Benarkah Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah Bertaubat?

Jika kitab “As-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” adalah merupakan surat teguran Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab terhadap adiknya (Muhammad bin Abdul Wahhab) secara langsung, namun kitab kedua beliau; “Fashlul Khitab fi Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab” adalah surat yang ditujukan kepada “Hasan bin ‘Idan”, salah satu sahabat dan pendukung setia nan fanatik Muhammad bin Abdul Wahhab (pencetus Wahabisme). Jadi ada dua karya yang berbeda dari Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang keduanya berfungsi sama, mengkritisi ajaran Wahabisme, walaupun keduanya berbeda dari sisi obyek yang diajak bicara. Dan tidak benar jika dikatakan bahwa terjadi perubahan judul dari karya beliau tadi. Karena ada dua buku dengan dua judul yang berbeda.

—————————————————-

    Benarkah Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah Bertaubat?

Salah seorang teman Wahhaby menyatakan bahwa di akhir hayat Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab –salah seorang ulama mazhab Hambali, saudara tua dan sekandung Muhammad bin Abdul Wahhab, pendiri Wahabisme- beliau bertaubat dan menyesali segala yang telah dilakukannya berupa penentangan keras terhadap ajaran adiknya, Wahabisme. Penentangan itu dilakukannya dengan berupa nasehat kepada Sang adik, baik melalui lisan maupun dengan menulis surat (risalah) yang selama ini dilakukannya atas keyakinan ajaran Sang adik. Bukti-bukti konkrit, kuat dan ilmiah telah beliau sampaikan ke Sang adik, namun apa daya, ikhtiyar menerima kebenaran bukan terletak pada tangan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Apakah benar Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab tobat dari memusuhi sekte ajaran adiknya yang dikenal dengan Wahabiyah itu?

Namun salah satu pendapat teman Wahaby tadi tidak sendiri. Sebelumnya, terdapat individu lain yang menyatakan hal yang sama. Bedanya individu Wahaby tersebut merupakan seorang penulis, bukan hanya seorang bloger ataupun yang hanya punya hoby mengintip-ngintip blog orang. Namun kesamaannya adalah, selain dia sesama pengikut Wahaby, ia juga sama-sama malu-malu (mungkin masih ragu dan takut salah) untuk menyatakan hal itu, karena tidak punya bukti konkrit yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Orang yang saya maksud adalah Khairuddin az-Zarkali yang bermazhab Wahaby asal Syiria. Dalam kitab “al-A’lam” jilid 3 halaman 130 dia menyatakan dalam karyanya tersebut; “Ada yang menyatakan bahwa Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah bertaubat dalam menentang pemikiran adiknya, Muhammad bin Abdul Wahhab”. Namun dalam bukunya itu dia tidak berani memberi isyarat tentang kebenaran pernyataan tadi, apalagi meyakininya dengan menyebut bukti-bukti konkrit. Hal itu karena memang ketiadaan bukti yang konkrit serta otentik akan ke-taubat-an Syeikh Sulaiman dalam penentangannya atas ajaran adiknya.

Ada seorang penulis lain asal Syiria yang juga menjelaskan tentang pribadi Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Dia adalah Umar Ridho Kahhalah pengarang kitab “Mu’jam al-Mu’allifin” (lihat jilid 4 halaman 269, tentang Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab). Cuman terjadi perbedaan di antara kedua penulis tadi sewaktu menyebut tahun wafat Syeikh Sulaiman. Al-Kahhalah menyebutkan bahwa Syeikh Sulaiman meninggal tahun 1206 Hijriyah. Sedang az-Zarkali menyebutkannya pada tahun 1210 Hijriyah.

Mengenai karya-karya Syeikh Sulaiman yang menangkal ajaran adiknya (Wahabisme), Al-Kahhalah dalam kitab “Mu’jam al-Mu’allifin” (jilid 4 halaman 269) menyebutkan judul kitab “As-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” (Petir-Petir Ilahi pada Mazhab Wahabisme). Begitu juga yang dinyatakan dalam kitab “Idhoh al-Maknun” (lihat jilid 2 halaman 72). Dan di dalam kitab “Idhoh al-Maknun” juga disinggung tentang kitab lain karya Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang berjudul “Fashlul Khitab fi Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab” (Seruan Utama pada Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab). Namun, surat panjang yang kemudian dicetak menjadi kitab yang sudah beberapa kali dicetak itu memiliki judul panjang; “Fashlul Khitab min Kitab Rabbil Arbab, wa Hadis Rasul al-Malak al-Wahhab, wa kalaam Uli al-Albab fi Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab” (Seruan Utama dari Kitab Penguasa dari segala penguasa (Allah SWT), dan hadis utusan Maha Kuasa dan Maha Pemberi anugerah (Muhammad SAW), dan ungkapan pemilik akal sehat pada mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab). Kitab ini telah dicetak di beberapa Negara; di India pada tahun 1306 H, di Turkia pada tahun 1399 H, di Mesir, Lebanon dan beberapa Negara lainnya.

Jika kitab “As-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” adalah merupakan surat teguran Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab terhadap adiknya (Muhammad bin Abdul Wahhab) secara langsung, namun kitab kedua beliau; “Fashlul Khitab fi Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab” adalah surat yang ditujukan kepada “Hasan bin ‘Idan”, salah satu sahabat dan pendukung setia nan fanatik Muhammad bin Abdul Wahhab (pencetus Wahabisme). Jadi ada dua karya yang berbeda dari Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang keduanya berfungsi sama, mengkritisi ajaran Wahabisme, walaupun keduanya berbeda dari sisi obyek yang diajak bicara. Dan tidak benar jika dikatakan bahwa terjadi perubahan judul dari karya beliau tadi. Karena ada dua buku dengan dua judul yang berbeda. Alhamdulillah, di perpustakaan pribadi kami, kedua kitab tadi tersimpan secara rapih dan menjadi salah satu koleksi berharga -dari sekian banyak buku dan referensi- dalam menyingkap hakekat Wahabisme, terkhusus Wahabisme (Salafy gadungan) yang berada di Indonesia.

Kedua surat itu walaupun memiliki perbedaan dari sisi obyek yang diajak bicara (satu buat sang adik, dan satu lagi buat pendukung fanatik buta adiknya), namun memiliki kesamaan dari sisi kekuatan dan keilmiahan argumentasinya, baik argument dari al-Quran, Hadis dan Salaf Saleh. Tentu sebagai seorang kakak, Syeikh Sulaiman tahu betul sifat dan watak adiknya yang hidup bersamanya dari semenjak kecil. Dia paham bahwa apa yang dilakukannya akan sia-sia, namun apa yang dilakukannya itu tidak lain hanya sebagai argumentasi pamungkas (Itmam al-Hujjah) akan segala perbuatan adiknya. Sehingga ia berpikir, dengan begitu ia tidak akan dimintai pertanggungjawaban lagi oleh Allah, kelak di akherat, sebagai seorang kakak dan seorang ulama yang dituntut harus sigap dalam melihat dan menyikapi segala penyimpangan, berdasarkan konsep “Amar Makruf Nahi Munkar” yang diperintahkan (diwajibkan) Islam.

Namun secara realita, usaha Syeikh Sulaiman tidak memberi hasil. Muhammad bin Abdul Wahhab tetap menjadi Muhammad bin Abdul Wahhab Sang pencetus Wahabisme, Syeikhul Wahhabiyah. Apalagi dia merasa di atas angin setelah mendapat dukungan penuh Klan Saud, dari sisi harta dan kekuatan. Sedang sejarah telah menulis bahwa kekuatan Klan Saud tadi didapat dari dukungan kerajaan Inggris, penjajah Jazirah Arab kala itu dalam memenangkan Klan Saud di atas semua kabilah Arab yang ada dan menentang keberadaan imperialis Inggris kala itu. Muhammad bin Abdul Wahhab tidak lagi bisa mendengar (tuli) dan melihat (buta) akan kebenaran argumen al-Quran, hadis dan ungkapan Salaf Saleh yang keluar dari siapapun, termasuk Sang kakak yang tergolong salah seorang ulama mazhab Hambali di zamannya. Segala usaha Syeikh Sulaiman terhadap Sang adik dan pendukung setia adiknya tadi ibarat apa yang pernah Allah SWT singgung dalam al-Quran yang berbunyi; “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk” (QS al-Qoshosh: 56). Karena orang-orang semacam itu (Muhammad bin Abdul Wahhab beserta pengikut setianya) ibarat apa yang telah disinggung dalam al-Quran:
Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?” (QS az-Zukhruf: 40)
Atau ayat:
Apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan” (QS Yunus 43).

Dari sini jelas sekali bahwa, kebenaran pernyataan yang menyatakan bahwa Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah bertobat merupakan pernyataan yang tidak berdasar. Karena tidak ada bukti konkrit dan otentik akan kebenaran hal itu, seperti bukti tertulis karya Syeikh Sulaiman sendiri atau paling tidak orang yang sezaman dengan beliau. Yang ada hanya pengakuan-pengakuan dari para ulama Wahaby kontemporer (yang tidak mengetahui ihwal meninggalnya Syeikh Sulaiman, apalagi hidupnya) yang menyatakan bahwa Syeikh Sulaiman telah tobat dan bahkan telah mengikuti bahkan menyokong sekte ajaran adiknya. Ini adalah pembohongan atas nama Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Semua itu mereka lakukan tidak lain hanya untuk membersihkan pengaruh negatif akibat pengingkaran kakak kandung pencetus Wahabisme yang akan memberikan image negatif terhadap perkembangan sekte Wahabisme ini.

Jadi, atas dasar itu jangan heran jika pengikut Wahhaby seperti Khairuddin az-Zarkali tidak berani dengan terang-terangan bahkan cenderung ragu dalam menghukumi kebenarannya. Apalagi ditambah dengan kenyataan yang ada di luar bahwa para pengikut sekte Wahhaby ini –terkhusus para dedengkotnya yang berada di Saudi, Yaman dan Kuwait- sangat membenci Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Jika Syeikh Sulaiman benar-benar telah bertaubat, kenapa ada kesepakatan (terkhusus antar ulama Wahaby beserta para santri mereka) untuk mencela dan menghina ulama mazhab Hambali (salah satu mazhab Ahlussunah wal Jamaah) ini? Jika mazhab Hambali (yang metode mazhabnya banyak diadopsi oleh Wahhaby) saja diolok-olok, bagaimana dengan mazhab lain Ahlussunah seperti mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i? Maka jangan heran jika para pengikut Wahaby akhirnya mudah mengolok-olok mazhab-mazhab resmi Ahlussunah wal Jamaah. Layakkah mereka mengaku sebagai Ahlussunah wal Jamaah?

[Sastro H]

NB:
Adapun orang-orang Wahaby kontemporer (tidak sezaman bahkan hidup jauh pasca Syeikh Sulaiman wafat) yang menulis tentang taubatnya Syekh Sulaiman bin Abdul Wahab dari penentangan ajaran Wahabisme (sekte bikinan adiknya) adalah:

“Ibnu Ghannam (Tarikh Nejed 1/143), Ibnu Bisyr (Unwan Majd hal. 25), Syaikh Mas’ud An Nadawi (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlih Mazhlum 48-50), Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Ta’liq Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 95), Syaikh Ahmad bin Hajar Alu Abu Thami (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 30), Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwa’ir (Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab Syaikh muftara ‘alaihi lihat majalah Buhuts Islamiyah edisi 60/1421H), Syaikh Nashir Abdul Karim Al Aql (Islamiyah la Wahhabiyah hal. 183), Syaikh Muhammad As Sakakir (Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab wa Manhajuhu fi Dakwah hal. 126), Syaikh Sulaiman bin Abdurrahman Al Huqail (Hayat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 26. yang diberi kata pengantar oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh), dll.”

Jika kita lihat masa hidup mereka semua, maka bagaimana mungkin mereka akan bisa memberi kesaksian atas pertaubatan Syeikh Sulaiman sedang mereka tidak sezaman bahkan jauh dari zaman Syeikh Sulaiman wafat? Mungkinkah (secara logis dan ilmiah) orang-orang itu mampu memberikan secara langsung (tanpa merujuk orang-orang yang sezaman dengan Syeikh Sulaiman) kesaksian pertaubatan syeikh Sulaiman? Silahkan pembaca yang budiman renungkan!?

Iklan

41 Tanggapan

  1. Mas Sastro…apa anda sudah baca kitab2nya Sheik Muhammad bin Abdul Wahhab ?…Kalo belum ..anda harus baca dulu…sebab kalo tidak..anda bisa menyesatkan orang..hanya karena anda mau memaksakan kelompok anda..hati2lah..ini urusan dunia akherat..

    ———————————————

    Sastro Menjawab:
    Jadi anda masih meragukan kami dalam menelaah buku-buku Ibn Abdul Wahhab itu? Keraguan anda itu tidak merobah kenyataan mas…Memang sulit dan berat menerima kenyataan kesesatan keyakinan yang sudah difanatiki secara buta,benar khan mas?

  2. Kalo Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak ada, juga tidak ada apa2 dengan Islam.

    Ngaku salafy tapi benci dengan ulama2 awal.

    btw. Sudah banyak tulisan dari mas Sastro, saya belum lihat jawaban yang ilmiyah dari wahaby yang ngaku2 Alim.

    Tobat deh… Amal masih sedikit, berani ngejelekin orang…. Gimana ya… minta maaf dengan Imam Ghazali, Imam Syafi’i, para ahli tarekat? Mas Sastro gimana caranya? Kasih tahu

    —————————————–

    Sastro Menjawab:
    Kita hanya bertugas memberitahu mereka saja mas…mau menerima atau tidak itu urusan mereka. Khan nanti ada pertangungjawabannya di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Itu pula yang sudah kami singgung dalam mencantumkan beberapa ayat di akhir tulisan di atas.

  3. As-salamu alaikum,

    Moga pemilik blog ini sentiasa dalam rahmat dan perlindungan Allah sentiasa. Moga terus teguh menyatakan kebenaran dan membuka kedok ajaran salafi gadungan.

  4. Ass Wr Wb,

    Ini bukan berita baru, mereka mengatakan hal yang senada terhadap sulthan Auliya Imam Junaid Baghdadi, juga terhadap Imam Abu Hassan Asya’ri, Imam Haramain, Imam Ghazali, Imam Fakhrur Razi dll.

    Kelompok Takfiri mengatakan para Imam diatas tadinya memiliki aqidah yang menyimpang dan akhirnya mereka bertaubat dan meyakini aqidah salafy ( entah salafy mana yang mereka maksud ? ).

    Mungkin 100 th lagi mereka akan menulis bahwa Mas Sastro memiliki aqidah yang menyimpang akan tetapi pada akhir hayatnya Mas Sastro Insaf dan menjadi seorang Wahabi sejati !

    Wassalam

  5. Mas sastro ini lebih banyak merujuk kepada orang2 yg menyimpang dari mengikuti ajaran2 imam yang empat dan menulis seakan-akan imamnya yg tidak benar. Padahal yang diperingatkan oleh sheikh abdullah bin abdul wahhab adalah kesalahan2 para pengikutnya. Banyak yg melakukan perbuatan kearah kesyirikan yg tidak diajarkan oleh para imam tsb. yaa..mudah-mudahan mas sastro tidak termasuk kelompok mereka. Dan mas Heri pun sepertinya mulai masuk dalam perangkap subhat..tulisan mas sastro..

    ———————————

    Sastro Menjawab:

    Menyimpang dari imam mazhab empat, atau menyimpang dari ajaran Wahabisme? Syeikh Abdullah bin Abdul Wahab, apa gak salah tulis? Apakah anda sudah membaca buku Syeikh Sulaiman atau katanya doang….? Jangan bicara atas dasar katanya dan tidak tahu dengan pasti mas…itu bahaya. Bakal jadi bumerang buat anda sendiri.

  6. Yang jadi miris adalah kenapa pula sudah menghina para ulama salaf mengakunya salafy duuuh kebohongan apa lagi ya mas … 🙂

    Ini perlu dibahas kayanya mas… asalusul nama salafy

  7. salam’alaikum wr wb.
    semoga ikhwah wa akhawatna fillah dlm keadaan sehat wal-afiat amin..maaf mas..neh kyknya agk lambat nanyakn maklum br tau web ini..saya perna membaca bahwa sanya firqah(kelompok)wahaby itu sebenarnya banyak yg ga tau asal mula munculnya penamaan wahaby tersebut,…padahal klo kita baca sejarah serta biografi dll yang menyinggung ttg syekh sulaiman bin abd wahhab..beliau itu ada seorang yang sangat alim,dan ber back round mazhab ahmad bin hanbal..beliau lebih byk mengikuti mazhab imam ahmad-lah,…nah kebetulan pada masa beliau itu,selalu menda’wahkan dan mutasyaddid terhadap orang2 yang tak melaksanakan ajaran2 syariat,..singkatnya beliau itu bener2 “tanhaa ‘anil fahsyaa wal munkar”.seperti itulah.
    nah dari situlah org2 sekelilingnya meng”claim beliau sebahagai wahaby..dengan menisbahkan dr namanya.dan org byk mengatakan bhwa beliau ada ajaran baru(firqah).wallahu’alam

    syukran wajazakallah
    as alkhairany

    ——————————-

    Sastro Menjawab:
    Mas, yang anda singung itu Sulaiman bin Abdul Wahab (sang kakak) atau Muhammad bin Abdul Wahab (sang adik). Antara kakak dan adik itu gak akur lho…Kakak selalu tegas terhadap adik yang pencetus Wahabisme itu. Jangan salah lho kalau ngomong….Semua sepakat bahwa yang disebut Wahaby adalah muhammad bin Abdul Wahhab, bukan Sulaiman bin Abdul Wahhab. Jika anda memiliki bukti lain bahwa Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab lah yang dijuluki Wahaby, silahkan anda buktikan di sini….

  8. za betul, `salafy gadungan` tu ngakunya mengikuti para salafus shaleh, para sahabat..
    tapi banyak khan amalan sahabat nabi yg tdk diakui mereka..
    mari terus buka kedok mereka mas sastro dkk..

  9. assalamu’alaikum wr. wb.

    Pengetahuan om sastro ttg asal mula nama, gerakan dan ajaran wahaby KOQ melebihi orang wahaby sendiri ya. Apa hal ini emang sudah menjadi agenda om ketika masih aktif & menyusup dalam wahaby.
    Dan sekarang…..
    dengan dalih “bertobat” dari ajaran wahaby, om sastro mau mempelajari aqidah ahlus sunah wal jama’ah dan menyusup untuk mencari celah lagi.

    ikhtitam :
    “politik (siyasah) itu suci, hanya orang kotor yang menganggap politik itu kotor” (KH. Saefuddin Zuhri, menteri agamaRI pertama).
    jadi……tolong om, jangan kotori politik dengan “warna lain” itu.

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    ————————————–

    Sastro Menjawab:

    Nt dari pada ngomong gak ngalor gak ngidul (gak tentu arah) yang nyingkap hakekat tahapan pengetahuan nt yang dangkal..lebih baik diam. Ana yakin, nt gak mampu menjawabnya, saran ana, nt diam, itu lebih menyelamatkan nt. Karena semakin banyak nt ngomong yang gak terarah maka semakin nampak siapa nt.

  10. Terima kasih akhina Sastro atas usahanya membuka kedok wahabi. Orang-orang wahabi memang ingin seenaknya sendiri. Mereka teriak2 melarang orang2 bertaklid, dia sendiri taklid ama ulama2 mereka sendiri. Sepanjang hidupnya golongan ini sibuk dgn tuduhan & kecaman thd kelompok lain yg berbeda dgnnya. Apa mereka gak pernah baca sejarah bahwa orang2 khawarij itu punya sifat yg mirip2 kayak mereka. Rasulullah sendiri telah memperingatkan kita thd golongan seperti ini, “Halaka al-mutanaththi’un. Halaka al-mutanaththi’un”. Untuk akhina Sastro, teruskan perjuangan anda. Semoga Allah meridhoi dan membantu usaha dakwah anda.

  11. Mbah Sastro,…….
    Sebenarnya yang menyimpang dari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab itu apanya to? Apa karena tidak sesuai dengan Al Quran dan Sunnah atau tidak sesuai dengan pemahaman sampean? Kalau sampean bisa membeberkan aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menyimpang dari Al Quran dan Sunnah,…saya rujuk dengan sampean. Seperti halnya imam yang 4, beliau-beliau akan rujuk kepada yang lebih shohih (benar menurut Al Quran dan Sunnah) jg perkataan2 beliau yang hampir senada, apabila datang keterangan/hadits yang shohih maka itu madzabku.
    Semua muslim itu bersaudara karena kalimat syahadat. Haram darahnya, kehormatanya dan hartanya.
    Apabila sampean hanya menunjuk-nunjuk saya untuk baca kitab ini kitab itu tanpa pernah mau menuliskannya di forum ini, supaya apabila benar atau salah bisa diketahui semua orang, anda sebenarnya cuma mau bikin kisruh saja kaum muslimin. Anda mengaku muslim, tetapi sebenarnya kaum zindik munafik. Tidak mau melihat umat muslim bersatu.
    Saya mencintai semua saudaraku muslim melebihi kaum kafir, siapapun.
    Silahkan beberkan keterangan sampean. Apabila tidak, sebaiknya sampean jgn pernah muncul dalam forum ini dan lainnya. Hal itu berarti sampean hanya ingin muslimin berpecah belah!!! Macem2 tak babat sisan sampean….

    ———————————————

    Sastro Menjawab:

    Ya lihat saja tho mas…saya mau bicara yang sudah saya cantumkan saja. Masalah tabarruk, ia dan pengikutnya menyatakannya itu syirik, gak punya dasar, dilarang oleh al-Quran, hadis dan Salaf Saleh. Trus mana buktinya? Kami akhirnya tulis dan buktikan bahwa al-Quran, riwayat dan Salaf Saleh telah menjelaskan dan membolehkannya…Bisa gak pengikutnya ngejawab? Tentu, satu persatu akan kita preteli di blog sederhana ini…pelan-pelan…

    Bagus kalau anda mencintai sesama muslim…itu perlu ditingkatkan dan disebarkan…Kita juga akan benci orang yang ngakunya muslim tetapi suka mengkafirkan orang muslim lainnya.

  12. mbah sastro….
    Lihat dalam misi visi anda :
    #
    SALAFY INDONESIA
    Menumbuhkan semangat saudara-saudara sesama muslim untuk menyingkap hakekat sekte Wahabi dan membersihkan akidah Islam dari polusi ajaran Wahabisme. Dan mengajak segenap kaum muslimin untuk membendung penyebaran “Sekte Pengkafiran” ini di seluruh pelosok Tanah Air Indonesia.
    Aqidah salafy dari ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab tidak mengkafirkan orang selain yang telah disebutkan oleh Allah secara dhohirnya sedangkan bathinya diserahkan kepada Allah. Tidak mengumbar kata2 kafir seperti yang sampean sebutkan. Cukup memahami dalil : barang siapa mengatakan kafir kepada yang lainnya, maka tiada lain kecuali akan berbalik kesalah satunya.
    Apakah sampean ingin mengganti Islam golongan Ahlul Sunnah Waljama’ah (salafy) dengan Islam golongan mbah sastro? Dibayar berapa anda oleh kaum orientalis sehingga dengan seenaknya mau memecah belah kaum muslimin?

    —————————————-

    Sastro Menjawab:
    Apakah selama ini saya pernah menggunakan kata muslim Syafi’i sehingga mengeluarkan mazhab-mazhab Islam lain seperti Hanafi,Maliki dan Hambali? Apakah saya hanya menggunakan kata muslim NU, sehingga mengeluarkan ORMAS-ORMAS lokal Indonesia lainnya?

    Apakah yang membuka kedok sekte Wahabisme pasti mendapat sokongan dana dari Orientalis? Apakah orang-orang seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab dan ratusan ulama Ahlusunnah lain dari berbagai mazhab dan negara muslim itu semuanya didukung dana oleh para orientalis? Coba dech baca sejarah kemunculan Wahabisme dan Kerajaan Saudi, buktikan, mana yang didukung oleh Orientalis dan dibonceng oleh Kolonialis, Wahabisme yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, atau yang anti Wahaby seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab beserta ulama Ahlussunah lainnya?

    Mas, tolong anda buktikan bahwa Salafy Gadungan (Wahaby) itu memang Ahlu-Sunnah? Dalam banyak hal -seperti masalah tabarruk dan masalah lainnya- keyakinan mereka tidak berdasrkan kepada Sunnah sama sekali, kalau gitu mereka lebih layak disebut Ahli-….(lawan sunnah).

  13. Mbah sastro
    Nampaknya sampean betul2 belum memahami aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang pengikutnya anda sebut dengan Wahaby (Salafy Gadungan)…..Sampean betul betul tidak mengetahuinya…….!!!
    ……………………………………………….(lanjutan komentar)……………………………………………………………………………..
    Syaik Abdul Aziz bin Baz mengatakan, org yg memusuhi Syaikh Muhamad bin Abdul Wahhab ada 2 :
    1. Golongan yg berada dalam kubang kesyirikan.
    2. Orang2 jahil yg tertipu juru dakwah kebatilan.

    Cocoklah anda memakai nama istilah SASTRO…..!!! Masyarakat biasa menambah kata-kata dibelakang nama sampean SATRO….NGGEDEBUSSSSS….(PEMBUAL)!

    ——————————————–

    Sastro Menjawab:

    Maaf, saya sengaja hapus copy-pate makalah anda yang panjang dan anda postingkan 3-4 kali itu. Untuk meringankan bobot hosting blog yang dibatasi pihak wordpress.com.

    Anda banyak menyinggung masalah permintaan Syafaat dan Istighatsah (tawassul) dalam tulisan yang anda copy-aste itu…sedang anda tahu bahwa masalah itu belum kita bahas secara rinci di sini. Bahas dulu tentang Tabarruk yang sudah kita bahas, kalau anda mampu menjawabnya dengan baik…?!

    Lho kok anda berdalil dengan Bin Baz yang juga dedengkot ulama Wahaby yang baru meninggal itu, ya jelas akan anda dapati ia akan membela panutannya (Muhammad bin Abdul Wahhab)…mana ulama dari mazhab lain (baik Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah atau Hambali tulen, bukan Hasyawiyah Hambaliyah yaitu sekte Wahaby yang sempalan dari mazhab Hambali) yang menjelaskan tentang keutamaan Muhammad bin Abdul Wahhab? Kalau orang seperti Bin Baz, Utsimin, Aali Syeikh, Jabrin, Albani…dsb yang tokoh-tokoh Wahaby, ya jelas mereka akan membela Syeikhnya. Kullu Hizbin Bimaa Ladaihim Farihuun

  14. Ini adalah komentar sampean yang menunjukkan sampean adalah jahil….
    Sastro H]

    NB:
    Adapun orang-orang Wahaby kontemporer (tidak sezaman bahkan hidup jauh pasca Syeikh Sulaiman wafat) yang menulis tentang taubatnya Syekh Sulaiman bin Abdul Wahab dari penentangan ajaran Wahabisme (sekte bikinan adiknya) adalah:

    “Ibnu Ghannam (Tarikh Nejed 1/143), Ibnu Bisyr (Unwan Majd hal. 25), Syaikh Mas’ud An Nadawi (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlih Mazhlum 48-50), Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Ta’liq Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 95), Syaikh Ahmad bin Hajar Alu Abu Thami (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 30), Syaikh Muhammad bin Sa’ad Asy Syuwa’ir (Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab Syaikh muftara ‘alaihi lihat majalah Buhuts Islamiyah edisi 60/1421H), Syaikh Nashir Abdul Karim Al Aql (Islamiyah la Wahhabiyah hal. 183), Syaikh Muhammad As Sakakir (Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab wa Manhajuhu fi Dakwah hal. 126), Syaikh Sulaiman bin Abdurrahman Al Huqail (Hayat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hal. 26. yang diberi kata pengantar oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh), dll.”

    Jika kita lihat masa hidup mereka semua, maka bagaimana mungkin mereka akan bisa memberi kesaksian atas pertaubatan Syeikh Sulaiman sedang mereka tidak sezaman bahkan jauh dari zaman Syeikh Sulaiman wafat? Mungkinkah (secara logis dan ilmiah) orang-orang itu mampu memberikan secara langsung (tanpa merujuk orang-orang yang sezaman dengan Syeikh Sulaiman) kesaksian pertaubatan syeikh Sulaiman? Silahkan pembaca yang budiman renungkan!?
    ———————————————–
    Apa sampean tidak tahu bahwa diantara beliau2 adalah murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang hidup pada zaman Syaikh Sulaiman juga?
    Sampean betul2 ingin memecah persatuan kaum muslimin!!!

    ————————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Kalau anda mau benar-benar ilmiyah, kini saya tantang anda untuk menjawab pertanyaan ini, jangan SABUN aja:

    1- Kapan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab meninggal? Dan kapan Muhammad bin Abdul Wahhab meninggal? Dulu mana yang meninggal, Sulaiman atau Muhammad?

    2- Mana dari sekian yang disebutkan di atas yang “murid langsung” (gak pakai perantara) Muhammad bin Abdul Wahhab? Kapan lahirnya murid dia itu dan kapan matinya?

    Jika anda bisa menjawab dengan baik 2 pertanyaan di atas ini (tentu dengan bukti2 ilmiah) maka akan ketahuan, apakah benar murid tadi tahu benar (kesaksian langsung) bahwa Syeikh Sulaiman telah bertaubat? Namun jika tidak, maka jelaslah kebohongan anda karena fanatik berlebihan terhadap syekh anda itu.

    Trus ada satu lagi, kenyataan di luar itu gimana? Kenapa para guru dan pelajar Wahaby yang ada di Saudi dan Yaman (yang saya tahu, gak tahu kalau di Kuwait atau Yordania) masioh suka mencela Syeikh Sulaiman…? Kalau memang beliau sudah tobat, buat apa masih dicela? Tolong jawab juga yang ini…!

  15. Tro………………………..apakah sampean sudah menjawab penyimpangan aqidah Syaikh Muhammad bin Adul Wahhab? Saya tunggu………………………….
    Sampean berkata…………..—————————–
    Trus ada satu lagi, kenyataan di luar itu gimana? Kenapa para guru dan pelajar Wahaby yang ada di Saudi dan Yaman (yang saya tahu, gak tahu kalau di Kuwait atau Yordania) masioh suka mencela Syeikh Sulaiman…? Kalau memang beliau sudah tobat, buat apa masih dicela? Tolong jawab juga yang ini…————————————————–
    Jawabanya sama dengan pertanyaan saya. Bagaimana Islam dikatakan agama yang rahmatan lil alamin,…..kenyataanya banyak yang melakukan bom bunuh diri dimana2. Siapa yang salah, hakim atau undang2nya ketika hakim menghakimi dengan hukuman yang keliru?

    ——————————————–

    Sastro Menjawab:

    Lho kok ditunggu? Sudah dari awal kita telah mengkritisinya….apakah Muhammad bin Abdul Wahhab membolehkan Tabarruk? Apakah ia membolehkan membangun kuburan? Apakah ia membolehkan perempuan ziarah kubur? Apakah ia membolehkan membangun masjid di sisi kuburan? …kok pernyataan sampean itu lucu tho?

    Maaf, 2 pertanyaan saya yang kala itu belum anda jawab lho…aku tunggu.

    Lho jawaban anda yang terakhir gak mengarah mas…khan itu Wahaby yang melakukannya, di pusatnya lagi…Anda pernah gak sich masuk langsung ke ma’had (pusat pendidikan) mereka? Kayaknya anda Wahaby lokal saja ya, yang hanya dapat pengajaran dari guru-guru lulusan LN?

  16. Mas Ridho bicara:
    Terima kasih akhina Sastro atas usahanya membuka kedok wahabi. Orang-orang wahabi memang ingin seenaknya sendiri. Mereka teriak2 melarang orang2 bertaklid, dia sendiri taklid ama ulama2 mereka sendiri. ……..

    Adji S ikut nimbrung:
    Sampai saat ini saya belum pernah tahu kalau kelompok Ahlus Sunnah mengkafirkan orang muslim lainnya. Dimana ya adanya…
    Tapi kalau di kajian, memang betul, tapi itu bunyi ayat Al Qur’an, bukan maunya Ahlus Sunnah.

    Dan setahu saya, Ahlus Sunnah tidak pernah taqlid kepada Ulama manapun, kecuali kepada Rasulullah. Pengikut Ahlus Sunnah selalu berittiba’ maksudnya semua ibadahnya didasarkan pada dalil yang kuat, yakni Al Qur’an dan Sunnah yang sohih.

    Sementara taqlid adalah mengikuti tanpa tahu dalilnya.

    Kalau ada kelompok pahamnya menyelisihi pahamnya Ahlus Sunnah, sangat dimungkinkan sandarannya bukan Qur’an dan Sunnah…….

    ——————————————-

    Sastro Menjawab:

    Ahlusunah yang anda maksud itu sekte Wahaby? Sejak kapan Wahaby masuk Ahlusunah? Buktikan donk kalau Ahlusunah! Terbukti dari dulu komentar2 teman2 pengikut sekte Wahaby ya gitu2 tock…gak ada dalil ayat dan riwayat. Kalau ada pun terkesan dipaksakan…pemerkosaan teks dengan menerapkan ayat dan riwayat yang obyeknya adalah orang non-Islam kepada kaum muslimin. Persis seperrti apa yang dilakukan imam mereka, Muhammad bin Abdul Wahhab. Buktikan bahwa kalian Ahlusunah atau Ahlu Takfir…!!!

    Gak taklid ama ulama tapi buku Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab selalu belai-belai dan diikuti tanpa reserve, apa itu gak taklid?

  17. Ibnu Taimiyah itu mengalami “krisis identity”. Maka tulisannya sering saling bercanggah. Ulama sezamannya amat tidak sependapat dengannya dalam banyak perkara. Banyak kitab2 Ibnu Taimiyah yg ditulis awal bebenturan dengan kitab2 yang ditulis belakangan. Pendapatnya ga konsisten dan ngalur ngidul. Ibnu Taimiyah telah dikategorikan sebagai “ulama yang bermasalah”.

    Muhammad bin Abdul Wahab itu mengambil banyak panduan dari kitab2 Ibnu Taimiyah. Mereka tidak sezaman ya! Kerana banyak ajaran Ibnu Taimiyah yang secocok dengan pandangan dirinya. Imam Wahabi ini mempunyai agenda tersendiri. Maka dia ambil semua fatwa Ibnu Taimiyah yang menyebelahi dirinya. Sedangkan fatwa2 Ibnu Taimiyah itu banyak yg telah berubah mendekati akhir hayatnya.

    Konklusinya ialah, Ibnu Taimiyah itu “Orang Yang Bermasalah” tetapi Muhammad bin Abdul Wahab telah jelas2 seorang penipu besar dan pengrusak ajaran Islam yang suci!

    Itu yang saya fahami dari ajaran guru saya al-ustaz wan mansor al-malizi.

  18. Alhamdulillah,
    saya baru membaca ada yang menulis artikel seperti ini,
    saya dukung Sastro! lanjutkanlah sebagai beberapa bacaan yang mempunyai referensi, yang menimbulkan sebuah wacana.
    buktikan dan buktikan terus..
    meskipun masih banyak lagi yang mendebat, sampai tak berhenti, dan pada ujungnya memang semua tergantung pada diri sendiri.. selama tidak menyimpang pada masalah furu.
    wslm.

  19. sekali lagi dukungan buat mbah eh kang sastro….
    moga panjang umur dan beramal salih…
    mau nanya nih…kalo tulisannya sayyid alwy almaliki apa juga diharamkan dan boleh dicetak di arab sana..?
    katanya “mafahim yajib antushohhah” judulnya

  20. Allahu akbar kebenaran akan terungkap….sekarang saya masih belum taw sih mana yang benar…..

  21. utk mengomentari mslh pebagunan terhadap kuburan22 org yg dianggab wali,sy tdk setuju besar.krn Rasulullah telah melarang membangun kuburan2. sebab hal itu sdh termasuk bentuk penyembahan terhadap kubur. harap kalian semua mentadaburi kembali AL-QUR’AN S.NUH. agar benar2tau dan tdk asal nyeplos omong kayak bebek pengkor.

    —————————————

    Sastro Menjawab:

    Silahkan anda baca artikel kami tentang “Membangun Masjid di sisi kuburan”….Apa definisi dan batasan anda dari kata “penyembahan” sehingga itu anda sebut sebagai bentuk penyembahan?

  22. utk sastro dan tjah ndeso” : anda belum tau ternyata bab mslh HUKUM. jd asal nyeplos juga. asal anda tau aj ya, bahwa HUKUM SELAIN YG ADA DI AL-QUR’AN ADALAH HUKUM KAFIR.dan wajib bagi setiap muslim utk menolaknya dan mengingkarinya. harap di baca S.AL MAIDAH AYAT 44. agar kamu tau tentang bgmn hukum org yg ridho terhadap hukum kafir(THOGUD), maka dia juga menjadi KAFIR. krn SYIRK dpt mengeluarkan seorang muslim dari agmanya.alias MURTAD.

    —————————————–

    Sastro Menjawab:

    “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (al-Maidah: 44), perlu dilihat:

    1- Ayat itu turun berkenaan untuk Ahli Kitab. Adakah anda menyamakan antara Ahli kitab dengan muslim?
    2- Apakah sewaktu Muhammad bin Abdul Wahhab berkoalisi dengan Klan Saud yang mendapat sokongan Inggris yang Kafir itu berarti telah berhukum dengan hukum Allah?
    3- Apakah sewaktu Saudi memberlakukan sistem kerajaan itu berarti telah berpegang terhadap Sunah Rasul? Bukankah Sunnah Rasul adalah penjelasan dari hukum Allah?
    4- Apakah sewaktu Saudi yang dibayangi oleh para rohaniawan Wahaby (muthowi’) berlindung di bawah ketiak USA yang kafir itu berarti telah menghukum dengan hukum Allah dan berlepas tangan dari toghut…apakah USA bukan Thoghut, kenapa dimintai pertolongan?
    Dan masih banyak lagi dech bukti ketidakkonsistenan Wahabisme….

  23. Tulisan dari yang Mulia dan Alim Syekh Sulaiman bin Abd, Wahab al-Hanbali rahimahullah adalah petir bagi pengikut Wahabi. Karena jelas sekali yang menetang adalah saudaranya sendiri.
    Saya pernah mendengar seorang salafy berkgotbah mengkritik ulama-ulama ahli tafsir karena banyak disisipi hadits dhaif katanya. Tp anehnya, yang khotbah jum’at itu baca Qur-an gak bertajwid…aneh kan??? baca Qur-an aja banyak salahnya dari segi tajwid, sudah berani mengkritik keras para ulama ahli tafsir……
    dasar…..sedikit ilmu, banyak membual

  24. Salafy dan Wahaby adalah terkutuk……..Tidak menghargai dan mengjormati peninggalan salaf, terutama kuburan sahabat Nabi dan para ulama.
    Kita bukan penyembah kuburan, tapi kita sebagai org beriman harus menghargai dan menghormati orang-orang yang dicintai Allah. Apalagi para sahabat nabi, penyambung ajaran NAbi. Kuburannya aja disepelekan, dengan kedok bid’ah dan syirik. Masya Allah…Ya Allah ya Tuhanku, Ampunilah kami, hancurkanlah dynasty Saud dan para Wahabiyyin. Gantikanlah dengan panguasa Sunny murni. Karena mereka, kami dicap orang dunia sebagai terorist.
    Kami cinta damai ya Allah…..Kami membenci apa yang engkau benci..Kami mencintai apa yang engkau cintai. Kami mencintai kedamaian.3
    Hancurkanlah para keturunan Musailamah al-Kadzdzab, tanduknya Dajjal, yakni dynasty Saud dengan Wahabiyyinnya. Para kaum Munafiq, pembikin onar, teror atas nama agam, yg mempermalukan Islam di dunia internasional. Amin amin amin
    Wassalam

  25. Assalamu ‘alaikum, pak Sastro.
    pada prinsipnya yang dicari adalah kebenaran, apalagi semua arsip pemahaman dienul haq sudah seperti matahari di siang bolong. alhamdulillah, ana punya buku ushul tsalatsa dan termasuk yang disyarh kelompoknya, yang ana cari yang berupa kebenaran. kalau ada penyimpangannya dalam medan hidupnya kita jangan ikut, sebagai pelajaran juga ana punya Al-wajibut. jadi yang menjadi tempat ‘ittiba hanya Muhammad Rasul Alloh. Hal yang berbahaya kalau sudah menganggap orang lain, imam, ulama adalah segala-galanya tanpa cacat berarti mereka ma’shum seperti Rosul, padahal contoh yang baik adalah Rosulloh.yang ma’shum.
    Kemudian dibelakang hari ada banyak kelompok pemahaman dan mereka saling serang dikarena perbedaan cara penafsiran atau ta’ashuf, lupa akan orang islam adalah bersaudara. saling nasihat-menasihati sesuai dengan kemampuan pemahamannya. orang badui kencing di masjid tidak langsung di marah oleh Rosul. tapi Ibnu Umar pegang/baca lembaran Taurot marah besar Rosulloh. Jadi ambil saja yang bisa bermanfaat dan tinggalkan yang mengajak kepada kerusakan. Jazakumulloh.

  26. Ulama salafi gadungan adalah ulama yg sekongkol sama yahudi. Saya sarankan sama wahabi indonesia yg anti dg berdoa berjamaah supaya jangan ikut israel. Kamu tidak sadar bahwa kamu itu diperalat musuh kita yaitu yahudi.Makanya hati hati, jgn taklid sama guru yg dtgnya kesiangan.Atau ulama akhir zaman yg ngikuti hawa nafsu.Atau ulama yg bangga dg org barat yg kafir situkang jajah.

  27. assalamualaikum
    alhamdulillah, Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa aalih wa shohbih.
    di kampus2 univ negri di kota saya (smrng) bnyk mhswa yg terpengaruh wahabisme. pada umumnya mrk sebenarnya adlh mhswa rantau yang igin menambah ilmu agama mrk. karena kemungkinan besar mereka tdk punya bekal ilmu agama yang cukup (masih awam), mereka dengan mudahnya menerima ajakan senior mrk yg ada di seksi rohani islam (rohis) yang 98.72 % diisi orang2 wahabi untuk bergabung. mereka yang awam itupun dicekoki dengan pemikiran2 wahabi.
    saya sendiri dulu sempat terpengaruh ajaran wahabi karena kurangnya bekal ilmu agama yang saya miliki. wktu sya masih mjd wahabi, tiap kali ada di dlm msjd, saya pandangi orang2 di sekeliling saya, di dlm hati saya bergumam :”di msjd ini, sayalah yamg paling pintar masalah agama, buktinya adlh saya pake sarung cingkrang(di atas mata kaki), orang lain sarung/celananya nutupin mata kaki, saya berjenggot, sedangkan orang lain tdk, saya tdk mau salaman sehabis shlat, sedangkan orang lain salaman semua, saya shlawt g pake sayidina, orang lain pake semua, saya doa sendirian tanpa mengangkat tangan dan mengusap wajah, sedangkan orang lain berdoa mengangkat tangan dan mengusap wajah, berjamaah pula…. singkatnya, hanya saya di msjd ini yang masuk surga, yang lain masuk neraka karena mrk semua adkah ahli bidah..” alhamdulillah,Allah memperkenalkan saya pada seorang habib yang lewat perantaraan beliau, Allah memberikan cahaya di hati saya. juga kpd para ulama di bbrp msjd & pesantren di semarang. akhirnya saya menyadari, ilmu saya benar2 dangkal. saya malu.. wahai tmn2ku yg masih terjerat dlam perangkap wahabi, sadarlah, islam tdk hanya membahas bidah.. islam itu luas.. bercerminlah.. lihat diri kalian dan orang2 sefaham kalian (maksud saya lihat fisik, g usah jauh2 lihat hati), apakah penampilan kalian dengan jenggot lebat, gamis, dan celana cingkrang itu tampak indah? jwb dengan hati nurani kalian, lalu tanyakan pd orang2 di sekeliling kalian.. wallahi,SAYYIDI RASULULLAH ITU INDAH..bukan sunah kalo tidak indah dilihat.. kalo kalian ditanya kenapa kalian berpakaian/berpenampilan seperti itu? lalu kalian mjwb “ini adalah sunah Rasul”, sungguh kalian telah memfitnah Sayyidi Rasul..entah kenapa, para habib & kyai2 yg benar2 sholih selalu tampak indah jika memakai gamis & sorban, sdngkan kalo orang salafy/wahabi yang pake, kesannya jadi lucu dan wagu, serem pula. kalian gembar-gembor “ikuti Al Quran”, tapi bnyk di antara kalian sendiri tdk bs bc AlQuran dengan benar.kalau kalian membaca AlQuran di hadpn guruku yang seorang hafidh sepuh yg metode mengajarnya masih tradisional, pasti kulit kalian udah merah2+gosong kena sabetan pecut beliau. bnyak di antara kalian menghina AlQuran dengan meletakkannya di lantai ketika kalian shlt. kalian anggap mushaf Alquran sama seperti koran, hanya kertas biasa yang ada tulisannya.sungguh, AlQuran & ahli AlQuran marah pad kalian.. akhir kata, bukalah hati nurani, introspeksi diri, terimalah nasehat orang2 sholih semacam para habib dan kyai2 agar Allah menerangi hati kalian dengan cahaya…

  28. Sikat terus ustadz, ane dukung dengan do’a. Wahabi itu telah mencoreng kemuliaan Islam dengan fatwa-fatwanya yang nyeleneh dan menimbulkan perpecahan.

  29. kepada akhi yusuf at-tarbany
    salam hangat……..
    saya sangat setuju dengan anda, aneh banget juga sih, kalo para wahabiyyin atau salafiyyin pakai pakaian ala mereka yang mereka sebut sunnah kok kelihatan dekil n gak bersih. banyak sekali saya lihat itu disekitar saya.
    Saya pernah lihat mahasiswa, sebelum jadi wahabi orangnya enak dipandang, tapi setelah jadi wahabi kok jadi dekil, gak terawat. ……..pokoknya dekil bin kotoer deh

  30. Orang wahaby itu tidak pantas untuk di nasehati Mas Yusus, karena mereka sudah buta hati, bagusnya di telanjangin aja keyakinannya seperti yang dilakukan Mas Sastro.
    Sagala rujukan, dalil, nama2 buka yang disebutkan Mas Sastro di sini/Log ini sudah cukup untuk dibaca dan di renungkan. Tapi memang ini masalah keyakinan biar Allah SWT yang urus selebihnya.
    Yang penting di sini “Beli apa yang mereka jual ” bukan begitu Mas Sastro…… ?

  31. kalian pasti gerombolan orang2 penderita TBC (tahayul, Bid’ah, Churofat ) yang takut akan aqidah salaf yang murni yang selalu mementahkan dagangan TBC kalian dikalangan umat sehingga kalian sangat benci terhadap syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang memang seorang Muwahid, seorang salafussoleh yang sebenarnya

    ————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Jika mengkriitisi Syeikh Anda itu dikatakan benci dan pengidap TBC maka pertama kali yg harus anda tuduh adalah ayah dan kakaknya sendiri….

  32. Alhamdulillah.., Allohumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa aalih wa shohbih.

    saya senang dengan tulisan Yusuf At tarbany..

    seperti itulah sedianya…

    to: Mas Sastro, salut atas semangatnya.., btw kalo nanti akan kasih komentar ke orang2 itu.., coba deh baca sholawat dulu (setelah bismillah dan hamdalah tentunya) dalem hati aja… mudah2an akan lebih ber-“hikmah”..

    Wallohu a’lam & mohon maaf

  33. tulisan di blog ini kayaknya berhenti ya? hayo mas sastro kita kuak yang sesungguhnya.

    ———————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Gak berhenti mas..cuman istirahat saja.

  34. Bismilahirohmanirrohim
    Assalamu alikum ..Wr Wb..

    Ma numpang nimbrung..

    klo mmg Muhammad bin Abdul Wahab itu betul2 mengikuti manhaj salaf sholih.. lalu mengapa ada artikel/buku yg diberi judul ‘Pelurusan Sejarah Muhammad bin Abdul Wahab’ , mengapa hrs diluruskan klo mmg sdh lurus (sesuai dgn salafus sholih), iya kan..??

    Judul ini mengindikasikan betul adanya bahwa Muhammad bin Abdul Wahab sdh coreng namanya dlm sejarah Islam sehingga perlu bagi pengikut2nya membalikkan sejarah dgn istilah PELURUSAN..

    Apakah ulama2 terdahulu (Imam2 Mahzab) dan ulama2 kontemporer (yg diberikan cap SESAT & KAFIR oleh paham Wahabi) pernah melakukan istilah ‘Recovery Name’
    atau semisal PELURUSAN..?? tdk pernah bukan..??

    Krn sejarah membuktikan bahwa mrk tdk seperti yg dituduhkan kaum Wahabi malah sebaliknya mereka adalh genuine Salafus Sholih. Bandingkan dgn ulama2 Wahabi yg oleh pengikut2nya krn taklid buta sering membuat buku2 dgn istilah PELURUSAN.. ada apa dgn ini semua..??

    Wassalam..

  35. salam..

    marilah kita belajar sejarah itu sejarah
    marilah kita belajar agama itu agama
    marilah kita belajar kebijaksanaan itu kebijaksanaan.

    sejarah mencatat kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu di negri Arab,begitu juga dengan sejarah di Indonesia..

    akankah kita selalu terbawa dengan sejarah negri orang lain namun sejarah kita sendiri Indonesia kita melupakannya..

    marilah kita bijak

    salam..

  36. Semoga Alloh memberi hidayah yang terang seperti melihat cahaya matahari di siang bolong kepada ustadzzzzz SASTRO, semoga Alloh tampakkan kebenaran di hadapan ustadz SASTRO……
    Kalo yang Engkau (ustzd Sastro) sampaikan semua memang kebenaran semoga menjadi amal baik, jika yang engkau sampaikan semua itu berupa fitnah dan dusta mengatasnamakan Alloh dan Rosul-Nya, maka ketahuilah bahwa itu lebih besar dari dosa Syirik dan semoga Alloh melaknat orang-orang yang berbuat demikian. AMIN.

  37. mas Yusuf,

    Terus jawabannya apa kalau ditanya “kenapa kalian jenggotan, pakai celana cingkrang pagai gamis ???”

  38. bertobatlah engkau wahai anak manusia,semoga kita sll diberi hidayahnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: