SEJARAH PAHAM WAHHABI (ZION-DAJJALIS)

Zion-Wahaby

SIKAP WAHHABI yang keras permusuhannya kepada kaum muslimin yang berbeda paham. Itulah sebabnya kenapa ajaran Wahhabi penuh kontradiksi di berbagai lini keilmuan, dan kontradiksi itu akan semakin jelas manakala dihadapkan dengan paham Ahlussunnah Waljama’ah. Walaupun begitu, ironisnya mereka tanpa risih mengaku-ngaku sebagai kaum ASWAJA. Atas klaim sebagai ASWAJA itu, lalu ada pertanyaan yang muncul, sejak kapan WAHHABI berubah jadi Ahlussunnah Waljama’ah?

Tokoh para pengikut Zionis Wahabis yg berkedok Muslim

Tokoh para pengikut Zionis Wahabis yg berkedok Muslim

 

Baca lebih lanjut

Iklan

Siapa Pencetus Julukan ‘Wahhaby’?

Pertama kali pribadi yang menyebut ajaran sekte sempalan yang diajarkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab dengan sebutan Wahhaby adalah saudara tua sekandungnya, Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahab yang selalu mencoba meluruskan pemahaman adiknya yang salah-kaprah tentang Islam dan ajaran Salaf Saleh. Sebuah surat (risalah) panjang beliau tulis untuk adiknya yang kemudian dibukukan (baca: dicetak)…
Baca lebih lanjut

Wahabisme; Premanisme Berkedok Agama

stop-wahhabisme.jpg
Sekalipun berganti-ganti nama, ada satu ciri khas yang tidak akan bisa mereka ubah: pengkafiran terhadap salah satu kelompok di dalam tubuh umat. Ciri-khas ini sebenarnya adalah konsekuensi alamiah dari kerancuan berpikir dan kesempitan pandangan mereka tentang Islam, bahkan tentang Tuhan, manusia dan alam semesta. Mengkafirkan kelompok lain adalah raison d’etat bagi ajaran mereka. Tanpa ciri ini mereka tidak akan mempunyai sensasi atau keunggulan apapun dari mazhab-mazhab lain dalam Islam. Dan cara paling mudah untuk berkuasa di tengah umat adalah menciptakan gesekan dan perpecahan di tengah umat Islam, sehingga umat akan sibuk bertikai. Pada saat itu, mereka akan dengan mudah melakukan rekrutmen, membangun jaringan, menghancurkan landasan legitimasi tradisional, merangsek ke pusat-pusat kekuasaan sosial, politik dan ekonomi.
Baca lebih lanjut

Salafy Kena Batunya

Salafush-shalih adalah para sahabat RA dan siapa saja yang mengikuti cara dan jalan mereka di antara para tabi’in yang mengikuti mereka pada tiga abad masa Islam yang pertama, yang telah disaksikan kebaikan mereka. Namun tidak ada satu pun nash yang membolehkan kita memutlakkan diri sendiri sebagai yang paling salafi, karena sifat-sifat kita belum teruji. Misalnya dengan membuat Yayasan Ihya as-Sunnah, Ihya at-Turats, Ihya as-Salafi, dan Daarus-Salafi belum tentu salafi…. Oleh karenanya dimanapun kelompok Salafy muncul maka di situ pasti akan muncul pertikaian di antara kaum muslimin, akibat kekakuan ajaran mereka.
Baca lebih lanjut

Kembali ‘Pengkafiran’ Kelompok Salafy Meresahkan Umat Islam Indonesia

Kita bisa bayangkan, bagaimana perlakuan kelompok yang mengaku Salafy itu terhadap kelompok muslim Ahlusunah wal Jamaah yang sedikitpun tidak terdapat corak Wahabisme dalam akidah mereka, tentu akan lebih menyakitkan lagi cara ‘pengkafiran’ mereka. Dari sini para pengikut Ahlusunah wal Jamaah di Tanah Air harus lebih waspada terhadap gerakan ‘kelompok pengkafiran’ (Jamaah Takfiriyah) tersebut.
Baca lebih lanjut

Agama Salafy Tidak Dibawa Mati

Kenapa para IMAM dan SALAFUS SHALIH pada saat itu tidak memproklamirkan MANHAJ SALAFY. Justru yang disepakati adalah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH (ini menjadi sumber hukum karena IJMA’/kesepakatan). Karena kesepakatan adalah (salah satu) sumber hukum Islam. Sedangkan MANHAJ SALAF belum pernah menjadi IJMA’.
Baca lebih lanjut

Ternyata Fitnah Itu Bersumber dari Kelompok Wahaby (Salafy)

mossad-berbaju-islam.jpgsiap-menteror-kaum-muslimin.jpgzarqowi-siap-menteror-muslim-non-salafy.jpg
Dan yang lebih berbahaya, kami dapat memperalat orang-orang yang bersemangat tinggi, khususnya orang-orang Salafiy untuk menyebarkan buku-buku yang menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan umat Islam. Buku-buku ini, sebenarnya dicetak dan dibiayai dengan biaya dari Mossad untuk membuat pertempuran marginal antara aktivis Islam, khususnya antara Syi’ah dan Sunnah di Palestina, Pakistan, Yaman, dan Yordan.
Baca lebih lanjut