Logo 3 in 1 ; Saudi – Yahudi Zionis – Wahaby Dajalis

th

Para pengunjung & pembaca blog SalafyIndonesia yg budiman. Pemilik Blog tidak akan memberikan banyak komentar di sini. Kita hanya akan menayangkan beberapa foto nyata dari fenomena yang kite temui di Saudi, terkait dengan hubungan erat antara Saudi-Yahudi Zionis-Wahabisme.

Silahkan para pembaca yang budiman mengamati, merenungkan, berpikir sejenak lantas menilainya sendiri.

Anda kenal istilah dan logo ini bukan?

Illuminati SymbolsYa, itu masih ada kaitannya dengan pembahasan yang di $ 1  US itu.

dollar_bill_showing_new_world_orderSekarang kita perhatikan, ternyata simbol atau logo itu banyak kita temukan di lembaga yang berafiliasi/condong ke sekte Wahaby dan atas dukungan Saudi. Kita perhatikan;

Monumen apa ini, Jeddah Eye (1 mata)Monumen 1 mata ini berada di Jeddah dengan sebutan ‘Jeddah Eye’. Ada apa ini?

RS Jeddah dg Logo ZionLogo itupun dijadikan simbol salah satu Rumah Sakit di Jeddah. Apa ini kebetulan? Tunggu dulu…

Di tingkat nasionalpun logo mata 1 dipakai untuk lembaga pemerintah untuk urusan Seni dan Kebudayaan. Apa ini kebetulan? Kita lihat lagi…

Pusat-Kebudayaan-Zionis-Saudi

LogoSecurity-Saudi-ZionisDi atas ini sebagai bukti, masalah security/keamanan juga bersimbol 1 mata. Ada apa?

 

saudi-arabia-police-badgeDinas kepolisian pun menggunakan logo mata 1. Kenapa? Lihat foto-foto di bawah ini dengan teliti:

Zionis Penjaga Haramain (Makkah-Madinah)

Polisi-ZionisSaudiWahhaby

police which patrol outside the Masjid with dajjali eyeSekali lagi perhatikan, apa itu semua kebetulan?

Lihat dg teliti

Jika pihak kepolisian saja sudah mereka kuasai maka jangan heran jika banyak sombol LSM-LSM di Saudi yang menggunakan logo yang mirip. Ini contohnya:

LSM sosial di Saudi

Kenapa semua itu bisa terjadi? Jawabnya, karena penguasanya pun Zionis Dajalis. Lihat simbol kerajaannya:

kerajaan-zionis-wahhaby

Oleh karenanya, jangan heran jika kaum muslimin yang melaksanakan Haji atau Umrah, yang menangani juga agen Zionis Wahaby Dajalis. Lihatlah simbol mereka (urusan Haji/Umrah):

Haji pun ditangani Zionis Dajalis Saudi Wahaby

Sehingga pengawasan gerak-gerik jemaah haji & umrah pun selalu dipantau oleh Zionis Wahaby Dajalis:

Zionis Pengawas Masjidin Nabi & Masjidil HaramHubungan apa yang di kantor tadi dengan analisa ini:

Logo Saudi Zionis

Makanya tidak mengherankan jika di banyak tempat di Saudi -termasuk Makkah dan Madinah- terdapat gambar 1 mata, seakan mereka bangga telah menguasai Tanah Suci kaum muslimin. Ini contohnya:

Ini kebanggaan mereka

Sampai-sampai tokoh ulama mereka pun seakan disetting harus matanya bermasalah, minimal satu mata. Ini contohnya:

Ulama Sekte Dajalis WahabySheikh-Abdulaziz-bin-Abdullah

Makanya, dari awal mereka ingin, jangan sampai kaum muslimin benar-benar datang ke Makkah untuk berhaji. Untuk itu, dibangunlah Mal-Mal yang banyak menjual Produk Zionis, agar kaum muslimin terlena untuk belanja dan dapat diperas uangnya. Ini rencana mereka ke depan, dengan pengepungan Masjidil Haram dengan Mall dan Hotel Mewah:

Makkah 1

new_mecca_2

Apa ini semua kebetulan? T.I.D.A.K…mereka telah menguasai Jantung Umat Islam yaitu Haramain. Mereka bekerja siang-malam untuk itu, secara terprogram dengan baik.

Yang menjadi pertanyaan sekarang:

MASIHKAH KAUM MUSLIMIN AKAN TETAP DIAM DAN MEMBIARKAN HARAMAIN MEREKA KUASAI?

MASIHKAH KITA KAUM MUSLIMIN INDONESIA MEMBIARKAN SEKTE WAHABY DAJALIS ITU MERAMBAH KE SEGENAP PENJURU TANAH AIR? INGAT KASUS RADIO-TV RODJA!

KAUM WAHABY DAJALIS DUKUNGAN ZIONIS SAUDI HARUSNYA BERPEGANGAN DENGAN KITAB ASLI MEREKA Harusnya ini kitab suci merekaINI JAWABAN KITA KEPADA PENGIKUT SEKTE WAHABY DAJJALY… T.I.D.A.K..titik !!!

Anti Wahabi

SADARLAH KAUM MUSLIMIN INDONESIA TENTANG BAHAYA ZIONIS WAHABI SAUDI SEKTE DAJAL YANG KIAN MEREBAK, BAHKAN MELAKUKAN AKSI-AKSI TEROR UNTUK MENGGANGGU STABILITAS BANGSA DAN NEGARA KITA TERCINTA!!!

SEJARAH PAHAM WAHHABI (ZION-DAJJALIS)

Zion-Wahaby

SIKAP WAHHABI yang keras permusuhannya kepada kaum muslimin yang berbeda paham. Itulah sebabnya kenapa ajaran Wahhabi penuh kontradiksi di berbagai lini keilmuan, dan kontradiksi itu akan semakin jelas manakala dihadapkan dengan paham Ahlussunnah Waljama’ah. Walaupun begitu, ironisnya mereka tanpa risih mengaku-ngaku sebagai kaum ASWAJA. Atas klaim sebagai ASWAJA itu, lalu ada pertanyaan yang muncul, sejak kapan WAHHABI berubah jadi Ahlussunnah Waljama’ah?

Tokoh para pengikut Zionis Wahabis yg berkedok Muslim

Tokoh para pengikut Zionis Wahabis yg berkedok Muslim

 

Baca lebih lanjut

Benarkah Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab telah Bertaubat?

Jika kitab “As-Showa’iq al-Ilahiyah fi Mazhab al-Wahhabiyah” adalah merupakan surat teguran Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab terhadap adiknya (Muhammad bin Abdul Wahhab) secara langsung, namun kitab kedua beliau; “Fashlul Khitab fi Mazhab Muhammad bin Abdul Wahhab” adalah surat yang ditujukan kepada “Hasan bin ‘Idan”, salah satu sahabat dan pendukung setia nan fanatik Muhammad bin Abdul Wahhab (pencetus Wahabisme). Jadi ada dua karya yang berbeda dari Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab yang keduanya berfungsi sama, mengkritisi ajaran Wahabisme, walaupun keduanya berbeda dari sisi obyek yang diajak bicara. Dan tidak benar jika dikatakan bahwa terjadi perubahan judul dari karya beliau tadi. Karena ada dua buku dengan dua judul yang berbeda.
Baca lebih lanjut

Dan Syeikh Sulaiman bin Abdul Wahhab pun Turut Dicela

Para ulama Wahhaby sepakat bahwa kitab karyanya (risalah) yang ditulis untuk menasehati adiknya itu diharamkan untuk dicetak dan dibaca. Buku itu digolongkan sebagai buku sesat, karena ia telah mengkritisi akidah adiknya yang dianggapnya telah keluar dari kesepakatan kaum muslimin. Orang-orang Indonesia yang pernah belajar di Arab Saudi, terkhusus yang mengikuti ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab (Wahhaby) akan tahu betapa bencinya para ulama Wahaby terhadap pribadi Sulaiman bin Abdul Wahhab.
Baca lebih lanjut

Kelompok Salafy, Paling Tidak, Ikutilah Jalan yang Ditempuh Jakfar Umar Thalib !!!

jakfar-umar-thalib.jpg
Seorang muslim manapun sebenarnya sedikit-banyak memiliki kadar kesalafian dalam dirinya meskipun ia tidak pernah menggembar-gemborkan pengakuan bahwa ia seorang salafi. Sebagaimana juga pengakuan kesalafian seseorang juga tidak pernah dapat menjadi jaminan bahwa ia benar-benar mengikuti jejak para al-Salaf al-Shalih, dan –menurut penulis- ini sama persis dengan pengakuan kemusliman siapapun yang terkadang lebih sering berhenti pada taraf pengakuan belaka. Jakfar Umar Thalib (eks panglima Laskar Jihad) dalam pengakuan akan kesalahannya mengatakan: “Sayapun sempat menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin adalah Ahlul Bid’ah dan harus disikapi sebagai Ahlul Bid’ah. Maka tampaklah Dakwah Salafiyyah yang saya perjuangkan menjadi terkucil, kaku dan keras. Saya telah salah paham dengan apa yang saya pelajari dari kitab-kitab para Ulama’ tersebut di atas tentang sikap Ahlul Bid’ah. Saya sangka Ahlul Bid’ah itu ialah semua orang yang menjalankan bid’ah secara mutlak…”
Baca lebih lanjut

Siapa Bilang Ibnu Taimiyah Ahlusunah? (Bag-III)

Jika sebagian ulama Ahlusunnah telah menyatakan, akibat kebencian Ibnu Taimiyah terhadap Ali dengan ungkapan-ungkapannya yang cenderung melecehkan sahabat besar tersebut sehingga ia disebut nashibi (pembenci keluarga Nabi .red), lantas jika dikaitkan dengan tiga hadis di atas tadi yang menyatakan bahwa kebencian terhadap Ali adalah bukti kemunafikan, maka apakah layak bagi seorang munafik yang nashibi digelari ‘Syeikh al-Islam’? Ataukah pribadi semacam itu justru lebih layak jika disebut sebagai ‘Syeikh al-Munafikin’ atau ‘Syeikh an-Nawashib’ (jamak dari Nashibi)? Jawabnya, tergantung pada cara kita dalam mengambil benang merah dari konsekuensi antara ungkapan beberapa ulama Ahlusunnah dan beberapa hadis sahih yang telah disebutkan di atas tadi. Dan lebih aneh lagi, para pengikut Ibnu Taimiyah yang juga ikut-ikutan mengatasnamakan dirinya “penghidup ajaran Salaf” (Salafy/Wahaby), masih terus bersikeras untuk diakui sebagai pengikut Ahlussunah, padahal di sisi lain, mereka masih terus menjunjung tinggi ajaran dan doktrin Ibnu Taimiyah yang jelas-jelas telah keluar dari kesepakatan (ijma’/konsensus) ulama Ahlussunah beserta “ajaran resmi” Ahlussunah wal Jamaah.
Baca lebih lanjut

Siapa Bilang Ibnu Taimiyah Ahlusunah? (Bag-II)

Yang lebih parah lagi, setelah ia meragukan semua keutamaan Ali bin Abi Thalib, dari seluruh ungkapannya tersebut, akhirnya ia pun meragukan Ali sebagai khalifah. Hal itu merupakan konsekuensi dari semua pernyataan yang pernah ia lontarkan sebelumnya. Mengingat, dalam banyak kesempatan Ibnu Taimiyah selalu meragukan kemampuan Ali dalam memimpin umat. Oleh karenanya, dalam banyak kesempatan pula ia menyebarkan keragu-keraguan atas kekhalifahan Ali. Tentu saja, metode yang dipakainya dalam masalah inipun sama sebagaimana yang ia terapkan sebelumnya -seperti yang telah disinggung di atas, yaitu; dengan cara menukil beberapa pendapat yang sangat tidak mendasar, dan tidak jujur sembari mengajukan pendapat pribadinya sebagai pendapat tokoh-tokoh salaf saleh.
Baca lebih lanjut