan diungkapkan melalui mulut mereka. Jadi kita tidak boleh silau hanya dengan sisi zahirnya saja. Bukankah Allah SWT pernah berfirman: “Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.” (QS al-Baqarah: 204)

    Dari sini jelas sekali bahwa, ternyata buku itu ditulis oleh Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab untuk menjawab dakwah ‘aliran dan sekte sesat’ (versi sang kakak) yang dikarang oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adiknya. Dan tidak ada bukti konkrit dan otentik –baik sejarah yang tertulis atau karya lain Syeikh Sulaiman- yang menunjukan bahwa Sulaiman bin Abdul Wahab di akhir hayatnya mengamini dan menyokong dakwah sang adik. Lantas, masihkah kaum Wahhaby memaksa diri untuk menyatakan bahwa Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab di akhir hayatnya menyokong dakwah adiknya? Dan terbukti, bisa ditanyakan kepada pelajar Wahaby Indonesia yang belajar di Saudi Arabia -khususnya- tentang bagaimana pendapat para guru mereka tentang pribadi Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Mereka akan mendengar cacian dan makian yang diarahkan kepada pribadi Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang bukan hanya tidak mengimani ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab, bahkan mengkritisinya dengan argument yang kuat, tegas dan ilmiah. Jika orang besar dan ulama mazhab Hanbali (Ahlusunah) seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab saja dicaci-maki dan dinyatakan sesat, apalagi orang seperti Sastro ini.

14 Tanggapan

  1. Mas aku masuk blog wahaby tapi komentarku dihapus dan dipulangin ke email aku. (curhat ya)

    Dulu ada orang saudi datang ke jakarta, saya bilang : saya mau belajar agama Islam di Saudi, tapi dia jawab: kamu shalat istikhoroh, semoga Allah beri jalan yang baik…. Saya dulu belom tau kalo ada wahaby2 di saudi, untung gak jadi.. sehingga gak jadi corong wahaby fanatis yang ikut-ikutan

    Ada alumninya yang ketika pulang mencela ustadz ngajinya waktu kecil, mengenai kitab sifat 20 yang diajarkannya….

  2. ass wr wb, mas sastro,sy mewakili jamaah masjid attaubah dukuh zamrud kota legenda bekasi. sejak 8 th lalu kami hidup rukun tenteram dan damai di atas manhaj aswaja asy’ariyah wal maturidiyah sebgmn dianut mainstream umat islam indonesia, namun sejak 3 th terakhir, jamaah kami banyak yang kerasukan wahaby, krn linkungan kami (pegawai2 dan eksekutif muda di perkotaan) adalah lahan empuk bg perkembangan wahaby yg berkedok salaf ini.bahkan mereka sempat merebut dan menguasai masjid kami. pertanyaan kami, dimana kami bisa mendapat kitab “as-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” nya syech sulaiman? sukur2 ada yg sdh terjemahan ke bhs indonesia, kami membutuhkan itu untuk jihad menyelamatkan masjid dan jamaah kami yang sudah terkena virus wahaby. alhamdulilah masjid sdh kami kuasai kembali dr tgn mereka, namun mereka masih berusaha menunjukkan eksistensinya, dmk tks, wass wr wb

    ——————————————-

    Sastro Menjawab:

    Waalaikum salam wr wb. Jika anda memiliki kenalan atau teman yang belajar di Tim-Teng terkhusus di Pakistan, Turkia atau Lebanon (untuk negara lain sauya kurang tahu) maka anda bisa memesan kitab tersebut. Group kami akan menerjemahkan buku itu ke dalam bahasa Indonesia (disamping buku-buku lainnya yang semisal), walau gak tahu siapa yang bakal mau mencetak dan menerbitkannya…maklum kita gak punya dukungan dana yang kuat seperti kaum Wahaby. Untuk sementara, anda bisa menprint-out beberapa artikel yang anda perlukan di blog ini dan blog lainya, lantas sebarkan ke segenap ikhwan dan remaja masjid, juga masyarakat sekitar.Waalaikum salam wr wb

  3. Duuuh ko sepi komentar yaa, biasanya cacian dan makian bersarang di sini… ada apa gerangan wahai para ikhwan, ana pengen dengar debat-debatnya…

    Apa ini postingan susah didebat?

  4. setuju mas sastro, kakaknya saja yang alim dicaci maki dan dinyatakan sesat,,apalagi orang-orang seperti kita,,massa Allah..

  5. Assalamu’alaikum Mas Sastro,
    Saya orang yg sesat didunia dan mudah2an diberikan jalan lurus bersama blog ini Mas dan Saya orang pertama yang menyatakan bahwa Mas Sastro lurus selurus2nya mudah2an Allah mendengar dan mengutuk orang2 yg menyesatkan Mas Sastro….amin

  6. Assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokatuh.
    Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah Azza wa Jalla maka tidak ada seorangpun yang dapat memberikan petunjuk. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang dapat menyesatkannya.
    Allahul musta’an, saudi adalah negeri tauhid dimana Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memulai dakwah di saudi dengan tauhid.Apakah kita menghukumi orang2 saudi sebagai wahabisme, sedangkan disana tersebar ulama-ulama Ahlus Sunnah yang terus berpedoman pada Alqur’an wa sunnah ala fahmi salafus sholih.Hendaknya ilmu qobla qouli wal amali sebagaimana dikatakan Al Imam Bukhori Rahimahullahu ta’ala.

    Semoga Allah memberikan hidayah taufik kepada anda semua dan kepada ana pribadi.Hadakumullah

    ——————————–
    Sastro Menjawab:

    Ahlusunah atau Wahaby, jangan samakan donk…Apakah Islam mengajarkan sistem kerajaan mas?

  7. salah kalo muak dengan seseorang, seharusnya kesalahannyalah yg perlu di kritis dan dibahas, bener ga mas sastro

  8. ass,sastro mkin pnter aj ya bkin crita boong….????
    ahlussunah kok skanya nybar finah….dasar sufi dolal…..pnymbah kbur……tkang bidah……kpn insaf kang sstro ktro…????

    ——————————-

    Sastro menjawab:

    Apakah cacian dan makian kaum Wahaby terhadap kelompok lain merupakan kebohongan?
    Apakah pembid’ahan dan pemusyrikan kaum Wahaby terhadap kaum muslimin yang tidak sepaham adalah kebohongan?
    Anda tidak obyektif melihat kenyataan yang terjadi di lapangan bro…cacian, makian, penyesatan, pembid’ahan dan penyirikan kaum Wahaby terhadap kaum muslimin yang tidak sepaham dengannya telah merebak. Lihatlah dan pekalah terhadap lingkungan wahai kaum Wahaby…!

  9. Mas Sastro coba baca Ta’awudz, mungkin ga akan ada cacian dan makian karna udah kepanasan duluan hihiii

  10. Menurut saya dinasti Saud yang menguasai tanah arab saat ini yang di dalamnya berada dua tanah suci Makkah dan Madinah adalah dinasti yang sangat cerdik. Kenapa? karena mereka paham betul terhadap keadaan umat islam…umat Islam akan cenderung mengagungkan tempat dimana di situ lahir seorang Nabi besar apalagi pembawa risalah terbesar dan terakhir. Maka ketika mereka berhasil mengalahkan musuhnya dalam sengketa wilayah dengan bantuan kolonial Inggris kemudian membangun fasilitas di kedua kota suci tersebut mereka lantas mendapatkan sebutan sebagai khadamul haramain. Posisi ini banyak masyarakat islam menganggap sebagai amanat dari Alloh. Sebagai dinasti yang dipercaya oleh Alloh untuk mengelola kedua kota. Dan inilah memang yang diingini oleh mereka…ketika umat Islam mempercayai ketinggian posisi dinasti ini maka apapun yang diproduksi oleh mereka bisa menjadi anutan. Bahkan banyak yang menyatakan sebagai negeri tauhid.
    Namun mari kita coba simak kisah-kisah pilu para pahlawan devisa kita…mereka mendapatkan siksaan yang pedih dengan tuduhan yang tidak berdasar sama sekali. Pengadilan mereka sama sekali tidak adil karena tidak pernah sekalipun memberikan hak bela terhadap tersangka dan mereka hanya menerima kesaksian dari majikannya saja.
    Pernah di majalah Nova tahun 2007 edisi dan bulan saya udah lupa, dikisahkan seorang pembantu dituduh membunuh orang tua perempuan dari majikannya. Ketika itu sang pembantu sedang menyiapkan bubur untuk sarapan sedang sang orang tua majikannya ada di dalam kamarnya. Tidak lama berselang datanglah majikan dan beberapa saudaranya alias anak-anak si orang tua yang sedang tidur dikamar.
    Ketika mereka memasuki kamar…didapati ibunya telah meninggal dunia. Maka dengan serta merta mereka menuduh si pembantu yang telah membunuh ibunya. Lantas mereka bawa ke pengadilan dan langsung dijebloskan ke penjara tanpa ada sedikitpun penyelidikan terhadap kasus ini. Beberapa bulan sang pembantu ini menikmati udara pengap tahanan dengan tambahan hukuman cambuk sebagai bagian dari interogasi dan jawaban yang diberikan tetaplah sama…tidak pernah membunuh. Akhir kisah sang pembantu dibebaskan setelah sekian bulan merana tidak jelas nasibnya kemudian dipulangkan tanpa sedikitpun bayaran yang dia terima selama dia bekerja.
    Kisah lain yang lebih dramatik sangatlah banyak….
    Beginilah hukum dijalankan di negeri yang banyak orang sebut sebagai negeri tauhid…dimana para ulama pemberi fatwa? penyelewengan terhadap pelaksanaan syari’at telah kental dilakukan…dimana para ulama?
    Ohh…mereka sangat sibuk mengajar para calon corong-corong wahabi…dari manapun
    Ahhh….diantara para calon corong ini ada yang dari Indonesia!
    Heee tahu ngga?…ada yang satu daerah sama TKW sial tadi….ironis

  11. menurut saya, apa itu namanya wahabi atau gerakannya adalah mirif dengan khawarij. sebab paham yang satu ini sering mencela para Ulama’ Ahlussunnah dan sering menikam saudara muslim. yang lebih parah lagi sampai menghalalkan darah sesama muslim yang tidak sepaham dengannya. adapun gerakannya sering mengaku-aku ahlussunah, namun ketika dikoreksi gerakan ini tidak mempunyai mazhab. padahal sangat jelas bahwa ahlussunnah adalah madzhabnya imam asyari dan al-maturidi. Buktinya orang wahabi tidak pernah memandang pendapat imam Ahlussunnah. paling banter menurut muhammad bin abdul wahab atau gurunya imam ibnu taimiyah. padahal orang ahlussunnah mazhab fiqhnya adalah hanafi, maliki, syafi’i, dan hambal. dan tidak ada dari empat imam yang mengakui Ibnu taimiyah itu sebagai penerus mazhab mereka. wallahu ‘alam.

  12. saya setuju ama andra_katong. Murni politik. agama telah dimanfataatkan oleh pemerintah/kerajaan sebgai tameng. akhirnya para wahabiyyun (mereka juga bangga kok dengan sebutan ini) meruntuhkan berhala yg menurut mereka menjadi sumber kesyirikan,churafat, bid’ah, dan taklid buta tetapi membangun kembali berhala yang lebih besar yaitu kerajaan dan ulama mereka sendiri sebagai rujukan utama aias taklid buta.

  13. al hamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya blog seperti ini, sebelumnya saya pernah membaca buku iktikod ahlussunnah yang di karang oleh seorang ulama indonesia dan sempat diterjemahkan dalam bahasa indonesia, ulama tersebut juga mengarang tentang 40 masalah agama, mohon informasi untuk kitab 40 masalah agama, jazakallah khoiron……

  14. Arab Saudi tdk hanya bermasalah dgn TKW & TKI qta, tp terhadap jama’ah haji sedunia khususnya jama’ah haji Indonesia.. makanya monopoli management dua tanah suci (Mekah & Madinah) dlm musim haji slama ini milik Arab Saudi mulai digugat oleh negara2 islam lainnya.. krn Arab Saudi dianggapg TDK BECUS..

    kedepan pengurusan dua tanah suci tsb akan dilakukan oleh beberapa negara2 islam.. sehingga tdk ada lg monopoli spt yg dilakukan Arab Saudi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: