Beberapa Bukti Pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab

Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa. Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia.

———————————————————-

    Beberapa Bukti Pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab
    (Pencetus Wahabisme)

Setelah kita mengetahui realita yang ada bahwa, para pengikut Salafy (yang pada hakekatnya adalah Wahhaby) yang selama ini selalu menyebut sesat kelompok lain dengan dalih akidah mereka (non Wahaby) masih bercampur dengan keyakinan Syirik, Khurafat dan Bid’ah sehingga menyebabkan mereka merasa paling benar sendiri dan hanya sekte merekalah yang mewakili Islam sejati. Semua keyakinan dan prilaku sekte itu ternyata merupakan hasil taklid buta mereka terhadap pencetus Wahabisme, Muhammad bin Abdul Wahhab yang selama hidupnyapun telah melakukan pengkafiran semacam itu. Pada kesematan ini, kita akan sebutkan beberapa contoh dari pengkafiran yang dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kelompok lain yang tidak sepaham dengan keyakinan barunya (baca: Bid’ahnya).

Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Toghut (sesembahan selain Allah, red)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: “…kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thoghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj membawahkan beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372. Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum muslimin yang tidak menerima ajaran sesat sektenya dengan vonis “KAFIR”, sebagaimana yang pernah kita singgung dalam singungan surat yang ditulis Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Hanbali saudara tua dan sekandung Muhammad bin Abdul Wahhab, yang selalu menegur kesesatan adiknya.

Bukan hanya pengkafiran yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahhab, cacian, makian dan hinaan pun terlontar dari otak dan hatinya yang kotor yang ditujukan untuk para tokoh dan pembesar Ahlusunah, yang tidak setuju dengan ajarannya. Dalam kitab “Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” surat ke 34 halaman 232 dalam mengata-ngatai seorang tokoh yang bernama Syeikh Sulaiman bin Sahim, ia mengatakan: “Akan tetapi sang hewan ternak (bahim, arab) Sulaiman bin Sahim tidak memahami makna ibadah”. Seakan hanya Muhammad bin Abdul Wahhab saja yang memahamai ajaran tauhid dengan benar dan tidak menganggap benar dan menyatakan sesat pemahaman kelompok lain diluar Wahabismenya. Dan dalam kitab “Majmu’ Mu’allafaat al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” jilid1 halaman 90-91 disebutkan bahwa ia (Muhammad bin Abdul Wahhab) mengata-ngatai Syeikh Sulaiman dan menjulukinya dengan julukan “Sapi”, dengan ungkapannya: “Orang ini seperti Sapi yang tidak dapat membedakan antara tanah dan kurma”. Padahal dosa Syeikh Sulaiman bin Sahim adalah menolak dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab yang dianggap sesat dari ajaran dan ijma’ ulama Islam, terkhusus Ahlusunah wal Jamaah. Hal ini yang dinyatakan sendiri oleh Bin Abdul Wahhab dalam lanjutan kitab tersebut dengan ungkapan: “Karena mereka telah berusaha…untuk mengingkari dan berlepas tangan dari agama ini” (Kitab ar-Rasa’il as-Syakhsyiah5/167). Agama mana yang dimaksud oleh Muhamad bin Abdul Wahhab? Agama baru yang dibawanya, ataukah agama Islam yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW yang –dalam masalah tauhid dan syirik- dipahami dan disepakati oleh semua kelompok Islam, termasuk pemahaman kakaknya yang tergolong ulama mazhab Hambali? Apakah orang seperti Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab al-Hambali (kakaknya) atau Syeikh al-Allamah Sulaiman bin Muhammad bin Ahmad bin Sahim (wafat tahun 1181 H) yang salah seorang ulama dan tokoh besar di zamannya (sebagaimana yang telah disebutkan dan diakui sendiri oleh seorang Wahhaby kontemporer Abdullah bin Abdurrahman Aali Bassam dalam kitabnya “Ulama’ an-Najd Khilala Sittata Quruun” dalam jilid ke 2 halaman 381 pada Tarjamah nomer 191, cetakan Maktabah an-Nahdhatul Haditsah di Makkah al-Mukarramah, cetakan pertama tahun 1398 H), juga tidak memahamai konsep tauhid dan syirik yang dibawa oleh Islam Muhamad bin Abdullah (Rasulullah)? Apakah layak dia mengata-ngatai seorang ulama besar semacam itu dengan ungkapan-ungkapan kotor yang tidak layak diungkapkan oleh seorang muslim awam sekalipun, apalagi ini yang mengaku sebagai mujaddid (pembaharu) agama Islam? Lantas mana akhlak Rasulullah, akhlak Islam dan akhlak mulia agama Allah? Jika pengolok-olok semacam ini disebut sebagai “Pembaharu Islam“ maka jangan salahkan jika Islam menjadi obyek olok-olokan musuh-musuhnya. Untuk lebih mengetahui kenapa Syeikh Sulaiman bin Sahim mengingkari dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa saja yang diungkapkan Muhammad bin Abdul Wahhab kepadanya dengan bahasa yang kasar dan menunjukkan kebaduian prilaku Muhammad bin Abdul Wahhab, bisa dilihat dalam buku yang dikarya oleh seorang penulis Wahhaby kontemporer Dr Abdullah al-Utsaimin dalam buku karyanya; “Mauqif Sulaiman bin Sahim min Dakwah as-Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab” dari halaman 91 hingga 113 yang dicetak di Riyadh-Saudi tahun 1404 H.

Belum lagi kalau kita membaca buku “Al-Fitnatul Wahhabiyah” (Fitnah Wahabisme) karya Syeikhul Islam dan Mufti Besar Mazhab Syafi’i yang berdomisili di kota suci Makkah, Syeikh al-Allamah Ahmad bin Zaini Dahlan (wafat tahun 1304 H dan dimakamkan di Madinah) dimana beliau hidup di masa-masa ekspansi pemaksaan ajaran Wahabisme ke segenap jazirah Arab. Syeikhul Islam Zaini Dahlan menjelaskan bagaimana para pengikut setia Bin Abdul Wahhab (meniru pencetusnya) dalam pengkafiran kaum muslimin yang bukan hanya sekedar melalui ungkapan dan tulisan, bahkan dengan tindakan yang sewenang-wenang, bahkan pembantaian. Dan ternyata, sayangnya, kebiasaan buruk (sunnah sayyi’ah) itu masih terus dilestarikan oleh para pengikut setia dan orang-orang yang taklid buta terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengatasnamakan diri sebagai Salafy, bahkan mengaku sebagai Ahlusunah wal Jamaah. Jikalau sekte sempalan ini tidak mendapat dukungan dana, kekuatan militer dan perlindungan penuh dari negara kaya minyak seperti Saudi niscaya nasibnya akan sama dengan nasib sekte-sekte sempalan lainnya, binasa. Awalnya, sekte ini tidak jauh berbeda dengan sekte seperti al-Qiyadah al-Islamiyah yang baru-baru ini dinyatakan sesat oleh para ulama di Indonesia. Dan ternyata kaum Salafypun ikut-ikutan menyesatkan al-Qiyadah al-Islamiyah, padahal mereka mempunyai kendala yang sama, sekte sempalan yang dahulu diangap sesat. “Maling teriak maling”, itulah kata yang layak dinyatakan kepada kaum Wahaby yang mengaku Salafy dan Ahlusunah itu. Wahai kaum Wahaby, sesama sekte sesat dilarang saling mendahului dan saling menyesatkan.

Sekarang, masihkah pengikut Wahaby (yang berkedok Salafy) menanyakan bahwa Syeikh mereka tidak mengkafirkan kaum muslimin dan menampik kenyataan yang tidak bisa mereka pungkiri ini? Apa yang kita sebutkan di atas tadi adalah sedikit dari apa yang dapat disebutkan dalam blog yang sangat terbatas ini. Masih banyak hal yang dapat kita sebutkan untuk membuktikan pengkafiran Wahabisme terhadap kaum muslimin, disamping prilaku mereka yang sebagai bukti konkrit lain dari pengkafiran tersebut. Lihat bagaimana prilaku mereka pada setiap musim haji yang mengobral murah dengan membanting harga kata “Syirik” dan “Bid’ah” bahkan dibagi dengan cuma-cuma pada jamaah haji. Seakan para rohaniawan Wahhaby pada musim haji melakukan “Cuci Gudang” kata bid’ah dan syirik untuk saudara-saudara mereka sesama muslim.

Jika orang muslim telah dikafirkan dan orang besar (baca: ulama) seperti Syeikh Sulaiman bin Sahim dicaci-maki dan dihina oleh orang seperti Muhammad bin Abdul Wahhab maka jangan heran jika sekarang ini para pengikut setia dan fanatiknya (kaum Wahaby) juga turut mengikuti jejak langkah manusia tak beradab seperti Muhammad bin Abdul Wahhab itu. Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun. Makanya, jangan heran jika orang seperti Sastro ini lantas dibilang bodoh, munafik, zindik bahkan dinyatakan sebagai anjing. Itulah watak preman kaum Wahaby yang jelas tidak cocok dengan budaya Timur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang sangat menjujung tinggi etika dan adab (sopan santun), tidak seperti masyarakat Arab.

[Sastro H]

Iklan

58 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum………

    smoga hidayah dan rahmat Allah selalu atas kang Sastro dan kita semuanya………….

    kang sastro yang terhormat………………..
    setelah membaca blog ini aku baru tahu bagaimana itu wahabi (menurut pengetahuannya kang sastro)

    aku hanya ingin menyumbang saran pada kang sastro………

    jika mereka memang seperti itu, maka kewajiban kitalah untuk menasehati mereka, kewajiban kitalah untuk merangkul kembali mereka………..

    Nabi Muhammad SAW, sang akhaq mulia telah menunjukkan pada kita, bagaimana cara menasehati orang…………..

    Nasehatilah mereka dengan kata-kata yang halus…….tunjukkan budi pekerti yang baik pada mereka….

    Kalo kang sastro tidak suka gaya mereka yang suka menghina, maka kang sastro sendiri jangan ikut2an menghina/mencela donk………….
    aku telah baca kata2 hinaan yang keluar dari komentar2 kang sastro………(yang seharusnya tidak)

    Ingat kang……kemuliaan kita salah satunya dinilai dari perkataan kita………..

    dalam komentar kang sastro pernah menulis bahwa menasehati mereka dianalogikan seperti orang tua menasehati anak yang bandel, sehingga harus “dijewer/dipukul”, saya rasa itu keliru kang…..

    sering kata2 yang halus dan tutur yang lembut orang tua lebih menusuk di hati sanubari sang anak dari pada tindak kekerasan sang orang tua…………maka nasehatilah mereka dengan kata halus dan tutur yang lembut………

    Bukankah Nabi Muhammad telah menyuruh kita untuk berkata dan bertutur lembut…………bukanlah Beliau merupakan suri tauladan kita………………
    maka tirulah Beliau……………………

    mari kita luruskan akidah teman2 wahabi kita……….
    dengan kata dan tutur yang lembut………..

    smoga kita semua mendapatkan hidayah Allah……..
    amin…
    wassalamu’alaikum..

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:

    Terimakasih atas masukannya mas…
    Mas, saya setuju bahwa kita seorang muslim harus mengikuti akhlak Rasul yang tinggi dan agung.

    Tapi kita harus lihat sejarah mas, bagaimana Rasul murka dan marah hingga melaknat kaum Khawarij mendengar akan munculnya kelompok tersebut pasca wafatnya? Lantas, silahkan baca artikel kami tentang “Sisi-sisi kesamaan antara Wahaby dan Khawarij”. Dan kemudian, silahkan hubungkan dua pernyataan tadi; “Rasul murka dengan kelompok Khawarij” dan “Wahaby sama dengan Khawarij”, maka hasilnya; bagaimana jika kita harus memperlakukan Wahaby sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasul, pemilik akhlak mulia dan menjadi suri tauladan terbaik bagi umatnya?

  2. Dari Abū Dzarr, Nabi SAW berkata,
    “Shalat itu diputuskan dengan keledai, wanita (yang sudah baligh/dewasa) dan anjing hitam.” Abū Dzarr bertanya, “Ya Rasulullah, apa bedanya antara anjing hitam dan merah?” Nabi ` menjawab, “Anjing hitam adalah setan.” [Riwayat Muslim dalam Shahīh-nya I/365/510, Abū Dāwūd, At-Tirmidzi, dan lain-lain. Adapun tambahan “al-hāidh” maka disebutkan dalam riwayat Ahmad dan selainnya dengan sanad yang shahih.]

    Dari Abū Gosok, Nabi Hilir berkata,
    “Shalat itu diputuskan dengan ketidakkhusyukan dan hati yang tidak tenang sehingga masih tergoda dengan apa yang melintas didepannya.” Abū Gosok bertanya, “Ya Rasulullah, apa bedanya antara anjing hitam dan merah?” Nabi H menjawab, “Anjing hitam adalah yang berkulit hitam dan tetap saja anjing.” [Riwayat JiMuslim]

    BANDINGKAN!
    kepalsuan, kedengkian hati menampakkan keburukan sesungguhnya.
    dari
    Forum Komunikasi Islam ITB
    Komentar Anti Wahhabi :Menyamakan Wanita dengan Keledai dan AnjingDesember 17, 2007 pada 4:34 am
    salafyitb.wordpress.com

    JiMuslim on Januari 8, 2008
    Saya sangat prihatin dengan tulisan-tulisan (racun) diatas yang ditulis oleh ‘kata orang’ calon-calon teknokrat Indonesia.(ITB)
    SANGAT-SANGAT MEMALUKAN!
    Lebih baik bicara tentang cara berpikir/filosofi sarjana-sarjana yang telah berjasa menemukan teknologi yang mempermudah hidup manusia, katakanlah seperti Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Ibnu Rusyid, Aristoteles dll yang jelas-jelas bermanfaat

    JiMuslim on Januari 8, 2008
    Assalamu’alaikum Wr Wb

    THINK ‘A’ BLACK SWEET
    THINK ‘A’ BLACK HOLE
    THINK ‘A’ BLACK BOX

    alam terlahir sebelum kalam
    kalam terlahir sebelum kalimat
    kalimat terlahir setelah berakal

    lebih berarti manakah yang diucapkan oleh alam dengan manusia?
    manusia harus sadar akan keseimbangan alam karena dalam posisi ini kata-kata/dalil-dalil ala ’superman’ tak lagi bermakna, nasehat tak berarti apa-apa. dengan adanya sebab akibat (karma), manusia sudah diberi kesadaran dan pelajaran.

    yang paling mulia sekarang ini mewujudkan nasehat dengan tindakan untuk mengembalikan fungsi alam lingkungan hidup kita pada keseimbangannya dan hidup kita sangat bergantung pada-NYA

    Sunu Suhu Saha
    Jak Baridin
    Jak Allahu khair.

    DAYANG SUMBING on Januari 8, 2008
    Forum Komunikasi Islam ITB
    Desember 17, 2007 salafyitb.wordpress.com
    Komentar MENYAMAKAN WANITA DENGAN KELEDAI DAN ANJING

    ANAK DURHAKA!!! TAK PANTAS DILAHIRKAN!!!

    Tegar Sianipar on Januari 8, 2008
    bah! macam si malin kundang!

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Saudaraku, marilah kita buka mata hati kita untuk menerima kebenaran yang haq (Qur’an dan Sunnah). Kita lihat kembali ibadaha-ibadah kita apa sudah sesuai dengan yang dituntunkan/dicontohkan oleh Rasulullah. Kalau tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, itulah yang dikatakan bid’ah.

    Saudara2 kita para salafiyun mengingatkan kita karena cintanya kepada kita agar kita tidak tersesat. Karena kesesatan itu akan membawa ke neraka.

    Saudara2ku tidaklah kita saling caci, tapi mari kita koreksi ibadah kita. Misalnya “tahlilan”, adakah dicontohkan oleh Rasululah dan sahabatnya? Kalau tidak, berarti kita telah melakukan bid’ah. Janganlah kita mengatakan ibadah itu baik. Kalau ibadah itu baik, sudah pasti para sahabat sudah mengamalkannya.

    Semoga menjadi renungan

  4. Mungkin saja kang Sastro salah dengar kali….
    Karena para salafy itu belajar agamanya bukan dengan ceramah, tetapi dengan mengkaji. Jadi bisa mengkaji Qur’an, hadits Bukhori, Muslim, Riyadush Sholihin, Bulugul Maram, Fathul Majid, Fathul Bari, Tauhid, Sifat Sholat Nabi, dan masih banyak yang lainnya.

    Didalam kajian tersebut sering ditemui kata bid’ah, sesat, kafir dsb.

    Karena dalam kajian itu juga menggunakan pengeras suara, sangat mungkin ketika sang ustadz berbicara masalah bid’ah atau sesat tsb. mas Sastro atau temannya dengar bahwa tahlilan itu sesat. Karena mas Sastro mengamalkan tahlilan tsb, sepertinya mas Sastro merasa jadi tertuduh.

    Sedangkan itu mengkaji ilmu, tapi mas Sastro merasa jadi tertuduh…… Oleh karena itu marilah kita kaji Al Qur’an dan Hadits, dan selanjutnya kita amalkan.

    Dan setahu saya (karena saya sendiri bukan salafy) ustadz-ustadz mereka itu sangat -sangat melarang untuk mengkafirkan muslim yang lainnnya.

    Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya kepada kita semua. Amiin yaa robbil ‘alamiin.

    —————————————

    Sastro Menjawab:

    Mas, kok ip-id nya sama dengan B. Wisanggeni dan waktu penulisannya pun hampir bersamaan apa memang satu orang? Gak usah gugup, biasa, anda bukan yang pertama dan insya-Allah bukan yang akhir kok…

    Masalah ungkapan kata bid’ah, syirik dan kafir, jangankan di kitab-kitab itu, di al-Quran, Shohih Bukhari dan Shohih Muslim juga ada, tai tujuannya untuk apa? Agar kita seoptimal mungkin menjauhinya…namun yang jadi masalah adalah, apakah dibenarkan kita menuduh tanpa bukti yang jelas sifat-sifat buruk tadi untuk saudara kita sesama muslim atau menerapkan ayat-ayat/hadis-hadis tentang syirik dan bid’ah seenaknya kepada orang yang berbeda dengan kita? Apakah membid’ahkan dan menvonis seenaknya seorang muslim adalah sunnah Rasulullah ataukah sunnah kaum khawarij, anda baca kan sejarah khawarij? Mereka secara zahir sangat bagus, entah dari sisi kekompakan dan tata cara peribadatannya, sampai-sampai mereka dikenal dengan kaum jidat hitam…apakah anda akan simpati dengan Wahaby dengan sisi-sisi zahirnya saja? Lihat apa yang telah kami tulis di artikel2 kami, betapa tuduhan mereka tidak beralasan sama sekali.

    Maaf mas, tulisan yang telah kami cantumkan belum memasuki kajian tahlil, maulid, peringatan hari besar dsb…silahkan anda jawab dulu apa yang telah kami cantumkan. Tentu, kami tidak akan menjawab apa yang belum dijelaskan di sini, selain untuk menjaga keteraturan bahasan, juga menjaga keilmiahan kajian. Kalau harus menjawab setiap komentar yang ada dengan prosi keilmiahan maka selain akan membuang banyak waktu, jawabannnya acak (tidak tertib) dan seringnya, terjadi pengulangan pertanyaan dari orang lain yang baru membaca dan melihat blog ini.
    Itu saja yang bisa saya sampaikan. Maaf.

  5. ya akhi, antum mengutip dari buku orang-orang yang memang sepemikiran dengan anda. Sayang, ana kira ente mempunyai hujjah dan mengambil bukti dari kitab-kitab syaikh muhammad ibn abdul wahhab sendiri.

    Coba antum jangan mengambil sumber dari orang-orang yang memang pada dasarnya anti dengan “wahhabi”. Antum buktikan dari kitab-kitab syaikh sendiri.

    Adakah dikitab syaikh bukti bahwa dia pernah mengkafirkan setiap kaum muslimin yang tidak sepaham dengan dia?? Buktikan ya akhi…. jangan disembunyikan!!

    Silahkan berkunjung ke blog ana:
    http://muwahidin.wordpress.com/

    ———————————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Yah beginilah kalau anda terlalu fanatik buta terhadap syeikh anda itu, jelas salah masih dibela….hati-hati mas, itu sangat membahayakan diri, akal dan hati anda!
    Trus, kumpulan surat-surat pribadi (Rasail Syakhsyiah) itu siapa yang nulis dan siapa yang ngumpulin? Memang yang nulis dan yang ngumpulin adalah kakek saya dan yang bukan Wahaby…dan pencetaknya bukan Saudi yang Wahaby….
    Anda pernah lihat bukunya gak (saya gak tanya; “udah baca gak”)…kalau belum gimana anda memungkirinya?
    Sekarang giliran anda untuk membuktikan dengan tulisan ilmiah bahwa Syeikh anda itu tidak mengkafirkan kelompok muslim lain, dengan sandaran-sandaran yang netral!!! Tentu jika anda mampu.
    Insya-Allah dalam kesempatan lain akan kami tambahkan bukti-bukti lain tentang pengkafiran Syeikh anda itu…tunggu saja tanggal mainnya!

  6. Aneh pak ya, kenapa di muwahhidin.wordpress.com itu dia menulis bahwa Syeikh Sulaiman telah rujuk dengan adiknya tapi sumber-sumbernya dari orang-orang yang baru kemarin mati, atau bahkan sebagian masih hidup…gimana itu? Apakah mereka melihat langsung taubatnya Syeikh Sulaiman?
    Benar kata Sastro, gak otentik rujukan mereka…masa orang kemarin meriwayatkan kisah taubat syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab, aneh neh?

    —————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Yah begitulah mas, jika hati telah tertutup dengan debu tebal fanatisme buta…
    Lihat dan renungkan kembali artikel kami tentang benar-tidaknya pertaubatan Syeikh Sulaiman..

  7. @Sugeng
    Maaf mas, bukannya sastro pernah bilang bahwa kejadiannya belum genap 200 tahun. Gak semua sumbernya dari orang “kemarin”. Cek sendiri deh.

    Mas, apakah anda tahu bahwa Imam Bukhari mengumpulkan hadits-hadits Nabi setelah 200 tahun wafatnya Nabi?!

    Itu terserah anda percaya atau tidak, tapi bukankah diartikel tersebut sudah dikatakan bahwa, jika memang Syaikh Sulaiman tidak ruju’… lantas apakah otomatis dakwah Syaikh Muhammad pasti bathil karna ditentang oleh sang kakak??!!

    Untuk masalah artikel ini, Alhamdulillah sudah ada bantahannya. Lihat ke blog ana

    @Sastro
    Hanya untuk informasi, bahwa kami tidak akan pernah mau taqlid dengan salah satu ulama. Kami menghargai setiap ulama, berbeda dengan anda yang tidak ada rasa hormat kepada orang yang lebih berilmu dari anda. (Seperti yang ana lihat diblog anda ini)

    Wassalam.

    Silahkan berkunjung ke:
    http://muwahidin.wordpress.com/

    —————————————————————

    Sastro Menjawab:
    Waduh gimana sich…kok disamakan dengan Imam Bukhari? Imam Bukhari kan menyebutkan sanad hadisnya hingga sampai ke Rasulullah? Lha kalau orang-orang itu –lihat dan anda cek lagi kalau anda benar-benar membacanya langsung- menukil langsung tanpa merujuk kepada Syeikh Sulaiman atau orang-orang yang sezaman dengan beliau. Padahal di sisi lain, mereka tidak sezaman dengan Syeikh Sulaiman. Gak percaya? Lihat kapan mereka lahir dan kapan mereka mati? Saya sudah melihat blog anda, ternyata sanggahan gak terlalu baik. Selain anda tidak dapat menyebutkan orang-orang yang sezaman dengan Syeikh Sulaiman, anda juga tidak menyebutkan secara jelas redaksi ungkapan mereka satu persatu. Itu bukti bahwa anda tidak merujuk langsung ke buku-buku mereka (orang-orang tidak sezaman dengan Syeikh Sulaiman itu). Plus, ternyata apa yang terjadi di tengah-tengah pengajar dan pelajar Wahaby Saudi juga tidak dapat menjadi penguat pernyataan anda itu. Buktikan sendiri!

    Masalahnya bukan karena ditentang oleh sang kakak maka batil. Tetapi, kami ingin membuktikan bahwa, bukan hanya para ulama Ahlusunah dari mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi’I saja yang menentangnya, bahkan dari kelompok Hambali sendiri (konon Muhammad bin Abdul Wahhab dari mazhab ini) pun turut menentangnya. Siapa contohnya? Ya kakaknya sendiri. selain ada beberapa ulama mazhab Hambali lain yang turut menentangnya. Paham mas?

    Anda mengatakan; “kami tidak akan pernah mau taqlid dengan salah satu ulama”. Kalau anda (kaum Wahaby) tidak bertaklid berarti masing-masing berijtihad? Apakah anda tahu dan memiliki semua sarana untuk berijtihad? Mas, berijtihad bukan hanya cukup berbekal sedikit pemahaman kaidah bahasa Arab doang lho…Bahasa Arab adalah salah satu sarana, bukan satu-satunya sarana. Apakah setiap kaum Wahaby (yang mengharamkan taklid) memahamai dengan baik ilmu-ilmu seperti: Balaghah (Ma’ani, Bayan, Bede’), Rijal Hadis, Mustalahtul Hadis, Tafisr Ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan Al-Ahkam As-Syar’iyah, Ushul Fiqih…dst? Saya yakin -gak usah jauh-jauh- anda sendiri tidak menguasainya dengan baik, betul kan? Atau bahkan mungkin belum pernah belajar? Gitu kok ngaku gak bertaklid…malu ah!

    Lagi pula, kenapa dalam banyak hal anda (kelompok Wahaby) mengikuti apa-apa yang diungkapkan oleh Lajnatul Buhuts wal Ifta’ yang berada di Saudi itu, apa itu gak taklid sedang mereka (anggota lajnah) berfatwa? Apa arti Lajnatul Ifta’ kalau gitu, fatwa khan msti ada yang mengikuti, apa yang mengikutinya itu bukan berarti taklid? Jika anda masih tetap menyangkal maka harus anda definisikan lagi apa itu taklid dan apa itu berfatwa? Jadi mana bukti bahwa kalian gak bertaklid mas…Mana buktinya mas?

    Anda juga mengatakan; “Kami menghargai setiap ulama” . Ulama Wahaby saja atau semua ulama Islam? Kalau ulama Wahaby saja, ya gak usah ngaku-ngaku menghormati “SETIAP” ulama. Semua kelompok bakal menghormati ulamanya, kullu hizbin bimaa ladaihi farihuun. Kalau anda mengaku menghormati semua ulama Islam, maka buktikan dengan menghormati ulama seperti; Syeikh Yusuf Qardhawi, Sy Qutb, Jamaluddin Afghani, Hasan al-Banna…dsb kalau memang pengakuan anda benar! Dan terbukti, diberbagai blog dan situs Wahaby sangat menjelek-jelekkan mereka (ulama selain Wahaby) khan? Ngaku aja mas, gak usah malu-malu..gitu aja kok repot.

  8. hajar trus…..bleh…
    kutip garis besarnya kata2 para sahabat seperti Ali bin Abi Thalib KW
    “membuktikan kesalahan org BODOH itu mudah, akan tetapi menyadarkan org Bodoh itu sangat sulit”

    adagium ini bener juga utk para wahaby….

  9. sy pernah ngaji dgn salah seorang Ustadz, kalo ga salah dulu ustadznya pake kitab “Irysadul Ibad” sy lp pengarangnya..pk ktb gundul…Jika seorang menyatakan kafir kepada seorang muslim..maka orang tsb sudah masuk kedalm ke kafiran.
    So..sbagai muslim kt harus barhati2 menyatakan kafir kepada saudara seakidah.

  10. ana muak ama wahaby,
    mereka katakan kita bid’ah TANPA tau makna dari bid’ah itu.
    mereka katakan kita syirik TANPA tau makna dari syirik itu.
    mereka hujat auliya’, ulama, habaib, dengan sebutan sebutan keji.
    mereka hinakan ahlussunnah wal jamaah, tapi mereka mengaku sebagai ahlussunnah wal jamaah.
    mereka sangat menikmati beridiri diatas hawa kematian saudaranya sesama muslim.
    mereka sangat menikmati menyembelih leher orang orang yang di dalam hatinya mengucap “LAAILAAHAILLALLAH MUHAMMADURRASUULALLAH”.
    mereka sangat menikmati fulus dari para pemecah belah islam.
    WAHABY…SALAFY…atau apapun kalian menyebut diri kalian, baca tulisan mas sastro dan renungkan dengan akal sehat.
    WAHABY…SALAFY…atau apapun kalian menyebut diri kalian, ingat, ada hari nya nanti kami akana menuntut kalian dihadapan Allah dan Rasul-Nya.

  11. Maaf ikut nimbrung, saya juga sudah baca al-Muwahidin dan saya lihat tulisan anda melebar serta kurang berhubungan kecuali pernyataan ‘apakah kalau sang kakak tidak sepakat lalu berarti sang adik salah?’ dan inipun sudah dijawab oleh mas Sastro.
    Persoalan yang saya anggap penting adalah anda (al-muwahidin) menganggap semua yang keluar dari Ibnu taymiah dan Muhamad b abd Wahab adalah kebenaran semata selain darinya adalah batil. Hal ini menunjukkan bahwa anda menganggap keduanya adalah nabi yang tidak bisa salah. kalau benar demikian maka anda dalam masalah besar, kalau tidak, maka seyogyanya anda tidak membela kesalahan yang dilakukan oleh keduanya secara membabi buta.
    maaf mas Sastro kalau salah tempat bertanya

  12. assalamu’alaikum wr. wb.

    om sastro koq jadi wahabyphobia sech.
    Apa mungkin emang sengaja om perhitungkan agar umat Islam juga wahabyphobia. Kemudian ketika dalam kominitas wahaby, om menciptakan sunny/syi’ah-phobia.
    om…salah besar ketika berbicara dengan perhitungan2 dan bahasa rasional, ada bahasa yang tidak bisa diterima nalar karena emang akal manusia tuh dangkal, yakni bahasa iman.

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:

    “perhitungan2 dan bahasa rasional, ada bahasa yang tidak bisa diterima nalar karena emang akal manusia tuh dangkal”, kalau akal nt ya dangkal..tapi apa akal orang lain seperti itu? Hanya orang goblog yang mengeneralisirnya. Kalau dangkal semua, kenapa Allah berulang-ulang dalam al-Quran berfirman: “Apakah kalian tidak berakal?”. Pahami dan renungkan ini cah Semarang, “jika kamu punya akal”!.

    Jadi ana ulangi lagi buat nt: Nt dari pada ngomong gak ngalor gak ngidul (gak tentu arah) yang nyingkap hakekat tahapan pengetahuan nt yang dangkal..lebih baik diam. Ana yakin, nt gak mampu menjawabnya, saran ana, nt diam, itu lebih menyelamatkan nt. Karena semakin banyak nt ngomong yang gak terarah maka semakin nampak siapa nt.

  13. Assalamualaikum,

    Masalah Syaikh Sulaiman, saya katakan: Tidak semua orang yang ditentang itu adalah orang yang salah, dan yang menentang itu diatas kebenaran.

    Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar
    karna pemahaman yang salah

    Dan tentang taqlid, sepertinya anda tidak mengerti makna dari taqlid itu sendiri. Sedangkan Lajnah Daimah adalah sumber ilmu, dimana para ulama mengeluarkan fatwa dengan menggunakan dalil dengan pemahaman salafus salih.

    Anda sepertinya tidak mengerti apa yang saya ucapkan sebelumnya. Saya tidak suka berdebat karna Allah, dan Rasulullah juga tidak menyukai orang yang suka berdebat.

    Silahkan lihat saja penjelasan-penjelasannya di blog saya. Kita buktikan siapa yang mempunyai dalil (bukti) yang dapat dipercaya… Saya harap anda juga mempunyai bukti jika ingin menuduh, jangan berbicara tanpa dalil.

    Akhirul kalam,
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

    ————————————————————————

    Sastro Menjawab:
    Waalaikum salam.
    Itu khan sudah saya jawab mas… Memang tidak semua yang beliau tentang mesti salah. Tapi bagaimana dengan kesepakatan para ulama Ahlusunah (dari 4 mazhab Islam) itu? Ini yang belum anda jawab. Kenapa mereka sepakat? Ini ada tanda tanya besar yang harus anda jawab, buktikan, jika anda memang tergolong kelompok yang benar!

    Buktikan bahwa pemahaman saya tentang taklid salah…silahkan definisikan kembali apa itu taklid dan apa itu fatwa (yang hasil ijtihad)? Ini juga belum anda lakukan (jawab).

    “Lajnah Daimah adalah sumber ilmu”, lantas dari mana tolok ukur kebenarannya? Apakah benar mereka berdasar “dalil dengan pemahaman salafus salih”? Apakah Salaf Saleh melarang perbuatan Tabarruk yang diharamkan oleh Lajnah Daimah itu? Perlu bukti lagi…Lihat artikel-artikel kami tentang “Legalitas Tabarruk”

    “Saya tidak suka berdebat karna Allah, dan Rasulullah juga tidak menyukai orang yang suka berdebat”, apakah benar Allah dan Rasul tidak menyukai orang berdebat (diskusi) dalam mencari kebenaran? Coba lihat ayat: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka (jidal: debat/diskusi) dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS an-Nahl: 125). Yang dibenci oleh Allah adalah berdebat dengan orang kafir (non muslim) yang tidak handak mencari kebenaran, bukan sesame muslim untuk mencari kebenaran. Jangan salah lho dalam menerapkan ayat, nanti anda terjerumus lagi ke pengkafiran orang muslim. Atau jangan dibikin ayat-ayat yang melarang berdiskusi (dengan orang-orang kafir) tadi untuk lari dari diskusi dengan orang yang ‘mampu’ mengkritisi ajaran anda, dan hanya berani dengan orang awam.

    Apakah tulisan saya tentang hal ini tidak memiliki dalil? Silahkan lihat kembali dan cek kebenaran ungkapan anda itu.

    OK, biar para pembaca yang budiman yang akan menilai, tulisan siapa yang lebih ilmiah dan rasional? Penilaian kita serahkan kepada para pembaca.
    Wassalam

    NB
    Blog anda bernama Muwahhidiin khan? Tuh ada tantangan untuk menjawab masalah Tabarruk, kalau anda tergolong monoteis sejati? Tapi jawab juga beberapa pertanyaan di komentar saya kala itu. Apakah anda masih tetap tidak bertaklid dan sudah menguasai semua disiplin ilmu yang diperlukan dalam berijtihad?

  14. Jika wahabi itu seperti yang sastro katakan, trus apa bedanya pengikut wahab dng pengikut sastro?Sungguh jika aku ikut sastro tanpa di teliti dulu kebenarannya pasti aku di sebut taqlid ama sastro, dan klo mengikuti wahab tanpa di teliti pun taqlid juga ya? Karna ajaran sastro aku dah baca di sini, sekarang tinggal nyari ajaran wahab, trus aku bandingkan. Wah kaya nya masalahku udah mau beres nich. He he

    ————————————————

    Sastro Menjawab:
    Bedanya pengen tahu? Kalau aku hanya menyampaikan akidah kesepakatan ulama Ahlusunah aja sedang Wahabisme adalah sekte sempalan mazhab Hanbali yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Aku hanya penyampai bukan pembikin…

  15. hay ahlul bid’ah jangan kau ngaku sebagai salafi wahabi. di balik topeng kebid’ahan mu

    apa maksud antum dari tulisan antum itu………………………………………

  16. siapa yang ngaku2 wahaby??? maksud tujuan semua tulisan ini bisa anda baca sendiri…

  17. Ketika suharto meninggal sebetulnya saya lagi nunggu2 fatwa dan demonya pada wahabiyyun untuk mengatakan TAHLILAN ITU BID’AH / SESAT, tapi kok gak nongol2.

    TAKUT????

  18. subhanalloh… abu alkayyis koq ngomongnya gitu???

  19. Lanjuuut terus mas sastro mdh2 an pada terbuka mata lahiriahnya dan mata hati para wahabi nya dan emang bener kok para wahabiesme paling demen mengkafirkan muslim yang lain kaya surga milik mereka ajah padahal ALLAH SWT menciptakan surga untuk orang2 yang bertakwa ya kan mas sastro

  20. Tro…Sastro…….
    Bikin website kok tujuannya sudah jelek! Ndak usah menilai wahabi dan lain2 itu keliru kalau tida podho sama kowe. Nilai dulu ibadahmu wis sesuai Al Quran dan as Sunnah belum? Kalo belum sesuai cari ilmu yang banyak ben kowe ngerti. Kalau wis sesuai…tingkatkan. Gak perlu mbiji orang lain dulu sebelum kowe tahu dengan persis. Kabeh org mengaku ahlul sunnah wal jama’ah (salafiyah/salafy/firqotun najiyah/golongan sing selamat), tapi sing pirso kowe2 kabeh termasuk golongan iku hanya Allah sing pirso.
    Tro…Sastro……
    Tiwas kowe menilai org sing ikut dakwahe Muhammad bin Abdul Wahhab iku keliru…..nganti susah2 golek dalil werno2, tuku buku macem2,…nggawe website buat cari dukungan…..ndak ada gunanya kalao kowe dalam ibadah belum sesuai Al Quran dan Sunnah. Contone gampang, kalao kowe mengganggap orang lain menyimpang…..yo kowe gak usah melu! Titik. Ndak usah kowe membeberkan aib2 wong lain. Lha kalo jebule sing kamu anggap salah malah benar dan yang kamu anggap benar adalah salah, opo kowe gelem ngakoni/rujuk? Tidak mungkin to?
    Lha kalao kowe tahlilan, yasinan, towaf ning kuburan, tawasul ngganggo perantara wong sing sudah kowe anggap benar dan sesuai dengan Al Quran dan Sunnah,….lakukan terus…..Kowe sing bakal mempertanggung jawabke dihadapan Allah.
    Tro….Sastro…..
    Aku ngerti kowe sebenarnya siapa. Sopo2 sing dibalik jenengmu aku jg ngerti. Opo maksudmu aku jg ngerti. Opo tujuanmu aku juga ngerti.
    Tro ….Sastro…..
    Yen ada orang duwe pendapat kebalikan dari pendapate kowe…ojo kamu anggap iku mesthi keliru. Yen ono wong ngomong atau kowe moco buku jgn kowe anggep ning buku tersebut mesthi bener. Selidiki dulu kebenaranya!
    Tro….Sastro……
    Seumpomo kowe debat dengan golongan wahabi sing tenan….awakmu ndak ada sekuku hitame. Pedhot dalil kowe.

    ——————————————–

    Sastro Menjawab:

    Anda mengatakan: “Aku ngerti kowe sebenarnya siapa. Sopo2 sing dibalik jenengmu aku jg ngerti.”. Apa memang nt tuhan, tahu segala sesuatu…? Nampak sekali kebohongan dan sok tahunya kelompok Wahaby ini….ini bukti kecil dari hal itu. Orang kalau gak bisa jawab itu ya macam-macam jalan untuk melarikan diri…salah satunya “Sok tahu” kayak orang di atas itu..

  21. Buat Sampean yang baca buku Fitnatul Wahhabiyyah nih keteranganya:
    1. Muhamad Basyir as-Sahsawani (wafat 1326), dia mensifati buku Dahlan sebagai buku yg bathil, hina, dan rendah, penuh kebohongan dan kebathilan.
    2. Syaikh Shalih bin Muhamad asy-Syisyri dlm kitabnya Ta’yid al Malik al-Mannan fi Naqdhi Dhalalat Dahlan. Dikatakan bahwa buku tsb (Dahlan) merupakan risalah yg hina, kotor lagi keji. Berisi kedustaan dan tuduhan kosong, dan menganjurkan do’a kepada ahli kubur, menghalau tauhid dengan modal kedustaan dan kekejian, dan memenuhi halaman2 kitabnya dengan dongeng2, impian, dan khurafat. Setiap orang berakal yang membacanya pasti mengetahuinya bahwa itu adalah kebathilan yg tidak diragukan.
    3. Syaikh al-Allamah Zaid bin Muhamad Alu Sulaiman (wafat 1307H) dalam kitabnya Fathul Mannam fi Naqdhi adh Dhal Dahlan. Bahwa Bahwa Dahlan adalah seorang jahil mukarrab.
    Dan masih ada selainnya (anda dpt membacanya dalam buku yg saya nukil)
    Syaikh Muhamad Rasyid Ridha berkata “Sesungguhnya Dahlan bukanlah seorang ahli di bidang hadits, sejarah, dan ilmu kalam. Dia hanya taklid kepada orang2 yg jg taklid dan hanya menukil dari kitab-kitab orang2 belakangan. Juga dalam bukunya Ta’liq Syiyanah Insan an Waswasah Syaikh Dahlan hal 562 beliau berkata bahwa Dahlan (Ahmad Zaini Dahlan) adalah Syaikh Kadzib (GEMBONG PENDUSTA).

    —————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Kalau yang menentang Sekte Wahabism hanya Syeikh Zaini Dahlan saja..maka boleh jadi pernyataan anda benar. Tetapi bagaimana dengan ulama-ulama mazhab lainnya? Ini yang mustahil anda bisa menjawabnya…

    Lho kenapa anda selalu berargumen dengan kitab-kitab Wahaby untuk menjelaskan pribadi orang yang mengkritisi Wahaby seperti Zaini Dahlan. Coba perjelas (kalau anda tahu) siapa itu Syaikh Shalih bin Muhamad asy-Syisyri…? Kalau bersandar para tulisan-tulisan ulama Wahaby yang suka mencela kelompok lain selain pengikut sektenya ya gak bakal pernah obyektif mas…!? Cari penulis yang multi mazhab dan netral, jangan Wahaby tock, apalagi yang fanatik…uakeh tunggale (banyak sekali semacamnya) kalau gitu…Lihat cara kami, kami gak nukil dari ulama satui mazhab saja, bahkan dari empat mazhab Ahlusunnah wal Jamaah….kalau anda mau dan anda butuhkan, saya mampu dan akan ambil ungkapan para kelompok Sufi dan Syiah yang kalian (sekte Wahabi) benci sekali…dan mengajak orang lain membencinya…biar dapat teman ya? he he he

    Tolong dijelaskan dimana Rasyid Ridho menyatakan hal itu? Kalaupun benar semacam itu, anda tahu kenapa? Karena Rasyid Ridha dia memiliki kecenderungan ke Salafy (Ibnu Taimiyah) yang melarang bermazhab, dan menuduh semua yang bermazhab adalah taklid….maka bukan hanya Zaini Dahlan mufti Makkah yang bermazhab Syafi’i yang dinyatakan sebagai “taklid dan hanya menukil dari kitab-kitab orang2 belakangan”, tetapi semua ulama dari mazhab empat Ahlusunnah karena mereka bertaklid dan mengikuti Imam-Imam Mazhab mereka, ya gak? Sementara di Wahaby, baru bisa bahasa Arab dikit aja dah ngaku gak taklid. Tapi di sisi lain masih percaya dan ingikuti orang seperti Bin Baz, Utsaimin, Albani dan tokoh-tokoh Wahaby lain….aneh tapi nyata.

  22. Buat Sampean yang baca kitabnya HEMPHER si kafir nih keterangannya:
    Dari diktat Hempher:
    1. Bahwa Hempher bertemu dengan Syaikh Muhamad bun Abdul Wahab tahun 1713M/1125H (Setelah kementrian Brithaniyah mengutusnya ke Astana th 1710M 2 th, kmd 6 bulan di London lagi, dan di Bashrah 6 bulan lagi. Disinilah kebohongan itu mulai terkuak, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab lahir th 1703M/115 H. Jadi pada saat bertemu Hempher baru berusia 10 tahun!! Padahal dalam kitabnya Hempher bertemu dengan seorang pemuda yang mempunyai cita-cita tinggi sebagai Muhammad bin Abdul Wahab.
    2. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab disebutkan mulai berdakwah th 1143 H, padahal yg benar adalah th 1153H yaitu tahun wafatnya ayah beliau.
    3. Tidak ada sumber resmi dari buku tersebut (penerjemahnya hanya memberikan rumus DR, Mim, Ain, Kho

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:

    Itu kalau yang nulis cuman Hampher saja mas..trus gimana pendapat anda tentang penelitian Prof Khalid ad-Dakhil yang orang muslim warga negara Saudi itu? Dan banyak lagi peneliti Saudi lain yang akhirnya kitabnya diharamkan dicetak di Saudi….tapi untungnya akhirnya dicetak diluar (negara-negara Arab lain)

  23. Ucapan sampean (SASTRO)
    —————————————————————-
    Jika orang muslim telah dikafirkan dan orang besar (baca: ulama) seperti Syeikh Sulaiman bin Sahim dicaci-maki dan dihina oleh orang seperti Muhammad bin Abdul Wahhab maka jangan heran jika sekarang ini para pengikut setia dan fanatiknya (kaum Wahaby) juga turut mengikuti jejak langkah manusia tak beradab seperti Muhammad bin Abdul Wahhab itu. Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun. Makanya, jangan heran jika orang seperti Sastro ini lantas dibilang bodoh, munafik, zindik bahkan dinyatakan sebagai anjing. Itulah watak preman kaum Wahaby yang jelas tidak cocok dengan budaya Timur yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang sangat menjujung tinggi etika dan adab (sopan santun), tidak seperti masyarakat Arab
    ——————————————————————
    Provokasi sampean lebih ndeso daripada saya yang orang ndeso. Tidak pernah sekalipun ustadz2 kami mengajarkan demikian!!!

    ——————————————–

    Sastro Menjawab:

    Memang menerima kenyataan itu seringnya pahit dan berat mas…

  24. Tro…………………jgn kamu hapus………………………
    Cari penyimpangannya………………….
    Bagi mereka yang menganggap dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul wahhap adalah menyimpang dan menyempal dari aqidah yang benar, baca keterangan ini yang dapat anda baca pada kitab berjudul Syarh Aqidah Imam Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab, cet Maktabah Dar al-Mnhaj. Berikut adalah aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab (seperti ucapanya dalam kitab di atas):
    1. Aqidah Ahli Sunnah wal Jama’ah
    Saya bersaksi kepada Allah dan para malaikat bahwa saya meyakini seperti keyakinan firqah Najiyah (golongan yang selamat) Ahli Sunnah wal Jama’ah berupa iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab2Nya, para rasulNya, hari kebangkitan setelah mati, iman kepada takdir yang baik dan yang buruk.
    2. Sifat-sifat Allah
    Termasuk beriman kepada Allah adalah beriman dengan apa yang Dia sifatkan pada diriNya tanpa tahrif (diselewengkan artinya), ta’thil (meniadakanya), bahkan saya meyakini bahwa tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dan Dia Maha Mendengar lagi Melihat. Saya tidak meniadakan apa yang Dia sifatkan pada diriNya dan tidak mengubah kalimat dari tempatnya. saya tidak menyimpangkan nama dan sifatNya, tidak membagaimanakan dan menyerupakan sifat-sifatNya dengan sifat-sifat mahluk karena tidak ada yang serupoa dengaNya. SifatNya tidak bisa disamakan dengan mahlukNya karena Allah paling tahu tentang diriNya, paling benar dan bagus ucapanNya. Dia menyucikan diriNya dari apa yang disifatkan pleh penyeleweng dari ahli takyif (membagaimanakan sifat Allahh) dan tamtsil (menyerupakan sifat Allah dengan mahluk) dan apa yang ditidakan oleh ahli tahrir dan ta’thil.
    3. Ahlus Sunnah Tengah-tengah
    Golongan selamat, mereka tengah2 dalam masalah perbuatan Allah antara kelompok Qadariyyah dan Jabriyyah. Dalam masalah ancaman Allah, mereka tengah2 antara Murji’ah dan Wa’idiyyah (Khawarij dan Mu’tazilah). Dalam masalah iman, mereka tengah2 antara Haruriyyah dan Mu’tazilah dan antara Murji’ah dan Jahmiyyah. Dalam masalah sahabat Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam mereka tengah2 antara Rafidhah dan Khawarij.
    4. Al Quran
    Saya meyakini bahwa al-Quran adalah Kalamullah yang diturunkan, bukan mahluk, datang dan kembali kepadaNya, Dia berbicara secara hakikatnya dan menurunkannya kepada hambaNya, rasulNya, orang kepercayaanNya dalam wahyu, perantara antara Dia dan hamba, yaitu nabi kita Muhammad salallahi ‘alaihi wa sallam.
    5. Takdir
    Saya beriman kepada Allah menegrjakan apa2 yang Dia kehendaki, dan segala sesuatu terjadi dengan keinginanNya. Tidak ada sesuatu pun yang keluar dari kehendakNya, tidak ada sesuatu pun yang keluar dari takdirNya, dan tidak terjadi kecuali dari peraturannYa.
    6. Hari Kebangkitan dan Pembalasan
    Saya beriman dengan seluruh yang diberitakan oleh Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam dari hal2 yang akan terjadi setelah kematian. Saya beriman dengan danya nikmat dan siksa kubur dan dikembalikanya ruh ke jasad manusia lalu mereka bangkit menghadap Rabb semesta alam dalam keadaan tiada bersandal, tiada berpakaian, dan berkhitan. Matahari begitu dekat dengan mereka. Ditegakkan timbangan amal untuk menimbang amal perbuatan, barangsiapa yang timbangannya berat maka dia beruntung, sebaliknya apabila timbangannya ringan maka dia merugi dan berada di neraka jahanam selama2nya. Lalu diberikan catan amal, ada yang mengambil dengan tangan kanannya dan ada yang mengambil dengan tangan kirinya.
    7. Telaga dan Syafa’at Nabi Muhamad salallahi ‘alaihi wa sallam
    Saya beriman dengan telaga Nabi kita Muhammad salallahi ‘alaihi wa sallam di padang Mahsyar, airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, bilangan bejananya sebanyak bilangan bintang di langit, siapa yang meminumnya maka dia tidak akan haus selama2nya. Saya beriman dengan shirat (jembatan) yang dibentangkan di atas Jahanam, yang akan dilewati oleh manusia sesuai dengan kadar amal perbuatan mereka.
    Saya beriman dengan syafa’at Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam dan bahwa beliau adalah orang yang memberi dan diberi syafa’at pertama kali. Tidak ada yang mengingkari syafa’at Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam kecuali ahli bid’ah dan orang sesat, tetapi semua itu tidak mungkin kecuali setelah ada izin dan ridha dari Allah, sebagaimana firmanNya “….dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah…”(QS al-Anbiya (21):2, dan “…….tidak yang dapat memberi syafa’at disisi Allah tanpa seizinNya…”(QS al-Baqarah(2):255), dan “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(-Nya)”(QS an-Najm(53):26)
    Dan Allah tidak ridha kecuali ahli tauhid dan tidak memberi izin kec8uali ahli tauhid, adapun orang2 musyrik maka tidak mendapatkan syafa’at sebagai firman Allah “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberi syafa’at”(QS al-Musatstsir(74):4.
    8. Shirat, Surga, Neraka, dan Melihat Allah
    Sauya beriman bahwa shirat (jembatan) ditancapkan di atas Jahanam, manusia melewatinya sesuai kadar amal perbuatan mereka masing-masing. Dan saya beriman bahwa surga dan neraka adalah mahluk, keduanya sekarang sudah tercipta, tida fana, dan orang-orang beriman akan melihat rabb mereka dengan mata kepala mereka pada hari kiamat kelak sebagaimana mereka melihat bulan di malam bulan purnama, mereka tidak samar dalam melihatNya.
    9. Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam dan Para Sahabat
    Saya beriman bahwa Nabi kita Muhammad salallahi ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi dan rasul. Tidak iman seorang hamba sehingga
    dia mengimani kerasulannya dan bersaksi akan kenabiannya. Umatnya yang paling utama alaha Abu BAkar ash-Shidiq, kemudian Umar al-Faruq, kemudian Utsman Dzu Nurain, kemudian Ali al-Murtadha, kemudian sepuluh sahabat lainnya yang diberi kabar gembira masuk surga, lalu yang mengikuti perang Badar, lalu yang ikut bai’at ridwan.
    Saya mencintai seluruh sahabat Nabi salallai ‘alaihi wa sallam, saya menyebut kebaikan mereka, mendo’akan agar mereka diridhai Allah, memintakan ampun bagi mereka. Dan saya diam dari pertikaian di antara mereka, sebagai bentuk realisasi firman Allah :”Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a:”Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS al-Hasyr (59):10)
    Dan saya mendo’akan kebaikan bagi para Umahatul Mu’minin (istri-istri Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam) yang bersih dari noda.
    10. Karamah Wali
    Saya meyakini adanya karamah wali, hanya saja mereka tidak memiliki hak-hak yang khusus bagi Allah dan mereka tidak dimintai hal-hal yang tidak dimampui kecuali Allah semata.
    11. Tidak Mengkafirkan Muslim Karena Dosa
    Saya tidak menentukan seorang muslim pun dengan surga dan neraka kecuali ditentukan oleh Nabi salallahi ‘alaihi wa sallam, tetapi saya berharap kepada orang yang baik dan khawatir terhadap orang yang jelek. Saya tidak mengkafirkan seorang pun dari kaum muslimin dengan sebab dosa dan saya tidak mengeluarkan dari Islam.
    12. Jihad terus berlangsung
    Saya memandang bahwa jihad terus berlanjut bersama pemimpin yang baik maupun yang fasik, shalat berjama’ah di belakang mereka hukumnya boleh. Jihad terus berlanjut sejak Allah mengutus Nabi Muhammad salallahi ‘alaihi wa sallam hingga akhir umat ini memerangi Dajjal, jihad tidak batal dikarenakan kefasikan seorang pemimpin maupun keadilannya.
    13. Taat Pemimpin
    Saya berpendapat wajibnya mendengar dan taat kepada pemimpin kaum muslimin yang baik maupun fasik selagi mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan. Barangsiapa yang menjadi pemimpin dan manusia berkumpul dan ridha kepadanya dengan pedang, maka wajib ditaati dan haram memberontak.
    14. Ahli Bid’ah
    Saya berpendapat menghajr ahli bid’ah dan menjauhi mereka sampai mereka taubat. Saya menghukumi mereka secara zhahir, adapun bathinnya saya serahkan kepada Allah, dan saya meyakini bahwa setiap perkara yang baru dalam agama ini adalah bid’ah.
    15. Cabang Iman
    Saya meyakini bahwa iman itu ucapan dengan lisan dan amalan dengan anggota badan serta keyakinan dalam hati, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemajsiatan, cabangnya sebanyak tujuhpuluh lebih, tingkatan paling tinggi adalah syahadat La Ilaha illa Allah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.
    16. Amar MA’rf Nahi Mungkar
    Dan saya berpendapat wajibnya menegakkan mar ma’ruf nahi mungkar sebagaimana diwajibkan dalam syari’at Islam yang mulia.
    Demikian aqidah ringkas ini saya tulis agar kalian mengetahui keyakinan saya. Hanya Allah yang menanggung ucapan saya.

    Demikianlah aqidah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Bagi orang yang adil dia akan mengetahui bahwa aqidah tersebut sesuai dengan aqidah salaf shalih yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah.
    Bagi anda yang masih berpendapat bahwa apa yang kalian sebut dengan “Wahhabi” adalah sempalan yang menyimpang dari Islam, tunjukkanlah yang mana!!!!”

    ——————————————–

    Sastro Menjawab:

    Kalau masalah umum begini, hatta kaum Sufi dan Syiah yang kalian katakan sesat juga mengimaninya…Kalau semua itu gak diimani oleh kaum Wahaby maka Wahaby bukan lagi sekte sempalan mazhab Hambali, tetapi telah keluar dari Islam….Cuman seperti apa itu obyek-obyek syirik dan bid’ah? Ya ini yang menjadi perbedaan prinsip antara Ahlusunnah dan Wahaby….

  25. ahlul kallam yang berbahaya.. itu komentarku ttg mas sastro ini… “gunakanlah akal untuk mencari al haq, gunakan mulut untuk mengucapkan al haq”

  26. mas sastro…
    begitu dalam kebencian antum terhadap salafy (yang antum sebut sebagai wahaby).. itulah yg tersirat dari blog antum ini.
    sebagai seorang muslim tidak ada kecemburuan antum sedikitpun terhadap bid’ah, tidak pula terhadap kesyirikan yang realita tersebut ada dan banyak sekali kita jumpai dalam masyarakat. tidak sedikitpun ilmu yang bisa diambil manfaatnya dari blog antum ini dan kalau toh ada, hal tersebut tertutupi oleh hawa nafsu antum sendiri. sadarlah akan hal tersebut wahai saudaraku…
    sebagai seorang yg dikaruniai alloh “akal yang cerdas”, bersukurlah kepada alloh.. gunakan ilmu untuk membimbing umat kepada hal2 yang bermanfaat.. jadikanlah ilmu yg antum miliki menjadi ilmu yang bermanfaat yang dengan itu semoga alloh memberi petunjuk kepada antum.

    ya alloh.. berikan petunjukmu kepada kami yang lemah ini.. mudahkanlah hati kami dalam menerima al haq..

    —————————————-

    Sastro Menjawab:

    Maaf, bukan saya yang menyebut mereka Wahaby, tetapi ulama Ahlusunnah yang menyebutnya begitu, termasuk Syeikh Sulaiman sendiri lho…?

  27. gimana nih yang ngaku bangga ma wahabbi…
    kok gak ilmiah banget, nlarang taklid referensinya taklid ma ulama sendiri…

  28. Ass.wr.wb.
    duh mas2 koq para ribut tentang wahabi,,,kan dah jelas wahabi tuh siapa??? mereka duri dalam jantung islam…,,,ana sering dikafirkan oleh mereka kalo ana diskusi dengan mereka,,karena referensi dan argumen mereka gak kuat… jadi kesimpulan yg mereka ambil ketika gak mampu mempertahankan argumen mereka yah kita ini kafir or sesat…tapi gak apa2 “kafir” menurut definisi mereka,,,dalam teori psikologi ada yg disebut proyeksi yakni menimpalkan sesuatu kepada org lain yg sesungguhnya sesuatu itu ada pada dirinya tanpa disadarinya…jadi orang wahabi itu kalau katakan kelompok lain “kafir” atau “sesat” artinya merekalah yg seperti itu…jadi gak perlu diributkan,,kalo mereka mau diskusi yah dilayani… itukan lebih fair ketimbang menuduh orang kafir tanpa membuka ruang dialog…liat tuh arab saudi gerbong wahabi…menjadi boneka amerika….emang itu yg mereka inginkan….

  29. wahabi adalah gerakan yang dipergunakanh untuk memudarkan cahaya islam sesungguhnya. Yaitu golongan ahlussunnah ( Iran (syiah) dan tasawuf)

    didalamnya hanya ada ilmu syariat.

    mereka membantah adanya tarikat hakikat dan makrifat. Jika pun ada penjelasannya sangat dangkal.

    namun justru hakikat dan makrifat itulah yang intinya islam.

  30. Maaf, saya memulai komentar ini dengan mengaku bahwa latar akademis saya bukan agama tapi applied science. Saya tertarik membaca tulisan pak sastro dan komentar-komentar terhadapnya. Saya tdk sengaja menemukan blog ini saat meng-entri kata salafi di google, karena saat ini saya sedang tertarik belajar agama. Untuk itu saya sudah cukup banyak membaca tentang Islam dari berbagai versi.
    Maaf, saya terbiasa dan terkondisi (sesuai latar akademis) untuk berfikir dan bersikap netral terbuka sekaligus kritis dan konstruktif.

    Sepanjang masa pembelajaran saya hingga saat ini (saya berusaha untuk jadi manusia pembelajar). Saya melihat akar dari perbedaan adalah interpretasi yang berbeda terhadap sebuah konsep. Untuk mencari titik temu perlu ada kesepakatan awal tentang apa atau siapa yang dijadikan rujukan ketika terjadi perbedaan interpretasi.
    Sebuah kepastian yang saya yakini dan pegang sejak awal sebagai orang awam dalam agama Islam, adalah bahwa satu-satunya interpretasi yang benar tentang hal apapun dalam agama Islamadalah interpretasi Muhammad SAW. Interpretasi Beliau telah diajarkan kepada manusia-manusia Makkah, Madinah dan Jazirah yang kemudian menyesuaikan semua aspek kehidupan dan keberagamaannya dengan Interpretasi itu.
    Interpretasi aplikatif itulah yang menurut saya yang harus dijadikan takaran validitas interpretasi pada masa setelah masa itu hingga kini.

    Sunni, Syiah, Sufi, Ahlussunnah wal jama’ah, salafi, khawarij, wahabi dan lain-lain harus ditakar dengan takaran tersebut.

    Untuk pak sastro dan komentatornya, ada baiknya jika dalam tulisan lebih mengarah ke obyek bahasan bukan
    cenderung menggunakan sudut pandang orang pertama (saya mengamati terlalu banyak nilai rasa yang masuk dalam setiap tulisan)

    Maaf atas komentar saya yang awam.

  31. Kang Sastro mau tanya? saya usul gimana kalau blog ini dibukukan saja. JUDULNYA : RAPOR MERAH SALAFY…
    SAYA siap bantu…

    ———————————————-

    Sastro Menjawab:
    Ide yang sangat bagus dan cemerlang mas….Silahkan, kami akan siapkan beberapa artikel lain untuk melengkapi RAPOR MERAH mereka mas….
    Tentu ketika akan dibukukan perlu diedit dahulu bahasa dan tulisannya mas…selama ini saya gak pernah edit bahasa, cuman edit isi doang…biar lebih perfect lagi…saya tunggu e-mailnya di sastro_salafy@yahoo.co.id
    Bisa juga anda hubungi beberapa rekan yang memiliki blog/situs serupa mas…dari kelompok muslim manapun mereka.

  32. Kayaknya tetap konsisten di jalur.
    Jangan sampai terjebak di lingkaran saling menyalahkan.
    Kalau gak salah ni yaa. Tujuan blog ini ingin membuktikan bhw bbrp paham wahabi merusak ukhuwah islamiah. nahh mending konsentrasi membuktikan bhw wahabi telah meresahkan umat islam di luar wahabi. Sehingga targetnya bukan lagi sekedar menyalahkan mrk, namun hanya agar mrk mengevaluasi lg paham2 mrk ysempit yg begitu gampang mengkafirkan mazhab lain. Dan hal ini mestinya tdk bs ditolak oleh wahabi krn semua mazhab sdh teriak dg kekakuan dan kesempitan cara pikir mrk.
    Syukur2 kalau ada dr wahabi sendiri yg bs menyadari bhw kemanapun diputar2 paham mrk akan mengarah pd semua salah keculai saya. Dari satu konsep mrk ttg bid’ah saja sdh bs menjadi senjata multiguna utk mengklaim yg mrk tdk setujui sbg bid’ah. Sadarkan mrk bhw tdk hanya mrk yg pintar, tdk hanya mrk yg suci (jd pengen tahu apa ada ulama suci/wali dr golongan mrk??).

  33. Assalamu’alaikum

    Maaf mas Sastro Ikut nimbrung.

    PERBEDAAN AJARAN WAHHABIYYAH DAN AHLI SUNNAH WALJAMAAH :

    1-WAHHABI menyamakan Allah dengan manusia dan juga binatang. Wahhabi menyatakan: “Allah duduk di atas kursi”.Sila lihat Kitab mereka (puak Wahhabi): Fathul Majid, Karangan Abdul Rahman bin Hasan bin Mohd bin Abdul wahab, m/s:356, Cetakan Darul Salam, Riyadh. Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah : Maksudnya: “Dia(Allah) tidak menyerupai sesuatu pun daripada makhlukNya”( Allah tidak menyerupai makhlukNya dari satu segi mahupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupainya).(Asyura ayat:11) Ketahuilah bahawa menganggap dan mengatakan bahawa Allah duduk atau bersemayam di atas arasy mahupun di atas kursi dikira kafir kerana yang demikian itu adalah sifat makhluk Maha Suci Allah daripada duduk atau bersemayam.

    2-Ibnu Baz (pemimpin wahabi) berkata: “penafian jisim dan anggota bagi Allah adalah suatu yang dicela”. Lihat juga kitab mrk Tanbihat Fi Rod Ala Man Taawwal Sifat, m/s: 19, karangan Ibnu Baz, terbitan : Riasah Ammah lilifta’ Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah : Maksudnya: Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatu pun dari makhlukNya baik dari satu segi mahupun dari semua segi, dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupaiNya.(Asyura ayat:11). Ketahuilah bahawa Allah ta’ala tidak sama dengan makhlukNya, Dia tidak mempunyai anggota dan jisim sebagaimana yang dimiliki oleh makhluk Maha suci Allah daripada anggota dan jisim.

    3-Ibnu Baz mengatakan bahawa :”zat Allah ta’ala itu di atas arasy”. Majalah Haji, bilangan 49, juzuk 11 tahun 1415 hijrah, m/s :73 -74Makkah Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil sabda Nabi : yg bermaksud:” Allah wujud pada azal(adaNya tanpa permulaan), dan belum wujud sesuatu selainNya”. H.R Bukhari Ketahuilah bahawa Allah ta’ala wujud tanpa tempat, kerana Dia yang menjadikan tempat yang mempunyai batasan-batasan, kadar tertentu dan bentuk sedangkan Allah tidak disifatkan sedemikian. Maha suci Allah dari bertempat.

    4-Wahabi mengatakan bahawa Abu jahal dan Abu lahab lebih ikhlas pengesaan tauhid mereka kepada Allah daripada golongan orang Islam yang mengucap dua kalimah syahadah. ( yang dimaksudkan dengan orang Islam di sini ialah mereka yang bertawassul dengan wali-wali dan para solihin ). Kitab mereka: Kaifa Nafham Attauhid, Karang Mohd Basmir, m/s: 16 Riyadh Manakala aqidah ahli sunnah waljamaah pula dalam bab ini dengan berdalil firman Allah dalammenceritakan mengenai Abu lahab Maksudnya: “kelak dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala”. Ketahuilah bahawa Abu jahal dan Abu lahab bukanlah dari kalangan orang Islam.

    5-Soleh bin Fauzan (wahabi) berkata: “pengikut Asya’irah dan Maturidi tidak layak digelar sebagai Ahli sunnah wal jamaah”. Rujuk kitab mrk :Min Masyahir Almujaddidin Fil Islam, m/s: 32, terbitan: Riasah ‘Ammah lilifta’ Sedangkan Al hafiz Murtadha Azzabidi berkata: “jika dikatakan Ahli sunnah wal- jamaah yang imaksudkannya adalah Asyairah dan Maturidiah”. Pengikut Asya’irah dan Maturidiah adalah golongan Ahli sunnah dan jamaah

    tinggal bagaimana penilaiannya

    Wassalamu’alaikum

  34. Wah…!! saudara sastro ini terlalu bersemangat mengikuti keinginan hawa nafsunya…Coba direnungkan lagi..Yang simple-simple n dasar-dasar dulu aja, Kalo kita yakin Muhammad S.A.W panutan kita ya mbok nyonto beliau saja, bukan orang-orang lain yang bisa menambah-nambahi apa yang disampaikan Rosul. Yang menurut mereka BAIK katanya sich!!!…, Kalau orang bisa seenaknya bisa bilang ibadah ini itu baik menurut mereka sendiri-sendiri atau sekumpulan orang-orang itu saja lalu dimana Al-Qur’an dan Sunah Rosul ??
    kita itu mestinya membaca dan memahami serta mengamalkan apa yang disampaikan kepada kita dari Al-Qur’an dan Sunah-sunah Rosul, SUDAH DIJAMIN SELAMAT DAN KOMPLIT. Untuk urusan IPTEK dan alat-alat baru itu bukan Bid’ah tapi termasuk urusan maslahat mursalat yang tidak termasuk hal-hal yang bisa merubah atau menambahi aturan-aturan peribadatan islam yang sudah secara tauqifiah di ajarkan oleh Rosul kita.
    Pahami dulu arti Bid’ah itu apa?? Kalau kita ada yang salah ya cepet dikoreksi, jangan marah trus ngedamprat orang yang kasih kita info, itu namanya hawa nafsu.
    Wassalam

    ——————————————————–

    Sastro Menjawab:

    Setelah menjawab isu-isu seputar Tauhid dan Syirik (membangun kuburan, menerangi kuburan, tabarruk, tawassul…dst) baru kita akan beranjak ke isu-isu berkaitan dengan Bid’ah yang tentu akan kita dahulukan tentang definisi dan batasan2nya.

    “marah trus ngedamprat orang yang kasih kita info, itu namanya hawa nafsu”…ternyata itu yang selama ini dipraktikkan oleh kaum Wahaby ketika membaca artikel2 kami.

  35. Pengin slamet yo jangan kayak omongane SASTRO!!!
    Cuma menghujat tanpa bukti, tanpa hati, tanpa ilmu yang cukp
    Ya jangan banyak omong mas!! belajar dulu yang bener!!!
    Katanya islam ahlusunah wal jamaah kok isinya malah
    hawanafsu thok!! Jangan nuruti setan yang bercokol dalam hati dan jiwamu mas!! Gunakan hati nurani dan dengan didukung
    kalamullah AlQur’an dan Sunah Rosulullah Muhammad S.A.W.
    JADI SUDAH WAJIB HUKUMNYA LADANG KEBENCIAN INI DI MUSNAHKAN DARI DUNIA INI (WEBSITE MURAHAN INI)

    KANG SLAMET

    ————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Menghujat tanpa bukti…? Apakah anda telah mengecek langsung dalil-dalil yang kita gunakan sehingga anda menvonis kita tanpa bukti? Jika belum maka anda telah menvonis tanpa bukti…itu sumbernya dari mana ya, hawa nafsu kali ya :P?

  36. Beda Indonesia VS Saudi
    1. Indonesia banyak bidah dan syirik di Saudi ga ada
    2. Indonesia wanitanya murah2 di saudi mahal2
    3. Di indonesia sekolah bayar di saudi siswanya dibayar
    4. Di indonesia BBM mahal di saudi murah
    5. Di indonesia Tanahnya subur di saudi tanahnya kering
    6. Diindoesia mayoritas NU di saudi mayoritas wahabi
    Jadi kita bisa nilai lah…. wekkk

    —————————————————

    Sastro Menjawab:

    Di Indonesia banyak Bid’ah dan di Saudi gak ada? Yang bener…?
    Apa Wahabisme itu bukan bid’ah terbesar yang diinovasi oleh Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd wilayah Saudi dimana Najd inilah yang dulu pernah diteropomg oleh Rasul bahwa akan muncul kelompok Setan yang ternyata setelah munculnya Musailamah al-Kadzab eh muncul pula Musailamah moderen yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab…?

  37. Pak Sastro,
    tolong buktikan dengan benar dimana terdapatnya bid’ah di dalam salafi / wahhaby, dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang nyata, serta buktikan bahwa anda bukanlah ahli bid’ah.

    —————————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Silahkan baca lagi artikel2 kami (spt ttg: Ziarah kubur buat perempuan yang dilarang oleh kaum Wahaby, Membangun Masjid di sisi kuburan, Tabarruk…dst). Menuduh Bid’ah yang bukan Bid’ah itu hukumnya apa? Membid’ahkan yang bukan bid’ah apa pernah ada dan dicontohkan oleh Rasul dan Salaf Saleh? Ini salah satu jenis bid’ahnya para Wahabiyyuuun…..Tulisan kami telah membuktikan bahwa kami bukan ahli Bid’ah. Adapun tulisan yang lain menyusul. Silahkan lakukan kajian tentang apa yang sudah kami tayangkan…

  38. Pak Sastro,
    Sesat dan kafir beda lho mas

    ——————————————

    Sastro Menjawab:

    Memang beda, karena tidak semua sesat itu kafir, tetapi setiap kekafiran adalah sesat…
    Tapi, yang harus anda ingat dan perhatikan, kedua kata itu (Sesat dan Kafir) dipakai oleh Muhammad bin Abdul Wahhab untuk kaum muslimin yang tidak sependapat dengan ajaran sektenya. Makanya dia ditegur keras oleh kakaknya sendiri, sebelum ditegur oleh para ulama Ahlusunnah dari mazhab empat lainnya….baca sejarah yang banyak mas…

  39. U JIDDAN. :
    Dasar Wahabbi…Tidak pernah ada rasa cinta tanah air sama sekali. di kepala ente yang ada cuma semua orang salah – yang benar orang ARAB /wahabi.

    haha….gw gak rela Indonesia direndahkan.
    memang disemua negara-wahabi bisanya cuma mengadudomba, tidak ada ajaran hembusan kasih sayang antar mahluk, dan cinta tanah air.
    KAWAN-KAWAN…MARILAH KITA SINGKIRKAN AJARAN WAHABI DEMI KESATUAAN NEGARA INDONESIA-AGAR ANAK CUCU KITA TIDAK TERACUNI OLEH WAHABI BODOH (PENGHANCUR BUDAYA BANGSA & KESATUAN NEGARA).
    HIDUP INDONESIA..ALLAHU AKBAR..

  40. terima kasih,mas..
    saya adalah pengikut tasawuf..
    seperti yang kita tau
    TASAWWuf adalah ilmu yang memepelajari Islam secara sesungguhnya dan berdasarkan koridor yang twelah ditentukan oleh Al-Quran dan hadist
    Dan dipraktekkan ole Baginda Rasul SAW
    lalu kita mempelajarinya langsung dari seorang mursyid

    Tapi..
    Kaum Wahabbi yang merasa kuat..
    selalu mengklaim sesat dan bid’ah
    Bahkan teman 1 kamar saya adalah Wahabbi
    Dan saya diceramahin yang bersifat mnjatuhkan
    Mereka juga keliatannya mengadu domba
    dan hanya suka berdebat,,
    Tolong..
    mari kita bergabung
    KITA SINGKIRKAN MEREKA!!!
    Saya mahasiswa STAN..
    Wahabbi terlalu merajalela
    Mereka bahkan menguasai BEM,BLM dan elemen penting kampus
    Asal saudara tahu..
    Sewaktu kami Ospek aja,semua tim penting adalah Wahabbi..
    lalu setelah itu,mereka mengadakan mentoring,padahal kebanyakan isinya adalah menceritakan “si anu sesat,itu sesat,kalian harus gini,kalau tidak,maka kalian sama sesatnya,coba deh,logikanya kan………”
    Mereka tidak belajar ilmu mengendalikan ego
    Cuma modal celana 3/4
    ama jidat yang hitam aja
    Klo kami ga berpenampilan kayak mereka
    Sudah jelas..
    kami ini dibilang ga shalat..
    Emang kami harus nunjukin ama mereka klo kami ini shalat..

    TOLONG..
    Singkirkan Wahabbi di kampus STAN
    n di seluruh dunia…

  41. Untuk Mas Matto..

    Istiqamahlah di jalan tasawwuf, kalau Anda tertarik ikutilah salah satu thariqat tasawwuf, apakah itu Naqsyabandiyah, Syadziliyah, Syattariyyah, Qadiriyah, atau thariqat-thariqat Mu’tabarah yang lain. Di Nahdlatul ‘Ulama ada Jam’iyyah Thariqat Mu’tabarah, kalau saya gak salah, Ra`isnya adalah Habib Luthfie Pekalongan.

    Jangan dengarkan Wahabi, karena mereka mengkafirkan semua ulama sufi dan ulama thariqat. Bagi Wahabi, tasawwuf adalah bid’ah tempat segala kesesatan. Kaum Wahabi sangat memusuhi dan antipati terhadap Tasawuf dan thariqat, hingga Syaikh Abdul Qadir Jailani pendiri Thariqat Qadiriyah pun mereka pandang sebagai orang kafir dan murtad.

    Saya cuma teringat salah satu nasehat dari pendiri Thariqat Naqsyabandiyah (Hadratussyaikh Bahauddin Naqsyaband, lahir di Bukhara tahun 711 Hijrah) yang mengatakan “jangan dengarkan pekataan orang-orang yang memusuhi jalan thariqat atau tasawwuf, karena jika engkau mendengarkan dan membenarkan mereka maka syaithan akan menguasaimu selama 3 hari 3 malam, jika setelah itu engkau masih membenarkan mereka maka syaithan itu akan menguasaimu selama 40 hari, jika setelah itu engkau masih juga membenarkan mereka maka syaithan akan menguasaimu selama satu tahun. Kecuali engkau bertaubat dari mendengarkan dan membenarkan mereka..”

    Rabbana atina min ladunka rahmatan, wa hayyi’ lana min amrina rasyada…

    Saran saya dalam menghadapi kaum Wahabi, perbanyaklah amalan dzikir, do’a, dan hizib (misalnya HIzb Bahr karangan Syaikh Syadzili pendiri thariqat Syadziliyah). Hindari konflik langsung, abaikan Wahabi. Bersabarlah. Karena sejauh pengamatan saya, mereka itu seperti Abu Jahal. Sedangkan Rasulullah yang lebih segala-galanya dari kita tidak mampu memberi hidayah kepada Abu Jahal.

  42. Assalamu’alaikum, wr.wb.

    Saya simpati dengan mas Sastro atas ketegasannya mengungkap kebohongan dan kejahatan madzhab liar “wahhabi” semoga tulisan mas Sastro bisa membuat para pengekor wahhabi sedikit melek matanya, biarpun madzhab itu sekarang dipimpin oleh orang yang sudah ndak bisa melek. Maaf ini bukan nyinggung tapi memang saya paskan.

    Kalau ada orang wahhabi ngajak bicara tentang moral atau akhlak, tidak usah digubris karena itu hanya makar untuk menutupi kebodohan mereka agar tidak diketahui orang. Semua sudah tahu bahwa wahhabi tidak bisa berakhlak bisanya “menyalak”

    Kalau wahhabi diskusi dengan orang awam, mereka tanpa menggunakan moral menuding bahwa para ulama yang diikuti si awam adalah kafir, mubtadi’ dan musyrik. Tetapi aneh kalau mereka bertemu dengan orang yang sekiranya mampu menjawab dan tahu belang-belangnya, wahhabi akan berkata “jangan membuka aib sesama” “Allah akan menutup aib seseorang apa bila dst …….”

    Dalam menulis pun wahhbi tidak pernah menggunakan moral, maka buku-buku mereka penuh dengan caci maki dan tudingan-tudingan yang tidak ilmiyah, karena menurut mereka yang kuat caci makinya adalah yang benar. Lihat buku yang belum lama ditulis yang judulnya saja menunjukkan penulisnya tidak bermoral “ Iskatul ‘aawy Yusuf al Qoradhowy” (membungkam anjing melonglong Yusuf Qordhowi). Terus terang saya bukan Pengikut setia Yusuf Qordhowy, tetapi saya menganggap Yusuf Qordhowy adalah manusia yang beriman yang layak di hormati.

    Wahhabi virus pemikiran yang sangat berbahaya, selamatkan generasi muda kita dari bahaya besar ini.

    ————————————————-

    Sastro Menjawab:

    Waalaikum salam wr wb
    Terimakasih mas…begitulah mas Wahhaby…semakin mereka banyak mencetak buku2 maka semakin nampak belangnya.

  43. assalamu’alaikum
    saya sangat setuju dengan mas sastro kalau wahabi memang suka neko2. saya sering tertawa sendiri karena sering saya lihat di kampus mereka mengajarkan kaya liqo’ atau kajian apalah namanya yang didalamnya pakai hadis dan penggalan ayat suci al quran karim. tapi ketika pas tadarus ternyata ada banyak dari yang mengajar liqo’ ternyata baca al quran aja masih ecek2. apa itu nggak lucu. mengajar tapi ilmu yang paling dasar belum dikuasai. kata bapak saya jika mau ngajar ilmu harus punya alat. misal nahwu dsb. maka dari itu saya sangat menyayangkan generasi muda yang terlalu cepat berapi-api menerima ajaran yang dia sendiri belum paham. terima kasih.

  44. Tanya syekh Sastro. apakah Muhammadiyah itu Wahabi seperti yang di tuduhkan oleh para Kiayi-kiayi..apakah persis, al Irsyad jg wahabi..

    kenapa identiiiitas anda tidak jelas?

    ———————————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Harus dibedakan antara ORMAS dengan Ideologynya mas…
    Kalau gitu gini aja, anda tanyakan, apakah AD/ART ORMAS-ORMAS itu mengikuti ajaran Muhammad binAbdul Wahhab atau tidak? Kalau tidak, maka gak bisa digeneralisiri begitu…siapa tahu di tubuh ORMAS itu ada beberapa orang pengikut Sufi, Syiah atau yang lainnya…ya siapa tahu?!:P

  45. Saya bangga menjadi pendukung anda Mas Sastro dan saya bangga sebagai umat Islam yang memiliki Anda dan Blog ini.
    Bantai terus Wahaby dan kubur hidup2 fahamnya (biar Susah Nafasnya 😛 ).
    Pantau terus ruang geraknya debat terus argumennya, karena ini untuk kepentingan umat Islam.
    Tidak Usah pake nanya identitas2 segala lahhh….
    Ini bukan Ruangannya preman, ini ruanganan Pembantaian Wahaby. Kalo mau jadi preman kepasar aja Mas… Banyak musuh disana.
    Biasanya kalo tikus terperangkap atau tersudut itu dia akan mencicit ketakutan.
    Wahabis….Wahhh…..Habissss….

  46. Sastro mahasiswa miring.

    ——————————————

    Sastro Menjawab:
    Kenyataan itu pahit mas…sedih ya mas terlanjur memilih Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai Imam? Itu kenyataan yg gak bisa anda pungkiri…makanya jadikan wiridan…SASTRO GILA 1000 X semoga anda dikumpulkan dengan Imam Anda itu.

  47. Dek Sastro, Kamu ini salafy yang kamu salahkan juga salafy gimana sih??? Kamu kalau menyalahkan ulama kamu harus jadi ulama dulu. Belajar yang banyak pergi ke Yaman, Madinah belajar kepada syaikh yang terkenal AHlu Sunnah. Jangan berkoar-koar di blog “Banci” seperti ini.
    Atau setidaknya anda jadi pembicara pada Kajian-kajian ilmiahnya Salafy dihadapan para pengikutnya. Anda kalau belum mengerti ilmu mereka, saya sarankan belajarlah. Kamu itu masih ingusan…
    Semoga kamu sadar akan kebodohanmu……

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Apakah sama antara Wahaby yg ngaku Salafy (gadungan) dengan Salafy beneran? Sejak kapan Salaf dimonopoli kaum sekte Wahhaby?
    Buktikan bahwa anda tidak bodoh dengan menjawab tulisan2 di sini..!

  48. mohon jawab dengan jujur…
    apakah antum punya “kepentingan”, berupa niat untuk menghapuskan yang anda klaim sekte (dan ini berasal dari barat) Wahaby, yang itupun penamaan manusia. Sementara didalam nya terdapat banyak ajaran kebaikan untuk mengajak kepada agama Islam yang lurus dari kehidupan ini. Kalau niat anda baik, datangi mereka dengan nasehat baik, gunakan hujjah. Jangan mencap yang berbeda pemahaman dengan anda itu jumud (karena anda pun sudah melakukannya).
    Ana bukan dari salafi, ana seorang yang sedang belajar memahami Islam melalui tarbiyah, liqoat, namun juga bersentuhan (berguru) dengan ustad salafi yang berusaha menegakkan Kitabullah, sunnah Rasul dan sunnah kulafaur rasyidin (dan menurut antum itu harus dibendung).
    Jawablah dengan jujur, atas keinginan meninggikan kalimat Allah atau hawa nafsu?
    Antum orang berilmu dan tolong gunakan ilmu itu dalam perkataan dan tulisan antum, sehingga kualitas diri antum bukan hanya membuat kawan terkagum, tapi juga disegani lawan.
    Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari tergelincir bisikan dan hawa nafsu syetan.

    ——————————————————-

    Sastro Menjawab:
    Mas, apakah di luar Islam juga semua jelek? Gak khan?
    Tapi masalahnya bukan itu….merasa benar sendiri, menuduh orang lain sesat, berbuat arogan dengan mengatasnamakan agama itu lho yang jadi masalah….kita lihat lah realitanya sendiri.

  49. Sastro, saya ingin berguru denganmu. kemana kamu harus saya cari? saya sudah lama ingin bertemu denganmu secara ‘khusus’. kamu memang orang yang paling tahu dan benci dengan wahabi.

    —————————————————–

    Sastro Menjawab:
    Siapa bilang berguru harus bertemu? Muhammad adalah murid Ibnu Taimiyah karena banyak mengadopsi pemikirannya yang menyimpang, padahal gak pernah jumpa…kita banyak belajar dari Rasul padahal kita gak pernah jumpa beliau…

  50. sastro, kamu mau lihat wajah iblis sesungguhnya nggak?
    cobalah kamu pergi ke depan kaca…nah, itulah dia..

    ——————————————————

    Sastro Menjawab:
    Benar…saya pernah melihat seorang Wahhaby dibalik kaca sebuah pertokoan di JKT…he he he

  51. Assalamu Alaikum Wr Wb bung Sastro… salam kenal..

    Sy dulunya merupakan pengikut setia Salafy (Wahabi), sy ikut dlm taklim2 mrk kurang lebih 2 thn (ajakan tmn tetangga daripada bengong2 di rmh klo libur, mending pergi belajar agama, demikian kata tetangga sy itu). Sy pun mulai rajin ikut taklim yg awal2nya itu kami disuguhi taklim Tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahab (ttg Allah bersemayam di ArashNya), kemudian beberapa pelajaran fiiqh versi Ibnu Taimiyah.

    Pd wkt itu sy menelan mentah2 pelajaran tsb, dan sy pun merasa ada hidayah Allah SWT menghampiri. Setelah rajin mengikuti taklim2 di kalangan salafy (Wahabi), ada dampak baru yg muncul dlm diri sy, yaitu mula gampang membid’ahkan saudara muslim yg lain dan berani pula mengkafirkan mrk. Ada apa dgn sy..?? pdhl ju2r bc kitab hadist standar semisal hadist Bukhari & Muskim pun sy jarang, kok beraninya sy mengumbar kata2 bid’ah, sesat & kafir kpd mrk..??

    ala kulli hal.. sy bru sadar bahwa inilah dampak taklim2 bersama salafy (Wahabi) yg sering sy ikuti slama ini.. Ironisnya di dlm taklim tsb mmg sdh menjadi keumuman uztas maupun santrinya mengumbar ‘si fulan sesat, bid’ah, kafir’.. dst

    Subhanallah wal hamdulillah.. Allah pemberi sebaik2 hidayah.. Setelah membaca blog bung Sastro, mata, hati & pikiran sy terbuka, sy sampai berjam2 di dpn komputer asyik membaca artikel2 bung Sastro (sampai2 malas ke kampus). Oh ya.. kebetulan ane lg studi di salah satu negaranya org kafir

    Padahal blog bung Sastro ini sy temukan secara tdk sengaja loh.. Waktu itu ane lg asyik baca2 artikel di salah satu blok salafy milik kelompok Wahabi, trus linknya tiba2 ilang.. ane search lg tetap g bs, ehh malah nemuin blognya bung Sastro.. sejak saat itu tiap buka komputer pst ke blognya bung Sastro dl..

    Teruskan perjuangan bung Sastro menulis artikel2 ttg kekeliruan salafy (Wahabi), smoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membmbing agar bung Sastro tetap istiqomah di jlnNya

    dari hamba Allah yg msh fakir akan ilmuNya..

  52. Fitnah Wahabi datang dari arah Nejd
    Oleh: Zakariya Al-Anshori
    Sekilas tentang fitnah Wahabi kami sadur dari beberapa literatur yang dapat dipertanggung-jawabkan kebenaranya yaitu diantaranya Fitnatul Wahabiyah karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, I’tirofatul Jasus AI-Injizy pengakuan Mr. Hempher, Daulah Utsmaniyah dan Khulashatul Kalam karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan lain-lain. Nama Aliran Wahabi ini diambil dari nama pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahab (lahir di Najed tahun 1111 H / 1699 M). Asal mulanya dia adalah seorang pedagang yang sering berpindah dari satu negara ke negara lain dan diantara negara yang pernah disinggahi adalah Baghdad, Iran, India dan Syam. Kemudian pada tahun 1125 H / 1713 M, dia terpengaruh oleh seorang orientalis Inggris bernama Mr. Hempher yang bekerja sebagai mata-mata Inggris di Timur Tengah. Sejak itulah dia menjadi alat bagi Inggris untuk menyebarkan ajaran barunya. Inggris memang telah berhasil mendirikan sekte-sekte bahkan agama baru di tengah umat Islam seperti Ahmadiyah dan Baha’i. Bahkan Muhammad bin Abdul Wahab ini juga termasuk dalam target program kerja kaum kolonial dengan alirannya Wahabi.

    Mulanya Muhammad bin Abdul Wahab hidup di lingkungan sunni pengikut madzhab Hanbali, bahkan ayahnya Syaikh Abdul Wahab adalah seorang sunni yang baik, begitu pula guru-gurunya. Namun sejak semula ayah dan guru-gurunya mempunyai firasat yang kurang baik tentang dia bahwa dia akan sesat dan menyebarkan kesesatan. Bahkan mereka menyuruh orang-orang untuk berhati-hati terhadapnya. Ternyata tidak berselang lama firasat itu benar. Setelah hal itu terbukti ayahnya pun menentang dan memberi peringatan khusus padanya. Bahkan kakak kandungnya, Sulaiman bin Abdul Wahab, ulama’ besar dari madzhab Hanbali, menulis buku bantahan kepadanya dengan judul As-Sawa’iqul Ilahiyah Fir Raddi Alal Wahabiyah. Tidak ketinggalan pula salah satu gurunya di Madinah, Syekh Muhammad bin Sulaiman AI-Kurdi as-Syafi’i, menulis surat berisi nasehat: “Wahai Ibn Abdil Wahab, aku menasehatimu karena Allah, tahanlah lisanmu dari mengkafirkan kaum muslimin, jika kau dengar seseorang meyakini bahwa orang yang ditawassuli bisa memberi manfaat tanpa kehendak Allah, maka ajarilah dia kebenaran dan terangkan dalilnya bahwa selain Allah tidak bisa memberi manfaat maupun madharrat, kalau dia menentang bolehlah dia kau anggap kafir, tapi tidak mungkin kau mengkafirkan As-Sawadul A’dham (kelompok mayoritas) diantara kaum muslimin, karena engkau menjauh dari kelompok terbesar, orang yang menjauh dari kelompok terbesar lebih dekat dengan kekafiran, sebab dia tidak mengikuti jalan muslimin.

    Sebagaimana diketahui bahwa madzhab Ahlus Sunah sampai hari ini adalah kelompok terbesar. Allah berfirman : “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu (Allah biarkan mereka bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan ia ke dalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali (QS: An-Nisa 115)

    Salah satu dari ajaran yang (diyakini oleh Muhammad bin Abdul Wahab, adalah mengkufurkan kaum muslim sunni yang mengamalkan tawassul, ziarah kubur, maulid nabi, dan lain-lain. Berbagai dalil akurat yang disampaikan ahlussunnah wal jama’ah berkaitan dengan tawassul, ziarah kubur serta maulid, ditolak tanpa alasan yang dapat diterima. Bahkan lebih dari itu, justru berbalik mengkafirkan kaum muslimin sejak 600 tahun sebelumnya, termasuk guru-gurunya sendiri.

    Pada satu kesempatan seseorang bertanya pada Muhammad bin Abdul Wahab, Berapa banyak Allah membebaskan orang dari neraka pada bulan Ramadhan?? Dengan segera dia menjawab, “Setiap malam Allah membebaskan 100 ribu orang, dan di akhir malam Ramadhan Allah membebaskan sebanyak hitungan orang yang telah dibebaskan dari awal sampai akhir Ramadhan” Lelaki itu bertanya lagi “Kalau begitu pengikutmu tidak mencapai satu person pun dari jumlah tersebut, lalu siapakah kaum muslimin yang dibebaskan Allah tersebut? Dari manakah jumlah sebanyak itu? Sedangkan engkau membatasi bahwa hanya pengikutmu saja yang muslim. Mendengar jawaban itu Ibn Abdil Wahab pun terdiam seribu bahasa. Sekalipun demikian Muhammad bin Abdul Wahab tidak menggubris nasehat ayahnya dan guru-gurunya itu.

    Dengan berdalihkan pemurnian ajaran Islam, dia terus menyebarkan ajarannya di sekitar wilayah Najed. Orang-orang yang pengetahuan agamanya minim banyak yang terpengaruh. Termasuk diantara pengikutnya adalah penguasa Dar’iyah, Muhammad bin Saud (meninggal tahun 1178 H / 1765 M) pendiri dinasti Saudi, yang dikemudian hari menjadi mertuanya. Dia mendukung secara penuh dan memanfaatkannya untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Ibn Saud sendiri sangat patuh pada perintah Muhammad bin Abdul Wahab. Jika dia menyuruh untuk membunuh atau merampas harta seseorang dia segera melaksanakannya dengan keyakinan bahwa kaum muslimin telah kafir dan syirik selama 600 tahun lebih, dan membunuh orang musyrik dijamin surga.

    Sejak semula Muhammad bin Abdul Wahab sangat gemar mempelajari sejarah nabi-nabi palsu, seperti Musailamah Al-Kadzdzab, Aswad Al-Ansiy, Tulaihah Al-Asadiy dll. Agaknya dia punya keinginan mengaku nabi, ini tampak sekali ketika ia menyebut para pengikut dari daerahnya dengan julukan Al-Anshar, sedangkan pengikutnya dari luar daerah dijuluki Al-Muhajirin. Kalau seseorang ingin menjadi pengikutnya, dia harus mengucapkan dua syahadat di hadapannya kemudian harus mengakui bahwa sebelum masuk Wahabi dirinya adalah musyrik, begitu pula kedua orang tuanya. Dia juga diharuskan mengakui bahwa para ulama? besar sebelumnya telah mati kafir. Kalau mau mengakui hal tersebut dia diterima menjadi pengikutnya, kalau tidak dia pun langsung dibunuh.

    Muhammad bin Abdul Wahab juga sering merendahkan Nabi SAW dengan dalih pemurnian akidah, dia juga membiarkan para pengikutnya melecehkan Nabi di hadapannya, sampai-sampai seorang pengikutnya berkata : ?Tongkatku ini masih lebih baik dari Muhammad, karena tongkat-ku masih bisa digunakan membunuh ular, sedangkan Muhammad telah mati dan tidak tersisa manfaatnya sama sekali. Muhammad bin Abdul Wahab di hadapan pengikutnya tak ubahnya seperti Nabi di hadapan umatnya. Pengikutnya semakin banyak dan wilayah kekuasaan semakin luas. Keduanya bekerja sama untuk memberantas tradisi yang dianggapnya keliru dalam masyarakat Arab, seperti tawassul, ziarah kubur, peringatan Maulid dan sebagainya. Tak mengherankan bila para pengikut Muhammad bin Abdul Wahab lantas menyerang makam-makam yang mulia. Bahkan, pada 1802, mereka menyerang Karbala-Irak, tempat dikebumikan jasad cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Karena makam tersebut dianggap tempat munkar yang berpotensi syirik kepada Allah. Dua tahun kemudian, mereka menyerang Madinah, menghancurkan kubah yang ada di atas kuburan, menjarah hiasan-hiasan yang ada di Hujrah Nabi Muhammad.

    Keberhasilan menaklukkan Madinah berlanjut. Mereka masuk ke Mekkah pada 1806, dan merusak kiswah, kain penutup Ka?bah yang terbuat dari sutra. Kemudian merobohkan puluhan kubah di Ma?la, termasuk kubah tempat kelahiran Nabi SAW, tempat kelahiran Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Ali, juga kubah Sayyidatuna Khadijah, masjid Abdullah bin Abbas. Mereka terus menghancurkan masjid-masjid dan tempat-tempat kaum solihin sambil bersorak-sorai, menyanyi dan diiringi tabuhan kendang. Mereka juga mencaci-maki ahli kubur bahkan sebagian mereka kencing di kubur kaum solihin tersebut. Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa?ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi. Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Dewasa ini pengaruh gerakan Wahabi bersifat global. Riyadh mengeluarkan jutaan dolar AS setiap tahun untuk menyebarkan ideologi Wahabi. Sejak hadirnya Wahabi, dunia Islam tidak pernah tenang penuh dengan pergolakan pemikiran, sebab kelompok ekstrem itu selalu menghalau pemikiran dan pemahaman agama Sunni-Syafi?i yang sudah mapan.

    Kekejaman dan kejahilan Wahabi lainnya adalah meruntuhkan kubah-kubah di atas makam sahabat-sahabat Nabi SAW yang berada di Ma?la (Mekkah), di Baqi’ dan Uhud (Madinah) semuanya diruntuhkan dan diratakan dengan tanah dengan mengunakan dinamit penghancur. Demikian juga kubah di atas tanah Nabi SAW dilahirkan, yaitu di Suq al Leil diratakan dengan tanah dengan menggunakan dinamit dan dijadikan tempat parkir onta, namun karena gencarnya desakan kaum Muslimin International maka dibangun perpustakaan. Kaum Wahabi benar-benar tidak pernah menghargai peninggalan sejarah dan menghormati nilai-nilai luhur Islam. Semula AI-Qubbatul Khadra (kubah hijau) tempat Nabi Muhammad SAW dimakamkan juga akan dihancurkan dan diratakan dengan tanah tapi karena ancaman International maka orang-orang biadab itu menjadi takut dan mengurungkan niatnya. Begitu pula seluruh rangkaian yang menjadi manasik haji akan dimodifikasi termasuk maqom Ibrahim akan digeser tapi karena banyak yang menentangnya maka diurungkan.

    Pengembangan kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan situs-situs sejarah Islam. Makin habis saja bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan itu dibongkar karena khawatir dijadikan tempat keramat. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat parkir. Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, disitulah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putra-putrinya dilahirkan serta Khadijah meninggal.

    Islam dengan tafsiran kaku yang dipraktikkan wahabisme paling punya andil dalam pemusnahan ini. Kaum Wahabi memandang situs-situs sejarah itu bisa mengarah kepada pemujaan berhala baru. Pada bulan Juli yang lalu, Sami Angawi, pakar arsitektur Islam di wilayah tersebut mengatakan bahwa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun Itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

    “Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangun tempat parkir,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir. Bahkan sebagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Dalam maklumat tersebut tertulis, ?Pelestarian bangunan bangunan bersejarah berpotensi menggiring umat Muslim pada penyembahan berhala.

    Nasib situs bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW. Semua jejak jerih payah Rasulullah itu habis oleh modernisasi ala Wahabi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeolog (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan biaya ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah maupun sebelumnya dengan dalih obyek wisata. Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari.

    Gerakan wahabi dimotori oleh para juru dakwah yang radikal dan ekstrim, mereka menebarkan kebencian permusuhan dan didukung oleh keuangan yang cukup besar. Mereka gemar menuduh golongan Islam yang tak sejalan dengan mereka dengan tuduhan kafir, syirik dan ahli bid?ah. Itulah ucapan yang selalu didengungkan di setiap kesempatan, mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali kelompok mereka sendiri. Di negeri kita ini mereka menaruh dendam dan kebencian mendalam kepada para Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan penduduk negeri ini.

    Mereka mengatakan ajaran para wali itu masih kecampuran kemusyrikan Hindu dan Budha, padahal para Wali itu telah meng-Islam-kan 90 % penduduk negeri ini. Mampukah wahabi-wahabi itu meng-Islam-kan yang 10% sisanya? Mempertahankan yang 90 % dari terkaman orang kafir saja tak bakal mampu, apalagi mau menambah 10 % sisanya. Justru mereka dengan mudahnya mengkafirkan orang-orang yang dengan nyata bertauhid kepada Allah SWT. Jika bukan karena Rahmat Allah yang mentakdirkan para Wali Songo untuk berdakwah ke negeri kita ini, tentu orang-orang yang menjadi corong kaum wahabi itu masih berada dalam kepercayaan animisme, penyembah berhala atau masih kafir. (Naudzu billah min dzalik).

    Oleh karena itu janganlah dipercaya kalau mereka mengaku-aku sebagai faham yang hanya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berdalih mengikuti keteladanan kaum salaf apalagi mengaku sebagai golongan yang selamat dan sebagainya, itu semua omong kosong belaka. Mereka telah menorehkan catatan hitam dalam sejarah dengan membantai ribuan orang di Makkah dan Madinah serta daerah lain di wilayah Hijaz (yang sekarang dinamakan Saudi). Tidakkah anda ketahui bahwa yang terbantai waktu itu terdiri dari para ulama yang sholeh dan alim, bahkan anak-anak serta balita pun mereka bantai di hadapan ibunya. Tragedi berdarah ini terjadi sekitar tahun 1805. Semua itu mereka lakukan dengan dalih memberantas bid?ah, padahal bukankah nama Saudi sendiri adalah suatu nama bid?ah? Karena nama negeri Rasulullah SAW diganti dengan nama satu keluarga kerajaan pendukung faham wahabi yaitu As-Sa’ud.

    Sungguh Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najed). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

    “Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban

    Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.”, Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.

    Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan, bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad bin Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul. Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-aliran sesat lain sebelumnya. Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid Abdurrahman Al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis buku untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab, karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits Rasulullah SAW itu sendiri yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian. Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala?udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: “Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin”. AI-Hadits.

    BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin Saud. Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada lain ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun mengenai sabda Nabi SAW yang mengisyaratkan bahwa akan ada keguncangan dari arah timur (Najed) dan dua tanduk setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain adalah Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad Ibn Abdil Wahab.
    Pendiri ajaran wahabiyah ini meninggal tahun 1206 H / 1792 M, seorang ulama’ mencatat tahunnya dengan hitungan Abjad: “Ba daa halaakul khobiits” (Telah nyata kebinasaan Orang yang Keji) itulah sepak terjang mereka sehingga para ulama’terpaksa mendirikan Komite Hijaz yang kemudian menjadi Nahdlatul Ulama’ th 1926 wadah kaum sunni Indonesia dalam mempertahankan Aqidah ahlussunah wal jama’ah.Smoga Allah swt melindungi Iman kita amin

  53. Alhamdulillah……… ada blog seperti ini paling tidak untuk buka wawasan lebih lanjut untuk bersikap kritis terhadap harakah2 yang menjamur sejak 20 th-an lalu. Penglaman pribadi pernah ikut liqo’ tapi it’s oke2 aja karena yang ngisi adalah nahdliyin basic, terus waktu kuliah mulai ada beberapa hal yang membuat agak pening kepala/mikir karena murabbi PERSIS basic, tapi tetep aman2 saja, masalah furu’iyah it’s oke sampai disini ngga’ ada masalah dan tidak pernah kutemui kata-kata yang mengarah hujatan, ejekan,cemoohan kepada ulama. Harakah yang kuikuti adalah tarbiyah yang ternyata didirikan oleh KH. Rahmat Abdullah santri dar KH abdullah Syafi’i Pemilik PP. Syafi’iyah jelas madzabnya. Namun karena Tarbiyah terdapat bermacam-macam basic maka pendapatnyapun bermacam-macam sehingga pendapat seseorang tidak mewakili pendapat jama’ah.

    Permasalahan muncul ketika saya mulai mendua harakah, saya mencoba aktif di Badan Dakwah Masjid UM Malang dan disinilah permasalahan dimulai. Telinga saya panas ketika senior2 BDM sering mengatakan ulama’ ini su’u ulama ini bid’ah, sesat dan mudah menuduh kafir jika kita tidak menyepakatinya dalam suatu permasalahan. Orientasinya adalah sistem, jadi siapa saja yang mengakui demokrasi dan ikut pemilu telah jatuh kedalam syirik akbar, shalatnya dan ibadahnya tidak akan diterima Tuhan…… baru kutahu kalau saya masuk kandang H** yang didirikan oleh Taqiyyudin. Mirip dengan wahabi/salafi yang suka melontarkan tuduhan meski kata mereka bukan wahabi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: